Junior Sandreas

Junior Sandreas
Adik Idaman Part 2: Krissta Sandreas.




Farel dan Kyler yang baru saja mengetahui bahwa mereka beberapa hari ini telah diikuti oleh orang utusan dari Daniel. Mereka sangat kaget dan bertanya alasan mengapa Daniel memerintahkan seseorang untuk mengikuti mereka.


"Jadi mereka mengikuti kau?" tanya Kriss.


"Sudah Jangan bahas dulu tentang mereka. Saat ini tugas Kalian bertiga adalah setengah hari ini untuk menikmati kota ini." Jawab Bella menghentikan mereka bertiga untuk berdiskusi masalah mereka.


"Baiklah." Jawab Kyler dan Farel yang sedang memakai kacamata masker dan topi.


Mereka yang sudah siap pergi setelah memakai topi kacamata dan masker untuk menutupi identitas mereka. Mereka di jemput oleh orang suruhan Robert yang sudah menunggu di area parkiran mobil.


Beberapa waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan ke pacuan kuda dari apartemen Kriss akhirnya mereka tiba di sana. Robert sudah menunggu mereka di depan pintu area pacuan kuda.


"Selamat datang nona muda." Jawab Robert.


"Ahhh paman terlalu sungkan." Jawab Bella yang langsung memberikan uluran tangan kepada Robert.


"Anda masih seperti dulu. Oh ya aku sudah menyiapkan semua permintaan anda yang saya terima dari tuan muda Kriss." Jawab Robert.


Area pacuan kuda ini adalah salah satu tempat investasi yang dilakukan oleh perusahaan Sandreas. Perusahaan Sandreas memiliki 20% saham di area pacuan kuda ini di mana menjadi orang ketiga yang memiliki saham terbanyak.


Robert sudah meminta pemilik area pacuan kuda ini untuk menghentikan beberapa jam aktivitas yang biasa mereka lakukan untuk hari ini agar bisa digunakan oleh Bella beserta yang lainnya untuk menikmati area pacuan kuda.


Semua ini dilakukan untuk menutupi identitas mereka. Bahkan, para pegawai juga diberhentikan setengah hari. Dan seluruh pengawal Sandreas sedang berada di setiap titik posisi di area pacuan kuda tersebut.


"Terima kasih banyak paman." Jawab Bella.


"Silahkan Anda masuk." Jawab Robert.


"Perkenalkan ini adalah manajer tempat ini yang mengetahui seluk-beluk kandang kuda maupun area pacuan kuda ini. Dia akan menjadi guide yang memandu Anda untuk memilih kuda yang akan ditunggangi." Jawab Robert.


Setelah beberapa saat memilih kuda yang akan ditunggangi Bella, Bella mendapatkan rekomendasi kuda dari Kriss.


"Seperti ya ini cocok untuk Kakak." Jawab Kriss.


"Kuda putih?" tanya Bella.


"Iya, lagian dia seperti ya tidak sulit untuk di jinakkan." Jawab Kriss yang saat ini sedang mengelus kepala kuda lalu kuda tersebut menjilati wajah Kriss.


"Tuan, anda orang ke tiga yang mampu membuat kuda ini merespon. Selain pemiliknya dan pengurus kuda tidak ada yang pernah bisa untuk mendekati kuda ini akan mendapat perlakuan seperti ini." Jawab Manajer.


"Kalau dia jangan heran." Jawab Kyler.


"Oke aku ambil kuda ini. Kalian bertiga silakan pilih dan ikutin aku ke area pacuan kuda untuk melakukan pacuan kuda bersamaku." Jawab Bella.


"Sudah ku duga." Jawab Farel pelan kepada Kyler.


"Tenang saja. Kali ini kita tidak akan di siksa seperti biasannya." Jawab Kriss.


"Semoga." Jawab Mereka berdua.


Mereka yang sudah memilih kuda yang akan ditunggangi untuk melakukan pacuan kuda di area pacuan kuda yang telah tersedia.


Bella yang sudah mampu dengan baik menunggangi kuda putih yang dipilihkan oleh Kriss. Begitu pula dengan yang lainnya yang sudah bisa bekerjasama dengan kuda yang mereka pilih. Kyler dan Farel memilih kuda berwarna coklat tua. Sedangkan Kriss memilih kuda berwarna hitam.


