Junior Sandreas

Junior Sandreas
Akting Cai Di Kantor



Hy Readers Mohon Maaf Sekali Keterlambatan Update di Karenakan Author Sedang Sibuk Sekali Beberapa Hari Ini Sampek Stok Update Juga Habis Dan Terpaksa Semalam Membuat Sutting TamatπŸ˜‚πŸ™.


Berhubung Author Akan Sibuk Selama Sebulan Ini Jadi Kemungkinan Dan Harapan Bisa Update Tetap Tiap Hari Tapi Di Ubah Jadwalnya. Mungkin Tidak Tentu πŸ™. Author Pulang Kerja Selalu Sore πŸ™.


Maaf Sekali Tapi Jangan Pindah Ke Lain DuluπŸ™πŸ˜‚πŸ˜‚. Selamat Membaca Kembali.


Episode Kenzo dan Zhafira


"Kau siapa?" tanya Cai yang melihat Riki sangat dihormati oleh mereka semua membuat ia juga terdiam dan bertanya dengan mudahnya tanpa ada rasa takut.


"Ada apa Anda meminta bertemu dengan Tuan Kenzo?" tanya Riki dengan wajah yang serius walaupun ia sudah mengetahui siapa yang sedang berhadapan dengannya.


"Aku ingin bertemu dengan anak ku, Zhafira Shen." Jawab Cai dengan posisi kedua tangannya masih ditahan oleh kedua security.


"Nona Zhafira adalah putri mu?" tanya Riki yang berpura-pura memasang wajah yang sangat terkejut mendengar jawaban dari Cai.


"Iya. Kalau kau sudah mengenal putri ku maka lepaskan aku dan pertemukan aku dulu padanya." Jawab Cai.


"Oh benarkah? Jika memang Nona Zhafira adalah putrimu mengapa kau tidak bisa bicara langsung kepadanya jika kau sudah berada di sini?" tanya Riki dengan polosnya alias berpura-pura polos.


"Seperti dia ingin membongkar kedekatanku dengan Zhafira." Jawab Cai dalam hati dan memikirkan sebuah rencana.


"Maaf jika aku tidak sopan seperti ini. Izinkan aku berbicara dengan baik." Jawab Cai dengan berakting memasang wajah yang sedih.


"Lepaskan." Ucap Riki pemerintah kedua security itu untuk melepaskan Cai dari genggaman mereka.


"Sepertinya akting ku berhasil. Dan tidakkan ini tidak sia-sia bahwa pemikiran ku dia itu adalah orang yang bisa membawaku bertemu dengan Zhafira dan Kenzo." Ucap Cai dalam hati.


"Terima kasih tuan," jawab Cai dengan merapikan dirinya.


"Jelaskan." Jawab Riki dengan dingin secara tiba-tiba.


"Bolehkah kita mencari tempat yang lebih nyaman?" tanya Cai yang meminta kepada Riki dengan akting ya.


"Ini manusia memang licik. Lebih baik aku ikuti saja permainannya." Jawab Riki dalam hati.


"Baiklah. Semuanya bubar, biar aku yang akan menyelesaikannya." Ucap Riki kepada seluruh karyawan yang ada.


"Baik tuan Riki." Jawab Security yang kembali ke posisi penjagaan.


"Baik tuan." Jawab kedua resepsionis yang kembali ke tempat duduk mereka.


"Iya." Jawab semua karyawan yang berkumpul di situ untuk kembali ke posisi pekerjaan mereka.


Semua orang yang tadinya berkumpul untuk melihat kejadian ini menjadi bubar setelah diperintahkan oleh Riki.


"Ikut saya ke ruangan." Jawab Riki kepada Cai yang berjalan menuju sebuah lorong.


Riki membawa cari ke sebuah ruang yang dikhususkan untuk tamu yang ingin bertemu di dirinya di sebuah lantai lima perusahaan pusat Sandreas. Mereka berjalan dari lorong menuju ke sebuah lift khusus yang biasa digunakan oleh Riki, Kenzo dan Zhafira saja.


"Bukannya tadi ada lift?" tanya Cai dalam hati ketika masuk ke dalam lift khusus. Saat itu Cai sudah melewati lift yang biasa digunakan oleh karyawan.


"Itu lift karyawan dan ini lift khusus Presdir." Ucap Riki.


"Ternyata dia adalah orang yang penting di sisi Kenzo. Lebih baik Aku tidak mencari masalah dengannya." Jawab Cai dalam hati dan mengikuti Riki masuk ke dalam lift.


Mereka diam saja di dalam lift hingga di dalam ruangan.


