Junior Sandreas

Junior Sandreas
Bolehkah Aku Mengejarmu?



Bella sedang memikirkan cara untuk mendapatkan dokter Feng. Bella yang berada di ruangan berdiri di samping jendela hingga melihat dokter file yang sedang berjalan dari taman bersama dengan teman dokter lainnya. Della berinisiatif untuk keluar dari ruangan dan menikmati udara segar sambil melihat kegiatan dokter Feng.


" Melly kembalilah ke rumahmu untuk istirahat dan bawakan beberapa baju untukku ketika kembali ke sini." Ucap Bella kepada meli yang sedang duduk di sofa.


"Tapi aku harus menjaga nona 24jam apalagi tuan dan nyonya akan datang mengunjungi anda." Jawab Melly.


"Kau sudah dengar bagaimana aku merayu Abang Kenzo untuk membantuku berbicara dengan Daddy dan bunda agar tidak datang ke sini." Jawab Bella.


"Tapi.." Melly yang tidak ingin meninggalkan Bella.


"Tidak apa-apa jika aku sendirian di rumah sakit ini karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagian siapa yang akan menggangguku di rumah sakit ini saat ini aku menjadi pasien. Dan tidak ada orang yang mengetahui bahwa aku sedang sakit." Jawab Bella.


"Baiklah jika itu kemauan Nona maka aku akan menuruti nya tapi aku akan segera kembali di malam hari untuk menjagamu." Jawab Melly.


"Oke. Bereskan urusan jadwal ku dengan orang-orang kantor. Jangan sampai media mengetahui bahwa aku sedang berada di rumah sakit." Jawab Bella kepada Melly.


"Oke. Aku akan meminta sutradara dan juga kru untuk merahasiakan hal ini." Jawab Melly.


Akhirnya Melly berpamitan untuk pergi meninggalkan Bella sendirian di dalam ruangan pasien tersebut. Rencana Bella sudah bisa dilanjutkan untuk mengejar dokter Feng. Bella melihat kanan dan kiri lorong rumah sakit dan melarikan diri dari ruangannya menuju taman rumah sakit yang berada di bawah gedung.


Bella melepaskan infusnya dan langsung menuju arah taman menikmati udara segar dan mencari sosok dokter Feng. bela tidak menemukan keberadaan dokter Feng disaat ia sudah berada di taman. Bella duduk di kursi kayu yang berada di bawah pohon rindang di sekitar taman dengan jajaran bunga yang berada di depannya.


Walaupunbila tidak menemukan keberadaan dokter Feng tetapi ia mendapatkan banyak informasi tentang dokter Feng melalui beberapa pasien yang juga dirawat oleh dokter Feng. Dan beberapa suster yang sedang membicarakan ketampanan dan juga kecerdasan dokter Feng. Sedikit demi sedikit informasi yang didengar oleh Bella di saat ia duduk di taman dikumpulnya melalui pendengaran dan disimpannya dalam memorinya.


Bella semakin penasaran tentang dokter Feng yang menjadi target cintanya. Beberapa jam iya duduk di taman dan tidak menemukan sosok yang ia cari, akhirnya Bella memutuskan untuk kembali ke kamarnya setelah iya ya cukup mengumpulkan informasi yang didengarnya.


Saat perjalanan kembali ke ruangan Bella menjumpai sosok dokter Feng yang sedang berjalan melewati lorong rumah sakit. Bella yang tadinya berani untuk bertemu dengan dokter Feng tapi saat ini bela menghindari dan masuk ke dalam ruangan mayat. Bella yang masuk kedalam ruangan mayat diketahui oleh dokter Feng sehingga dokter Feng datang menemui Bella untuk masuk ke dalam ruangan mayat.


"Apa yang sedang kau lakukan di kamar mayat ini." Ucap dokter Feng yang masuk ke dalam kamar mayat setelah beberapa detik Bella masuk ke dalam kamar mayat itu.


"Hehe, dokter....Feng." Jawab Bella dengan memasangkan wajah polosnya dengan senyuman. Saat itu Bella berdiri di hadapan dokter Feng dengan cara setengah meter dari posisi dokter Feng.


