Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pelukkan Coper Kepada Kriss



Episode Krissta Sandreas


Semua orang sudah keluar dari ruang aula yang dijadikan sebagai tempat tes IQ. Di dalam ruangan itu hanya tinggal Kriss dan juga Profesor Coper. Semua orang yang keluar sebenarnya penasaran apa yang akan di lakukan oleh profesor Coper kepada Kriss. Mengapa tes IQ ke tiga harus secara empat mata.


"Sudah biasa seperti ini, profesor bisa menebak sedikit banyaknya dari wajah seseorang tentang kepribadian yang mempengaruhi kecerdasannya." Ucap seseorang yang pernah menjadi murid di kelasnya profesor Coper.


"Oh." Jawab semua orang sedang menganggukkan kepala setelah mendapatkan jawaban untuk mengklarifikasi pertanyaan mereka.


Akhirnya mereka bubar dan bergegas mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Sementara 4 orang yang ikut Samuel ke kantornya fokus untuk memeriksa hasil jawaban Kriss.


Sementara di dalam aula profesor Coper berjalan mendekati Kriss kemudian memukul bahunya dengan cukup keras.


"Murid durhaka." Ucap profesor Coper.


"Hahah, maaf guru. Aku harus berakting dengan baik di hadapan orang lain." Ucap Kriss tertawa dan tidak marah.


"Anak dan Ayah sama aja. Sekarang apa masih ada orang lain?" tanya profesor Coper.


"Masih tidak mau memeluk ku?" tanya Coper.


"Hahah, kakek guru." Jawab Kriss memeluk Coper dengan cukup erat dan di sambut oleh Coper.


"Kau tumbuh sehat seperti ayah mu dengan baik." Jawab Coper melepaskan pelukan itu.


"Tentu saja. Kakek guru saja sudah dua tahun tidak pernah datang ke rumah." Jawab Kriss.


"Bagaimana aku mau datang jika bukan karena perintah dari Daddy mu itu." Ucap Profesor Coper.


"Sebenarnya karena aku ikut dengan Abang Kenzo. Setelah waktu itu aku tidak ingin di kurung di pulau itu saja bersama dengan daddy dan bunda. Jadi aku pergi ikut dengan Abang Kenzo." Jawab Kriss.


"Duduk dulu kakek guru." Jawab Kriss mempersilahkan kursi yang ada di dekatnya untuk profesor Coper lalu ia pergi mengambil kursi lagi untuk dirinya.


"Bagaimana kabar Daddy, ayah mu itu?" tanya profesor Coper.


"Ayah baik, bunda juga, semuanya baik. Hanya saja..." Jawab Kriss membuat profesor Coper memotong pembicaraan.


"Ada apa?" dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan rasa khawatir.


"Tidak ada. Mereka sudah pindah, keluar dari pulau itu." Ucap Kriss dengan tersenyum berhasil mengerjai profesor Coper.


"Kau...." profesor Coper memukul kembali bahu Kriss.


"Maaf kakek guru." Jawab Kriss.


"Lalu selama dua tahun tidak bertemu ini kau pergi bersama Kenzo?" tanya Profesor Coper.


"Begitulah. Menikmati menjadi orang biasa tapi sedikit membuat kenakalan." Jawab Kriss dengan tertawa.


"Sudah, sudah. Jadi bagaimana dengan hari ini?' tanya profesor Coper.


"Bukannya tadi Daddy yang menelpon?" tanya Kriss.


"Ais, memang anak dan Ayah. Baiklah aku paham, aku akan melakukannya sesuai permintaan Jack." Ucap Profesor Coper.


"Kenapa kau ada disini?" tanya profesor Coper.


"Aku tidak bisa menjawabnya dengan jelas. Tapi kakek guru, intinya aku berada disini hanya memenuhi permintaan Abang Kenzo." Jawab Kriss.


"Apa ini ada hubungannya dengan kematian Katie dan Andrew?" tanya profesor Coper.


"Awalnya tidak, tapi sekarang iya. Ada beberapa petunjuk mengarah ke sekolah ini." Jawab Kriss.


"Aku sudah mengerti situasinya." Jawab Profesor Coper.


"Bagaimana dengan mu kakek guru?" tanya Kriss.


"Begitulah. Belum menemukan petunjuk apapun. Semoga takdir mempertemukan kembali sebelum aku kehabisan waktu di dunia ini." Jawab profesor Coper dengan membuka kacamata nya.


"Kakek guru tidak boleh bilang seperti itu." Jawab Kriss mengelusnya di bahu dan memeluknya.


