
Melihat kematian Dev dihadapan yang membuat dirinya meneteskan air mata mengingat apa yang telah terjadi oleh ibunya. Feng terduduk dengan meletakkan senjatanya.
"Bos, kita sudah menemukan orang yang bekerjasama dengan Dev dalam menyokong kebutuhan bahan mentah dan orang di balik pengembangan obat baru yaitu racun darah...." Rom membisikkan Feng karena ia tidak berani untuk mengungkapkan ini dengan terang-terangan.
"Rom, hancurkan markas itu. Dan antarkan aku menemui Bella setelah itu. Aku benar-benar butuh dia." Jawab Feng.
"Bos benar-benar lemah setelah mendengar kebenaran tentang Nyoya bos." Jawab Rom dalam hati.
"Baik bos." Jawab Rom membantu Feng berdiri. Feng segera menghapus air matanya dan melanjutkan pergi ke markas pengembangan racun darah. Mereka berencana untuk menghancurkan markas yang tidak jauh dari pabrik mereka berada saat ini.
"Semua sudah terpasang?" tanya Feng saat tiba.
"Sudah bos. Tinggal menunggu perintah bos."
"Bagaimana dengan orang-orang kita? mereka sudah keluar semua?" tanya Feng.
"Sudah bos. Mengetahui bos akan bertindak. Aku meliburkan mereka agar tidak berada di sini."
"Baiklah. Hancurkan saja." Jawab Feng.
Rom yang menerima remote control dari orang suruhannya itu lalu menekan tombol merah untuk mengaktifkan bom yang sudah ditanam dalam meringkas itu. Sekali tekan, satu persatu suara ledakan dari markas hingga membuatnya runtuh. Ledakan itu bersamaan dengan munculnya matahari dari timur.
"Pemandangan yang menakjubkan. Ayo kita kembali. Kalian sudah bekerja dengan baik. Bonus akhir bulan akan di berikan Rom." Jawab Feng.
"Terima kasih bos." Ucap semua pasukan Feng.
Di sini lain, Bella dan Melly sudah bangun pagi untuk melaksanakan kegiatan syuting yang akan diadakan hari ini.
"Kakak mau kemana buru-buru?" tanya Priscilla.
"Ingin pergi ke lokasi syuting." Jawab Bella.
"Tidak usah buru-buru. Kakak, dan bibi Melly sarapan saja dulu." Jawab Priscilla dengan menarik tangan Bella dan membuatnya duduk di meja makan bersama dengan mereka.
Saat mereka asyik makan, tiba-tiba Dokter Mugu datang memencet tombol bel pagar paviliun. Priscilla datang untuk membukanya.
"Kakek Mugu?" panggil Priscilla.
"Cucu kesayangan ku. Dimana cucu menantu ku aku ingin bertemu?" tanya Mugu setelah memeluk Priscilla.
"Kemarilah Kakek." Jawab Priscilla membawanya.
"Mugu?" panggil Xi dan Yen kaget melihat kedatangannya yang tidak pernah keluar dari persembunyiannya. Bella langsung menoleh melihat orang yang di panggil oleh mereka.
"Kakek, kenalkan ini Bella Chan. Cucu menantu yang ingin Kakek jumpai. Kakak Bella, ini adalah Kakek Mugu, Ayah dari ayah kami." Jawab Priscilla.
"Dokter Mugu?" panggil Bella.
"Bella Sandreas?" panggil dokter Mugu.
"Kalian saling kenal?" tanya Xi, Yen dan Priscilla.
"Nona, kenapa dia mengetahui identitas asli mu?" bisik Melly.
Bella dan Dokter Mugu sama-sama kaget dengan pertemuan mereka ini.
"Kakek duduklah dulu. Dan kalian semua pasti bertanya apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bella kemudian di anggukan oleh mereka semua.
Mereka semua duduk di meja makan, Bella memerintah Dokter Mugu untuk sarapan saja dan dia yang akan menjelaskan.
"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa Feng adalah cucu kandung dokter Mugu. Aku menjadi sangat takjub dengan takdir yang telah mempertemukan orang-orang yang berkaitan dengan Feng ternyata adalah orang-orang yang dekat denganku." Jawab Bella lalu meneruskan ceritanya.
