Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kita Impas



"Kenapa jika aku Bella, dokter Feng." Jawab Bella yang membentak dokter Feng dengan menyebutnya dengan nama dokter.


"Sudah ku duga kau juga menyadari bahwa ini adalah aku." Jawab Feng yang tertawa.


"Kenapa? Apa masalahnya. Kau juga sama." Jawab Bella yang tidak mau kalah.


"Tentu saja aku berpenampilan berbeda karena tidak ingin ada pengganggu yang mengganggu waktu istirahatku selain dari waktu bekerja aku sebagai seorang dokter." Jawab Feng kepada Bella.


"Begitu juga denganku. Mana mungkin aku berpenampilan sebagai Bella ketika aku keluar tanpa siapapun. Kau tau sendiri aku adalah seorang bintang ternama di kota ini." Jawab Bella yang kesal.


Feng tidak menghiraukan Bella yang sedang kesal tetapi malah menggendong Zo dalam pelukannya dan berjalan ke arah kursi yang kemudian duduk. Feng tersenyum ke arah Bella sambil mengelus-elus kepala Zo.


"Kemarilah jangan kesal begitu." Jawab Feng.


"Dia tersenyum? Aku kira dia tidak dapat tersenyum selama ini?" Jawab Bella dalam hati.


"Lebih baik aku ikutin saja permainan dia dan aku ingin melihat apa yang dilakukan kepadaku." Ucap Bella kemudian dalam hatinya.


Tanpa menjawab apa-apa Bella langsung duduk di samping file dengan wajah yang cemburu.


"Kali ini kita impas." Jawab Feng dengan wajah yang datar kembali.


"Maksudnya." Jawab Bella yang bertanya apa yang dimaksud dengan pernyataan Feng saat ini.


"Impas." Jawab Feng yang kemudian menolehkan ke mana arah Bella duduk yang berada di posisi kanan dirinya.


"Impas dalam hal?" Jawab Bella.


"Sudahlah, hiraukan apa yang aku katakan tadi." Jawab Feng yang tidak mau jelaskan apa yang dimaksud tadi.


"Aneh."Jawab Bella dengan nada yang bergumam pelan.


"Terimakasih telah merawat ku beberapa hari yang lalu." Ucap Feng kepada Bella yang telah merawat dia ketika di rumah sakit saat ia mengalami kondisi yang tidak seharusnya diketahui oleh Bella.


"Oh kejadian saat kau pingsan dan demam?" tanya Bella yang menoleh ke arah kiri di mana Feng duduk.


"Iya. Tapi aku berharap kau tidak akan mengatakan apapun kepada orang lain tentang apa yang terjadi pada saat itu." Jawab Feng yang sudah tidak lagi mengarahkan wajahnya ke arah Bella tetapi ke arah senja yang akan hilang pada waktu itu.


"Ada apa dengan dia? Apakah keadaannya saat itu merupakan aib baginya sebagai dokter?" tanya Bella dalam hati.


"Kenapa aku harus menyembunyikannya? Kau juga manusia yang akan mengalami sakit juga walaupun kau sebagai seorang dokter yang biasanya mengobati orang lain." Jawab Bella.


"Apakah saat aku tidak sadarkan diri, aku melakukan hal yang tidak-tidak padamu atau aku udah melakukan sesuatu terhadap diriku?" tanya Feng yang mengarahkan wajahnya kembali ke arah Bella dan wajah mereka saling bertatapan dan beradu beberapa detik yang kemudian mereka mengalihkan pandangan yang masing-masing lagi.


"Ada apa dengan pertanyaan itu?" tanya Bella dalam hatinya.


"Emangnya orang sakit apalagi pingsan bisa apa?" tanya Bella.


Feng tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bella.


"Hm baikah, kau tidak melakukan hal apapun kepadaku. Tapi kau mengigau beberapa kali." Jawab Bella dengan jujur.


"Baguslah jika aku tidak seperti mu yang sembarangan mencium seseorang ketika tidak sadarkan diri bahkan saat dirimu sadar." Jawab Feng kepada Bella dengan wajah yang masam.


