Junior Sandreas

Junior Sandreas
Keadaan Erik



Setelah sampai di perusahaan, Riki membisikan kepada Kenzo setelah ia membukakan pintu dan sebelum Kenzo keluar dari mobil.


"Tuan lebih baik kita ke markas." Jawab Riki.


Kenzo tidak menjawab dan hanya memberikan kode untuk menyetujui dirinya.


"Ada apa?" tanya Zhafira.


"Nona seperti masuk lebih dulu ke kantor. Karena saya akan mengantar tuan muda untuk rapat di Hotel." Ucap Riki.


"Oh, baiklah. Aku kira kalian berbisik hal lain " Jawab Zhafira.


"Jangan berfikir yang aneh, masuklah. Dan siang ini tidak perlu memasak. Jika kau juga ingin pergi ke kampus setelah selesai membereskan berkas laporan mingguan aku perbolehkan." Jawab Kenzo.


"Benarkah boleh?" tanya Zhafira.


"Tentu." Jawab Kenzo.


"Terima kasih. Kalian hati-hati." Ucap Zhafira dan dengan bahagia tersenyum keluar dari mobil.


"Sudah ada orang yang akan mengikuti dia?" tanya Kenzo.


"Sudah tuan." Jawab Riki.


"Bagus. Kita berangkat." Ucap Kenzo.


Mereka berdua bergegas menuju ke markas untuk menemukan seseorang yang mereka kenal yaitu Erik. Riki menjelaskan dengan singkat apa yang ia temukan.


"Tuan, orang-orang ku sudah menemukan keberadaan Erik dan langsung membawanya tadi malam saat kita di rumah tuan Jack."Jawab Riki.


"Bagaimana keadaan dia?" tanya Kenzo.


"Anda akan mengetahuinya saat di sana. Aku juga belum bisa memastikan karena belum melihat secara langsung hanya dari photo saja." Jawab Riki.


"Baiklah. Aku hanya ingin mengetahui alasan apa yang ingin dia beri kepada ku." Jawab Kenzo.


Saat tiba di markas, Riki dan Kenzo berjalan masuk jangan di beri penghormatan kepada orang-orang yang telah menjaga markas tersebut. Mereka berdua langsung menuju ke dalam ruangan setelah turun dari mobil.


"Dia ada di dalam tuan." Jawab seseorang yang menyambut mereka.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Jack.


"Sulit di jelaskan. Tapi dia baru saja terbangun dua jam yang lalu dari obat bius kita." Jawabnya.


Mereka yang mengobrol untuk menerima informasi tentang Erik saat ini sambil berjalan. Anggota Kenzo membuka pintu dengan password yang sudah di atur.


"Silahkan masuk tuan Kenzo. Dia ada di dalam." Ucapnya.


Erik yang sudah di duduk di kursi introgasi. Dengan tangan yang sudah di ikat di masing-masing sudut kuris introgasi. Dan kedua kaki yang juga sudah di ikat. Hanya mulut yang tidak di tutup.


"Tuan muda Kenzo." Panggil Erik yang melihat Kenzo masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depannya dalam hatinya.


Riki mengambilkan kursi untuk Kenzo. Dan Kenzo duduk di kursi itu sambil tersenyum kepada Erik.


"Apa aku pernah membuat kesalahan kepada mu hingga kau membuatku seperti ini?" tanya Kenzo.


"......" Jawab Erik tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau hanya tersenyum saja kepada ku dengan tatapan tidak ada berdosa?" tanya Kenzo.


Anggota Kenzo memberikan sebuah tablet kepadanya setelah iya melepaskan satu tangan Erik dari ikatan.


"Riki jauhkan tuan muda Kenzo dari ku. Setelah itu aku akan menjelaskannya." Ucap anggota itu membacakan isi tablet yang di tulis oleh Erik.


"Waktu ku tidak banyak. Sekarang pukul berapa?" tanya Erik lagi pada tulisanbya


"sembilan pagi." Jawab Kenzo.


"Waktu ku hanya ada 2 jam lagi." Jawab Erik lagi dalam tulisannya.


"Kenapa dia menggunakan itu untuk menulis?" tanya Kenzo.


Kemudian Erik membuka mulutnya, ternyata lidah Erik sudah terpotong dan tidak bisa berbicara lagi.


"Ada apa ini? Kenapa lidah Erik seperti itu?" tanya Kenzo.


