Junior Sandreas

Junior Sandreas
Kulkas 1000 Pintu



Episode Bella dan Feng.


Feng ya sudah memastikan sendiri bahwa Bella saat ini sedang baik-baik saja. Feng berjalan ke arah depan mobil untuk masuk ke pengemudi. Feng membuka pintu mobil kemudian duduk di di kursi pengemudi dan menggunakan sabuk pengaman.


Beberapa menit perjalanan mereka berdua tidak saling berbicara. Bella yang masih merasa penasaran belum mendapatkan jawaban yang pasti dari Feng tetapi hatinya sangat senang karena dijemput olehnya. Sedangkan Feng dalam hatinya masih memikirkan orang yang baru saja ditangkap olehnya.


"Feng!" panggil Bella yang menyadarkan Feng dalam lamunannya.


"Iya." Jawab Feng.


"Kenapa kita tidak mengobrol." Jawab Bella.


"Bicaralah." Jawab Feng.


"Kenapa bisa secepat itu tiba?" tanya Bella.


"Ada pertemuan dokter di kota ini tadi. Jadi saat itu aku melihat mu bersama dengan Melly keluar dari salon kecantikan. Aku kira aku salah melihatnya, makanya aku menghubungi mu untuk memastikan. Karena saat itu aku sudah terburu-buru, tidak sempat untuk mendatangi kalian. Dan aku lihat kalian juga sudah terburu-buru masuk ke mobil." Jawab Feng.


"Oh." Jawab Bella yang percaya.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh?" tanya Feng.


"Tentu saja boleh, aku malah senang jika kau perhatian kepadaku tidak seperti kulkas 1000 pintu saat ini sifat mu." Jawab Bella yang tersenyum.


"Jadi menurut mu selama ini aku seperti itu?" tanya Feng.


"Begitulah." Jawab Bella.


"Jadi kenapa kau menyukaiku?" tanya Feng.


"Tidak ada alasan karena aku juga tidak mengetahui ya." Jawab Bella.


"Oh." Jawab Feng.


"Itukan mulai, sifat 1000 pintu kulkasnya muncul." Ucap Bella yang menggoda Feng.


"Ehmm." Jawab Feng yang fokus mengemudi.


"Marah?" tanya Bella.


Feng tiba-tiba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti?" tanya Bella.


"Saat ini pukul berapa?" tanya Feng yang menoleh ke arah Bella.


"Pukul satu pagi." Ucap Bella yang polos menjawab Feng.


"Apakah layak seorang wanita di jam seperti itu masih ada di luar?" tanya Feng yang masih memperhitungkan Bella yang menjadi pusat perhatian semua orang di pesta tersebut.


"Jadi maksud mu aku adalah wanita yang tidak benar?" tanya Bella.


"Pesta apa yang kau hadiri itu sampai pukul tengah malam?" tanya Feng.


"Tentu saja pesta yang harus di hadiri seorang artis seperti ku." Jawab Bella yang tidak mau kalah.


"Oh artis. Menjadi pusat perhatian semua orang. Bisa mendekati banyak orang kaya, berkenalan dengan beberapa pria. Itukah yang kau maksud?" tanya Feng.


"Apa maksud mu mengatakan semua ini? Kalau kau datang menjemputmu hanya untuk mempermasalahkan pekerjaanku lebih baik aku keluar." Jawab Bella yang mau membuka pintu mobil namun di kunci oleh Feng.


"Jangan lari dari pertanyaan ku? Apa yang kau lakukan di pesta itu sampai tengah malam?" tanya Feng.


Semua yang ada di fikiran Feng benar-benar kacau dan membuatnya tidak nyaman dengan pekerjaan Bella. Feng yang hilang kendali ini dengan emosinya ia menginjak gas mobil untuk berlaju cepat hingga tiba di apartemen Bella. Mereka tidak ada berbicara sama sekali selama perjalanan. Bella yang mendapatkan perlakuan di dalam mobil yang berlaju cepat hanya diam saja tanpa takut dan membantah.


