
"Bagaimana jika sekarang saya memberitahukan kepada ayat tentang hal ini?" tanya Kyler.
"Kau yakin bahwa Paman sedang tidak sibuk?" tanya Kriss.
"Iya. Biasanya jam segini ayah sedang bersama dengan ibu." Jawab Kyler.
"Video Call saja paman." Jawab Farel.
Kriss mengambil laptopnya yang berada di kamar lalu menghidupkannya dan diletakkan di meja depan sofa. Mereka melakukan panggilan video call kepada Billy.
"Ada apa?" tanya Billy yang sedang berada di dalam kantor.
"Ada yang ingin diberitahukan oleh Kris ayah." Jawab Kyler.
"Apa itu Kriss?" tanya Billy.
"Paman sibuk?" tanya Kriss.
"Tidak. Baru saja mengantarkan Aunty keluar." Jawab Billy ya memang baru saja selesai makan bersama dengan istrinya.
"Ada apa?" tanya Billy lagi.
"Paman bisakah mencarikan segala informasi tentang Ho." Jawab Kriss.
"Ho?" tanya Billy
"Iya, Ho Alexander. designer yang terkenal sampai memiliki perusahaan Alexander." Jawab Kriss.
"Untuk apa?" tanya Billy.
"Situasinya begini......." Kriss menceritakan semua hal yang berkaitan dengan mencari identitas tentang Ho dengan detail.
Billy mendengarkan dengan baik tentang penjelasan yang diberikan oleh tulis kepadanya sehingga ia paham tujuan keris untuk mencari tahu tentang Ho.
"Baiklah. Aku akan mencari tahu tentang hal ini nggak detail." Jawab Billy.
"Terima kasih paman. Kami bergantung kepada informasi yang Paman dapatkan nanti." Jawab Kriss.
"Oke." Jawab Billy.
Video Call itu berakhir setelah diri memahami situasi yang diceritakan oleh Kriss. Billy langsung menghentikan pekerjaannya dan bergerak menuju ke panti asuhan yang telah diberitahukan kepada Kriss tentang tempat tinggal Ho.
Billy langsung menuju ke panti asuhan sun untuk mencari tahu tentang Ho. Billy yang sudah dikenal oleh penjaga dan juga pemilik panti asuhan itu sehingga ia dapat dengan mudah untuk mengajukan pertanyaan sebagai pengumpulan data untuk informasi yang dibutuhkan olehnya.
"Bisakah saya mencari tahun tentang Ho Alexander?" tanya Billy kepada pemilik.
"Tentu pak." Jawab Lelaki tua itu kepada Billy dengan mempersilahkannya duduk lalu ia berjalan menuju lemari yang berisi tumpukan berkas para penghuni panti asuhan sejak awal didirikan panti asuhan hingga sekarang.
"Mau aku bantu?" tanya Billy.
"Tidak perlu, Ho Alexander merupakan seseorang yang terkenal sebagai salah satu bekas penghuni tempat ini. Jadi aku masih ingat harus mencari berkas di tahun berapa." Jawab lelaki tua itu yang sedang menuju ke berkas lemari pada 16 tahun yang lalu.
"Ini dia." Ucap lelaki tua itu yang sudah mengambil berkas milik Ho lalu diberikan kepada Billy.
Billy yang membaca tentang informasi yang didapatkan dalam catatan itu.
"Hanya ingin mengetahui siapa siapa saja orang besar yang sudah berhasil di luar sana yang berawal dari panti asuhan ini." Jawab Billy.
"Oh. Aku masih ingat sekali tentang Ho, dia adalah salah satu anak panti yang cerdas dan juga tidak banyak berbicara. Dia juga merupakan seorang yang introvert. Jarang bergaul dengan orang lain dan juga tidak memiliki banyak teman di panti asuhan ini. Dia lebih suka menyendiri dan melukis."
"Oh, pernahkah anda mengetahui tentang bagaimana ia bisa sampai di panti asuhan ini?" tanya Billy.
"Waktu itu dia dibawa oleh seorang laki-laki. Dan laki-laki itu mengatakan bahwa ia menemukan Ho di pinggir pantai. Dan Ia tidak bisa membawa Ho ke rumahnya karena keadaan ekonomi yang dimiliki olehnya. Tapi setelah beberapa tahun, lelaki itu datang kemari sebagai donatur tetap hingga Ho tidak lagi di panti asuhan ini." Jawabnya.
