
Kriss dan Ella terus berakting selama beberapa hari ini dalam kondisi ujian. Sejak awal ujian tertulis hingga ujian bela diri. Mereka terus menampilkan kemesraan yang membuat beberapa orang senang dan juga iri.
Hari ini adalah hari terakhir dalam ujian beladiri dimana hanya ada beberapa orang yang akan melakukan ujian beladiri. Ada 4 orang yang memasuki 2 arena ring. Untuk mencari peringkat 1 2 3 dan 4. Yaitu Kriss, Ella, Gibrel dan Auren. Auren akan bertanding di area ring pertama dengan Ella untuk mendapatkan ranking ketiga dan juga ke-4. Di Ring 2 ada Kriss yang akan melawan Gibrel untuk mendapatkan ranking 1 dan 2.
Auren dan Gibrel bersama-sama ingin mengalahkan mereka berdua karena memiliki dendam pribadi tentang perasaan yang tidak dibalas oleh mereka berdua. Sejak awal melihat mereka berpacaran, Auren dan Gibrel yang memiliki hubungan saudara ingin bersatu untuk mengalahkan Kriss dan juga Ella.
"Aku pasti akan mengalahkan mu di atas ini dan melampiaskan segala emosiku karena kau merebut seseorang yang ingin aku dapatkan." Jawab Auren dan Gibrel saat di atas ring dan ingin bertarung dengan lawan mereka. Sedangkan Kriss dan Ella hanya tersenyum dengan licik.
Ronde pertama sudah dimulai, Gibrel dan Auren bagi dulu menyerang dengan membabi buta tanpa ada taktik. Ella dan Kriss terus menghindar dari setiap serangan demi serangan yang datang dari lawan. Sedangkan Wilson yang menjadi salah satu tim penilai bergumam dalam hati melihat ketidak sesuaian rencana yang sudah di susun.
"Aku sudah bilang kepada tuan muda untuk tidak melakukan hal sembrono tapi dia sudah menyerang dengan membabi buta tanpa menggunakan taktik yang sudah aku ajarkan." Ucap Wilson dalam hati.
"Bodoh," dalam hati Kriss.
Ronde pertama telah berakhir dan memasuki ronde kedua. Kali ini Kriss tidak ingin hanya bertahan saja namun ia sudah mulai membalas setiap serangan yang diberikan oleh Gibrel. Kriss seperti sedang bermain-main dengan Gibrel. Contoh, jika serangan tinju ke arah muka Kriss maka ia akan mengelak dan melepaskan serangan balik meninju wajah Gibrel.
Setiap serangan yang diluncurkan oleh Gibrel akan dikembalikan oleh Kriss. Hal ini membuat Gibrel semakin emosi karena tidak bisa sedikit pun melukai Kriss, bahkan setiap serangan yang telah diluncurkan olehnya gagal.
"Kenapa aku tidak bisa melukainya? Jika terus seperti ini, aku akan kalah dengan mudah." Jawab Gibrel dengan melihat Wilson. Dan Wilson memberikan kode kepadanya untuk mengingat rencana mereka.
Hal sama juga berlaku dengan Ella. Hanya saja, Ella dan Auren sudah selesai selama beberapa menit setelah ronde kedua di mulai.
"Jika kau ingin mengalahkan ku maka itu hanya mimpi. Sampai kapan pun kau tidak akan pernah mendapatkan peringat di atas ku dan juga tidak akan pernah mendapatkan Kriss dari ku." Jawab Ella dengan membisikkan
"Apa? Dia tau?" tanya Auren yang sedang terbaring di atas arena ring.
Kriss yang melihat arena sebelah sudah selesai, Kriss juga mempercepat gerakkannya untuk menyelesaikan itu.
Kekalahan Gibrel dan Auren menjadi awal mula puzzle masalah yang selama ini ingin diketahui terbuka. Gibrel yang keluar dari aula pertandingan menuju gudang. Tanpa di lihat banyak orang, Wilson juga menyusulnya.
"Tuan muda bagaimana kau bisa lupa dengan rencana kita? Sekarang bagaimana aku akan melaporkan hal ini kepada bos?" tanya Wilson.
