Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pembakaran Ladang Koka



"Kau pasti bisa berfikir orang seperti apa aku." Jawab Kenzo.


"Tapi aku mengenalmu karena kau kakaknya Bella dan mungkin saja kau mendapatkan informasi ini dari seorang detektif karena kalian memiliki banyak uang yang bisa saja membayar orang untuk mencari kebenarannya." Jawab Zhafira yang berfikir dan mengeluarkan pernyataan miliknya.


"Bukan hanya sekedar itu. Aku juga akan membalaskan dendam anak itu untuk menghancurkan pabrik permen K itu agar tidak ada lagi kelinci percobaan yang menjadi korban orang-orang tamak akan materi dunia." Jawab Kenzo dengan santainya sambil membawa mobil.



Zhafira mendengarkan jawaban dari Kenzo, memandangi wajah Kenzo yang sedang menjawab pertanyaan darinya Dan juga di saat menyetir mobil.


"Apa rencana mu itu?" tanya Zhafira yang serius melihat Kenzo.


"Kau yakin ingin mengetahuinya? Apakah kau tidak akan takut jika mengetahui hal itu?" tanya Kenzo dengan menoleh 5 detik ke arah Zhafira dan kembali fokus melihat ke arah depan untuk menyetir.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Kau tau senyawa apa yang penting dalam membuat kokain?" tanya Kenzo.


"Tidak." Jawab Zhafira.


"Senyawa yang terdapat dari tanaman koka." Jawab Kenzo.


"Tanaman?" tanya Zhafira.


" Iya. Daun koka mengandung alkaloid kokain, dasar pembuat kokain (salah satu jenis narkotika), yang merupakan stimulan kuat. Kokain merupakan senyawa yang didapatkan dari daun tanaman Erythroxylon coca. Senyawa yang ada pada kokain disebut dengan Alkaloid. Kau bisa mengeceknya di google." Jawab Kenzo menjelaskan.


Zhafira langsung mengambil ponselnya dan melakukan searching tentang tanaman koka.


"Dalam dunia kedokteran kokain digunakan sebagai obat bius penghilang nyeri saat pembedahan, pembedahan tersebut dapat berupa pembedahan pada mata, hidung, serta tenggorokkan. Kokain termasuk zat adiktif yang penggunaannya telah disalahgunakan sehingga berbahaya bagi pengguna. Dalam berbagai bentuk kokain diidentikkan dengan suatu bentuk narkotika, morfin, heroin dan masih banyak lagi." Jelas Kenzo kembali.


"Lalu itu alasan tanaman tersebut tidak bisa di musnahkan?" tanya Zhafira.


"Mungkin. Tanaman itu akan legal jika digunakan untuk ilmu pengetahuan dan dunia kedokteran yang sesuai dengan dosis dalam pengunaannya. Tetapi akan ilegal jika di budidayakan untuk hal-hal yang seperti ini. Pabrik K memiliki salah satu ladang yang terdapat di bagian barat kota ini yaitu daerah pegunungan dengan luas sekitar 2 hektar dalam perkiraan." Jawab Kenzo lagi.


"Jadi mereka menanam tumbuhan sebagai bahan dasar pembuatan kokain?" tanya Zhafira.


"Bisa di bilang seperti itu." Jawab Kenzo.


"Jadi kalau bahan utamanya di hancurkan, kita akan membuat mereka kehilangan banyak bahan utama dan juga memberhentikan produksi mereka." Jawab Zhafira.


"Boleh juga." Jawab Kenzo yang tersenyum tipis.


"Maksudnya, kau akan menghancurkan ladang mereka?" tanya Zhafira.


"Ide yang bagus." Jawab Kenzo.


Zhafira terdiam dan melihat Kenzo kembali dengan tatapan yang serius.


"Tenang saja. Aku akan baik-baik saja jadi jangan di khawatir kan seperti itu." Jawab Kenzo dengan melihat wajah Zhafira.


"Percaya diri sekali." Jawab Zhafira.


"Jadi bagaimana keinginan mu untuk menghancurkan ladang itu?" tanya Kenzo.


"Api." Jawab Zhafira secara spontan.


"Kau ingin membakar seluruh ladang koka pemilik pabrik K? Baiklah akan aku pertimbangkan." Jawab Kenzo.


"Apa kau benar-benar bisa melakukan itu?" tanya Zhafira.


"Kita lihat nanti." Jawab Kenzo yang mematikan mesin mobil karena sudah sampai di pinggir jalan depan gang masuk rumah Zhafira.


