Junior Sandreas

Junior Sandreas
Meminta Jadwal Bella



Episode Bella Sandreas


Semua orang tercengang dengan jawaban yang di berikan oleh Feng. Bahkan dokter yang tidak satu divisi olehnya merasa apa yang di katakan oleh Feng adalah tindakan yang sangat berani, tegas dan sangat keren. Namun ada juga yang berfikir bahwa apa yang di katakan oleh Feng adalah sebuah tindakan yang tidak baik karena telah menyinggung ketua.


Mereka hanya bisa bergosip tapi Feng malah tidak peduli dengan pandangan orang. Dia berkata dan bertindak seperti biasanya tanpa ada yang harus di fikirkan olehnya. Feng masih fokus kepada ponselnya yang tidak berbunyi juga. Dia meninggalkan podium itu dengan fokus kepada ponselnya dan membiarkan orang-orang membicarakan.


Make yang sangat emosi namun harus menjaga citra dirinya di depan semua orang. Berbeda dengan Lusi yang tersenyum dan menahan Make untuk tetap tenang.


"Dia memang seperti itu, tapi sebenarnya adalah orang yang baik." Ucap Lusi.


"Maksud anda?" tanya Suster yang memberanikan diri untuk berbicara.


"Jika dia adalah orang yang tidak sopan dan tidak baik. Dia tidak akan menyelamatkan hidup ku. Karakter dia memang seperti itu. Dan tidak bisa untuk di ubah." Jawab Lusi.


"Iya sih, dokter Feng itu selalu diam dan tidak banyak bicara. Dan setiap perkataannya itu adalah sebuah perkataan yang sadis jika aku menilainya." Jawab suster.


"Karena itu aku menghormati dan menyukainya." Jawab Lusi terang-terangan mengatakan hal itu di depan semua orang dengan tersenyum.


"Gagal harapan kita untuk mendapatkannya."


"Iya kau benar. Aku juga berfikir seperti itu."


Mereka yang tadi ingin mendekati Lusi mengurungkan niatnya untuk tidak melakukan karena Lusi telah menyukai Feng.


"Anda tidak akan pernah mendapatkannya karena dia sudah milik orang lain." Ucap seorang suster yang biasa selalu menemani Feng.


"Maksud mu?" tanya Lusi.


"Anda akan mengetahui semua itu nantinya." Jawabnya pergi meninggalkan Lusi.


Acara itu berakhir begitu saja. Feng yang berjalan keluar dari ruang aula masih sedang dalam mood yang tidak baik. Namun, saat ia beberapa langkah keluar dari aula notice pesan berbunyi. Balasan dari Bella atas chat dari Feng.


"Di taman Roman." Jawab Bella dengan singkat.


"Bella masih sibuk, entar lagi ya ❤️." Jawab Bella dalam pesan kedua.


"Jangan marah." Jawab Bella chat ketiga agar Feng tidak marah karena sejak tadi hanya membaca pesan saja namun tidak balas.


"Oke." Jawab Feng.


"Dah." Jawab Bella


Feng yang tidak tahan dengan itu kembali mencari nomor hp Melly untuk meminta jadwal Bella hari ini. Setelah mendapatkannya, dia segera membereskan segala tugas pekerjaannya di dalam rumah sakit. Ia juga mengajukan cuti sehari untuk mengambil jatah liburnya selama sebulan ini.


Feng tidak mempedulikan apakah di terima atau tidak ajuan cutinya tapi dia tetap pergi meninggalkan rumah sakit pada siang hari sesuai jadwal jam kerjanya. Feng juga sudah menyelesaikan masalah di beberapa bangsal mahasiswi yang keracunan itu. Bahwa keadaan mereka sudah membaik dan bisa keluar dari rumah sakit esok hari. Feng sudah memberikan tugas kepada suster untuk mengecek keadaan para pasiennya sesuai dengan yang ia ajarkan.