"Kau kira aku mau seperti ini🙃, kau saja yang tidak becus untuk memberikan latihan untuk mengalahkan Kriss." Jawab Gibrel dengan menarik kerah baju Wilson.
"Dia yang tidak bisa mengontrol emosinya malah menyalahkan ku sendiri." Jawab Wilson dalam hati.
"Bagaimana jika kita memerintahkan beberapa orang kita untuk mencelakai Kriss?" tanya Wilson.
"Ide bagus, culik dia dan siksa dia di markas kita." Jawab Gibrel.
"Baik tuan muda. Aku akan segera menyelesaikan rencanain." Jawab Wilson yang berjalan keluar meninggalkan Gibrel.
Kyler yang diam-diam menguping pembicaraan mereka dan mengetahui rencana busuk mereka langsung bergegas pergi dan memberitahukan kepada Kriss.
Saat mereka ingin pulang ke apartemen, Kriss mendapat undangan pesta dari Dien dan Daniel.
"Sekali Dayung dua pulau terlampaui." Jawab Kriss dalam hati.
"Kau mau kemana?" tanya Farel.
"Tentu saja memberi umpan kepada mereka." Jawab Kriss.
"Perlu bantuan kami?" tanya Kyler dan Farel.
"......." Jawab Kriss memberikan rencananya.
"Oke." Jawab mereka.
Mereka bertiga berpisah di sekolah untuk melaksanakan perannya masing-masing.
Kriss sengaja mengambil rute jalan sepi menuju ke apartemennya. Sedangkan Kyler sengaja pergi berlawanan arah untuk menunggu Ella keluar dari sekolah dan melindungi ya diam-diam. Lalu Farel pergi ke rumah Robert.
"Mengikuti sejak tadi dan ingin memberikan ku obat bius? Jangan mimpi." Jawab Kriss dalam hati ketika melihat kaca dari bangunan yang ia lewati.
Kriss sengaja melemahkan dirinya yang diserang menggunakan obat bius. Kriss tidak menghirup sapu tangan yang di sekap pada mulutnya. Dan orang-orang suruhan Gibrel yang melihat Kriss sudah tidak sadarkan diri membawanya ke dalam mobil.
"Ternyata dia lemah."
"Aku kira akan bertarung dengannya. Tapi tugas ini terlalu mudah.
"Sudah jangan banyak omong lagi. Segera masukkan ke dalam mobil dan bawa ke markas sesuai dengan perintah tuan muda."
Kriss dibawa oleh mereka ke markas Gibrel yang terletak tidak jauh dari sekolah dan berada di tengah-tengah hutan. Di sebuah gedung yang dibangun untuk sebuah pabrik pembuatan narkotika.
"Jadi ini markas mereka, cukup dekat dari sekolah dan hebat juga tidak bisa di lacak oleh ku selama ini. Ternyata benar kata pepatah bahwa tempat teraman adalah tempat yang tempat terdekat." Jawab Kriss dalam hati yang melihat sekitar.
Kriss yang tadinya di ikat oleh mereka dengan menggunakan tali di tangan dan kaki di sebuah kursi di dalam ruangan sepi. Saat semua orang sudah pergi Kriss mengeluarkan pisau kecil miliknya untuk membuka tali di tangan dan melepaskan seluruh tali yang mengikatnya. Lalu mengikatnya agar mudah di lepas kembali.
Saat Gibrel datang, ia melemparkan air ke tubuh Kriss. Kriss membuka matanya dan mulai berakting.
"Kau? Kenapa kau melakukan seperti ini Gibrel? Ini namanya tindakan kekerasan dan akan mengakibatkan kau di penjara.
"Hahaha, penjara? Hukum di kota ini adalah milih ayah ku. Apa yang harus aku takutin. Dan kau sudah mencari musuh dengan orang yang salah." Jawab Gibrel.
"Musuh ? Apa salah ku Gibrel, aku hanya ingin mencari uang dengan kecerdasan yang ku punya. Jika kau marah karena kekalahan, semua itu kulakukan hanya untuk mempertahankan beasiswa aku. Aku tidak melakukan hal buruk lainnya. Ku mohon lepaskan aku." Jawab Kriss.