Junior Sandreas

Junior Sandreas
Masak Bersama Caca



Episode Kenzo Sandreas


"Baiklah kalau begitu kami masuk lebih dulu. Ingat, kalian jangan tidur terlalu malam. Dan jangan lupa bersihkan diri dulu sebelum tidur." Jawab Caca.


"Sudah-sudah. Ayo kita ke kamar. Mereka juga sudah dewasa bukan lagi anak kecil mylotus " Jawab Jack dengan melihat mereka dan menggendong Caca begitu saja untuk meninggalkan Kenzo dan Zhafira di ruang tamu.


Jack yang melakukan hal seperti biasanya tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya bahwa ia saat ini membawa cuaca dengan menggendongnya dan berjalan ke arah kamar. Zhafira yang melihat kejadian itu hanya tersenyum melihat hal yang baru pertama kali dilihatnya.


"Daddy bisakah kau melihat kondisi sekarang?" tanya Kenzo yang melihat tingkah orangtuanya yang selalu seperti itu.


"Jack ada calon menantu kita, turunkan akun" Jawab Caca yang memukul dada Jack untuk membuatnya menurunkan Caca. Jack berhenti sebentar.


"Tidak peduli, aku memang selalu seperti ini." Jawab Jack yang melanjutkan langkahnya setelah mengucapkan hal itu.


"Kalian tidurlah segera." Jawab Caca yang menoleh ke arah mereka dari pinggir tangan kanan Jack saat di gendong ya.


"Kau tersenyum?" tanya Kenzo melihat Zhafira.


"Ibu mu dan Ayah mu begitu romantis sehingga aku melihatnya bahagia. Baru pertama kali ya aku melihat orangtua yang seperti itu." Jawab Zhafira keceplosan karena terlalu bahagia melihat Jack yang begitu penuh cinta pada Caca.


"Kau baru melihat yang seperti itu? Bagaimana dengan ibu mu dulu?" tanya Kenzo tidak sengaja.


"Tidak pernah." Jawab Zhafira yang menggelengkan kepalanya dan menarik senyumannya saat menjawab.


"Benar juga, memang Daddy dan Bunda ku yang berbeda dari pasangan lainnya. Sejak dulu hingga sekarang mereka seperti itu." Jawab Kenzo menjelaskan.


Tidak mendapatkan jawaban dari Zhafira Kenzo mulai berkata lagi " Lupakan itu, ayo aku antar ke kamar mu."


Kenzo menarik tangan Zhafira dan berjalan menuju kamar.


"Kau istirahat lah, pakai mu sudah aku siapkan di tempat tidur." Jawab Kenzo ketika mereka berhenti di depan pintu.


"Kau tunggu apa lagi? Masuklah." Jawab Kenzo lagi saat setelah membukakan pintu kamarnya.


"Kau juga..." Jawab Zhafira yang berfikir bahwa mereka akan dalam satu kamar.


"Kau berfikir terlalu panjang. Aku akan di kamar sebelah. Jika kau memerlukan sesuatu datanglah mencari ku." Jawab Kenzo.


"Oh, aku kira." Jawab Zhafira yang tersipu malu.


"Baiklah semuanya sudah aku katakan. Istirahat lah." Jawab Kenzo.


"Kenzo tunggu, arah dapur di mana?" tanya Zhafira.


"Ke arah kanan dan lurus saja." Jawab Kenzo.


"Kenapa?" tanya Kenzo kembali.


"Tidak apa-apa. Ya sudah keluarlah, bagaimana aku harus istirahat jika kau tetap di sini?" tanya Zhafira.


"Baiklah." Jawab Kenzo melangkah keluar dari kamar Zhafira.


Zhafira segera membersihkan dirinya di kamar mandi dan begitu juga dengan Kenzo. Mereka berdua istirahat langsung setelah selesai mandi.


Pada pagi hari, Zhafira sudah bangun dan membersihkan dirinya. Ia bergegas pergi ke dapur untuk memasakkan makanan untuk keluarga mereka sebagai taktik untuk mendapatkan nilai baik kepada Caca dan Jack. Namun, saat Zhafira tiba di dapur dirinya terkejut. Caca sudah terbangun dan sedang memasak.


"Zhafira?" panggil Caca yang melihat Zhafira berdiri di depan pintu dapur.


"Bu...nda." Jawab Zhafira yang masih tidak terbiasa memanggil Caca.


"Kenapa sudah bangun? Bukannya ini masih pukul 5 pagi?" tanya Caca menghentikan pisau yang sedang di gunakan ya untuk memotong sayuran.


