Junior Sandreas

Junior Sandreas
Di atas Ring



Nama : Grizella Naraya


Umur :  16 tahun


Tinggi: 175 cm


Sifat : Pemberani dan Cerdas


Status : Sepupu Garry, Pewaris Sekolah JS


Semua orang yang melihat penampilan yang sudah dilakukan oleh Kriss membuat terkagum-kagum dengan kecerdasannya.


“Pantas saja dia di terima sebagai murid pindahan.”


“Sudah ganteng, jenius lagi.”


“Laki-laki yang menarik.”


“Aku jadi semakin ingin mengalahkannya. Aku akan menceritakan semua ini kepada bos. Aku lihat dulu bagaimana tahap kedua ujiannya? Mengagumkan seperti ujian pertama atau tidak?”


Berbagai macam ucapan yang terucap dari orang-orang yang sedang melihat Kriss pada ujian tertulis kali ini. Wilson yang sudah bergegas pergi menemui para murid yang akan menguji Kriss. Begitu juga Kriss yang sudah bersiap di ruang ganti untuk memakai baju sport yang bisa lebih fleksibel sesuai dengan aturan yang berlaku untuk ujian.


“Kalian mengerti apa yang sudah aku katakan?” tanya Wilson.


“Baik pak. Kami tidak akan mengecewakanmu.” Ucap mereka berlima.


“Lakukanlah yang terbaik, tapi jangan terlalu keras kepadanya.” Jawab Wilson yang sebenarnya dia adalah guru yang baik.


Yang akan melawan Kriss adalah 2 orang wanita dan 3 orang laki-laki. Mereka adalah kebanggaan sekolah JS tingkat dua. Di antara mereka adalah seseorang yang akan menjadi misi Kriss untuk melindunginya. Grizella yang biasa di panggil Ella, seorang siswi yang cerdas, cantik dan juga pemberani. Wanita idola bagi seluruh laki-laki yang ada di sekolah JS, namun juga musuh bagi wanita-wanita di sekolah JS.


Gibrel sebagai laki-laki nomor satu di tingkat dua yang berprestasi di setiap bidang. Bukan hanya latar belakang Gibrel yang menakjubkan, dia juga seorang yang cerdas dan berprestasi di sekolah ini. Dia selalu ditemani oleh Dien dan Kelvin yang selalu bersama dengannya. Gibrel di posisi pertama, Elle di posisi kedua, Auren di posisi ke tiga, Kelvin di posisi ke empat dan Dien di posisi ke lima.


Mereka berlima yang akan bertarung di ring bersama dengan Kriss hari ini. mereka berlima yang menjadi kebanggaan pak Wilson di tingkat dua saat ini. Mereka adalah anak-anak didik pak Wilson yang menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Karena tingkat tiga juga tidak ada yang bisa menandingi mereka berlima.


Mereka berlima sudah bersiap-siap untuk masuk kedalam ring bergantian, sedangkan Kriss sudah berada di dalam ring setelah ia selesai dengan perlengkapannya. Semua orang sudah berada di gedung olahraga untuk menyaksikan pertunjukan ujian tahap dua untuk siswa pindahan yaitu Kriss.


Wasit yang akan berada di dalam ring adalah pak Lucas. Dia akan menjadi wasit untuk mereka. Yang pertama naik ke atas ring adalah Dien. Kriss dan Die memberikan salam hormat untuk memulai pertandingan dan pak Lucas langsung memberika aba-aba mulai. Namun, belum saja satu menit berjalan Kriss sudah menjatuhkan Dien di bawah ring. Padahal yang pertama menyerang adalah Dien bukan Kriss.


“Apa? Dien kalah hanya dengan satu tinju?” tanya mereka yang sedang menyaksikan.


“Aku ingin semuanya segera berakhir. Aku sudah bosan.” Ucap Kriss dalam hati.


“Pemenangnya Krissta.” Ucap pak Lucas mengangkat tangan Kriss.


“Bolehkah aku meminta permintaan?” tanya Kriss sebelum di mulai lagi.


“Apa itu?” tanya Samuel.


“Hahahha, kau bercanda? Jangan terlalu sombong anak muda, kau baru saja menjatuhkan lawan pertama dan kau merasa kau sudah hebat?” tanya Wilson.


“Bukan seperti itu pak, saya hanya ingin mempersingkat waktu saja dan jika saya tidak bisa melawan mereka bukannya bagus saya tidak jadi masuk ke sekolah ini?” tanya Kriss.