"Baiklah. Hubungin aku kapan saja jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap Kenzo.


"Tentu." Jawab Zhafira yang membuka pintu mobil dan keluar.


Kenzo kembali ke kantor Sandreas. Dan dalam perjalanan dia menelpon dengan Kriss. Kriss menceritakan tentang kejadian ia menyelamatkan Ella dari serangan orang yang tidak di kenal. Dan setelah itu mereka berbincang beberapa kalimat.


"Baguslah jika kau tepat waktu menolong ya." Jawab Kenzo.


"Iya." Jawab Kriss.


"Kriss, apakah ada alat yang bisa digunakan untuk menyemprotkan bensin di sebuah lahan?" tanya Kenzo.


"Kau bisa menggunakan Drone pestisida. Drone itu biasa digunakan untuk menyemprot pestisida di perkebunan." Jawab Kriss.


"Oh iya. Terima kasih sudah mengingatkan aku." Jawab Kenzo.


"Tentu saja, ada apa Abang? Apakah ada tindakan yang kau rencanakan untuk membakar sebuah lahan?" tanya Kriss.


"Bisa jadi seperti itulah. Ya sudah aku masih mengemudi." Ucap Kenzo yang mematikan panggilannya dengan Kriss.


Kenzo mendapatkan ide untuk membuat rencana. Kemudian ia memanggil Riki untuk segera masuk kedalam ruangannya.


"Tuan ada perintah apa memanggil ku?" tanya Riki yang datang ke ruangan Kenzo.


"Perintahkan perusahaan teknologi miliki kita untuk mengirim dan memodifikasi alat Drone yang biasa berfungsi menyemprotkan pestisida menjadi bensin." Jawab Kenzo.


"Maksud anda isi Drone Pestisida di ganti dengan isi bensin. Hal itu harus di uji coba dan di modifikasi sesuai permintaan anda?" tanya Riki.


"Iya. Cari informasi tentang ladang Koka milik pabrik K, mereka biasanya menggunakan berapa Drone ketika melakukan penyemprotan pestisida." Ucap Kenzo.


"Jadi maksud ada ini adalah ide untuk membakar ladang pabrik K?" tanya Riki.


"Iya. Satu lagi, modifikasi sebisa mungkin untuk mengurangi efek frekuensi suara dari Drone itu." Jawab Kenzo.


"Baik tuan. Butuh berapa?" tanya Riki.


"Seratus saja cukup. Tengah malam kita lakukan aksinya. Kau urus untuk bagaimana kita mendekati ladang itu." Jawab Kenzo.


"Oke." Jawab Riki kemudian langsung pergi ke pabrik teknologi milik mereka untuk mengurus persiapan hal itu.



Riki memerintahkan seseorang untuk menyelidiki ladang koka. Mereka sudah mempersiapkan orang yang dapat melakukan rencana ini. Menyamar sebagai salah satu karyawan di sana dan melihat lokasi untuk aksi malam ini. Dan Riki sudah mendapatkan semua informasi yang di butuhkan nya.Dan telah mempersiapkan apa yang di perintahkan oleh Kenzo.


Pukul sepuluh malam, Riki menjemput Kenzo. Dua mobil sudah berisi pilot Drone yang akan menjalan tugas sebagai programmer. Mereka semua pergi menuju ladang koka. Sampai di sebuah atas tebing yang terlihat jelas dari atas ladang koka.


"Kalian sudah siap?" tanya Kenzo yang menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


"Sudah bos." Jawab mereka yang memulai menjalankan Drone menggunakan remote kontrol.


5 orang menjalankan sebagai pilot yang memegang remote kontrol Drone dan 5 orang lainnya menggunakan komputer untuk mengaturnya. Setiap orang menjalankan 20 Drone yang tersedia. Semua sudah berjalan dengan arena masing-masing dan menyebarkan bensin di tanaman koka.


Semua berjalan sesuai dengan rencana tanpa di ketahui pada tengah malam ini. Kenzo dan yang lainnya membutuhkan waktu setengah jam untuk menyemprot bensin ke seluruh lahan.


"Bos semuanya sudah terkena." Mereka lewat telepon.


Kenzo dan Riki sudah menyelinap masuk ke pinggir ladang. Kenzo melemparkan korek api yang sudah menyela ke arah ladang. Api kecil mulai menyebar berjalan ke seluruh ladang. Dengan cepat api membakar sebagian ladang koka. Kenzo dan Riki sudah pergi meninggalkan tempat mereka dan kembali ke atas tebing bersama dengan rekan lainnya.