"Priscilla, Kakek Xi dan Nenek Yen pasti kaget karena aku telah mengenal dokter Mugu. Dokter Mugu adalah kenalan Daddy saat di militer sekaligus dokter pribadi adik ku Krissta Sandreas."
"Dokter Mugu, aku benar-benar tidak mengetahui bahwa cucu yang kau maksud selama ini adalah Feng Zou."
"Aku juga tidak menyangka bahwa cucuku bisa mengenal mu. Lebih tepatnya Aku tidak menyangka bahwa kau bisa menyukai cucuku yang egois dan dingin itu." Jawab Mugu sambil makan.
"Itulah takdir." Jawab Bella tertawa.
"Lalu kenapa Kakek memanggil Kakak adalah Bella Sandreas. Bukankah Sandreas itu adalah keluarga nomor satu di benua ini? Keluarga yang sangat misterius itu?" tanya Priscilla.
"Iya, apakah Bella adalah salah satu dari anggota keluarga itu?" tanya Xi.
"Benar Kakek Xi, karena kita sudah mau menjadi keluarga tidak perlu ada yang ku tutupi lagi. Aku adalah salah satu anak dari Jack Sandreas, kembaran Kenzo Sandreas." Jawab Bella berkata jujur.
"Jadi Bella Chan yang dikatakan adalah seorang anak yatim piatu itu bohong?" tanya Priscilla.
"Iya. Panti asuhan Sun adalah salah satu panti asuhan yang dibiayai oleh keluarga kami. Jadi Aku menggunakan identitas itu untuk menutupi identitas asliku agar aku bisa bebas berjuang dari titik nol hingga saat ini dan tidak ingin melibatkan keluarga Sandreas atas keputusan yang aku pilih." Jawab Bella.
"Kenapa Kakak mau memilih menjadi artis?" tanya Priscilla.
"Pertanyaan mu sama dengan Abang mu. Jika di tanya alasan utama adalah karena saat di depan kamera aku bisa menjadi siapapun yang aku mau sesuai dengan skrip. Dan aku mampu mengekspresikan segala bentuk emosi dengan bebas. Sementara jika menjadi Bella Sandreas, kami harus hidup dengan jangkauan tersembunyi untuk menghindari musuh lama Daddy maupun musuh baru dari bisnis kami."
"Dan alasan kedua adalah karena aku menyukainya, dengan menggunakan identitas sebagai artis aku mampu memberikan kontribusi yang banyak untuk orang-orang yang tidak mampu. Aku sayang senang bisa berbagi. Bukan hanya berbagi dalam bentuk materi namun juga berbagi dalam bentuk emosi." Jawab Bella dengan tersenyum.
"Pantas saja." Jawab Priscilla.
"Pantas saja kau dapat mengalahkan semua preman itu dengan mudah karena kau adalah keturunan dari Jack Sandreas. Jika itu alasannya aku menjadi tidak terkejut lagi. Karena jika hanya belajar beladiri, tidak mungkin bisa mengatasi masalah seperti itu dengan mudah dan cepat." Jawab Xi.
"Jack Sandreas yang pernah saya menceritakan bahwa dia adalah generasi yang cemerlang?" tanya Yen karena Xi adalah mantan salah satu Jenderal di barak Jack dulu.
"Kakek mengenal Daddy?" tanya Bella.
"Tentu, dia adalah salah satu junior ku yang sangat terkenal waktu itu di usia mudanya." Jawab Xi.
"Pantas saja Kakek mengenal Daddy. Dunia ini benar-benar sempit." Jawab Bella tersenyum.
"Aku benar-benar akan menjadi keluarga Sandreas?" tanya dokter Mugu.
"Tentu Kakek." Jawab Bella dengan tersenyum.
"Bella kau benar-benar mencintainya cucu ku yang dingin dan egois itu? Kau benar-benar tahan dengan sifat ya yang begitu menyebalkan?" tanya Mugu kepada Bella dengan serius.
"Tentu, karena aku menerima segala sifatnya yang cemburuan, overprotektif dan juga suka merajuk itu." Jawab Bella tertawa menjelaskan kepada Mugu.
"Sebegitu menyenangkan membicarakan aku?" Jawab Feng yang tiba-tiba datang.