“Jadi kau sebenarnya tidak ingin masuk kesekolah ini?” tanya Wilson yang mewakili pertanyaan semua orang.


Kali ini Kriss benar-benar terlihat sangat arogan sekali. Dia dengan mudahnya mengatakan perkataan itu di depan semua orang, dimana kebanyakan orang ingin bersekolah di sekolah JS. Namun, hanya orang-orang terpilihlah yang mendapatkan undangan dan kesempatan untuk mencoba bersekolah di sini. Tak Kriss seperti tidak menghargainya.


“Apa yang harus aku lakukan. Dia benar-benar sombong seperti ayahnya.” Jawab Samuel dalam hatinya.


“Ikuti saja permintaannya, bukannya semakin bagus jika dia seperti itu?” tanya Garry yang membisikkan kepada Samuel.


Samuel menganggukkan kepalanya mengartikan bahwa dia mengerti. Dengan cepat Samuel beradu acting kembali untuk mengikuti permainan yang sedang dimainkan oleh Kriss.


“Baiklah, semua keputusan ada pada pak Wilson. Aku akan setuju pada permintaanmu, jika pak Wilson juga menyetujuinya.” Ucap Samuel.


“Jika Kepala Sekolah mengatakan begitu, aku juga akan menyetujuinya jika murid ku juga ingin memberi pelajaran untukmu secara bersamaan.” Ucap Wilson.


“Kami siap. Kami akan menghancurkan kesombongannya.” Jawab Gibrel.


“Baru kali ini aku bertemu dengan laki-laki yang memiliki kepercayaan yang terlalu tinggi. Kita lihat bagaimana kau menghadapi kami berempat.” Ucap Elle dalam hatinya.


Akhrinya mereka berempat naik ke atas ring dan akan bersiap-siap menyerang Kriss. Tapi Kriss, mengajukan pertanyaan kembali saat melihat keempat lawannya di atas ring di hadapannya.


“Bagaimana peraturan kepada wanita?” tanya Kriss.


“Lakukan hal yang sama seperti kepada laki-laki. Karena sekolah ini adalah sekolah JS yang tidak melihat dari gendre seseorang melainkan kemampuan seseorang.” Ucap pak Wilson.


“Iya, keluarkan saja kemampuanmu. Jika kau bisa mengkalahkan kami berempat, kau berarti hebat. Tapi aku yakin kau tidak bisa mengkalahkan bos Gibrel dengan mudah.” Ucap Kelvin.


“Kau terlalu sombong. Tapi aku suka dengan kepercayaan diri dan wajah tampa mu itu. Aku sudah tidak sabar akan memberikan luka di wajah tampan mu.” Jawab Auren.


“Sudah jangan banyak bicara, lebih baik kita tunjukkan kekuatan kita berempat.” Jawab Gibrel.


“Baiklah jika sudah berkata seperti itu. Mungkin ini yang pertama kalinya aku melawan wanita lain. Sesuai perkataanmu, mari kita mulai daripada banyak bicara.” Jawab Kriss.


Posisi sudah berada di atas ring dan bersiap. Mereka memberikan hormat dan pak Lucas memulai aba-aba untuk di mulai.


Kriss langsung di serang oleh mereka berempat secara bersamaan. Kriss saat ini hanya bertahan dan menghindar dari setia serangan yang sudah di layangkan oleh mereka berempat. Setelah Kriss mengetahui bagaimana cara bermain mereka, Kriss mendapatkan kelemahan mereka masing-masing.


Dari segi pertahanan, kekuatan, menghindar dan juga kecepatan. Kriss bermula untuk menyerang Kelvin pada titik kuda-kudanya yang masih belum kuat. Kriss langsung menendang kedua kaki Kelvin dengan kaki kanannya dan melayangkan satu pukulan tinju di wajah Kelvin. Hanya dua serangan untuk menjatuhkan Kelvin.


Ella, Gibrel dan Auren tidak berhenti dan memberikan cela kepada Kriss. Tapi Kriss tetap bisa menghindar dan langsung menarik tangan Auren dan mengangkat dan menatuhkan Auren ke bawah ring. Langsung menyerang Ella dengan tendangan melayang ke dada Ella dan juga tendangan melayang ke arah Gibrel. Kriss menyerang mereka semua bersamaan dengan kekuatannya tanpa pernah terluka.


Ella dan Auren sudah keluar dari Ring, Kelvin juga sudah tidak bisa berdiri. Mereka bertiga dikalahkan dengan mudah oleh Kriss. Sementara Gibrel masih bisa berdiri dan mencoba kembali untuk bertarung dengan Kriss.