"Mengapa kau mencopot infus mu bahkan kau belum sembuh total dari racun ubur-ubur itu." Ucap dokter fang yang melihat Bella melepaskan alat infus yang berada di tangannya. Padahal dokter fans sudah memasukkan vaksin ke dalam botol infus agar mudah masuk ke dalam darah Bella dan menetralkan racunnya.


"Baiklah aku permisi." Jawab Bella yang melarikan diri dengan berlari ke arah pintu keluar menuju ruangannya.


Bella yang berhasil kabur dari dokter Feng dari kamar mayat menuju ke ruangannya. Tetapi dokter Feng mengikuti bela menuju ruangannya untuk mengecek kembali keadaan Bella saat ini.


" Tentu saja untuk memeriksa pasienku yang nakal." Jawab dokter Feng kepada Bella dengan langsung memeriksa keadaan Bella.


dokter Feng mengecek bola mata Bella, suhu tubuhnya dan juga detak jantungnya. Bella yang tidak menolak perilaku dokter Feng kepada dirinya namun ia lebih fokus melihat wajah dokter Feng yang di dekat dengan wajah dirinya.


"Aku tidak apa-apa. Besok sudah bisa pulang kan dokter?" tanya Bella dengan tersenyum kepada dokter Feng.


"Buka kain celana mu." Ucap dokter Feng dengan nada yang dingin kepada Bella tanpa menjawab pertanyaan Bella.


"Apa yang ingin kau lakukan dokter? apakah kau dokter yang cabul?" tanya bela kepada dokter Feng dengan menyilang badannya menggunakan kedua tangan.


"Tentu saja melihat kembali sengatan ubur-ubur pada kaki mu." Jawab dokter Feng dengan secara paksa membuka celana Caca dari ujung mata kaki ditarik ke atas hingga dengkul.


"Oh." Jawab Bella yang menjadi malu karena berpikir yang aneh.


Dokter Feng sangat serius memeriksa bekas sengatan yang ada di betis kaki Bella. Pemeriksaan itu dengan disentuh oleh tangan dokter Feng dan dilihat kekanan dan kekiri penyebaran bekas sengatan yang ada di betis Bella selama kurang lebih 2 menit. Dokter Feng tidak mengeluarkan suara sama sekali dan tetap dingin tetapi Bella mengajaknya untuk bercerita.


"Berapa kali aku mencium bibirmu pada malam hari itu karena aku hanya mengingatnya dengan samar-samar." Ucap Bella yang yang sontak memberhentikan kegiatan dokter Feng memeriksa dirinya.


"Raut wajahmu mengatakan bahwa itu hanya sekali dan ciuman itu adalah ciuman pertamamu." Ucap Bella lagi tapi dokter Feng tetap tenang dan diam dengan wajah melihat Bella dengan serius.


"Jadi perkataanku itu benar? Wah aku sangat beruntung bisa mendapatkan ciuman pertama dari dirimu walaupun aku tidak sadar 100%." Ucap Bella lagi.


Dokter Feng yang tidak menjawab ucapan Bella. Ia melakukan pemasangan infus kembali ke tangan Bella dan kemudian pergi meninggalkan Bella begitu saja.


"Auuu." Ucap Bella yang sedikit sakit ketika di tancapkan jarum infus pada tangannya.


"Istirahatlah yang cukup kemungkinan besok kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit." Jawab dokter Feng.


"Apakah dokter Feng tidak memiliki pacar? Bolehkah aku mengejar mu jika kau memang tidak memiliki pacar? Atau bahkan jika kau memiliki pacar aku tidak akan menyerah." tanya Bella disaat dokter Feng mengatur infus antara botol dan juga selangnya agar cairannya bekerja dengan baik.


"Tenang saja walaupun aku adalah seorang artis tapi itu juga adalah ciuman pertamaku yang didapati oleh dirimu." Jawab Bella lagi saat dokter Feng berjalan keluar.


"Dasar wanita aneh." Jawab dokter Feng yang keluar dari ruangan Bella dengan menggelengkan kepalanya atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Bella.