Junior Sandreas

Junior Sandreas
Akting Auren Yang Sia-sia



Episode Krissta Sandreas


"Kali ini kalian bertiga aku maafkan. Tapi jika sekali lagi berani memprovokasi diriku. Siap-siap menanggung akibatnya." Ucap Kriss dalam hati sambil melihat wajahnya di cermin.


Kriss kembali membasuh wajahnya dengan air yang berada di wastafel kemudian baru teringat bahwa ada sesuatu yang bagus telah ia dapatkan. Yaitu sebuah petunjuk tentang tato yang berada di telapak pergelangan tangan Dien


"Apakah ini sebuah petunjuk?" tanyanya dalam hati.


Kriss yang sedang berfikir tentang tato yang ada di tangan Dien sama dengan tatto yang pernah ia temui pada seseorang yang pernah ingin mencelakai dia. Dan juga sebuah tato yang dilihat olehnya tadi malam.


"Kenapa banyak sekali?" tanya Kriss di depan kaca.


"Apakah memang di daerah kota ini adalah markas mereka?" tanya Kriss dalam hati.


"Lebih baik aku berfikir bagaimana cara bisa mendapatkan sedikit petunjuk dari semua ini?" tanya Kriss dalam hati kemudian memutuskan untuk segera membersihkan toilet.


Tapi beruntung ya, saat Kriss ingin membersihkan toilet baru saja Cleaning services keluar dari toilet yang dimasuki oleh Kriss.


"Ibu baru membersihkan?" tanya Kriss.


"Iya. Saya baru siap menyelesaikan semua toilet yang ada di sini. Ini yang terakhir." Jawabnya.


"Duh, saya padahal ingin membantu anda jika belum." Jawab Kriss


"Membantu?" tanya ya.


"Iya. Karena saya di beri hukuman untuk membersihkan toilet." Jawab Kriss.


"Untuk apa memberi hukuman seperti itu. Bukannya semua di tempat ini sudah menggunakan jasa Cleaning services?" tanyanya.


"Iya." Jawab Kriss.


"Sudah tidak apa-apa. Kamu belajar lah kembali." Jawabnya.


"Terima kasih." Jawab Kriss yang pergi meninggalkan toilet.


"Aku malas jika masuk ke dalam kelas, lebih baik aku pergi ke perpustakaan." Jawab Kriss.


Kriss berjalan menuju ke perpustakaan. Saat tiba di dalam perpustakaan, Kriss memilih ruang Baca yang tertutup di mana ia bisa menikmati tidurnya.


"Aghhh memang terbaik di sini." Jawab Kriss dalam hati dan duduk lalu memejamkan matanya di atas meja."


Auren ya saat ini juga berada di dalam perpustakaan sedang berjalan ke lemari lemari rak buku untuk mencari buku yang ia cari. Namun, saat Auren berjalan kearah pojok gedung yang di sebelah kanan yang juga berada tempat baca yang tertutup ia melihat seseorang yang tertidur di atas meja tersebut.


"Dasar siswa sekarang. Tidur di dalam perpustakaan seseru itu apa?" tanya Auren saat mencari buku yang ada di lemari. Auren melihat Kriss dari sela lorong buku dan lemari. Auren melihat seseorang itu dari bentuk postur tubuh ya sepertinya ia mengenalinya. Dan melihat juga tas Kriss yang menjadi menandannya.


"Kriss!" panggil Auren saat melihat dengan jelas dan setelah memperhatikan beberapa menit siapa yang sedang tertidur di dalam perpustakaan itu.


Auren memiliki sebuah ide untuk melakukan pembalasan dendam iya yang saat berada di dalam bus. Auren berjalan menuju ke arah garis dengan membawa beberapa buku yang ada di tangannya.


Dengan sengaja Auren melemparkan buku-buku itu ke atas dan terkena oleh tubuh Kriss dan sebagian bukunya terjatuh kelantai selalu berpura-pura jatuh ke lantai juga.