Feng yang sudah di dalam mobil untuk pergi ke lokasi syuting Bella, ia mengambil ponsel dan memerintah Rom untuk menyiapkan helikopter untuk keberangkatan dirinya nanti malam. Setelah itu, dia pergi menghidupkan mobilnya dan melaju ke arah lokasi syuting Bella.


Mobil yang sudah melaju di jalan raya menuju ke lokasi syuting Bella di taman Roman membuat Feng berhenti ketika melihat ada cafe es cream. Ia berhenti sebentar untuk membelikan Bella. Dia juga sudah memperkirakan bahwa ini tidak akan mencair karena beberapa meter lagi akan tiba di taman Roman.


Feng membelikan Bella es cream rasa stroberi dengan rasa kesukaan Bella. Dia mengeluarkan kartunya dan memberikan kepada kasir. Pelayan dan juga beberapa wanita yang ada di sana saat dirinya masuk mereka semua terpesona dengan Feng hingga Feng keluar membawa es cream ya.


"Apakah itu untuk ya atau untuk pacarnya??" tanya teman seorang kasir yang bekerja di toko es cream itu juga.


"Sepertinya. Lelaki tampan tidak mungkin tidak punya pacar, mungkin saja itu untuk istrinya. Siapa yang tahu." Jawab kasir.


Es cream yang di letak pada kotak di letakkan oleh Feng di samping tempat duduknya di depan mobil. Ia kembali melajukan mobil dengan menginjak gas. Meluncur ke taman Roman untuk melihat Bella melakukan Syuting.


Tiba di sana, Feng tidak keluar dari mobil dan memberitahukan kepada Melly untuk memintanya membawa Bella ke area parkiran mobil karena dia berada di sana. Tapi niatnya di urungkan. Ia bergegas pergi sendiri mencari Bella ke lokasi syuting.


Ternyata saat Feng keluar, dia sudah melihat ada begitu ramai orang melihat syuting Bella. Dan dia tidak mungkin untuk menjumpai Bella di saat seperti ini. Feng melihat sekitar di mana posisi Bella dan sedang apa. Ternyata Bella masih bersama dengan Dailon untuk melakukan adegan drama. Wajah Feng yang sudah penuh dengan api sepertinya karena kecemburuannya kepada orang lain yang ada di dekat dirinya.


Beberapa menit melihat Bella, Feng juga terpesona dengan bagaimana Bella memainkan perannya dengan baik dan tidak mengecewakan kru bahkan dirinya. Feng merasa bangga dengan kemampuan Bella walaupun belum bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya tentang Feng yang tidak ingin Bella terus melanjut menjadi artis.


Bella yang selesai melakukan adegan, dan sutradara yang berteriak kepada mereka semua selesai dengan baik. Dan memerintah untuk istirahat karena ini sudah jam istirahat. Bella yang di datangi Melly untuk membersihkan keringat Bella dan Bella meminta ponselnya. Baru saja memegang, Feng sudah mulai menelpon.


"Pergi ke parkiran mobil. Aku di sini." Jawab Feng dalam kalimat pertama yang di sampaikan ke Bella.


"Iya." Jawab Bella terkejut.


"Bi, bantu aku ke area parkiran tanpa sepengetahuan orang." Ucap Bella.


"Anda mau kemana?" tanya Melly.


"Bertemu dengan pujaan hati."Jawab Bella.


"Pantas saja tuan Feng tadi meminta lokasi dan jadwal syuting kita." Jawab Melly.


"Dia menghubungi bibi?" tanya Bella kepada Melly.


"Ia." Jawab Melly.


"Wah, ayo bi kita ke mobil." Jawab Bella.


"Baik nona." Ucap Melly.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil mereka dan Bella bergegas berganti pakaian menggunakan jaket, topi dan masker untuk keluar ke area parkiran tanpa sepengetahuan orang lain. Melly sudah mengatur orang-orang untuk tidak memperhatikan Bella saat dirinya keluar. Melly mengambil kesempatan di saat banyak orang lebih fokus kepada Dailon.