
"Ha?" tanya Kenzo yang terkejut.
Suara mobil yang masih berlalu lalang di jalan raya, udara dingin yang menyertai suasana.
"Anggap saja begitu. Kebaikan mu dan kebaikan Bella, kehangatan yang kalian berikan kepadaku adalah sesuatu yang selama ini aku inginkan. Mungkin ini adalah permintaan yang konyol. Tapi percayalah, aku mengatakan apa yang ingin aku katakan di dalam hati ku." Jawab Zhafira.
"Kenzo, aku tau di luar sana banyak wanita yang lebih pantas untuk berada di samping mu. Tapi bolehkah aku menginginkan mu hanya setahun atau setelah aku membalaskan dendam ku. Kau lepaskan lah aku." Jawab Zhafira dengan tekatnya.
Angin malam berhembus hingga memasuki rongga hidung dan masuk ke tubuh. Kenzo hanya terdiam beberapa saat ketika mendengar permintaan Zhafira yang saat ini ada di hadapan dirinya.
Setelah terdiam beberapa saat, Kenzo tersenyum dan berpaling berjalan ke arah pagar jalan dengan melihat pemandangan rumah sakit kembali.
"Apakah aku bodoh mengatakan semua itu?" tanya Zhafira dalam hatinya menyesali apa yang baru saja ia katakan kepada Kenzo.
"Kau menjadikan aku temeng sementara untuk membalaskan dendam orang-orang yang menyakiti mu?" tanya Kenzo setelah beberapa detik tidak menjawab pertanyaan Zhafira.
'"Mungkin bisa di katakan seperti itu. Tapi sebenarnya soal hati, aku memang menyukai mu. Tapi aku menyadari bahwa aku tidak pantas untuk mencintai mu dan memintamu juga harus membalas perasaan ku." Jawab Zhafira dengan cepat dan polos ya mendekati Kenzo yang berdiri di pagar jalanan itu.
"Haha, kau sungguh lucu Zhafira." Jawab Kenzo dengan tersenyum dan menatap Zhafira kembali.
"Jadi bagaimana?" tanya Zhafira meminta kepastian pada jawaban Kenzo.
"Apa kau yakin dengan permintaan mu itu?" tanya Kenzo kembali.
"Tentu saja." Jawab Zhafira.
"Lalu bagaimana jika selama setahun atau dua tahun kedepannya aku mencintai mu?" tanya Kenzo.
"Itu tidak mungkin, aku yakin kau tidak akan mencintai ku." Jawab Zhafira.
" Kenapa kau begitu yakin?" tanya Kenzo
"Karena aku hanyalah wanita biasa." Jawab Zhafira.
"Ingatkah satu hal, jangan bermain api kalau kau tidak sanggup memadamkannya. Jangan mengatakan cinta kalau kau tidak sanggup bertanggung jawab pada keputusan mu untuk mencintai selamanya. Cinta itu terlalu suci jika di nodai dengan alasan untuk balas dendam." Jawab Kenzo berhenti dan melanjutkan percakapannya kembali ketika Zhafira hanya terdiam memikirkan apa yang di dengar olehnya.
"Zhafira, hiduplah untuk dirimu sendiri. Berbahagialah pada kesempatan waktu yang di berikan kepadamu. Jangan hidup dengan dendam di masa lalu. Aku tau mereka tidak pantas untuk di maafkan tapi aku juga tau kau tidak menginginkan balas dendam. Kau hanya terpukul atas penderita yang belum bisa kau terima ini." Jawab Kenzo berjalan dengan mengelus kepala Zhafira sekali menggunakan tangan kanan ya.
"Aku bukan Zhafira yang lemah seperti yang dulu. Bukan Zhafira yang polos di masa lalu. Aku adalah Zhafira yang terlahir kembali dengan kekuatan yang baru." Jawab Zhafira.
"Nah, seperti itu baru Zhafira yang aku kenal sejak dulu." Jawab Kenzo tersenyum.
"Yang kau kenal sejak dulu?" tanya Zhafira yang berfikir lagi atas penyataan Kenzo.
"Apakah Kenzo sejak dulu sudah menganggap ku ada karena aku adalah Zhafira bukan sebagai teman adik tersayang ya?" tanya Zhafira dalam hati.
"Kau memang masih terlalu polos, dengan mudah ya mengatakan cinta kepada ku. Keberanian mu ini perlu aku apresiasi." Ucap Kenzo dalam hatinya.
