
Episode Feng dan Bella
Setelah pulang dari apartemen Bella, Feng melajukan mobilnya ke arah mansion miliknya. Dimana Rom yang saat ini menempati mansion itu. Saat dirinya tiba, Rom membuka pintu mobil Feng. Karena sejak awal, penjaga gerbang sudah memberikan kabar kepada Rom bahwa Feng telah tiba.
"Di mana dia?" tanya Feng.
"Saya meletakkannya di penjara bawah tanah tuan." Jawab Rom.
"Sudah sadar?" tanya Feng.
"Belum tuan." Jawab Rom.
"Oh, bangunkan aku segera setelah dia sadar." Jawab Feng yang berjalan ke arah kamar dan berpisah dengan Rom.
"Baik tuan." Jawab Rom.
Feng terlihat sangat lelah setelah melewati hari ini. Feng membersihkan dirinya kemudian membaringkan dirinya untuk istirahat. Walaupun fikirannya banyak, ia tidak peduli karena baginya tidur adalah yang utama untuk memberikan efek tenaga bagi tubuhnya. Baru saja membaringkan tubuhnya selama 5 menit di atas kasur, Feng benar-benar sudah terlelap tidur dalam mimpinya.
Feng hanya beristirahat selama 3 jam penuh. Saat pukul tujuh pagi, ia di bangunkan oleh Rom. Rom yang sudah menjaga lelaki itu semalam akhirnya lelaki itu sadar dari pingsannya. Dan Rom memasuki kamar Feng yang tidak di kunci.
Feng sengaja tidak mengkunci kamarnya karena sudah memberikan izin kepada Rom untuk membangunkannya ketika tahanan sudah sadar. Rom membangunkan Feng dan memberi tahu tentang tahanan mereka telah sadar.
"Tuan, di sudah sadar." Ucap Rom yang beberapa kali kepada Feng hingga Feng hanya mendengar 3 kali ucapan yang sama keluar dari Rom untuk terbangun.
"Kerja yang bagus. Kau istirahatlah, tidak perlu mengantarku." Ucap Feng yang terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju toilet.
"Baik tuan." Jawab Rom.
Feng membasuh wajahnya dan menggunakan kaos hitam dan celana kaos pendek berwarna hitam. Setelah itu ia berjalan menuju penjara bawah tanah.
Feng hanya memiliki beberapa pekerja yang berada di mansion ya. Sekitar 20 orang saja. Tidak banyak seperti Jack. Hanya ada 2 orang tukang kebun, 2 orang penjaga gerbang, 2 orang penjaga penjara bawah tanah, 2 orang kebersihan mansion, 2 orang koki, 2 orang IT keamanan CCTV, 2 orang dokter, 2 orang pesuruh bebas seperti membeli barang-barang keperluan mansion, 2 orang supir, 2 kepercayaan di kantor.
Dan semua adalah lelaki yang sudah beristri namun semua istrinya tidak mengetahui pekerjaan suaminya. Mereka berganti shiff 12jam perhari untuk bergantian. Dan karena Feng tidak menyukai keributan. Mereka semua berasal dari sebuah panti asuhan dan anak jalanan. Di jamin mereka semua orang-orang yang setia kepada Feng karena tumbuh dan besar bersama dengan Feng.
"Kalian bisa sarapan terlebih dulu." Ucap Feng yang berkata pada kedua penjaga penjara bawah tanah.
"Baik tuan." Jawab mereka berdua.
Mereka mengetahui bahwa saat ini, Feng ingin mengintrogasi tahanannya sendiri tanpa di lihat oleh siapapun. Oleh karena itu mereka segera meninggalkan Feng yang telah tiba di sana.
Ruang introgasi itu hanyalah sebuah ruang kecil berukuran 10 meter persegi. Hanya ada kipas angin jenis gantung yang berada di atas ruangan yang berwarna putih. Dinding yang di semen dengan cat berwarna hitam pekat. Lantai keramik yang berwarna hitam pekat.
Semua dekorasi ruangan itu berwarna hitam kecuali kipas angin dan sebuah lemari dinding yang berukuran setengah meter persegi di dekat pintu. Dan lampu sorot yang mengarah ke tengah ruangan. Dan lampu biasa yang terdapat di atas namun tidak pernah di hidupkan ketika Feng memasuki ruangan.
