
Bella masuk ke dalam ruangan bawah tanah itu bersama dengan Feng dan Mugu. Feng memberikan kursi kepada Bella.
"Princess duduklah. Nanti kau lelah." Jawab Feng.
"Kau!" tanya Rose dengan kaget melihat Bella ada di depan matanya.
"Katakan pada ku kenapa kau ingin mencelakai ku hanya karena Ho adalah bos mu?" tanya Bella.
"Dari mana kau mengetahui itu? Bukankah aku tidak ada memberitahu tentang Bos kepada lelaki itu?" tanya Rose dengan melirik Feng.
"Iya. Karena aku memang mengetahuinya. Jawab saja pertanyaan ku atau jangan-jangan tebak kan ku benar lagi jika kau ingin mencelakai ku bukan hanya karena Ho tetapi karena kau sangat mencintai Dailon?" tanya Bella.
"Kau!"
"Kau seharusnya sudah tahu ketika syuting acara games pasangan, aku sudah memberikan kesempatan kepadamu bahkan ketika syuting aku sudah mencoba mendekatkan mu kepada Dailon. Apakah aku terlihat menyukai Dailon?" tanya Bella untuk menyadarkan pikiran Rose.
"Sebegitu ingin ya kau mencelakai ku Rose? Apakah kau masih belum sadar? Saat aku mengatakan bahwa memiliki seorang yang ku cintai? Yang ku maksud adalah Feng bukan Dailon. Kau juga pernah melihat Feng datang mengunjungiku ketika di lokasi syuting. Bagaimana mungkin aku akan merebut Dailon dari mu jika aku sudah memiliki lelaki hebat seperti dia?" tanya Bella lagi.
"Sekarang jawab dengan jujur pada ku. Apa rencana Ho dengan keluarga Sandreas adalah membunuh kami semua?" tanya Bella
"Jika kau sudah tau jawabannya mengapa harus bertanya lagi kepada ku. Lagian kenapa harus kau yang mendapatkan kebahagian sejak dulu. Saat kecil kau memiliki kembaran yang sangat menyayangimu. Kau dan Kenzo sering membagikan mainan dan makanan di Panti Asuhan Sun. Kau mendapatkan kasih sayang semua orang sedangkan aku hanyalah seorang anak yatim piatu. Hanya Ho yang baik kepada ku?" Ucap Rose.
"Kau masih belum juga sadar? Apakah kau tidak menyadari bahwa kau sudah dimanfaatkan oleh Ho untuk mencapai dendam pribadinya? Jika aku bertanya kepadamu bahwa kau adalah wanita gendut yang sebaya denganku ketika di panti asuhan bukan? Kau selalu dikucilkan dengan yang lainnya? Apakah aku pernah membeda-bedakan Antara Kau dengan anak yang lainnya? Bahkan aku ingin berteman dengan mu, kau saja yang tidak membuka dirimu untuk ku " Jawab Bella dengan tegas untuk menyadarkan Rose. Rose mulai berfikir bahwa dirinya memang salah selama ini.
"Sekarang aku ingin memberikan sebuah pilihan kepadamu. Aku akan membebaskan mu dan memaafkan mu asal menyetujui dua syarat yang aku ajukan." Jawab Bella
"Apa itu?" tanya Rose.
"Pertama, katakan di mana markas besar Ho di kota A. Kedua, jangan pernah muncul lagi di hadapan ku. Jika bertemu di dunia hiburan, tetap jaga identitas ku atau kau akan tau akibatnya. Oh ya, kau tidak punya pilihan lainnya selain menyetujui ya. jika tidak aku pastikan kau akan mati dan tidak akan bertemu dengan Dailon lagi. Jadi bagaimana?" tanya Bella dengan tegas berdiri.
"Aaaakuuu.."
"Aku akan menghitung mundur, jika kau tidak mau bekerjasama maka terimalah nasib mu." Jawab Bella.
