Junior Sandreas

Junior Sandreas
Persiapan Pesta Publik



**Selamat Hari Buku Sedunia


Semoga Novel ini bisa di buku kan yakan 😂


Jadi mohon bantu dukungan Like, Komentar dan Promo ya teman² readers ❤️❤️❤️**


Episode Kenzo dan Zhafira


Riki masuk ke dalam kantor Kenzo dengan terburu-buru untuk memberikan informasi penting untuk ya.


"Kenapa terburu-buru Uncle?" tanya Kenzo yang kaget dengan Riki yang tidak mengetuk pintu terlebih dulu seperti biasanya.


"Tuan muda Kenzo, sepertinya kali ini Anda tidak bisa menghindarinya lagi." Jawab Riki.


"Ada apa?" tanya Kenzo kegiatannya dan berpaling fokus melihat Riki yang berada di hadapannya.


"Pesta tahunan seluruh Presdir di kota ini. Anda harus datang karena banyak tamu undangan yang bukan hanya sekadar para pengusaha dan pembisnis namun juga beberapa orang politik yang berkuasa dan juga para penegak hukum." Ucap Riki yang menyerahkan sebuah tablet kepada Kenzo.


Kenzo menerima tablet itu dan membaca berita yang diberikan oleh Riki. Dalam berita itu memberitahukan kepada pembaca bahwa selama ini ada 1 orang misterius yang tidak pernah hadir pada acara formal ini.


Yaitu Kenzo Sandreas, mereka menganggap sosok Kenzo yang tidak pernah dipublikasikan secara luas. Hanya beberapa orang saja yang pernah bertemu dengannya. Dan setiap undangan pesta selalu ditolak oleh ya.


Selama ini undangan itu diwakilkan oleh Riki. Dan sudah tersebar kebenarannya bahwa Ricky bukan orang yang tertinggi di grup Sandreas melainkan Ada sosok misterius yang tidak pernah muncul dalam publik. Tapi bukan lagi rahasia lagi untuk karyawan Sandreas bahwa mereka sudah mengetahui bagaimana Kenzo.


Walaupun tidak pernah di temui, tapi sosok ya memang ada. Banyak gosip yang di sebarkan dari para petinggi tentang sosok Kenzo.


"Baiklah, aku akan datang pada pesta kali ini. Sudah saat ya untuk tampil di hadapan mereka." Jawab Kenzo setelah beberapa detik berpikir ketika telah siap membaca artikel berita itu.


"Benarkah?" tanya Riki


"Iya. Katakan kepada Zhafira untuk bersiap ikut dengan ku." Jawab Kenzo.


"Ha, nona Zhafira?" tanya Riki dengan wajah serius.


"Iya, seperti dugaan mu." Jawab Kenzo.


"Jadi Anda akan membuat sebuah pertemuan dan pernyataan tentang nona Zhafira di hadapan umum. Semua itu di lakukan untuk mengejutkan keluarga nona Zhafira atas kehidupan ya saat ini." Ucap Riki yang di berikan anggukkan kepada Kenzo.


"Baiklah. Akan aku lakukan." Jawab Riki.


"Jadi kau tadi terburu-buru karena mau rapat dan membicarakan hal ini?" tanya Kenzo.


"Iya." Jawab Riki.


"Baiklah, siapkan mobil kita pergi ke mall." Jawab Kenzo.


"Baik tuan." Jawab Riki.


Riki berjalan keluar dari ruangan Kenzo menuju ruangan Zhafira. Riki mengetuk pintu ruangan Zhafira.


"Masuklah Uncle." Jawab Zhafira yang tanda bahwa orang yang selalu masuk ke ruangan ya dengan mengetukkan pintu sudah pasti Riki.


"Ada apa Uncle?" tanya Zhafira.


"Nona bersiaplah untuk pergi. Saya akan mengantarkan Anda dan tuan muda ke mall." Ucap Riki.


"Mengapa pergi ke sana?" tanya Zhafira.


"Untuk memilih pakaian yang akan kalian gunakan untuk pertemuan pesta malam ini."Jawab Riki.


"Pesta?" tanya Zhafira.


"Selengkapnya Anda bisa mempertanyakan hal ini kepada tuan Kenzo." Jawab Riki.


"Baiklah, aku akan ambil tas dulu." Jawab Zhafira yang langsung berdiri dari kursinya dan mengambil gas yang tergantung di tiang gantungan itu.


Mereka bertiga berjalan keluar dan menaiki lift untuk turun ke bawah. Kenzo dan Zhafira menunggu di lobi utama untuk menunggu Riki mengambil mobil. Dimana semua karyawan sudah di atur untuk tidak ada yang berada di bawah ketika Kenzo dan Zhafira turun.