"Apakah dia sudah kaya sehingga dapat menjadi donatur tetap di tempat ini?" tanya Billy.
"Laki-laki itu mengatakan bahwa, pekerjaan yang dijalani oleh Nya berkembang pesat sehingga dapat memberikan sedikit sumbangan untuk panti asuhan ini. Namun ia berpesan bahwa tetap tidak bisa membawa Ho ke rumahnya dengan alasan takut istrinya salah paham." Jawabnya.
"Bolehkah Aku mau melihat laki-laki yang kau maksud itu?" tanya Billy.
"Tentu. Sebentar aku akan mencarinya di album foto." Laki-laki itu berjalan lagi menuju ke ke rak lemari yang berisi tentang album foto dari zaman ke zaman. Dia mengambil satu lembar foto yang diberikan oleh Billy.
"Laki-laki itu menggunakan jas berwarna hitam dan topi hitam dari sebelah kanan foto." jawabnya.
Photo yang sudah sedikit memudar itu namun tetap bisa dilihat sosok wajahnya sehingga Billy langsung memfoto menggunakan ponselnya sebagai data.
"Apakah kau tidak pernah bertanya tentang biaya yang bisa ditemukan oleh lelaki itu di pantai?" tanya Billy.
"Aku pernah mendekati dia untuk bertanya beberapa hal. Mungkin ini akan membantumu dalam mencari informasi tentang kepribadiannya. Dia pernah menjelaskan sebuah lukisan yang ia lukis saat itu ketika aku sedang bertanya bagaimana ia bisa ditemukan di pantai." Jawabnya yang berdiri lalu memerintahkan Billy untuk mengikutinya menuju ke sebuah ruangan melukis.
Mereka berada di ruangan itu dan di depan sebuah lukisan yang dipajang di tempat itu.
"Ada apa dengan lukisan ini?" tanya Billy.
"Ini adalah lukisan Ho. Dia tidak banyak bicara. Hanya mengatakan beberapa kalimat saja. 'Yang hilang tidak akan pernah kembali lagi tapi yang diambil akan bisa di rebut kembali.' Itulah yang dikatakan oleh nya ketika aku bertanya kembali maksud dari lukisan ini. Dia tidak menjawab pertanyaan pertama ku." Jawab lelaki itu.
"Kenapa aku tidak asing dengan lukisan ini?" tanya Billy dalam hati.
Lukisan itu bergambarkan dalam sebuah ruangan yang terdapat 1 orang anak kecil yang sedang di dalam sebuah lemari dan melihat sebuah kejadian di luar lemari itu. Terdapat 8 orang yang ada di dalam gambar itu. Terlihat jelas 7 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Dalam lukisan itu juga menggambarkan bahwa ada 1 orang yang sedang dibunuh oleh 7 orang tersebut. Darah di lantai yang digambarkan dengan cat berwarna merah.
"Kenapa lukisan ini menggambarkan 8 orang dengan 1 orang yang seperti di bunuh?" tanya Billy.
"Ketika aku bertanya lagi tentang pertanyaan pertama ia hanya menjawab bahwa saat itu, dia terdampar di laut dan bertemu dengan lelaki itu " Jawabnya.
"Oh." Jawab Billy yang mengambil ponselnya kemudian memfotonya lagi.
"Apakah Anda tau dia berasal dari mana?" tanya Billy lagi.
"Setelah orang itu mengkonfirmasi bahwa Ho berasal dari Jepang. Ketika itu ia berlibur dengan keluarganya dengan menaiki kapal lalu terjadi bencana sehingga hanya dia yang selamat. Itulah yang aku ketahui." Jawabnya.
"Bisakah aku melihat data alamatnya dulu di Jepang?" tanya Billy.
"Sepertinya ada. Kita kembali ke dalam kantorku. Aku akan mencarinya, kemungkinan ada data yang kau mau tuan Billy." Jawabnya.
Setelah mendapatkan alamat itu, Billy berterima kasih dan mengatakan untuk tidak memberi tahu orang lain tentang kedatanganya mencari data.