"Tuan silahkan baca ini." Ucap anggotanya memberikan sebuah bacaan yang ada di tablet itu saat memeriksa dan di berikan kepada Erik.


"Lepaskan dia." Ucap Kenzo namun Erik menggelengkan kepalanya.


"Dia yang menginginkannya itu." Jawab anggota Kenzo menjelaskan dan memberikan tablet kepada Kenzo untuk di baca isi file.


Sebelas jam yang lalu.....


Saat di temukan oleh anggota penyelidikan yang dikirim oleh Riki untuk mencari keberadaan Erik, mereka menemukan Erik yang berada di sebuah jembatan di dekat rumah sakit di Kota F.


Saat itu Erik menjadi gelandangan dengan kondisi yang sangat buruk untuk sulit di kenali. Tanpa ada perbincangan dan perkelahian untuk menangkap Erik karena saat itu Erik sedang dalam keadaan tidur. Mereka di tuntun oleh gelandangan lainnya untuk menemukan Erik. Tanpa basa basi mereka langsung membius Erik dan membawanya ke markas.


Tapi dalam perjalanan, mereka menemukan hal yang aneh dari kondisi fisik Erik. Sebuah bekas luka jahitan di perutnya dan lidah yang terpotong. Mengetahui hal itu mereka langsung melapor kepada Riki menjelaskan situasi. Riki memerintahkan mereka untuk membersihkan Erik selayaknya seperti biasa saat di kantor.


Mereka yang dalam perjalanan menuju ke markas dengan membawa yang liriknya saat ini sedang pingsan. Saat tiba didalam markas mereka langsung membersihkan diri Erik seperti yang diperintahkan oleh Riki.


Saat Erik terbangun dan melihat dirinya berada di dalam sebuah ruangan dengan baju yang bagus dan keadaan diri yang bersih membuatnya bingung dan menggedor-gedor pintu. Mendengar hal itu seseorang masuk dengan membawa ponsel. Ponsel yang di bawa olehnya itu di rebut oleh Erik.


Anggota Riki sempat menumbuk Erik taman tidak ada perlawanan. Erik mengambil ponsel itu untuk mengetikkan sebuah pertanyaan tentang di mana dia dan siapa mereka. Setelah dijelaskan oleh orang itu, Erik minta untuk diberikan sebuah tablet kepadanya karena ingin menuliskan sesuatu yang akan diberikan kepada Kenzo.


Erik juga meminta dirinya untuk berada di dalam sebuah ruangan yang terbuat dari besi atau beton yang sangat kuat dan ia juga menginginkan dirinya yang di ikat. Kemauan Erik di turuti hingga saat ini.


........


"Apakah yang kau tuliskan ini benar?" tanya Kenzo kemudian di anggukkan kepada Erik. Kenzo yang masih membaca satu halaman saja.


"


Lalu tablet itu di minta lagi oleh Riki dan di ketikkan "keluar dari ruangan ini."


"Kenzo tidak menghiraukan hal itu dan merebut kembali tablet dan membaca kembali isinya.


Dengan waktu setengah jam Kenzo sudah membaca isi pesan dari Erik dan sedikit memahami apa yang dialami oleh Erik selama 2 bulan belakangan ini. Kenzo yang mendapatkan beberapa informasi yang diberikan oleh Erik tentang Ho.


"Terima kasih tidak sepenuhnya mengkhianati ku." Jawab Kenzo.


"Aku akan membantu mu untuk mengeluarkan bom itu." Ucap Kenzo lagi tapi Erik menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Kenzo.


"Aku di beri virus yang memberi waktu sama dengan waktu bom yang ada di dalam perut ku " Jawab Erik dalam tulisannya.


"Racun? Bom?" apa maksudnya tuan?" tanya Riki kemudian Kenzo memberikan Tablet itu kepada Riki untuk di baca.


"Aku akan menghubungi uncle Max. Dia akan menolong mu." Jawab Kenzo tapi Erik menggelengkan kepalanya setelah Kenzo menelpon Max.


"Waktunya tidak cukup. Lebih baik kalian semua keluar." Jawab Erik dalam ketikkan pesan di ponsel Kenzo yang di minta olehnya.


"Tuan kita harus segera tinggalkan ruangan ini." Jawab Riki yang langsung menarik Kenzo keluar dari ruangan itu secara paksa.