Junior Sandreas

Junior Sandreas
Stalking Sosmed Bella



Episode Bella Sandreas


"Bahkan semua orang sudah mengetahui dok." Jawab Suster.


"Oh." Jawab Feng.


"Lihat, dia tidak membantah. Berarti semua gosip itu benar." Ucap mereka yang saling berbisik di belakang namun masih terdengar oleh Feng.


"Kau tau tidak bahwa Bella Chan itu sedang dekat dengan Dailon? Mereka juga termasuk pasangan yang cocok."


"Iya aku juga mendengar bahwa hari ini mereka akan mengadakan syuting live dalam acara baru yang berpasangan. Aku berharap melihat mereka berpasangan dan bermain di acara itu." Jawab salah seorang yang sangat menyukai Bella."


"Jangan terlalu kuat, nanti akan terdengar oleh dokter Feng."


"Kalian yang menggosip lagi. Kita di sini untuk mengucapkan terima kasih kepada dokter Feng."


"Dokter, kami ingin memberikan sedikit buah tangan untuk mu. Jangan menolaknya." Jawab Mereka yang memberikan 1 kotak kado yang entah apa isinya.


"Baiklah aku terima. Sebenernya sudah menjadi tanggung jawab ku untuk merawat kali. Jadi tidak perlu repot-repot untuk memberikan hal ini. Tapi yang terpenting jangan makan, makanan yang sembarangan lagi apalagi makanan instan. Harus di lihat dengan jelas kode kadaluarsa ya." Jawab Feng.


"Iya kami akan lebih hati-hati ke depannya."


"Oh ya dokter Feng. Aku adalah fans kak Bella Chan. Jadi aku rasa aku tidak akan ragu jika kau bersama dengan ya. Kalian sangat cocok."


"Tapi menurut ku kakak Bella lebih cocok dengan Abang Dailon karena mereka berasal dari hal yang sama."


"Kenapa aku tidak cocok?" tanya Feng.


"Karena dunia idola tidak mudah yang di bayangkan. Walaupun dokter sangat baik dan tampan tapi dunia idola penuh dengan gosip dan juga tekanan. Apakah dokter akan paham dengan semua itu?"


"Kenapa aku harus menjadi bagian dari mereka jika aku bisa mempercayai wanita ku?" tanya Feng yang sebenarnya kesal.


"Iya benar apa yang di katakan oleh dokter Feng. Selagi kedua belak pihak saling mempercayai apa yang di lakukan pasangannya semua ya akan beres."


"Entahlah aku tidak yakin."


Dokter Feng yang sudah menerima bingkisan dari mereka dan tidak ingin berdebat dengan mereka, dengan wajah yang seram dan kesal ia keluar dari ruangan itu dan kembali untuk bekerja.


"Kalian sudah selesai? Ayo suster kita harus mengecek kondisi pasien yang lainnya." Jawab Feng yang pergi begitu saja.


"Ais semua ini gara-gara kau. Kau terlalu menyepelekan dokter Feng."


"Aku berbicara yang sebenarnya."


"Dokter kami mendukung mu dengan idola kami." dengan teriakan kepada Feng yang sudah keluar dari pintu dan mereka beberapa orang keluar dari pintu mengatakan hal itu kepada Feng.


"Pegang ini." Ucap Feng kepada suster itu dan mereka kembali bekerja untuk menuntaskan tugasnya.


Setelah selesai berkeliling dari ruangan ke ruangan untuk memeriksa kondisi pasien. Feng masuk ke dalam kantornya membawa kado yang di terima olehnya tadi. Feng yang duduk dan membuka kado itu.


Ia melihat ada sebuah pena, dasi, jam tangan, parfume dan juga sapu tangan. Semua itu adalah kumpulan dari pemberian mereka yang di jadikan satu. Beserta beberapa surat kecil ucapan terima kasih dan juga pujian untuk Feng.


