Junior Sandreas

Junior Sandreas
Firasat Jack di Sekolah JS



Hy Readers, Terima Kasih Atas Segala Dukungan Baik Like, Komentar, Vote, Point' dan Bintang. Tanpa Kalian Author Bukan Apa-apa. Jangan Pernah Bosan Untuk Membaca Karya Author dan Beri Dukungan Author Ya🙏🙏🙏


Episode Kriss


"Kami selalu setuju untuk kebaikan Kriss. Kami tidak paham dengan hal-hal seperti itu, jadi kami menyerahkan seluruhnya kepada pihak sekolah." Jawab Caca dengan begitu mudah dan membuat Jack terkejut dengan jawabannya. Namun Jack tetap saja diam menikmati pertunjukan ini.


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Samuel setelah mendengar pernyataan Caca yang setuju.


"Kami berdua setuju."


"Saya juga."


"Saya juga."


Semua orang telah menyetujuinya dan Samuel sudah bisa memberikan keputusannya.


"Baik persetujuan sudah lengkap. Dua hari lagi akan kita adakan." Jawab Samuel.


"Iya." Jawab mereka semua.


"Terima kasih telah menyetujui kami melakukan tes kecerdasan untuk Kriss." Jawab Samuel.


"Tidak pak, kami yang seharusnya berterima kasih karena telah menerima Kriss disini." Jawab Caca.


"Sudah menjadi kewajiban kami menerima dia apalagi itu adalah perintah dari kepala sekolah terdahulu." Jawab Samuel.


Di dalam ruangan kepala sekolah, rapat telah selesai di laksanakan. Kesepakatan telah di putuskan. Semua orang sedang membereskan barang-barangnya kemudian berdiri dari kursinya untuk meninggalkan ruangan kepala sekolah. Begitu juga dengan Jack dan juga Caca. Mereka berdua keluar dari ruangan kepala sekolah yang diantar oleh Samuel dan juga Gerry.


"Bunda, main-mainlah ke rumah Ayah. Kami merindukan kalian." Ucap Gerry yang berbisik pada Caca dari belakang.


"Apakah kau tidak melihat di sampingku ada siapa? Bujuk saja dia." Jawab Caca yang membuat Gerry mengurungkan niatnya karena sudah di berikan tatapan menyeramkan oleh Jack.


"Terima kasih sudah menerima permintaan kami hari ini. Selamat jalan tuan, Nyoya." Jawab Gerry yang diikuti oleh salam hormat oleh Samuel dan juga para guru yang lainnya yang ditunjukkan oleh Jack dan Caca.


Caca dan Jack membalas salam penghormatan mereka semua dengan sedikit membungkukkan badan Mereka kemudian meninggalkan mereka semua yang berada di depan pintu ruang kepala Sekolah.


Jack dan Caca berjalan dengan bergandengan dari lorong sekolah itu menuju ke taman.


"Mylotus!" panggil Jack.


"ia hubby." Jawab Caca yang menoleh.


"Kau sudah pandai berbohong kepada mereka dengan begitu mudah. Apakah ini adalah pengaruh buruk ku sebagai seorang suami mu?" tanya Jack yang memberhentikan langkahnya kemudian memandang Caca.


"Bohong dari mana?" tanya Caca.


"Tadi." Jawab Jack.


"Yang mana? Coba di fikirkan, semua yang aku katakan itu adalah benar." Jawab Caca.


Jack berfikir kembali dan menjawab Caca kembali.


"Tidak ada yang bohong memang kesimpulannya, tapi yang terakhir bukannya kita sudah mengetahui seberapa pintarnya anak kita?" tanya Caca.


"Memang, tapi tes dari sekolah apakah pernah dilakukan?" tanya Caca.


"Belum." Jawab Jack.


"Ya sudah." Jawab Caca tertawa kemudian menarik tangan Jack. Jack yang berfikir kembali menjadi tertawa.


"Ayo segera bertemu dengan kesayanganku." Jawab Caca yang berjalan dengan cepat.


"Pelan-pelan." Jawab Jack.


"Arah kemana hubby?" tanya Caca yang berhenti ketika menemukan 2 jalan kanan dan kiri.


"Walaupun dirimu sudah menjadi seorang ibu, namun sifat kekanakan mu itu tidak pernah hilang." Jawab Jack dalam hati kemudian mengikuti Caca yang masih menarik tangan Jack.