Mereka berempat berada di garis start dan sedang berada di atas kuda untuk ditunggangi. Dan memulai langkah menunggang kuda setelah wasit memberikan arahan untuk memulai.


Mereka melakukan 3 putaran dengan jarak yang cukup jauh.


"Kakak Bella, bisa kami berhenti?" tanya Kyler yang sudah lelah.


"Iya. Kau juga ingin berhenti." Jawab Farel dengan wajah yang sudah bercucuran keringat dan memiliki ekspresi yang sangat kelelahan karena terik matahari sore dan juga suasana yang begitu lelah.


"Kalian selalu saja tidak memuaskan aku." Jawab Bella.


"Sudahlah Kakak, biar aku yang menemani mu." Jawab Kriss.


"Huh selalu saja begini. Baiklah. Ayo kita pelan-pelan saja." Jawab Bella yang menunggangi kuda dengan berjalan pelan-pelan tanpa kecepatan yang cepat.


"Kriss, di bandingkan dengan Kenzo. Aku lebih sering cerita apapun kepada mu. Saat ini aku menyukai seseorang tapi seseorang itu sedikit mengecewakan ku." Jawab Bella.


"Apa? Seseorang calon Abang ipar? Mengecewakan?" tanya Kriss yang terkejut dari pernyataan yang telah diberikan oleh Bella.


"Aku belum selesai jadi dengarkan dulu." Jawab Bella.


"Oke." Jawab Kriss.


"Laki-laki itu bernama Feng dengan profesi dokter. Dia laki-laki yang pernah aku temui ketika kecil. Soal itu......" Bella menjelaskan kepada Kriss tentang pertemuan pertama ia di rumah sakit dan juga pertemuan Iya ketika kecil bersama dengan Feng.


"Nama yang tidak asing." Jawab Kriss dalam hati.


"Jadi ini adalah pertengkaran pertama kami setelah menjalin hubungan. Dari sebenarnya dia tidak menyukai profesi Kakak sebagai seorang artis. Tapi Kakak juga tidak mengetahui apa alasannya tidak menyukainya."


"Tapi karena beberapa hari yang lalu...." Bella menjelaskan awal pertengkaran mereka berdua hingga saat ini ia pergi menemui Kriss dan juga yang lainnya."


"Dari cerita yang aku dengar dari Kakak aku bisa menilainya bahwa dia adalah orang yang sangat posesif. Sama seperti Daddy yang memiliki sifat itu. Jadi itu adalah hal yang wajar jika dia cemburu kepadamu. Hanya saja yang membuatmu marah itu juga tidak salah. Bahwa Kakak menginginkan dia untuk mempercayai Kakak sepenuhnya." Jawab Kriss.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan orang yang tidak mempercayai ku sama sekali." Jawab Bella.


"Dia sudah meminta maaf?" tanya Kriss.


"Sudah...." Bella menceritakan kepada Kris tentang Feng yang menelpon dia dan juga sedang mencarinya. Namun Bella tidak memberitahu Kris tentang identitas lain yang dimiliki oleh Feng karena saat ini Bella juga belum mengetahuinya dengan jelas.


"Itu sudah menunjukkan bahwa dia sudah berpikir bahwa sifat posesif nya itu tidak baik untuk hubungan kalian berdua." Jawab Kriss.


"Lalu?" tanya Bella.


"Kakak kembalilah dan berbicara baik baik dengannya apa yang ingin Kakak katakan kepadanya dan begitu juga dia untuk memberikan kepercayaannya kepada kakak." Jawab Kriss.


"Kau memang adik idaman seluruh kakak di dunia ini." Jawab Bella tersenyum lalu di balas Kriss dengan senyuman.


"Terima kasih." Jawab Bella lalu memukul kudanya untuk memacu kecepatan kuda membawa dirinya mengelilingi area pacuan kuda itu dan meninggalkan Kriss di belakang.


"Dasar Kakak Bella. Sifat wanita yang selalu ingin benar adalah hal yang wajar walaupun sebenarnya mereka hanya butuh perhatian dan kelembutan saja." Jawab Kriss dalam hati melihat Bella yang meninggal dia.