
Episode Krissta Sandreas
"Hmmm. Baiklah. Tunggu saya ambilkan kunci sepeda motor ya." Ucap Robert yang membuka laci di dalam ruangan itu dan mengambil kunci sepeda motor lalu memberikannya kepada Kriss.
"Tidak perlu mengantar ku. Biar aku ke sana sendiri." Jawab Kriss yang mengambil kuncinya lalu pergi meninggalkan Robert berjalan ke arah bagasi mobil.
"Jaket, helm dan perlengkapan lainnya sudah ada di bagasi kereta. Aku tau Anda pasti akan meminta ini kepada ku." Jawab Robert yang berteriak saat Kriss berjalan pergi meninggalkan ruangannya.
"Baiklah. Terima kasih." Jawab Kriss dengan melambaikan tangannya dengan membalikkan badan dari padangan Robert.
Kriss berjalan menuju ke arah bagasi mobil yang berada di dalam rumah Robert. Berjajar mobil dan juga sepeda motor yang berada di dalam ruangan bagasi tersendiri di lantai 1 di rumah Robert. Kriss menghidupkan tombol kunci yang dipegang oleh hanya untuk mencari dimana pemilik sepeda motor yang cocok pada kunci yang dipegang oleh ya.
Ketika ditekan, suara yang dibarengi oleh lampu sepeda motor menyala yang berada di ujung sebelah kanan ruangan itu.
"Oh d sana." Ucap Kriss ya sudah mengetahui sepeda motor mana yang akan dibawa olehnya.
Kriss berjalan mengobati sepeda motor itu kemudian membuka bagasinya dan mengambil beberapa peralatan yang akan digunakan olehnya dalam berkendara. Jaket kulit yang berwarna hitam yang diambil dari bagasi digunakan oleh Kriss dan helm hitam yang juga di pakai oleh Kriss.
Setelah menggunakan perlengkapan itu, Kriss menaiki sepeda motor dan menghidupkannya. Kriss mulai menelusuri jalan raya tanpa ada tujuan mau kemana. Kecepatan sepeda motor yang terlalu cepat dengan keadaan jalan raya yang tidak terlalu padat. Sela demi sela jarak jalan yang bisa di lalui Kriss dari mobil maupun kendaraan lainnya yang berada di jalan raya.
Di lalui dengan cepat ke kanan dan ke kiri. Driving yang terlalu cepat dengan kebiasaan Kriss. Tatapan yang penuh dengan keseriusan menguasai pandangan ke depan. Gas yang terus di putar dengan kecepatan yang di atur oleh Kriss. Rem yang sesekali di tekan ketika berbelok kanan dan kiri melewati apa yang menghalangi jalannya.
Suasana jalan raya yang terlalu berisik karena banyak orang yang keluar atau kembali ke rumah karena akan istirahat. Pukul sepuluh malam di mana jalan raya tidak terlalu penuh. Hanya tinggal beberapa mobil pribadi yang berlalu lalang dan juga bus yang biasa melaju sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan.
Kriss hanya berhenti ketika terjebak pada lampu merah. Dan kembali melaju dengan kecepatan yang cepat saat lampu hijau telah menyala. Kriss berhenti di jembatan yang bisa menikmati sungai. Keretanya di matikan lalu Kriss membuka helmnya lalu meletakkan Helmnya di atas sepeda motor.
Kriss berjalan mendekati dinding jembatan dan menikmati suasana malam dengan pemandangan hamparan air sungai, beberapa pohon di sejajar pinggir sungai dan suasana bangunan kota.
"Huh."Kriss menarik napas lalu perlahan-lahan mengeluarkannya dengan menutup matanya.
"...." Kedua mata yang di buka perlahan dan melihat suasana yang ada di hadapannya.
"Sudah hampir 3 bulan ini tidak ada menikmati suasana seperti ini." Ucap Kriss dalam hati dengan menyandarkan tubuhnya di depan dinding jembatan.
Ada tempat jalan khusus pemberhentian di jembatan itu. Walaupun ada kendaraan lain yang lewat dari jalan jembatan itu tidak akan terganggu. Setelah itu Kriss mengingat kembali kebiasaannya beberapa bulan yang lalu.