"Baiklah." Jawab Kriss.


"Kakek guru bisa berkunjung ke rumah Daddy kapan saja." Jawab Kriss.


"Iya. Aku akan mampir nanti malam sebelum besok kembali." Jawab Profesor Coper berdiri dari kursi.


"Baiklah kita bertemu di sana malam ini." Jawab Kriss.


Kriss pergi berjalan mengambil tas profesor Coper di atas meja dan memberikannya. Mereka keluar dari ruangan menuju ke kantor kepala sekolah dengan Kriss membawakan tas profesor dan berjalan di belakangnya.


Tiba di depan pintu, Kriss memberikan tasnya kemudian pamit pergi meninggalkan profesor.


"Dia anak yang baik." Jawab Profesor Coper yang masuk ke ruangan.


"Siapa?" tanya Samuel.


"Murid mu." Jawab profesor Coper.


"Ia dia adalah murid yang sedikit sopan tapi tidak di kelas." Jawab Samuel.


"Maksudnya?" tanya profesor Coper.


"Menurut penilaian para guru ia suka tidur di kelas dengan seenaknya." Jawab Samuel.


"Chwwkwk." Profesor Coper tertawa dan di tahan.


"Ayah dan anak sama saja. Kemalasan ini turun menurun." Jawabnya dalam hati.


"Kenapa?" tanya Samuel.


"Tidak apa-apa. Oh ya bagaimana dengan kalian? Sudah memeriksanya dengan baik?' tanya Profesor Coper kepada mereka berempat.


"Sebentar lagi profesor." Jawab mereka bersamaan dengan fokus memeriksa kertas itu.


"Baiklah aku tunggu." Jawab profesor Coper.


Beberapa menit setelah melakukan pemeriksaan mereka selesai dan memberikan hasilnya kepada profesor Coper untuk memastikan pemeriksaan mereka benar atau salah. Professor Coper menerima berkas itu dan memberikan hasil akhir dari hal itu.


Profesor Coper memberikan hasil itu kepada Samuel dan memberikan keterangan tentang hasil itu. Setelah itu ia berpamitan kepada Samuel untuk pergi dan tidak perlu di antar ke hotel. Profesor Coper juga menolak ajakan empat orang yang di undang itu untuk makan malam. Profesor Coper pergi bergegas ke rumah Jack dan Caca.


**** Flashback 3 Jam yang lalu ****


"Hy guru. Apa kabar?" tanya Jack.


"Dasar murid durhaka. Kenapa baru menelpon sekarang?" tanya profesor Coper.


"Hentikan dulu perdebatan itu. Sekarang aku hanya ingin memberitahumu bahwa kau berbalik badan dan lihat siapa yang ada di depan. Ingat jangan menjawab dan terkejut." Jawab Jack kemudian Profesor Coper membalikkan badannya dan melihat Kriss sudah di depan matanya dan tersenyum tipis.


"Sembunyikan hasil yang sebenarnya. Aku tau Kriss tidak akan menahan semua jawaban yang dia ketahui. Tapi aku tau kau akan menyembunyikan hal itu seperti sebelum- sebelumnya." Ucap Jack.


"Kali ini alasannya apa?" tanya Profesor Coper.


"Aku hanya tidak ingin pihak sekolah mengetahui kemampuan aneh yang di miliki Kriss. Aku hanya ingin dia menjadi seorang murid biasa yang menjalani hidupnya dengan baik. Seperti biasa, aku tidak ingin mereka menyalahgunakan kemampuan Kriss." Jawab Jack.


" Aku pasti akan melindungi Kriss dengan baik karena dia seperti cucu ku sendiri. Aku akan membuat hasilnya memliki kecerdasan biasa yaitu IQ 200 bukan 250 ( Wiliam James Sidiq adalah manusia yang memiliki IQ 250 pada tahun 1898 Di New York. Hhehee dapat inspirasi dari situ 😂)." Ucap Profesor Coper.


"Baiklah. Terima kasih guru." Jawab Jack.


"Lain kali sering-seringlah menelpon ku. Apakah kalian tidak kasian dengan orangtua sebatang kara ini." Ucap Profesor Coper.


"Aku selalu tau kondisi mu." Jawab Jack.


"Hahah, aku paham bahwa orang yang selalu mengikuti ku itu adalah orang suruhan mu." Jawab profesor Coper.


"Aku tutup dan mohon bantuannya guru." Jawab Jack langsung menutup ya.