Dan Kriss yang terkena satu buku dari ulah Auren membuat ia terbangun dan melihat Apa yang terjadi. Kriss membuka matanya dan melihat ke belakang kursinya di mana asal buku itu menimpanya.


"Auuu." Ucap Auren yang terjatuh berpura-pura sakit saat terjatuh.


"Maaf! maaf! aku tidak sengaja terjatuh. Apakah melukai mu?" tanya Auren yang melihat ke arah Kriss.


"Biar terlihat seperti kenyataan aku harus pandai berakting." Jawab Auren dalam hatinya.


"Bagaimana bisa kau terjatuh pada jalan yang begitu jelas ini?" tanya Kriss.


"Kriss!" panggil Auren yang berpura-pura terkejut saat melihat Kriss.


"Kau?" tanya Kriss.


"Maaf Kriss, maaf." Ucap Auren dengan pura-pura terluka.


Tidak membantu Auren untuk berdiri dari lantai, tapi Kriss berdiri dan pergi meninggalkannya.


"Lain kali hati-hati saat membawa buku dan jangan sampai melukai orang lain." Jawab Kriss yang merasa dirinya terganggu dari tidur pulas ya.


Kriss ya memang seperti itu selalu tidak menyukai orang-orang yang telah membangunkan tidurnya kecuali Caca. Bunda Caca yang selalu membangunkan Kriss dari tidurnya tidak pernah membuat Kriss merasa terganggu namun berbeda dengan orang lain.


Kriss berjalan membawa tas nya kemudian pergi meninggalkan Auren Yang masih di bawah lantai.


"Apa-apaan dia? Dia tidak membantu ku berdiri? laki-laki macam apa?" tanya Auren yang kesal.


"Seharusnya aku mendapatkan perlakuan yang romantis dibantu oleh Nya dan bisa membuatnya dekat dengan aku tetapi aku mendapatkan perlakuan seperti ini." Ucap Auren dalam hati yang kesal saat berdiri dari lantai.


Auren yang berdiri dan juga membereskan buku-buku yang terjatuh dari lantai kemudian meletakkannya di meja tempat Kris tadi tertidur. Auren yang setelah itu pergi begitu saja dari perpustakaan dan melihat keberadaan Kriss.


"Di mana dia? kenapa dia tidak masuk ke kelas?" tanya Auren dalam hati.


Auren yang berada di dalam perpustakaan saat ini sedang fokus belajar mengikuti olimpiade sains. Ia di beri waktu untuk belajar selama sebulan di perpustakaan untuk mempersiapkan perlombaan. Oleh karena itu, Auren tidak mengikuti beberapa mata pelajaran belakangan ini. Ia langsung di bimbing oleh Lucas di perpustakaan.


Kriss yang keluar dari ruang perpustakaan menuju ke ruang parkir. Ia mengambil sepeda ya kemudian pergi meninggalkan sekolah. Ia pergi ke tempat beladiri Robert yang tidak jauh dari sekolah.


Untuk mencari ide dan berfikir jernih atas segala emosi yang terjadi hari ini, Kriss datang ke sana dan melihat suasana latihan orang-orang di atas ring.


Setelah beberapa saat menikmati suasana itu sampai terduduk, Kriss menemukan ide yang di perlukan olehnya.


"Kenapa aku tidak datang saja ke rumah Dien dan memastikan semuanya sendiri?" tanya Kriss dalam hati.


"Ia, malam ini aku akan pergi ke sana." Jawab Kriss kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari tempat beladiri itu menuju ke rumah Robert.


Beberapa waktu tiba di rumah Robert, Kriss meminta bantuan Robert lagi untuk meminjamkannya sepeda motor yang digunakan olehnya kemarin malam.


"Kenapa anda mengatakan hal itu. Bukannya memang itu adalah sepeda motor anda?" tanya Robert.


"Tapi atas perintah Daddy aku tidak di perbolehkan lagi." Jawab Kriss tertawa.


"Kali ini untuk apa?" tanya Robert.


"Paman ada yang ingin aku perintahkan." Jawab Kriss