Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ke Rumah Sakit



"Mana semangat mu tadi?" tanya Auren.


Wasit menghitung.......


Kriss berjalan untuk masuk ke dalam ring untuk menghentikan pertandingan Ella dan Auren.


"Berdirilah." Jawab Kriss kemudian Ella menggelengkan kepalanya karena merasa perut ya terlalu sakit dan tidak bisa berdiri.


"Jadi apakah ini termasuk ikut campur pada pertandingan orang lain?" tanya Auren.


"Sadarlah bahwa ini hanya latihan dan pertandingan sebenarnya akan di adakan dua hari lagi itupun hanya dalam rangka ujian sekolah bukan pertandingan untuk menentukan siapa yang menang mendapatkan penghargaan." Jawab Kriss yang membalikkan kepalanya ke arah Auren yang berada di belakang ya.


Kemudian, Kriss membungkukkan badannya melihat Ella lalu menggendong tubuh Ella.


"Kami belum selesai bertanding." Jawab Auren.


"Ketahui batasan mu Auren." Jawab Kriss dengan wajah menekan yang menimbulkan aura yang menakutkan pada sekitar saat sudah menggendong Ella.


Sang wasit membantu Kriss yang sedang menggendong Ella dengan memberikan jalan kepada Kriss untuk keluar dari tali Ring yang menghalangi jalan.


Kriss dengan gagah berjalan menelusuri arena pelatihan dan keluar dari gedung itu. Sedangkan Ella tidak berkedip sedikitpun dalam situasi itu. Ella hanya melihat wajah Kriss yang sangat serius sedang menggendong dirinya.


"Ternyata di tampan juga." Jawab Ella dalam hatinya.


"Aku sudah memesan taxi online." Jawab Farel yang membuka pintu taxi untuk Ella dan Kriss.


"Kalian akan membawaku kemana?" tanya Ella.


"Tentu saja ke rumah sakit kak senior." Jawab Kyler yang juga berada di sana sedangkan Kriss berjalan ke arah pintu taxi lainnya untuk duduk.


"Kenapa tidak ke UKS saja?" tanya Ella.


"Pak jalan." Ucap Kriss kepada supir taxi ya.


"Tenang saja kau aman bersama Abang Kriss kakak senior." Jawab Farel dan melambaikan tangannya ketika taxi sudah berjalan.


"Sttt....." Tangan Ella kembali memegang perutnya yang masih terasa sakit.


"Tidak ada dokter di UKS dan melihat mu seperti ini lebih baik ke rumah sakit saja." Jawab Kriss.


Kriss hanya melihat Ella yang kesakitan karena ia paham jika ia terlalu agresif pasti Ella akan menolak kebaikkannya. Beberapa menit perjalanan, mereka tiba di rumah sakit. Mereka langsung di bawa suster dan Ella di periksa oleh dokter.


Kriss berada di pusat administrasi untuk mengurus pendaftaran pasien. Setelah selesai, Kriss berjalan menuju tempat Ella di rawat.


"Siapa wali ya?" tanya dokter itu.


"Saya." Jawab Kriss yang baru saja tiba.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan tentang pacar mu." Jawab Dokter.


"Tapi saya bukan pacarnya Dok." Jawab Ella.


"Lain kali jangan stress pada hal-hal kecil, nikmatilah masa muda kalian." Jawab Dokter.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada perut ya dok?" tanya Kriss.


"Hanya kontipasi . Minum obat sudah bisa lancar seperti biasannya. Tapi jangan sering di biarkan, bisa saja usus ya akan busuk." Jawab Dokter.


Kontipasi adalah sebutan bahasa medis untuk orang yang sembelit atau susah membuang air besar. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya adalah psikologi seseorang yang stress.


"Oh." Jawab Kriss sambil melihat Ella, Ella yang mengetahui hal itu sangat malu memandang Kriss sehingga memalingkan wajah ya dari Kriss dan dokter.


"Terima kasih dok." Jawab Kriss.


"Hanya hal sepele saja membuat mu seperti ini. Lain kali sayangi diri mu sendiri." Jawab Kriss.


"Kalau aku merepotkan mu untuk apa kau tolong aku?" Jawab Ella.


"Karena aku selalu membawa janji ku pada bunda ku." Jawab Kriss.


