
Episode Kenzo dan Zhafira
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Zhafira memundurkan diri ya ke belakang arah dinding.
Kenzo yang tidak menjawab pertanyaan dari Zhafira terus melangkah mengikuti Zhafira yang sedang mundur ke belakang hingga berdekatan dengan dinding. Kenzo meletakkan 1 tangan kanannya di dinding untuk mengetes Zhafira.
"Kau sedang mengerjai ku dalam kesempatan ini?" tanya Kenzo dengan tatapan introgasi yang menurut Zhafira sangat menyeramkan dan membuatnya takut.
"Maaf, maaf, aku tidak sengaja. Aku hanya ingin mengetes apakah informasi yang ada di buku itu memang benar adanya." Jawab Zhafira yang tadi malam sedang membaca kebiasaan Kenzo yang akan memakan semua makanan yang di suapi ke dirinya ketika ia sedang fokus bekerja.
"Sudah puas mendapatkan buktinya?" tanya Kenzo lagi dengan mengkurung tubuh Zhafira dengan kedua tangannya yang menempel di dinding.
Kedua wajah mereka terlalu dekat dan Zhafira sedang terintimidasi dari tatapan Kenzo yang sulit untuk menjawab pertanyaan Kenzo.
"Kenapa tadi aku begitu jahil pada ya?" ucap Zhafira menyalahkan perbuatannya tadi.
“Baru menyadari kesalahan mu?” tanya Kenzo yang semakin mendekat ke di wajah Zhafira. Seperti sedang dalam posisi ingin mencium Zhafira. Mendengar perkataan Kenzo, Zhafira menutup mata ya dengan menempelkan kedua tangannya yang berada di samping ya masing-masing ke dinding.
“Lucu juga membuat ya takut seperti ini.” Ucap Kenzo dalam hati sambil melihat ekspresi yang di tampilkan oleh Zhafira.
“Untuk kali ini aku maafkan. Tapi tidak lain kali.” Ucap Kenzo lagi dalam hatinya.
“Apa yang sedang kau fikirkan?”tanya
Kenzo sambil memencet hidung Zhafira menggunakan jari telunjuk dan tengah milik
ya.
“Ha,,, tidak, tidak ada.” Jawab Zhafira setelah membuka matanya dan terbatah-batah menjawab Kenzo.
“Bawa semua berkas yang telah selesai aku periksa itu ke ruangan uncle Riki.” Ucap Kenzo dengan berjalan menuju sofa untuk menikmati makan siang.
“Iya.” Jawab Zhafira dengan cepat
menghindari Kenzo.
Zhafira melaksanakan perintah Kenzo
untuk membawa semua berkas yang berada di meja menuju ruangan Riki. Sedangkan
Kenzo sudah duduk di sofa dan mengambil makanan yang telah di sediakn oleh
Zhafira. Beberapa saat Zhafira keluar dari ruang Kenzo, tiba-tiba kembali
dengan cepat.
“Kenapa begitu cepat?” tanya Kenzo
yang masih menguyah makananya.
“Ruangannya terkunci dan seperti ya
uncle Riki tidak ada di dalam ruangan.” Jawab Zhafira yang berdiri pintu.
“Password ya adalah 333331.” Jawab
Kenzo.
“Terima kasih.” Jawab Zhafira yang
kembali menuju ruangan Riki untuk meletakkan berkas yang telah di bawa sebagaian oleh ya. Butuh empat kali Zhafira bolak-balik dari ruangan Kenzo ke ruangan Riki.
Kenzo yang sedang menikmati makanan
juga sedang menikmati kebodohan Zhafira yang dilihta oleh ya sedang bolak-balik
untuk mengangkat berkas itu secara manual dengan membawa di kedua tangan ya.
Sementara sebenarnya ada cara mudah untuk membantu pekerjaan lebih mudah dan
tidak memakan waktu seperti ini. Yaitu dengan menggunakan lemari dorong bekas
yang berada di dalam ruangan Kenzo juga.
“Apakah ia terlalu gugup dengan
kejadian tadi?” tanya Kenzo dalam hati sambil minum.
“Tapi tingkah ya dari tadi membuat
ku menikmati ya.” Jawab Kenzo yang tertawa di dalam hati.
Zhafira yang lelah bolak-balik sebanyak empat kali dengan membawa berkas dokumen itu telah selesai sedang berdiri di hadapan Kenzo dengan napas yang tidak beraturan. Kenzo yang mengetahui hal itu berjalan mendekati Zhafira dan membawakan segelas air mineral.
“Duduk dan minumlah.” Ucap Kenzo dan
memberikan segelas air mineral.