Lampu sorot itu adalah lampu yang menggunakan sensor teknologi canggih yang akan hidup mengikuti data yang sudah di atur. Lampu itu akan hidup saat Feng masuk ke ruangan dan selalu mengikuti Feng.
"Cukup lama membuat mu untuk sadar." Ucap Feng yang sedang berdiri di depan pintu dan melangkah masuk.
Ruangan yang awal mulanya gelap menjadi sedikit ada cahaya yang berasal dari lampu sorot yang mengarah ke arah Feng berdiri. ko Tahanan yang sudah tergeletak di lantai itu dengan ikatan borgol pada tangan dan ikatan tali pada kaki.
Lelaki yang menjadi tahanan itu melotot matanya melihat kehadiran yang benar-benar menyeramkan pada saat itu. Feng dengan tampilan yang memiliki postur tubuh yang tinggi dan sixpack dengan pakaian kaos dan celana pendek. Tatapan membunuh yang dingin dan ucapan yang menyeramkan.
"Katakan padaku siapa yang kau incar?" tanya Feng.
"Anda salah paham, saya tidak ada bermaksud untuk mencelakai anda." Jawabnya.
"Oh benarkah?" tanya Feng yang berjalan ke arah lemari kecil itu dan mengambil beberapa suntikan yang berisi 2 macam cairan dengan warna berbeda.
"Iya, saya tidak ada berniat mengikuti Anda. Anda salah paham dengan saya." Jawabnya.
"Lalu? Siapa yang sebenarnya yang kau ikuti? Apakah mungkin wanita yang bersama dengan ku di lift?" tanya Feng dan lelaki itu tidak berani menjawab hanya diam saja menundukkan kepalanya.
"Baiklah jika tidak ingin menjawabnya tidak apa-apa." Jawab Feng yang tersenyum licik.
"Jadi bisakah Anda melepaskan saya. Hak ini hanyalah sebuah ke salah pahaman saja." Jawabnya tersenyum melihat Feng yang tersenyum.
"Benarkah?" tanya Feng yang mengeluarkan sebuah suntikan dengan cairan berwarna merah.
Suntikan ya itu si tusuk dengan cepat ke arah leher lelaki itu tanpa ada aba-aba dan seperti asal saja menyuntikkannya. Lelaki itu terkejut dengan kelakukan Feng. Ekspresi wajah lelaki itu melotot kearah tangan kanan Feng yang masih menancapkan jarum suntik di lehernya.
"Aaapa yang sedang kau lakukan." Jawabnya yang sedang menoleh.
"Tidak ada, hanya menyuntikkan sedikit permainan saja. Ah bagaimana jika kita buat permainan?" tanya Feng.
"Untuk apa?" tanyanya.
"Jika kau menjawab dengan jujur semua pertanyaan ku aku akan mengampunin nyawamu. Namun, jika kau menjawab salah atau berani membohongi ku, kau akan tau akibatnya." Jawab Feng tertawa kecil.
"Permainan apa? Mengapa badan ku terasa panas dan menyakitkan?" tanya dia.
"Oh itu," jawab Feng yang mencabut jarum suntiknya.
" Apa yang kau suntikkan kepada ku?" tanyanya.
"Hanya sedikit racun dan ia bekerja dengan cepat." Jawab Feng berdiri dan mengelilingi tubuh lelaki itu dalam langkah kakinya.
"Sudah aku katakan, Anda salah paham kepadaku. Jadi aku tidak bersalah denganmu. Cepat berikan penawarnya " Jawabnya.
"Benarkah?" tanya Feng.
"Tapi seperti kau belum mengerti apa yang aku katakan tadi." Ucap Feng.
"Apa?" tanyanya
"Bukan kah sudah aku katakan bahwa kita bisa bermain sebuah permainan?" tanya Feng.
"Tenang racun itu akan membuatmu cepat mati. Jadi sudah kita mulai saja permainannya.' Ucap Feng lagi.
"Baiklah, pertanyaan pertama. Apakah benar kau sedang mengikuti artis wanita yang masuk bersama ku di dalam lift saat itu?" tanya Feng dengan menundukkan dirinya berjongkok di hadapan lelaki yang terduduk di lantai itu.