Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kedatangan Feng di Lokasi Syuting



Episode Bella Sandreas


Sutradara memulai syuting. Semua orang sedang berada di posisi mereka untuk memulai tanggung jawab mereka sesuai perannya. Ada yang memegang kamera, Zoom H4N, Rig, Lighting, dan sebagainya yang di perlukan untuk kegiatan pengambilan adegan drama.


Bella dan Dailon juga sudah siap untuk melakukan adegan yang harus di lakoni mereka berdua. Dan beberapa slide adegan telah selesai di lakukan. Mereka semua istirahat sebentar setelah melakukan semua peran mereka masing-masing.


"Bagus. Semuanya silahkan istirahat sebentar. Kita menunggu senja beberapa menit lagi." Jawab Sutradara.


"Bagus." Jawab semuanya.


Beberapa menit kemudian, senja mulai muncul setelah matahari mulai terbenam. Mereka bersiap-siap. Dan mereka memulainya. Kali ini adegan terakhir pada akhirnya yaitu sebuah adegan yang cukup membutuhkan emosi perasaan di dalamnya.


"Aku ingin kau bukanlah sebuah senja." Ucap Bella dalam adegan itu.


"Kenapa?" tanya Dailon.


"Aku tidak ingin kau datang dengan tiba-tiba dan pergi tanpa berpamitan. Dan waktu senja itu terlalu cepat." Ucap Bella.


"Lalu izinkan aku menjadi seorang pria yang selalu mendampingi mu selamanya." Jawab Dailon dalam adegan itu.


"Benarkah?" tanya Bella melanjutkan skrip adegan dramanya.


"Tentu." Jawab Dailon kemudian sesuai dengan skrip dia harus merangkul pinggang Bella dalam pelukannya kemudian mencium Bella dengan latar belakang senja yang menjadi adegan romantis ini. Tetapi saat Dailon ingin mencium Bella sesuai dengan skrip. Dia berhenti karena merasakan keringat dingin dan ragu-ragu.


"Cut. Stop!" Ucap Sutradara membuat mereka semua berhenti.


"Apa yang kau lakukan Dailon?" tanya Sutradara.


"Maaf sutradara aku tidak fokus." Jawab Dailon yang memberikan permohonan maaf kepada sutradara.


"Baik. Ulangi sekali lagi." Ucap Sutradara yang mengulang adegan itu namun berulang kali melakukan Dailon tetap saja canggung.


"Jangan takut, seperti yang aku bilang di tenda. Kita tidak perlu melakukan itu hanya berpura-pura melakukannya. Kamera akan mengambilnya pada sudut yang bagus dan akan seperti sedang berciuman." Jawab Bella dengan berbisik kepada Dailon.


"Baiklah kita coba sekali lagi. Maaf merepotkan mu Bella." Jawab Dailon.


"Tidak apa." Jawab Bella.


"Ayo kita mulai, aku mohon beri kesempatan sekali lagi." Jawab Dailon yang membungkukkan kepalanya kepada semua orang.


Dengan tersenyum semua orang melakukan sekali lagi untuk mendapatkan kesempatan ini.


"Ayo segera karena beberapa menit lagi senja akan hilang menjadi malam." Jawab Sutradara.


"Oke." Jawab semua orang lagi.


Syuting di mulai kembali dan adegan kembali lagi tidak sesuai dengan skrip, yang berbeda adalah sebuah suara yang terdengar ketika mereka gagal.


"Biar aku yang melakukannya." Jawab Feng yang tiba-tiba datang dengan berjalan melangkah ke arah Bella. Semua orang melihatnya dengan serius. Semua orang sedang bertanya-tanya siapa yang sedang berbicara. Mereka semua mencari sumber suara dan melihat sosok Feng yang berjalan.


"Feng?" panggil Bella yang sudah melihat jelas siapa yang sedang berbicara itu. Bella dengan jelas mendengar suara orang yang dikenalnya langsung melihat sosok itu.


"Siapa?" tanya semua orang dalam hati.


"Sutradara biarkan aku yang menjadi penggantinya." Jawab Feng yang menarik Bella dalam pelukannya dan mendorong Dailon menjauh dari Bella hingga hampir terjatuh. Dailon menjauh dari Bella sekitar 3 meter dari Bella.