Feng sudah melihat itu menutup kembali kadonya dan berahli ke komputernya. Ia mulai bekerja kembali untuk memasukkan data pasien pada akun rumah sakit sebagai dokter. Semua itu di lakukan untuk menyibukkan dirinya agar tidak terfikir tentang apa yang di bicarakan oleh mereka tadi. Yah, tentang Bella yang sebagai artis.


"Aku sudah menantangnya tapi dia tidak mendengarkan ku. Jadi aku mengizinkannya." Jawab Feng dalam hati sambil memasukkan data ke komputer.


"Tapi apa yang di katakan pasien itu juga benar, aku tidak akan pernah tahan untuk tidak cemburu ketika ada orang yang dekat dekatnya bahkan saat ada lelaki lain menatap tajam dirinya." Jawab Feng lagi dalam hati di mana fikiran ya semakin menjadi-jadi tidak karuan.


Feng yang tadinya sudah fokus terhadap pekerjaannya namun menjadi terahlikan kembali di saat ia berfikir lagi tentang Bella. Fikiran anehnya tidak bisa di hilangkan dari ya walaupun sudah mencari kegiatan yang dapat membuatnya terahlikan. Tapi tetap saja akan berfikir kembali tentang Bella.


Feng mengecek ponselnya apakah ada pesan dari Bella. Dia hanya melihat pesan Bella tadi pagi yang mengatakan iya kepadanya. Selain itu tidak ada lagi, bahkan tidak ada panggilan darinya. Feng sedang dalam mood yang tidak baik.


Kemudian ia membuka browser pada komputernya. Membaca beberapa gosip tentang Bella. Dari tahun ke tahun Feng dengan lama membaca berita nya. Dari berita A hingga Z. Semua pembahasan tentang Bella ia coba baca dan pahami.


Ternyata sudah sering Bella menjadi bahan gosip sebagai seorang yang sering memiliki pasangan. Namun semuanya di bantah oleh Bella. Dan membuat Feng tersenyum lembar. Feng juga sudah sedikit mengetahui prestasi yang di miliki Bella di dunia hiburan ini.


Namun yang terkejutnya adalah saat Feng mengetahui bahwa dirinya dulu sangat dekat dengan Bella. Namun ia tidak pernah bertemu dengannya. Bella adalah mahasiswi yang sama di universitas yang sama dengannya.


Feng mengetahui hal itu dari akun pribadi yang di miliki Bella. Feng melihat hal itu saat ia membuka ponsel dan mencari akun sosial media Bella. Feng langsung meminta pertemanan dengan Bella di akun sosial media itu. Namun, belum ada tanda-tanda di follback sehingga ia stalking akun sosial media Bella.


Ia melihat beberapa photo lama Bella di sebuah gedung Universitas yang tidak asing baginya. Hal itu lah yang membuatnya terkejut dan kembali memikirkan.


"Gedung ini terasa tidak asing?" tanya Feng dalam hati sambil membesarkan gambar yang ada di ponselnya. Sambil berfikir beberapa detik baru menemukan jawabannya.


"Gedung Universitas yang sama dengan ku? Tepatnya di depan perpustakaan? Dan ini di taman kamus. Dan ini di laboratorium tempat ku sering menghabiskan waktu?" Feng yang terus melihat beberapa photo di akun sosial media Bella sambil bergumam menjawab keberadaan view background tempatnya.


"Jadi dia adalah junior ku di universitas namun berbeda jurusan?" tanya Feng dalam hati ketika melihat Bella yang ada di jurusan bisnis."


Feng terus menscrol ke bawah melihat photo Bella. Dan ternyata saat itu Bella juga mengambil jurusan busana. Bella melakukan hal itu pada tingkat pertama dan kedua menjadi mahasiswa. Di kampus yang sama. Dan saat itu juga Feng melakukan hal yang sama. Karena kampus itu merupakan kampus terbaik di Negara A ini.


"Kenapa aku tidak bisa menemukan mu di saat seperti itu. Malah baru sekarang bertemu dengan mu? Aku sangat menyesal tidak mengenal dan menemukan mu waktu itu padahal kita sudah begitu dekat di tempat yang sama." Jawab Feng dalam hati.