Mereka berdua tiba di mana Kriss, Farel dan Kyler duduk di taman.


"Kalian bertiga tunggu kami di depan apartemen kemudian ikut kami berdua kerumah." Jawab Caca.


"Baik bunda." Jawab mereka.


Jack dan Caca berjalan kedepan halte untuk menaiki taksi dan berjalan menunggu Kriss, Kyler dan Farel yang menaiki sepeda tiba di apartemen mereka.


Di apartemen mereka, Robert sudah menunggu dengan menggunakan mobil jenis MPV. Setelah itu mereka semua masuk kedalam mobil dan menuju rumah Caca. Tiba di sana mereka semua makan malam dan berbincang.


"Eeeeeee." Suara kenyang yang di keluarkan oleh Farel.


"Memang paling enak masakan bunda Caca di bandingkan dengan koki manapun di seluruh dunia ini." Ucap Farel yang mengelus perutnya yang kenyang.


"Benar. Paling enak." Jawab Kyler yang masih memakan risol daging buatan Caca.


"Makan yang banyak." Ucap Caca yang tersenyum.


"Jadi bagaimana dengan Mama kalian?" tanya Kriss yang baru selesai memakan nasinya dengan pelan-pelan.


"Mama masak hanya beberapa saja yang enak. Dan kebanyakkan kami makan di luar." Ucap Farel.


"Jarang sekali makan masakan mom kecuali Daddy yang memasak." Ucap Kyler.


"Tidak apa-apa, mungkin mereka lelah bekerja. Sedangkan bunda kan tidak pernah bekerja. Selalu di larang oleh Uncle kalian. Jadi sudah semestinya bunda pandai memasak." Jawab Caca.


"Tentu saja, semua kebutuhan istriku sudah aku penuhi. Jadi cukup di rumah menemaniku dan mengurus anak-anak." Jawab Jack dengan sombong ya.


"Ah uncle selalu saja seperti itu." Jawab Farel kemudian terkena pukulan Jack menggunakan sumpit.


"Aku punya segalanya beda dengan orangtua kalian." Jawab Jack.


"Hubby, kebiasaan." Ucap Caca yang mencubit perut Jack.


"Auuu. Iya iya maaf." Jawab Jack.


"Hahahha." Semua orang tertawa melihat Jack yang takut kepada Caca.


Suasana rumah menjadi hidup karena gurau tadi. Mereka berpindah tempat ke ruang tamu.


"Oh ya Bun, apa yang di bicarakan di ruangan tadi?" tanya Kriss kepada Caca.


"Ayah ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau melanggar aturan kita?" tanya Jack dengan wajah yang mulai serius di ruang tamu.


"Aku harus masuk ke anggota OSIS untuk bisa mendapatkan akses khusus di sekolah. Dan seperti yang Daddy ketahui bahwa untuk mendapatkan kesempatan itu harus menonjolkan bakat." Jawab Kriss.


"Untuk apa?" tanya Jack.


"Apakah Abang belum memberitahu Daddy tentang hal ini?" tanya Kriss dalam hati kemudian menghentikan Kyler yang ingin menjawab.


"Tidak ada Daddy. Hanya beberapa hal yang harus aku urus sendiri tentang misi untuk menjaga Ella. Beberapa hari ini ada kejadian aneh yang sering muncul. Di mulai dari Ella yang di serang begitu juga dengan ku....." Kriss menceritakan semua hal yang terjadi padanya kepada Jack namun tidak menceritakan alasan terkuat untuk masuk ke OSIS untuk mencari IP akses yang telah mengirim email anonim itu. Hal itu karena Kenzo juga tidak ada berbicara kepada Jack.


"Apa? Ternyata benar yang dikatakan oleh Gerry bahwa sekolah JS sudah tidak seperti dulu lagi." Jawab Jack.


"Maksudnya?" tanya Caca yang di ikutin oleh semuanya.


"Masalah persaingan sudah dari dulu terjadi baik dari cara biasa maupun tidak biasa. Baik secara adil maupun tidak adil di luar sekolah. Namun tidak dengan di dalam sekolah. Karena peraturan keadilan di sekolah tetap terjaga." Jawab Jack.


"Namun, setelah aku datang tadi. Aku bisa menilai dengan mudah bahwa sekolah ini seperti sedang menyimpan sebuah rahasia besar yang aku sendiri tidak mengetahuinya. Tapi ini hanya sebuah firasat yang jarang salah ketika aku menilai." Jawab Jack.