*Flashback*
Suasana balap dimana banyak orang yang sedang menonton dengan bersorak ria terhadap pembalap idola mereka. Mereka juga sedang bergosip mempertanyakan Kriss yang tiba-tiba datang di depan garis start dan memberikan taruhannya untuk ikut balapan liar.
"Siapa dia?"
"Entahlah, dia datang beberapa menit yang lalu saat semua orang sudah siap di garis start."
"Siapa dia?" tanya seorang pembalap lainnya kepada seseorang yang sedang mengumpulkan uang taruhan dari seluruh pemain balap maupun orang-orang yang menonton.
"Tidak tau, tapi seperti ya orang kaya. Dia memberikan ku ini." Jawabnya dengan menunjukan beberapa lembar uang kertas.
"Aku penasaran dengan kemampuannya."
Semua orang benar-benar penasaran dengan kedatangan Kriss. Apa yang membuat kedatangan yang tiba-tiba dan begitu percaya diri memberikan taruhan untuk ikut balapan dengan mereka. Di tambah dirinya yang tidak mau menyapa yang lainnya. Kedatangan yang di detik-detik terakhir yang akan memulai balapan.
Sedangkan Kriss hanya tersenyum saja namun tertutup dengan helm ya jadi tidak memperlihatkan senyum dari wajah Kriss. Kriss selalu menggunakan unsur warna hitam. Jadi helm hitam, sepeda motor hitam, jaket hitam, celana hitam, sepatu kulit hitam. Serba dengan hitam.
Ketika seseorang wanita berdiri di hadapan para peserta balap yang berjarak 2 meter dari garis finished dengan membawa bendera hitam putih untuk memandu acara start.
"Are you ready?" tanya seorang wanita yang berpakaian sexy memegang bendera berbentuk kotak hitam putih di yang di letakkan kebawah.
"1."
"2."
"3."
Suara sepeda motor yang dihidupkan menimbulkan suara dari knalpot yang mereka pakai. Suara itu berpadu dengan suara sorakan para penonton yang menyemangati mereka untuk bertanding di arena balapan.
"Mulai." Ucap wanita itu dengan menggerakkan bendera ke atas.
Para peserta balapan yang mendengar suara mulai dari wanita itu langsung menggerakkan gas untuk melaju. Sepeda motor yang berlomba-lomba untuk segera mencapai garis finish. Mereka semua sudah melaju di depan Kriss. Dan beberapa orang yang berada paling depan sedang menganggap dirinya akan memenangkan pertandingan balapan ini.
Mereka dengan percaya diri memberikan harapan pada dirinya sendiri bahwa dirinya akan memenangkan juara pertama dari balapan ini karena berada di depan dari yang lainnya. Putaran demi putaran jalanan yang menjadi arena pertandingan itu telah di lalui dengan mudah. Tinggal satu putaran yang sudah mendekati garis finish yang menjadi garis start tadi.
Kriss dengan gerakan tangannya menekan gas pada sepeda motornya dengan kecepatan penuh melewati satu persatu lawannya hingga ke garis finish. Hal ini membuat mereka terkejut dan sangat tidak terima atas kekalahan yang mereka alami.
"Sial."
"Gilak itu orang beraksi di detik-detik terakhir."
Semua orang benar-benar heran tentang apa yang dilakukan oleh Kriss di detik-detik terakhir. Namun Kriss hanya mengerem sepeda motornya ketika sampai di garis finish. Membuka kaca helm ya dan menoleh ke belakang melihat peserta lainnya yang berada di belakangnya. Kriss tersenyum namun tidak terlihat karena masih menggunakan helm. hanya matanya dan separuh hidungnya yang terlihat oleh orang lain.
"Tuan ini hasil mu." Ucap seseorang yang memberikan kepada Kriss.
"Ini, Aku hanya mengambil uang yang aku berikan pada mu di awal tadi. Selebihnya aku tidak membutuhkan. Terima kasih telah memperbolehkan ku." Jawab Kriss yang mengambil uang yang senilai dengan uang yang pernah di berikan oleh di awal.