Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Jack dan Caca ke Sekolah JS



Episode Kriss dan Ella


"Baiklah jika kalian tidak berkata jujur pada ku." Jawab Kriss yang berjalan ke arah mereka semua dengan meninggalkan hadiah kepada mereka berempat.


Kriss mematahkan tangan dan kaki mereka semua dan mengumpulkan mereka berempat menjadi satu. Seperti sedang menyaksikan ikan yang sedang di jemur. Sejajar di atas tanah di bawah sinar bulan sedang merasakan kesakitan pada tulang yang telah di patahkan oleh Kriss. Mereka tetap saja mengatakan hal yang sama bahwa mereka hanya mendapatkan perintah dari sebuah panggilan yang tidak diketahui identitas siapa yang memerintah.


Mereka merupakan suatu perkumpulan jasa pembunuh bayaran yang lalu dibutuhkan oleh orang-orang untuk menyingkirkan pesaing bisnis atau hal lainnya. Kriss yang mengetahui bahwa ia tidak akan mendapatkan informasi apapun dari mereka berempat, Kriss segera meninggalkan mereka dengan membawa 1 buah ponsel yang ada di genggamannya.


"Kita mulai dari email pada handphone ini." Ucap Kriss yang membawa sebuah ponsel dan meletakkan ya di saku celana.


Kriss berjalan ke arah sepedanya yang telah di tinggalkan di sudut tembok. Kriss mengambil sepedanya dan mengoes meninggalkan tempat itu menuju apartemen ya.


Tiba di apartemen milik ya, Kriss langsung membersihkan diri dan tidak langsung untuk tidur.


"Aku harus melacak siapa dalang ya." Ucap Kriss dalam hati dan mengeluarkan laptop ya untuk memeriksanya.


Waktu berjalan hingga malam pukul sepuluh, namun tetap saja tidak menemukan apa-apa karena nomor telepon tidak terdaftar dan alamat email tidak pada titik IP yang sama.


"Mereka benar-benar baik dalam bersembunyi." Jawab Kriss dalam hati menghentikan aktifitas ya memainkan jari-jari di atas keyboard sambil menghembuskan napas ya.


"Sepertinya hari ini cukup sampai di sini. Besok harus menghadapi ujian dan soal motif mereka yang ingin mencelakai ku aku akan mencari tahu ya kembali." Jawab Kriss dalam hati sambil memijat bahu ya dengan tangannya sendiri.


***


Seperti hari pertama, aula sudah di penuhi dengan orangtua wali murid dan para murid yang berbeda tingkatan untuk menonton pertandingan. Semua orang sudah berada di aula kecuali Kriss yang belum tiba.


"Di mana Kriss? Kita tadi pergi tidak bersama dengan ya karena tidak ada jawaban dari pintu apartemennya." Jawab Farel.


"Aku juga mengecek ke ruang ganti, ia tidak ada." Jawab Kyler.


"Dimana sebenernya dia?" tanya Farel.


"Apa dia dalam bahaya? Tapi tidak mungkin, jadi di mana dia sebenarnya? Ujian 10 menit lagi akan di mulai." Jawab Kyler.


"Semoga tidak terjadi apa-apa." Jawab Farel.


"Di mana anak itu? Kenapa batang hidung ya juga belum kelihatan?" tanya Wilson.


Seseorang yang sedang melihat sekitar mencari keberadaan Kriss juga sedang tersenyum penuh kelicikan. Sementara di luar sekolah, tepat ya di pinggi taman yang sunyi Kriss di sana.


"Kenapa kau membawa kami ke sini?" tnha Jack.


"Daddy, bunda. Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Kriss.


"Tentu saja untuk melihat anak ku bertanding." Jawab Caca.


"Tapi bunda." Jawab Kriss.


"Tidak ada yang akan tahu siapa aku. Mereka hanya akan mengetahui kami sebagai orangtua mu dari desa. Apakah kau tidak melihat bagaimana penyamaran kami?" tanya Jack.


"Iya aku mengetahui ya Daddy. Tapi di lihat dari bunda, lihat saja mencolok pakaiannya." Jawab Kriss.


