Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pesta Publik Part 1



Hy Reader. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Tanpa kalian author tidak akan bisa sampai ke titik ini. Author paling suka saat baca komentar dari readers loh. Seperti mengisi daya baterai semangat untuk authorπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Jangan lupa terus berikan Like dan komentar setiap bab ya πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈ. Jangan lupa juga vote, bintang 5 dan koin ya πŸ˜‚


Oh ya Author mintak tolong untuk Follow Ig Author @Wichan . Jangan lupa ya, entar author follback.


Tamu undangan satu persatu datang dengan berbagai mobil mewah yang memasuki arena lapangan parkir Hotel S. Pejabat, politikus, artis, pembisnis, pengusaha dan semua kalangan yang mendapatkan undangan malam ini adalah orang-orang terpilih yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.


Sebelum parkir, setiap mobil berhenti di depan pintu masuk Hotel S dengan pintu mobil yang di buka oleh staf khusus yang telah menunggu di depan menyambut mereka. Pelayan khusus seperti ini sudah biasa dilakukan di hotel S. Dan hari ini adalah hari khusus jadi staf di perbanyak jumlahnya.


Satu orang staf bertugas membukakan pintu mobil pada setiap mobil yang berhenti di depan pintu Hotel S. Satu orang staf berdiri dan mempersilahkan para tamu untuk memasuki lift yang telah di sediakan. Satu orang staf berada di dalam lift untuk mengantarkan tamu ke lantai dua.


Dua orang staf berada di depan pintu aula sebagai pemeriksa kartu undangan untuk tamu dan memeriksa tamu tidak membawa senjata yang berbahaya. Dan 5 orang pengawal berada di dalam aula untuk menjaga situasi tetap aman. Semua staf berpakaian rapi dengan jas hitam dan kemeja putih. Mereka selalu memberikan senyuman manisnya kepada setiap tamu yang datang.


Mereka sudah menjalankan perintah dari atasan untuk menjadi pemandu pada titik-titik yang sudah diberikan tugasnya kepada mereka masing-masing. Dan mereka melakukannya dengan baik. Satu hal lagi yang menjadi perbincangan setiap tamu yaitu staf yang seluruh ya adalah laki-laki.


"Benar-benar pelayanan yang bagus." Ucap seorang tamu.


"Kenapa staf aja bisa setampan mereka?"


"Kenapa tidak ada wanita agar aku bisa menikmati kecantikan para staf hotel ini?"


"Pelayanan yang baik."


"Pantas saja menjadi hotel terbaik."


"Pelayanan yang selalu aku sukai."


"Memang tidak rugi mendapatkan kartu pelanggan di hotel ini."


"Kenapa kali ini tidak ada staf wanita?"


"Tahun seperti ya akan menjadi tahun yang lebih mewah dari tahun-tahun yang lalu."


Semua orang sedang membicarakan malam ini di saat mereka tiba di hotel S. Mereka semua memberikan penilaiannya dalam hati ketika mendapatkan pelayanan pada malam hari ini. Begitu pula dengan Bella yang baru saja tiba di depan pintu hotel S.


"Nona, saya menunggu ada. Jika terjadi sesuatu silahkan hubungi saya." Ucap Melly.


"Tenang saja. Bukankah uncle juga ada di dalam aula?" tanya Bella.


"Ah hampir lupa." Jawab Melly tersenyum.


"Saya pergi dulu bi." Jawab Bella.


"Terima kasih." Jawab Bella kepada staf yang telah bentuk mobil Bella dan mempersilakan Bella untuk masuk.


"Baru kali ini aku mendapatkan ucapan terima kasih dari tamu." Ucap lelaki itu dalam hati sambil melihat punggung Bella yang berjalan masuk ke dalam.


"Sepertinya aku pernah melihatnya." Ucap lelaki itu dalam hati sambil berfikir dan tetap menjalankan tugas ya membuka pintu mobil tamu.


Beberapa saat setelah kepergian Bella yang sudah memasuki lift, lelaki itu baru sadar siapa Bella.


"Itu adalah Dewi ku, Bella Chan. Ratu entertainment 3 tahun berturut-turut menyandang gelar itu." Jawabnya sambil melompat.


Dia menyadari hal itu dengan terlambat sehingga membuat nya kehilangan kesempatan untuk meminta tanda tangan dari Bella.