“Dia sengaja membuat ku seperti ini
kemudian berpura-pura baik dengan bersikap lembut seperti ini.” Jawab Zhafira
dalam hatinya sambil menerima gelas yang di berikan oleh ya.
Zhafira duduk di sofa dan langsung
dengan posisi di depan Zhafira.
“Apakah kau terlalu bodoh sampai lupa
dengan itu?” tanya Kenzo sambil menunjuk kea rah lemari dorong yang berada di belakang Zhafira.
Zhafira yang masih tinggal satu tegukkan lagi menghabiskan air mineral dari gelas menoleh ke arah belakang mengikuti arah jari Kenzo.
“Aku lupa.” Jawab Zhafira dengan polos.
“Lain kali kau harus ingat agar memudahkan mu untuk bekerja. Dan ingat aku tidak suka jika karyawan ku itu bodoh.” Jawab Kenzo dengan nada dingin dan mengintimidasi.
“Sebentar-sebentar baik. Sebentar-sebentar dingin. Sebentar-sebentar menakutkan.” Jawab Zhafira dalam hati dengan menundukkan kepala ya karena
takut dengan perkataan Kenzo.
“Iya,” jawab Zhafira.
Kenzo yang berdiri dan melangkah
kembali ke meja kerja ya untuk memeriksa beberapa berkas yang berada di laptopnya. Sedangkan Zhafira membereskan makanan yang telah selesai di nikmati oleh Kenzo. Zhafira kembali ke ruangannya untuk mencuci semua barang-barang yang telah di gunakan olehnya untuk memasak tadi.
Zhafira menerima pesan dari Kenzo untuk meminta ya ke ruangan. Zhafira datang keruangan Kenzo dan duduk depan
kursi kerja Kenzo.
“Aku dengar bahwa kau akan menyelesaikan perkuliah mu yang tertunda?” tanya Kenzo.
“Anda mengetahui dari mana?” tanya Zhafira yang terkejut.
“Jawab pertanyaan ku bukan membalikkan
pertanyaan kepada ku.” Jawab Kenzo.
“Iya.”Jawab Zhafira.
“Aku tidak akan melarang mu. Tapi ingat dengan status mu sekarang, jangan mempermalukan nama baik ku.” Jawab
Kenzo.
“Maksud ya?” tanya Zhafira yang
tidak mengerti perkataan Kenzo.
“Kau adalah wanita ku sekarang. Jadilah yang terbaik dalam pelajaran mu, jangan berdekatan dengan lelaki lain selain diriku.” Jawab Kenzo.
“Bukanya semua orang belum mengetahui tentang hubungan kita?” tanya Zhafira.
“Jadi kau mengingkan keterbukaan?”
tanya Kenzo.
“Bukan-bukan seperti itu. Sebaiknya
jangan dulu sampai aku benar-benar siap. Kali ini juga aku sedang menyembunyikan diriku dari mereka. Mereka belum mengetahui bahwa aku masih hidup.” Jawab Zhafira.
“Terserah apa yang ingin kau lakukan tapi pesan ku hanya itu. Dan ingat selalu beritahu aku perkembangan mu di luar selain di kantor. Aku hanya ingin mengetahui semua ya dari mu bukan dari orang-orang ku.” Jawab Kenzo.
“Bagaimana dengan mu? Aku hanya mengetahui kau dari berkas itu saja.” Jawab Zhafira.
“Apa kau lupa saat ini sedang di
mana?” tanya Kenzo.
“Di perusahaan mu.” Jawab Zhafira
dengan polos.
“Lalu apa yang kau dapatkan selama
beberapa hari ini mengikuti ku?” tanya Kenzo.
“Tidak ada orang di lantai ini kecuali kau dan uncle Riki. Aku hanya menyediakan makanan mu sesuai dengan jadwal. Membantu uncle Riki memilik berkas yang perlu kau periksa dan membawa kembali ke uncle Riki…..” Jawab Zhafira yang ingin meneruskannya namun di
potong oleh Kenzo.
“Apakah kau mengerti maksud ya itu apa? Berarti kau ku izinkan untuk hadir dalam waktu hidup ku.” Jawab Kenzo.
“Oh begitu.” Jawab Zhafira baru
menyadarinya.
“Sudah aku katakan padamu untuk memberikan mu kesempatan membuatku jatuh cinta selama sebulan dengan mengikuti bagaimana kehidupan ku yang sebenarnya.” Jawab Kenzo.
“Terima kasih. Aku akan mengikuti
apa yang kau inginkan.” Jawab Zhafira.
Setelah mereka mengobrol sebentar,
Zhafira kembali ke ruangannya.