"Kau!" Jawab Bella yang lalu kemudian merebut Zo dari tangan Feng.


"Tunggu, maksudmu aku mengigau?" tanya Feng yang menahan Zo dari tangan Bella.


"Iya kau mengigau untuk tidak meninggalkanmu." Jawab Bella kemudian menarik kedua tangannya dan dan kembali ke posisi awal tadi.


"Oh." Jawab Feng yang ikut melepaskan tangannya dari tubuh Zo. Zo yang melompat kebawah kembali di tangkap oleh Feng dan kembali di gendong oleh Feng.


"Iya." Jawab Bella.


"Terimakasih juga makanan yang sudah kau sediakan waktu itu." Jawab Feng.


"Tidak apa-apa. Mungkin seperti yang kau katakan bahwa kita Impas. Kau merawat ku dan aku merawat mu." Jawab Bella.


"Tapi itu sudah tugasku sebagai dokter." Jawab Feng.


" Dan itu tugasku sebagai manusia." Jawab Bella.


"Oh ya, bagaimana kau bisa masuk ke dalam ruangan ku? Aku lihat dari kamera CCTV bahwa kau mengikuti ku dari kamar mu?" tanya Feng.


"Soal itu, mungkin aku tertarik kepadamu." Jawab Bella dengan menggenggam bawah kursi dengan kedua jarinya sambil melihat Feng dengan berani menjawab hal itu.


"Oh, dasar bocah." Jawab Feng kemudian berdiri dan melihat kearah Bella yang sedang duduk.


"Bocah? Kau kira aku masih anak-anak?" tanya Bella yang ikut berdiri.


"Tentu saja. Sudahlah jangan di bahas kembali, berapa yang harus aku bayar atas makananmu yang di jatuhkan oleh Zo dan ucapan terimakasih ku karena telah menolong Zo." Jawab Feng.


"Kau kira ..." saat Bella belum menyelesaikan ucapannya, Feng menerima sebuah panggilan.


"Menyebalkan, tapi entah kenapa aku tetap saja tertarik padanya. Sudahlah lebih baik aku meninggalkannya. " Jawab Bella dalam hati dan berjalan meninggalkan Feng yang masih menerima telepon.


Feng menyadari bahwa Bella berjalan pergi meninggalkannya, ia kemudian mematikan teleponnya dan berjalan untuk mengejar Bella.


"Tunggu, bisa aku meminta kontak mu?" tanya Feng.


"Untuk apa?" tanya Bella.


"Agar aku bisa mengganti biaya makanan mu yang di jatuhkan oleh Zo." Jawab Feng.


"Kau kira aku miskin sampek meminta mu mengganti biaya?" tanya Bella yang kesal kemudian sedang membuat taktik.


"Aku tidak suka berhutang budi pada seseorang." Jawab Feng.


"Baiklah jika seperti itu. Sini ponselmu!" Jawab Bella dengan menadahkan tangan kanannya untuk menerima ponsel milik Feng.


"Untuk?" tanya Feng yang kemudian mengikuti perkataan Bella.


Feng memberikan konseling kepada Bella. Bella yang menerima ponsel dari Feng menghentikan nomor ponselnya kemudian membuat panggilan agar nomor Feng dapat disimpan oleh di ponsel.


Bella mengambil ponselnya dari saku celana kanan kemudian menyimpan nomor ponsel file ke dalam kontak ponselnya. Bella mengembalikan ponsel Feng.


"Aku akan menghubungi mu dan pada saat itu kau harus bertemu denganku membalas hari ini." Jawab Bella kepada Feng kemudian berjalan meninggalkan Feng tanpa mendengar persetujuan Feng atas apa yang ia katakan.


"Wanita aneh tapi menarik." Jawab Feng.


Mereka berpisah saat itu, Feng yang menggunakan mobil berjalan ke arah parkiran khusus mobil sedangkan Bella ke arah parkiran khusus sepeda motor.


"Baguslah, akhirnya aku bisa mendapatkan kontaknya dengan mudah tanpa bersusah payah meminta seseorang untuk mendapatkannya." Jawab Bella dengan tersenyum ketika akan memakai helm untuk mengendarai sepeda motornya.