"Aku setuju. Aku akan menuruti mu. Markas bos besar berada di pinggir kota A di hutan Bambu bagian selatan." Jawab Rose.
"Bagus, pilihan yang tepat." Jawab Bella membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar.
"Kakek, Feng ayo pergi. Sayang jangan lupa lepaskan dia." Jawab Bella.
"Kalian dengar? Antarkan wanita itu ke tempat asalnya." Jawab Feng kepada penjaga.
"Pantas menjadi anak Jack. Cara Introgasi yang berbeda dari yang lain." Jawab Mugu dalam hati sambil berjalan.
"Princess kenapa harus melepaskannya?" tanya Feng.
"Princess memang yang terbaik." Jawab Feng.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan pergi menuju kota di bagian selatan hutan bambu.
...
Di sisi lain, Ho yang dalam perjalanan menuju ke kota C berhenti karena melihat mobil Daniel yang berada di pinggir jalan hutan bambu. Ho memerintah pengawalnya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi. Mereka menemukan Daniel yang sudah kehabisan banyak darah terduduk di bawah pohon bambu tidak jauh dari mobilnya.
"Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Ho.
"Bos, adik ku. Selamat adikku dari bom yang meledakkan markas pengembangan obat baru kita." Jawab Daniel sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Apa bom? Daniel, hey Daniel." Jawab Ho mengecek kondisi Daniel yang sudah tidak memiliki detak jantung dan denyut nadi.
"Cepat informasikan orang-orang kita yang berada di kota C. Apa yang sebenarnya terjadi dengan markas kita?" Ucap Ho
"Bos, aku barusan dia mendapatkan laporan bahwa 2 markas kita dihancurkan oleh seseorang yang tidak dikenal. Dan berita lainnya adalah Rose ditangkap oleh seseorang yang tidak dikenal yang dipastikan bahwa ia adalah orang yang sama yang telah menghancurkan markas Dev dan juga markas kita." Jawab Pengawal Ho.
"Sial, kenapa bisa seperti ini?" Jawab Ho.
"Ayo kita kembali." Jawab Ho dengan mengepalkan jarinya dan berjalan menuju mobilnya lagi.
"Bagaimana dengan tuan Daniel?"
"Kuburkan dengan semestinya. Dan cari tahu Apakah orang kita semuanya tidak selamat? Jika ada yang selamat maka tanyakan kepadanya siapa yang telah melakukan semuanya." Jawab Ho.
"Baik bos."
Ho yang masuk ke dalam mobil lalu duduk. Ia menggigit kuku jarinya dan sedang berfikir.
"Apa jangan-jangan ini adalah ulah keluarga Sandreas?" tanya Ho dalam hati.
"Sial, aku tidak berhasil menculik Bella karena kebodohan yang dilakukan oleh Rose. Dasar wanita jelek yang tidak bisa di andalkan." Jawab Ho.
"Tuan, aku mendapatkan kabar bahwa beberapa hari yang lalu Tuan datang ke panti asuhan Sun mencari tahu tentang anda. Ia juga pergi ke Jepang untuk mencari latar belakang anda." Jawabnya.
"Kapan kau mengetahui ini? Kenapa tidak memberitahuku tentang hal sepenting ini?" tanya Ho yang semakin marah.
"Maaf tuan, aku baru mendapatkan kabar dari orang-orang kita 2 jam yang lalu."
"Sial, lagi-lagi aku kalah selangka dari mereka. Tapi tidak apa-apa, masih ada dua Sandra yang masih bisa aku gunakan untuk memancing mereka semua datang kemari." Jawab Ho dalam hati.
"Kita lihat saja, kalian tidak akan pernah bisa menyelamatkan Kenzo dan juga Farel karena mereka sudah menelan pil racun darah. Saat ini waktu mereka masih ada 7 jam lagi." Jawab Ho saat melihat jam tangannya.