"Ah sudahlah, aku terlalu bego melupakan dewi ku karena pekerjaan. Tapi di beri senyuman dan ucapan terima kasih sudah membuatku menjadi lelaki beruntung pada hari ini. Lebih baik sekarang fokus dengan pekerjaan ini, karena ini adalah masa depan hidup ku." Jawab ya dalam hati dan kembali normal menjadi staf yang ramah.


Dua staf yang bertugas untuk memeriksa undangan tamu mengawasi dengan ketat. Karena tanpa undangan itu tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruangan bahkan jika membawa lebih dari satu orang yang menemani.


"Silahkan masuk nona, dan selamat menikmati acara malam ini." Ucap salah satu staf yang di kanan Bella.


"Ternyata anda Nona Bella Chan?" tanya staf yang berada di kiri Bella.


"Iya." Jawab Bella tersenyum ramah.


"Ternyata Anda lebih cantik secara langsung dari pada di layar tv." Ucap ya kembali.


"Pantas tadi aku berfikir seperti mengenal anda, ternyata Dewi ku." Jawab Staf yang berada di sebelah kanan.


"Nona, boleh kah kami meminta photo ?" tanya staf yang di sebelah kiri.


"Aku juga mau." Jawab staf sebelah kanan.


"Tentu." Jawab Bella tersenyum dan memberikan layanan yang ramah kepada fans ya.


"Anda memang benar ramah dan baik seperti rumor yang beredar. Ahhh Dewi ku memang hebat." Jawab mereka berdua.


"Terima kasih." Jawab Bella.


"Silahkan masuk nona, kami tidak akan mengganggu." Jawab mereka berdua yang membukakan pintu aula kepada Bella dengan sangat ramah sekali. Bella tertawa kecil melihat tingkah mereka.


"Jika ini diketahui oleh Abang, mereka pasti akan di pecat." Jawab Bella dalam hati ketika tertawa kecil.


"Untung saat Dewi kita datang tidak ada tamu lain yang bersamaan dengannya sehingga kita mendapatkan kesempatan ini." Jawab staf sebelah kiri.


"Iya. Hari keberuntungan kita. Ayo bekerja lebih baik lagi, jika ketahuan bos kita bisa kenak masalah." Jawab ya teringat sedang bertugas.


Ternyata di ujung ruangan yang berada di pojok kanan aula yaitu sebuah toilet, seorang lelaki sedang memperhatikan kejadian di depan pintu aula. Lelaki itu adalah Feng dan Rom yang baru saja keluar dari toilet dan menghentikan langkahnya.


"Bella?" ucap Feng yang mengehentikan langkah ya.


"Kenapa tuan?" tanya Rom.


"Lihat." Jawab Feng.


"Apakah anda lupa bahwa nona Bella adalah seorang artis dan juga..." jawab Rom yang belum siap menjawab pertanyaan dari Feng sudah dipotong.


"Aku baru ingat ada satu file lagi yang belum ku baca ternyata itu adalah Bella." Jawab Feng.


"Jadi bagaimana tuan?" tanya Rom.


"Tetap lanjutkan rencana kita." Jawab Feng.


"Baiklah." Jawab Rom.


"Ingat untuk mendapatkan kesempatan dan mencari informasi yang tepat pada malam ini." Jawab Feng.


"Baik tuan." Jawab Rom.


Mereka kembali berjalan mendekati pintu aula dan memberikan undangan Rom.


"Tuan yang tadi." Ucap staf yang di kanan karena saat itu sudah memeriksa Feng. Dan Feng hanya memberikan senyumannya kepada mereka berdua dan masuk terlebih dahulu ke dalam Aula. Sedangkan Rom masih di periksa.


Suasana ruang aula sudah dipenuhi banyak tamu undangan yang sudah hadir pada malam ini. Kursi yang sudah disediakan telah terisi hampir seluruhnya. Dari seluruh tamu undangan telah hadir di dalam aula kecuali 3 daftar tamu lagi yang belum hadir pada malam hari ini.


Para tamu saling berbaur satu sama lain dan dengan cara menyapa dan berkenalan. Ada yang sedang menggoda wanita cantik. Ada yang sedang memandangi lelaki tampan. Ada yang sedang menjilat. Ada yang sedang menikmati makanan.