Semua orang terkejut dengan adegan yang sedang di lihat ini termasuk Dailon dan Rose yang menyaksikan hal itu. Mereka berdua sedang berada pada pertanyaan yang lebih penasaran dibandingkan dengan yang lain.


"Dasar kau Feng." Jawab Sutradara dalam hati melihat adegan itu. Feng yang mencium Bella dengan sesuai pada skrip.


"Cut. Bagus." Ucap Sutradara setelah selesai. Pengambilan gambar sesuai dengan di naska dengan adegan yang romantis pada senja. Walaupun tidak terlihat wajah Bella dan Feng dengan jelas karena efek senja. Tapi dengan begitu syuting hari inj sempurna.


Bella yang sejak awal sudah terkejut tidak memberikan penolakan. Ia hanya menikmatinya tanpa membalas karena hatinya masih kesal kepada Feng. Dia hanya tidak bisa menolak apa yang di lakukan oleh Feng.


"Inilah alasan aku melarang mu menjadi artis." Ucap Feng setelah mencium Bella dan kembali menciumnya kembali.


"Aku tidak ingin wanita ku seperti ini dengan lelaki lain." Jawab Feng kemudian mencium Bella lagi setelah melepaskan tadi.


"Kau cemburu?" tanya Bella spontan.


"Tentu, lelaki mana yang tidak cemburu." Jawab Feng dengan spontan juga. Tetap Bella mendengarkan hal itu malah tertawa dan melepaskan pelukan Feng yang tidak erat lagi.


"Kenapa kau tertawa."Jawab Feng.


"Apa yang kau lakukan? Kau siapa?" tanya Dailon yang tiba-tiba datang setelah semuanya di katakan berhenti oleh sutradara.


"Tentu saja pacarnya. Kenapa?" tanya Feng yang membenarkan Jas dirinya ketika di sentuh oleh Dailon dan menatap Dailon saat mengucapkan itu.


Pernyataan yang di berikan kepada Feng membuat Dailon dan semua orang terkejut.


"Benarkah itu?" tanya Dailon kepada Bella.


"Jika aku mengatakan ia, semuanya akan berada di berita besok pagi." Jawab Bella dalam hatinya, demi menyelamatkan ketenangan Feng. Bella menarik tangan Feng untuk meninggalkan tempat itu menuju pepohonan hutan sekitar lokasi syuting.


Semua orang yang melihat itu tercengang dan bertanya-tanya. Sedang Rose tersenyum melihat semua itu dan juga sutradara yang tersenyum bahagia.


"Kalian jangan melihatnya terus. Lebih baik sekarang membereskan pekerjaan kalian karena besok pagi kita harus pulang. Dan malam ini menjadi pesta kita untuk sedikit merayakan akhir dari drama ini." Jawab sutradara.


"Kita tidak ada syuting adegan terakhir lagi?" tanya beberapa orang.


"Tidak perlu. Hanya ada beberapa adegan lainnya yang belum di lakukan oleh Rose dan juga Dailon malam ini juga." Jawab sutradara.


"Tapi Bella...." Ucap Dailon yang mengkhawatirkan Bella.


"Dia sudah dengan orang yang tepat. Lagian biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka. Dan kita fokus pada pekerjaan kita." Jawab Sutradara.


"Oh ya untuk mu Dailon. Lebih baik sekarang kau ganti pakaian dan juga untuk mu Rose bersiap-siap." Jawab Sutradara lagi


"Baik pak." Jawab Rose dan Dailon dengan berat hati mengiyakan perkataan sutradara.


"Benarkah Bella sudah berpacaran dengan orang itu. Sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya. Aku pernah bertemu dengannya." Jawab Dailon dalam hatinya sambil mengingat ingatannya tentang Feng pernah bertemu di mana.


"Bos, ayo ganti pakaian." Ucap asisten Dailon.


"Oh iya." Jawab Dailon yang tersadar dan segera mengikuti asistennya berganti pakaian di tenda untuk melangsungkan adegan terakhir dengan Rose.


Mereka semua masih dalam keadaan bertanya-tanya dalam hati. Tapi mereka mengurungkan niatnya karena masih harus bekerja kembali.