"Ini manusia mengapa seperti ini? Tiba-tiba baik lalu mencari masalah denganku." Jawab Bella dalam hatinya dan menggerutu.


"Ah sial! Karena terlalu banyak berfikir, emosiku tidak terkendali lagi." Jawab Feng dalam hati.


Saat mereka tiba di apartemen Bella. Feng membuka kunci pintu mobil dan Bella langsung keluar dari mobil. Berjalan tanpa menghiraukan Feng. Feng menyadari dirinya bersalah namun tetap saja tidak ingin mengakuinya. Feng lebih memilih untuk diam berdiri melihat Bella yang berjalan pergi masuk ke apartemen.


"Kalau kau sejak awal tidak menyukai ku, buat apa menerimaku? Dan satu hal yang paling aku tidak suka adalah jika kau ingin mengakhiri hubungan ini jangan pernah libatkan tentang pekerjaan ku." Jawab Bella yang memberhentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Aku hanya bertanya tentang apa yang kau lakukan di pesta itu? Bukan mempermasalahkan tentang pekerjaan mu." Jawab Feng.


"Hah, gunakan bahasa yang baik ketika bertanya. Apakah menurut mu pertanyaan itu bukan sebuah intimidasi yang kau lakukan?" tanya Bella.


"Tidak. Aku hanya bertanya dan menyimpulkan apa yang terjadi pada fakta seperti biasanya." Jawab Feng dengan mudah.


"Oh ya, jadi seperti itu aku dalam fikiran mu?" tanya Bella.


"Tidak juga. Aku hanya ingin mencari kebenaran." Jawab Feng.


Bella berjalan kembali ke arah Feng kemudian satu tamparan melayang ke arah Feng.


"Dasar pintu 1000 kulkas." Jawab Bella setelah melayangkan satu tamparan pada Feng.


"Kenapa kau menamparku?" tanya Feng.


"Kau fikir sendiri." Jawab Bella yang berjalan cepat meninggalkan Feng.


"Keras juga tamparannya. Aku sepertinya memang sudah keterlaluan ya?" tanya Feng dalam hati sambil memegang pipinya yang bekas tamparan Bella.


Bella yang berjalan masuk ke dalam apartemen mencampakkan heels yang digunakan ya begitu saja. Tanpa membuka gaun yang digunakan olehnya, ia menjatuhkan dirinya di atas kasur kamar begitu saja.


"Aku lelah, tadinya ingin bermanja-manja padanya setelah lelah di pesta publik. Tapi malah menjadi kekacauan seperti ini." Jawab Bella.


"Apa aku sudah keterlaluan menampar ya?" tanya Bella dalam hatinya.


"Tidak-tidak, dia pantas mendapatkan itu karena berani-beraninya menuduh ku dengan seperti itu. Bahkan menghina pekerjaan ku" Jawab Bella.


"Ahhh menyebalkan." Jawab Bella yang menghentak-hentakkan kedua kakinya di kasur.


Setelah banyak berdebat, Bella bangkit untuk melepaskan gaunnya dan membersihkan dirinya.


Sedangkan Feng masih di bawah dan melihat lampu kamar Bella yang masih menyala. Feng tetap menunggu dari bawah hingga lampu itu di matikan.


Bella yang tidak sengaja baru selesai mandi berdiri di depan jendela yang belum tertutup gorden. Ia menutup gorden itu dan melihat dari atas bahwa Feng masih di bawah di depan mobil miliknya.


"Apa yang dia lakukan di bawah?" tanya Bella dalam hati.


"Ah sudahlah, biar saja hingga kedinginan dia di situ." Jawab Bella.


Bella mematikan lampunya kemudian kembali melihat Feng di bawah.


"Apa dia akan belum pergi?" tanya Bella yang berjalan menuju jendela kembali melihat Feng.


"Masih di situ."Jawab Bella.


Feng yang sudah melihat Bella mematikan lampu apartemen ya berjalan memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu. Bella menyaksikan itu hanya tersenyum.


"Dasar lelaki kulkas 1000 pintu." Jawab Bella dalam hatinya.