"Tuan, tolong saya untuk bertemu dengan anak saya Zhafira. Dia sudah sebulan lebih pergi dari rumah tanpa ada pamitan kepada kami. Aku sungguh khawatir kepadanya. Kami sudah mencarinya ke mana-mana namun tidak menemukan jejeknya. Dan saat saya melihat wajahnya di sebuah majalah dengan tuan Kenzo membuat saya langsung terburu-buru ke sini untuk melihatnya. Hiks...hiks...." Ucap Cai dengan meneteskan air matanya menangis.


"Oh jadi seperti itu ceritanya." Jawab Riki yang mengikuti suasana.


"Bisakah Anda menolong saya tuan?" tanya Cai.


"Sebentar, saya mencoba membantu. Anda tunggu saya disini beberapa saat." Jawab Riki.


"Iya. Terima kasih. hiks .... hiks....." Jawab Cai.


"Sama-sama. Tunggu sebentar ya." Jawab Riki.


"Iya. Hiks...hiks....."Jawab Cai menghapus air matanya dengan tisu yang berada di atas meja.


"Baguslah, dia mau membantu ku. Akting ku benar-benar bagus hingga dia percaya begitu saja. Aku kira harus membutuhkan waktu lama untuk membuatnya percaya, ternyata hanya seperti ini saja." Jawab Cai dalam hatinya. Dengan cepat wajahnya yang tadi terlihat sedih berubah menjadi bahagia. Saat Riki keluar, Cai menghapus air matanya sambil tersenyum bahagia dan melihat ia sudah berhasil.


Riki keluar meninggalkan Cai di dalam ruangan itu begitu saja dan berjalan menuju lift ke lantai teratas untuk mengabari Kenzo.


Di sisi lain, sejak tadi Kenzo sibuk memeriksa berkas kemudian menandatanganinya saat menurutnya sudah benar. Kenzo fokus untuk mempersiapkan semua tugasnya hari ini dengan cepat. Kenzo ingin segera pergi ke suatu tempat.


Dan Zhafira sedang sibuk dengan membersihkan semua dapur yang sudah dia gunakan tadi. Dan setelah itu dia membantu Kenzo untuk merapikan beberapa berkas yang belum atau sudah di periksa oleh Kenzo.


"Berapa banyak lagi?" tanya Kenzo.


"Dua tumpukan lagi." Jawab Zhafira.


"Bawa segera berkas itu." Jawab Kenzo yang di atas mejanya hanya tinggal 1 berkas lagi yang belum ia periksa.


"Iya." Jawab Zhafira.


Zhafira pergi keluar dari ruangan Kenzo menuju ruangan Riki untuk mengambil berkas yang sudah di susun oleh Riki untuk di periksa oleh Kenzo. Zhafira mengambil satu tumpukan berkas itu di bawa olehnya ke ruang Kenzo dan meletakkannya ke atas meja Kenzo.


"Mau di buatkan kopi?" tanya Zhafira.


"Boleh." Jawab Kenzo.


"Tapi aku tidak pernah membuatkannya untuk mu dan di catatan juga tidak ada?"Jawab Zhafira yang tadinya sudah berjalan meninggalkan Kenzo untuk membuat kopi. Zhafira yang masih memegang gagang pintu untuk di tarik memberhentikan langkahnya. Zhafira membalikkan arah langkah kakinya untuk mendekati Kenzo kembali. Dan bertanya dengan wajah sedikit takut jika Kenzo marah.


"Buatkan saja kopi pahit tanpa gula." Jawab Kenzo.


"Oh." Jawab Zhafira.


"Aneh." Jawab Zhafira dalam hati namun ia segera pergi untuk membuatkannya.


"Pahit." Jawab Zhafira yang sudah membuatkan kopi di gelas lalu ia mencicipi sedikit dengan sendok miliknya. Zhafira memuntahkan kopi itu di wastafel. Zhafira langsung mengambil buah anggur yang ada di meja untuk menghilangkan rasa pahit setelah berkumur-kumur.


"Memang manusia aneh." Jawab Zhafira yang sedang menguyah buah anggur.


Zhafira yang sudah siap membuat kopi, membawanya ke tempat Kenzo. Tapi saat dirinya baru saja tiba meletakkan kopi itu, Riki datang dengan membawa kabar yang mengejutkannya.


"Tuan Kenzo, di bawah ada Cai yang ingin bertemu dengan Zhafira..." Jawab Riki setelah membuka pintu tanpa melihat bahwa Zhafira ada di dalamnya dan membuat Zhafira melotot melihat Riki.


"Ibu?" tanya Zhafira?