"Sudahlah, aku menebus obat mu dulu. Kau istirahat lah dulu di sini." Jawab Kriss kepada Ella dan pergi meninggalkannya.


"Ahhhh, memalukan sekali."Jawab Ella dalam hatinya.


"Ini semua karena sering terjadi ketika aku mengalami banyak fikiran. Stress membuat penyakit lama terjadi lagi. Dan saat ini malah ketahuan oleh teman kelas sendiri." Jawab Ella pada dirinya sendiri dan duduk di tempat tidur pasien itu.


Ella melihat semua orang yang berada di sekitarnya. Dan obat yang baru saja di berikan oleh dokter kepadanya sudah bereaksi. Ella berjalan menuju toilet untuk mengeluarkannya.


Sementara Kriss berjalan menuju farmasi untuk mengambil menebus obatnya.


"Untung saja ada tabungan ku di dompet. Jika harus menarik dari rekening sangat tidak aku inginkan." Jawab Kriss.


Walaupun Kriss adalah anak Jack Sandreas yang memiliki kekayaan yang banyak. Tapi ia sudah mandiri sejak berumur sepuluh tahun. Sifat hemat dan bersyukur sudah di ajarkan oleh Caca sejak kecil. Kriss juga selalu bergaya seperti orang biasa walaupun terkadang Caca dan Jack selalu memberikan semua kebutuhan Kriss secara sangat terpenuhi.


Kriss tidak pernah meminta hal-hal walaupun hanya berkeinginan meminta mainan. Karena Caca juga terbiasa tidak memberikan kemewahan pada Kriss. Tapi berbeda dengan Jack yang selalu memberikan kemewahan kepada Kriss. Tapi selalu di halangi oleh Caca.


Maka Kriss tumbuh dengan ideologi dan sifat yang baik dari Caca. Dan walaupun terkadang Caca tidak bisa menghentikan kemauan Jack yang selalu memberikan barang-barang mewah kepada Kriss. Dan Kriss selalu menerima jika sesuatu itu sudah di bilang oke oleh Caca. Kriss memang sangat menyayangi Caca di bandingkan Jack. Karena semua kata Caca selalu di turuti olehnya tanpa bertanya mengapa.


Oleh karena itu, saat ini menjadi menjadi orang biasa sudah tidak sulit lagi bagi Kriss. Kriss juga jarang menggunakan kartu hitam miliknya yang di berikan oleh Jack, Caca, Kenzo atau Bella. Ada 4 kartu yang di miliki Kriss karena mereka semua sangat menyayangi dirinya.Dan ia selalu malas jika mengeluarkan kartu itu. Dan saat ini jika dia menggunakan ya akan membongkar identitas ya.


Kriss membuka dompet miliknya dan membayar tebusan obat untuk Ella dengan gaji miliknya yang baru ia terima saat bernyanyi malam itu. Kemudian ia kembali berjalan menuju tempat Ella.


"Maaf sus, anda melihat pasien yang tadi di sini?" tanya Kriss kepada suster yang dekat dengan tempat Ella berbaring tadi.


"Mungkin obatnya sedang bekerja jadi nona tadi sedang berada di toilet." Jawab Suster


"Oh baiklah. Sus bisa aku meminta tolong kepada mu untuk memberikan ini kepadanya." Jawab Kriss memberikan bungkus obat yang baru saja di tebus oleh ya.


"Tentu." Jawab suster menerimanya.


"Terima kasih." Jawab Kriss kepadanya.


"Mana mungkin menolak permintaan lelaki tampan seperti itu." Jawab suster dalam hatinya yang sejak tadi memandangi Kriss dan menjawab dengan spontan saja.


Kriss berjalan keluar untuk meninggalkan Ella. Karena Kriss mengetahui bahwa Ella sangat malu jika bertemu dengannya.


"Nona ini tadi titipan pacar mu." Jawab Suster.


"Kriss?" tanya Ella.


"Iya, lelaki tampan yang mengantarkan mu tadi ke sini." Jawab Suster.


"Terima kasih sus." Jawab Ella menerima obatnya.


"Untung saja dia sudah pergi. Jika tidak, akan sangat memalukan bertemu dengan ya."Jawab Ella dalam hati.


"Nona tidak apa-apa?" tanya seseorang lelaki paru baya yang baru saja tiba.


"Tidak, ayo kita kembali ke rumah." Jawab Ella.