"Panggil Jack dengan sebutan Daddy saja." Jawab Caca.


"Baiklah Bunda." Jawab Zhafira.


"Tadi katanya kau ingin membuatkan masakan untuk kami?" tanya Caca.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Kemarilah bantu aku." Jawab Caca.


"Eh tidak-tidak. Kau gunakan saja dapur ini juga untuk membuatkan sesuatu. Kita sama-sama memasak." Jawab Caca tersenyum.


"..." Zhafira yang terdiam karena masih bingung dengan pernyataan yang di berikan oleh Caca.


"Daddy Jack tidak suka jika memakan masakan orang lain, jadi aku selalu memasak untuknya. Jadi untuk menerima niat baik mu maka masaklah sesuai dengan rencana mu." Jelas Caca kepada Zhafira.


"Bisa di bilang, Bunda memasak untuk Daddy dan Zhafira memasak untuk Kenzo." Jawab Caca tertawa kecil setelah dia memberikan pernyataan itu.


"Baiklah Bunda." Jawab Zhafira yang paham dengan pernyataan dari Caca.


"Gunakan saja semua bahan yang kamu perlukan di dalam ruangan itu." Jawab Caca menunjukkan sebuah pintu yang dekat dengan dapur.


"Terima kasih bunda." Jawab Zhafira yang melangkah ke arah pintu dan membukanya.


"Wow. Ini dapur apa mini market?" tanya Zhafira saat melihat isi dalam ruangan dengan suhu dingin yang pas untuk menyimpan bahan makanan.


Melihat semua itu Zhafira heran namun tersenyum dan mulai mengambil beberapa bahan masakan yang di perlukan olehnya. Setelah selesai ia keluar dan mulai bersama dengan Caca untuk memasak sambil mengobrol ringan. Mereka sangat menikmati pekerjaan ini dengan tangan yang melakukan kegiatan untuk memasak.


Kebahagiaan terpancar pada wajah mereka berdua. Seperti acara memasak bareng anak dan ibu. Zhafira benar-benar bahagia dengan perlakukan Caca yang memperlakukannya seperti anak sendiri.


"Hahaha seperti sedang memasak dengan Bella." Jawab Caca yang tiba-tiba merindukan Bella.


"Bella juga sering memasak dengan bunda?" tanya Zhafira yang heran.


"Hahah, pasti kau akan mengatakan bahwa kau tidak pernah melihatnya di dapur selama ini?" tanya Caca tertawa kemudian di beri anggukan kepada Zhafira.


"Dia memang seperti itu. Dia hanya akan membantu ku di dapur tapi selalu manja pada Kenzo atau Kriss. Bahkan dia akan manja pada Jack." Jawab Caca sambil memikirkan kenangan masa lampau di mana Bella sering menyuruh Kenzo dan Kriss memasak untuk dirinya.


"Kriss?" tanya Zhafira.


"Iya, adik Kenzo dan Zhafira." Jawab Caca.


"Bella juga sering bercerita tentang ya bahkan kami juga pernah bertemu. Dia adalah anak jenius itu kan?" tanya Zhafira.


"Kalian pernah bertemu?" tanya Caca.


"Iya, waktu bertemu dengan Profesor Coper di kampusnya. Waktu itu kami membutuhkan tanda tangannya untuk bisa mendapatkan persetujuan dari dosen ku." Jawab Zhafira.


"Oh. Zhafira tolong perhatikan buburnya jangan sampai gosong. Bunda mau ke kamar mandi dulu, sudah tidak tahan." Jawab Caca yang menyerahkan alat adukkan bubur. Caca buru-buru pergi meninggalkan dapur dan berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi.


"Iya bunda." Jawab Zhafira yang mengaduk bubur secara perlahan-lahan.


Dua menit Caca pergi dari dapur, tiba-tiba Kenzo datang dengan baju yang sudah rapi dan berjalan mendekati Zhafira yang sedang mengaduk bubur. Dengan tanpa sengaja Kenzo merangkul Zhafira dengan tangan kirinya untuk di peluk seperti sedang manja.


"Bunda, Daddy menyuruh untuk membuatkan kopi. Buatkan juga untuk ku 1." Ucap Kenzo saat memeluk dan mengelus tangan Zhafira.


"Kenzo." Panggil Zhafira yang terkejut saat Kenzo memeluk tangannya dan merengek.


"Kau? Maaf aku kira bunda." Jawab Kenzo yang terkejut dan langsung meminta maaf.