
Riki yang membantu Feng untuk berjalan menuju ke dalam mobil. Riki membawa Feng kembali ke kota C dengan menggunakan mobil miliknya sedangkan mobil Feng dibawa oleh orang suruhannya.
"Ada apa ini?" tanya Priscilla yang membuka pintu ketika Riki dan Feng tiba di dalam apartemen.
" Aku juga tidak mengetahui penyebabnya namun ketika aku sampai, Bos sudah di dalam bar dan juga minum banyak sehingga mabuk seperti ini." Jawab Riki.
"Masuklah." Jawab Priscilla yang membukakan pintu apartemen dengan lebar dan membiarkan Riki untuk mengantarkan Feng masuk ke dalam kamar.
Priscilla membuka sepatu dan jas Feng lalu menyelimutinya. Riki juga membantu hal itu.
"Kau tidurlah di sini juga." Jawab Priscilla.
"Baiklah. Aku akan tidur di sofa." Jawab Riki.
Priscilla masuk kedalam kamar kedua yang berada di apartemen Feng. Mereka tidur di masing-masing tempatnya hingga pagi hari tiba. Riki yang bangun langsung ke kantor, sedangkan Feng belum juga bangun. Dan Priscilla yang sudah bangun hanya mengantarkan Riki pergi untuk bekerja sedangkan ia masih dalam apartemen Feng untuk mengurusnya.
Di tempat lain, Bella yang terbangun pagi hari melihat dirinya sudah berada di dalam kamar yang asing.
"Bukannya kemarin ikut Abang Kenzo ke rumah Bunda? Apa ini sudah sampai di rumah Bunda?" tanya Bella yang membuka matanya dan melihat sekeliling. Bella bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar untuk menemukan seseorang yang ia kenal.
"Princess bunda sudah bangun?" tanya Caca yang sedang sibuk di dalam dapur.
"Jadi ini rumah baru bunda dan Daddy?" tanya Caca.
"Tentu, minum air madu dulu." Jawab Caca yang memberikan kan teh hangat yang dicampur oleh madu kepada Bella.
"Bunda aku sepertinya ketiduran di dalam mobil dan diangkat oleh abang Kenzo." Jawab Bella.
"Mungkin, bunda juga sudah tidur saat kalian tiba. Baru saja tadi dibangunkan oleh Daddy. Setelah beribadah, Daddy tidur lagi karena semalaman tidak ada tidur. Biasalah jika sudah berkumpul dengan teman lama." Jawab Caca.
"Oh. Dimana uncle Max dan Uncle Richard yang katanya datang." Jawab Bella.
"Baru saja di antarkan oleh Paman Riki ke bandara. Karena itulah Daddy mu baru masuk ke kamar dan membangun bunda." Jawab Caca.
"Oh, bunda di sini ada taman terdekat? Aku ingin lari pagi." Jawab Bella yang sambil bertanya tentang tempat untuk berolahraga.
"Ada. Keluar rumah ini dan belok kanan. Terus saja, kau akan menemukan taman." Jawab Caca.
"Terima kasih bunda. Bella bersiap dulu untuk berolahraga keluar." Jawab Bella.
"Tidak mengajak Abang Kenzo dan Zhafira?" tanya Caca.
"Tidak perlu. Masih terlalu pagi. Tapi jika mereka bertanya tentang aku suruh saja menyusul ke taman." Jawab Bella yang bagian dari tempat duduk meja makan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Bella yang keluar dari rumahnya lalu melangkah berlari kecil untuk berolahraga dan dilihat oleh orang suruhan yang berjumlah 1 orang. Karena satu orang lagi telah membawa mobil Feng.
Lelaki itu mengikuti Bella dari sejak Bella keluar dari rumah hingga ke taman. Matahari yang belum muncul sepenuhnya hanya masih terlihat waktu Fajar. Bella yang merasa dirinya telah diikuti oleh seorang membuatnya bersembunyi di balik pohon besar.
"Kau mengikuti ku?" tanya Bella yang bertanya pada lelaki itu yang sedang melihat kanan dan kiri lalu tiba-tiba Bella muncul dari belakangnya.
"Tidak, aku tidak mengikuti Anda." Jawabnya jangan grogi.