"Tenang saja. Tidak hanya bunda mu yang seperti ini, aku sudah mencari tahu bahwa ada beberapa orang yang berpakaian seperti Bunda. Jadi tidak akan mencolok." Jawab Jack.


"Ais, aku memang tidak bisa menghalangi kalian." Jawab Kriss.


"Maaf bunda, bukan Kriss melarang bunda dan Daddy datang. Tapi semuanya harus di pertimbangkan." Jawab Kriss.


"Kami sudah dengan persiapan yang matang. Jadi tenang lah dan fokus pada pertandingan mu. Lagian ini adalah pertama kalinya kami menghadiri hal yang seperti ini." Jawab Caca.


"Bukankah ini adalah sebuah hal yang selalu ingin kau lakukan seperti orang-orang pada umumnya?" tanya Jack.


"Iya. Tapi aku tidak ingin membuat daddy dan juga bunda terlibat dalam hal ini." Jawab Kriss.


"Tenang saja, mereka semua tidak akan bisa mengenali ku dengan wajah seperti ini." Jawab Jack.


" Baiklah. Ayo ke ruang aula segera." Jawab Kriss yang akhirnya mengalah dan memberikan arah jalan kepada Jack dan Caca.


Jack dan Caca tersenyum saling memandang. Jack yang menggunakan topi dan kaca mata. Dengan tampilan wajah yang berewokan dan berkumis tebal sehingga dirinya tidak akan di kenali oleh siapa pun. Sedangkan Caca menggunakan cadar agar wajah ya tidak di lihat oleh banyak orang.


Mereka bertiga berjalan menuju arena pertandingan dan berpisah di pintu masuk.


"Daddy, silahkan ambil tempat di kursi penonton. Sedangkan aku akan berganti pakaian."Ucap Kriss.


"Iya." Jawab Jack.


Jack dan Caca berjalan masuk ke dalam arena dan mengambil posisi ke tempat paling depan tepat di kursi tunggu pada ring 5. Di belakang bari ke dua dari posisi Kyler dan Farel duduk. Akhirnya Kriss berjalan menuju tempat kursi tunggu di depan Kyler dan Farel.


"Akhirnya kau datang." Ucap Farel.


"Dari mana saja kau?" tanya Kyler.


"Itu." Tunjuk Kriss ke arah belakang mereka sebelum duduk di kursi ya. Kyler dan Farel menoleh ke belakang dan melihat Jack yang tersenyum kepada mereka berdua.


"Uncle." Ucap mereka berdua kompak dan membalikkan arahnya kembali kepada Kriss dan Kriss memberikan anggukkan kepada mereka berdua sambil tersenyum.


"Apa yang di lakukan oleh Uncle Jack?" tanya Farel.


"Apa jangan-jangan mereka datang sebagai wali Kriss untuk melihat Kriss bertanding?" tanya Kyler.


"Kalian tenanglah dan anggap biasa saja. Seperti yang kalian lihat di samping ya itu adalah Bunda Caca. Jadi bukan hanya Daddy yang datang." Ucap Kriss dalam pesan ponsel yang di kirim oleh Kyler dan Farel.


"Apa?" tanya mereka berdua menerima pesan itu sambil saling menatap dan menoleh ke belakang melihat posisi Jack.


"Bunda Caca?" tanya mereka berdua memandang Caca dan membalikkan pandangan kembali ke depan ketika ujian di mulai.


"Baiklah, ujian di mulai dengan nama-nama berikut untuk mengambil posisi." Ucap MC yang memulai ujian untuk tingkat kedua.


"Anggap biasa aja dan tenang saja." Ucap Kriss dalam pesan berikutnya kepada mereka.


"Aku sedikit takut jika uncle Jack berada di sini." Jawab Farel.


"Kau benar. Apa yang akan kita lakukan." Jawab Kyler kemudian mereka menerima pesan ke dua dari Kriss.


"Baiklah." Jawab mereka berdua dengan menghembuskan napas ya dan menoleh ke belakang kembali.


"Kita nikmati saja hati ini. Semoga tidak akan terjadi apa-apa." Jawab Kyler.


"Aku juga mengharapkan hal yang sama." Jawab Farel.