"Soal pesta?" tanya Kenzo.


"Iya." Jawab Zhafira.


"Pernahkah kau mendengar sebuah pesta publik yang di hadiri orang-orang penting?" tanya Kenzo kemudian masuk ke dalam mobil dimana Riki sudah membuka pintu mobil untuk mereka.


"Apakah mungkin itu sebuah pesta yang di adakan satu tahun sekali?" tanya Zhafira dalam hati dan mengikuti Kenzo masuk ke dalam mobil.


"Masuklah," ucap Kenzo yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Oh iya." Jawab Zhafira.


"Apakah yang dimaksud adalah pesta pertemuan seluruh kalangan pengusaha, pembisnis, politik, hukum dan dunia hiburan?" tanya Zhafira.


"Iya. Itupun yang terpilih lah yang mendapatkan undangan itu." Jawab Kenzo.


"Maksud ya?" tanya Zhafira.


"Aku akan menjelaskan sedikit saja tentang orang-orang seperti kita yaitu pengusaha sekaligus pembisnis bahwa syarat utama untuk mendapatkan undangan itu adalah jika kekayaan kita mencapai 5 Milyader dalam satu tahun." Jawab Kenzo.


"Dan pertemuan ini di adakan setiap tahun ya untuk bertujuan saling mengenal sesama golongan dan golongan lainnya karena sama seperti rantai makanan. Bahwa semua saling berkaitan dalam memajukan dan mengembangkan keahlian mereka." Jelas Kenzo kembali.


"Tapi sebenarnya pertemuan ini adalah sebuah pertemuan untuk melihat siapa yang berkuasa dan ajang untuk menjilat para politikus dan hukum agar memperlancar bisnis kita." Jelas Kenzo.


"Jadi maksud mu ada trik kotor atau transaksi kerjasama setelah pertemuan ini?" tanya Zhafira.


"Mungkin bisa di bilang seperti itu." Jawab Kenzo.


"Selama ini tuan Kenzo tidak pernah menghadiri hal ini karena beberapa sebab." Jawab Riki yang ikut bicara di saat menyetir.


"Tidak suka keramaian?" tanya Zhafira.


"Bukan hanya itu, tuan muda tidak ingin di kelilingi oleh banyak wanita dan juga tidak bisa minum jenis anggur apapun atau minuman yang berkaitan dengan alkohol karena itu menentang keyakinan ya." Jawab Riki.


"Jadi membawaku untuk menggantikannya jika ada yang ingin bersulang dengan ya sekaligus untuk menghindari banyak wanita untuk mendekati Anda?" tanya Zhafira.


"Iya, tapi lebih dari itu." Jawab Kenzo.


"Kalau dalam hal minum aku jago ya, tapi dalam hal menghindari banyak wanita mungkin itu sedikit sulit bagiku karena aku tahu bahwa sifat wanita itu ada yang sangat agresif dan percaya dirinya terlalu berlebih untuk mendapatkan seseorang." Jawab Zhafira.


"Tapi tunggu, maksud mu dari lebih dari itu?" tanya Zhafira.


"Aku akan muncul dengan mu sebagai pasangan ku, dengan begitu keluarga mu akan mengetahui bahwa kau masih hidup saat ini. Sudah waktunya untuk balas dendam mu di mulai." Jawab Kenzo.


"Seperti ya aku belum siap bertemu dengan mereka, apalagi ibu tiri dan ayah ku." Jawab Zhafira yang gelisah dengan pernyataan Kenzo.


"Kau bisa menghentikan permainan ini di sini saja jika kau tidak memiliki keberanian." Jawab Kenzo.


"Kenzo benar, selama ini aku sudah bertekad untuk membalaskan dendam ku kepada mereka yang menyakiti ku. Dan selama ini Kenzo sudah bersama dengan ku, apa lagi yang harus aku takutkan jika aku memiliki penyokong yang kuat." Jawab Zhafira dalam hati ya.


"Baiklah, ayo lakukan itu." Jawab Zhafira kembali bersemangat.


"Tenang saja nona, kali ini nona tidak sendirian. Ada kami yang bersama nona." Jawab Riki.


"Anda benar, ada kalian bersama dengan ku." Jawab Zhafira.


"Oh ya, satu hal lagi. Kemungkinan kita akan bertemu dengan Bella. Tapi jangan pernah untuk menyapa ya. Anggap kalian tidak pernah kenal." Jawab Kenzo.


"Kenapa?" tanya Zhafira.


"Ingat saja perkataan ku itu." Jawab Kenzo.


"Tuan, nona kita sudah sampai." Jawab Riki yang telah menghentikan mobil ya di lobi utama mall.