"Seperti lelaki ini tidak berniat jahat kepadaku. Tapi Kenapa dia mengikutiku?" tanya Bella dalam hati.
"Jika aku memukulnya dan ia terluka. Aku akan di bunuh bos. Jika aku kabur sekarang aku akan terlihat sangat jelas bahwa sedang mengikutinya dan itu akan membuatku susah mendapatkan informasi untuk dilaporkan kepada bos." Ucap lelaki itu dalam hati yang bingung harus bertindak seperti apa karena serba Salah.
"Tidak nona, saya tidak mengikuti Anda." Jawabnya.
Bella yang langsung mengunci tangan laki-laki itu dengan kekuatannya lalu menundukkan nya ke lantai sehingga laki-laki itu tidak bisa bergerak.
"Katakan padaku dengan jujur, atau kau akan aku habisi." Jawab Bella yang sedang menekan laki-laki itu yang terduduk di lantai dengan tangan yang di kunci oleh Bella.
"Inilah wanita bos. Kenapa sama seperti bos, bahkan kekuatannya setengah dari kekuatan Bos. Aku tidak bisa lari untuk kabur dari ini." Jawabannya dalam hati.
"Katakan!" Jawab Bella dengan tegas.
"Apa yang harus aku jawab?" tanya dia dalam hati.
"Lihat, di sekelilingmu belum ada orang yang datang ke taman ini hanya ada kita berdua. Jika aku membunuhmu di sini maka bersiaplah beberapa jam lagi akan ada berita mayat ditemukan di taman ini." Jawab Bella dengan nada yang mengancam.
"Baik-baik. Aku mengakui,"
"Mengakui apa?" tanya Bella dengan menekan kedua tangannya hingga membuat dia kesakitan.
"Saya hanya di suruh tuan Feng untuk mengikuti Anda." Jawab lelaki itu.
"Feng?" tanya Bella.
"Iya, saya jujur Nona Bella. Saya tidak bohong. Tolong lepaskan saya. Dan saya mohon jangan katakan kepada Bos jika saya mengatakan ini " Jawabnya.
"Aku akan melepaskanmu Jika kau menjawab semua pertanyaanku." Jawab Bella.
"Iya saya janji." Jawabnya.
Bella melepaskan tangan lelaki itu lalu menyuruhnya untuk duduk di kursi taman dan berbicara kepadanya.
"Katakan kepada ku semua yang kau ketahui." Jawab Bella.
"Jangan berani-beraninya untuk berbohong kepadaku karena aku dapat membaca mimik wajah mu." Jawab Bella.
"Kami di perintahkan oleh Bos untuk mencari keberadaan anda dan kami menemukan anda pergi ke kota A hingga berjumpa di butik dan rumah sakit S. Tapi saat tuan Feng tiba di rumah sakit S, anda sudah pergi dari situ dan kami mengikuti Anda hingga ke rumah itu." Jawabnya.
"Dia kemari?" tanya Bella.
"Iya, bahkan bos saat ini telah kembali ke kota C setelah dijemput oleh Tuan Riki. Karena setelah Bos melihat anda digendong oleh seorang laki-laki dari mobil ke dalam rumah, bos meras cemburu lalu ke bar dan melampiaskannya dengan meminum bir hingga mabuk." Jawabnya.
"Cemburu? Dia melihat aku di gendong Bang Kenzo?" tanya Bella dalam hati.
"Lalu?" tanya Bella.
"Aku sudah mengatakan semua yang aku ketahui kepada anda. Tapi Aku mohon jangan katakan apapun kepada bos jika aku mengatakan ini kepadamu jika tidak maka aku akan dihabisi oleh nya juga." Jawabnya.
"Iya. Tidak akan. Tapi kenapa kau memanggilnya bos? Bukankah dia hanyalah seorang dokter? Tapi bisa saja jika dia membayar orang-orang untuk mencari keberadaan ku." Bella yang bertanya namun membuat kesimpulan lain.
"Aku hanya di bayar saja. Lebih baik anda segera kembali ke kota C sehingga pekerjaan itu selesai dan aku mendapatkan bayarannya. Karena uang itu akan kugunakan Untuk anakku yang sedang sakit." Jawabannya memelas dan berbohong kepada Bella.