"Zhafira." Panggil Kenzo.
"Iya." Jawab Zhafira.
"Kau yakin mencintai ku?" tanya Kenzo.
"Walaupun di dunia ini sudah tidak ada orang yang menginginkan ku. Cukup kau, orang yang pernah membuat jantungku berdetak kencang dan memperlakukan ku sangat baik. Itu sudah cukup menjadi alasan aku tetap menjalin kehidupan ini." Jawab Zhafira dalam hati.
"Kau ingat baik-baik apa yang kau katakan malam ini." Jawab Kenzo tersenyum.
"Jadi?" tanya Zhafira.
"Aku akan memberikan mu kesempatan selama sebulan untuk mencintai ku. Setelah sebulan, aku ingin mendengarkan kembali keputusan mu. Tetap mencintai ku atau menyerah untuk mencintai ku." Jawab Kenzo dengan wajah yang serius pada tatapan dingin yang di perlihatkannya.
"Baik. Aku akan menerima tantangan dari mu." Jawab Zhafira.
"Sudah selesai pembicaraan kita?" tanya Kenzo.
"Sudah." Jawab Zhafira.
"Ayo aku antar kau kembali ke rumah." Jawab Kenzo yang berjalan membuka pintu mobilnya dan masuk.
"Iya." Jawab Zhafira yang mengikuti Kenzo masuk ke dalam mobil juga dengan tersenyum.
Zhafira yang tersipu malu ketika menyadari bagaimana tindakan berani dirinya yang menyatakan cinta pada Kenzo. Dan di terima oleh Kenzo dengan begitu mudah ya. Membuat dirinya menjadi malu jika teringat apa yang sudah dia lakukan.
"Gunakan sabuk pengaman ya." Jawab Kenzo yang mengehentikan lamunan Zhafira.
"Iya." Jawab Zhafira.
Keheningan sejak saat itu terjadi hingga Kenzo berjalan mengantarkan Zhafira di depan pintu rumahnya.
"Terima kasih atas kebaikan mu malam ini." Jawab Zhafira.
"Iya." Jawab Kenzo yang kemudian berbalik arah untuk berjalan meninggalkan Zhafira.
"Kenzo." Panggil Zhafira yang menahan Kenzo dengan menggenggam tangannya.
Kenzo kembali berbalik arah melihat Zhafira yang menahan dirinya.
"Aku menangis tadi karena melihat Ceysi dan Damico berada di hotel. Dan aku baru mengetahui ternyata mereka semua sudah merencanakan semua ini sejak lama."
" Yang membuat ku sakit dan menangis bukan tentang Damico dan Ceysi berselingkuh di belakang ku. Tapi ide mereka yang menghancurkan ku karena hanya untuk harta ibu kandung ku." Jawab Zhafira menjelaskan kepada Kenzo.
"Kenapa kau ceritakan semua ini? Bukannya Damico adalah orang yang kau cintai? Jadi maksud mu kau tidak marah orang yang kau cintai berselingkuh di belakang mu?" tanya Kenzo.
"Kau salah paham. Damico sudah mengejar ku sejak aku di bangku SMA. Tapi tidak pernah aku terima, karena dorongan dari Ayah ku yang menjodohkan ya kepada ku, aku tidak bisa menolaknya. Tapi semua itu di lakukan oleh ayah bajingan itu hanya untuk mendapatkan harta peninggalan ibu ku. Jadi mereka semua itu sama, sama-sama menginginkan perusahaan ibu ku dan seluruh harta yang di tinggalkannya." Jawab Zhafira.
Zhafira kemudian memeluk Kenzo dan melanjutkan ceritanya. Kenzo yang tidak menolak peluk kan yang diberikan oleh Zhafira kepada ya. Kenzo mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh Zhafira.
"Jadi bolehkan berada di samping ku untuk membantu ku mendapatkan kembali perusahaan dan seluruh harta peninggalan ibu itu?" tanya Zhafira dalam pelukan itu.
Kenzo melepaskan pelukan Zhafira dan menjawab permintaan Zhafira lagi.
"Aku akan membantu mu mendapatkan semua yang seharus ya menjadi milik mu. Tapi sekarang masuklah ke dalam dan istirahat. Ini sudah larut malam." Jawab Kenzo yang melihat jam tangan miliknya menunjukkan pukul 03.00 wib.