Junior Sandreas

Junior Sandreas
Mendapat Informasi: Krissta Sandreas



Kriss ingin mengetahui lebih banyak lagi. Tapi mengurungkan niatnya untuk tidak lebih banyak berbicara sehingga ia menghentikan hal ini dalam menyusun rencana lagi.


"Jadi bagi kalian jika aku bisa mendapatkan Ella maka aku akan menjadi orang kaya?" tanya Kriss.


"Tentu. Lagian untuk apa kami repot-repot menyiksa seorang wanita seperti Ella yang tidak ada kaitannya dengan kami. Jika ingin menyiksa seorang wanita bukankah kami bisa mendapatkan wanita yang seperti apa yang ingin kami inginkan?" tanya Dien.


"Benar juga, kalian bisa mendapatkan wanita yang kalian mau dengan menggunakan uang kalian. Tapi bukankah mendapatkan Ella juga dapat menguntungkan kalian dengan menambah kekayaan kalian?" tanya Kriss.


"Yang kau katakan itu benar. Tapi kami sudah sering melakukan sesuatu diluar nalar manusia untuk mendapatkan Ella tapi tetap saja tidak berhasil. Seperti ada kekuatan yang membantunya keluar dari cengkraman kami." Jawab Daniel memberi teka-teki.


"Aku tidak paham apa yang kalian katakan ini." Jawab Kriss dengan menggelengkan kepalanya dan berikan ekspresi yang bingung.


"Seperti menculiknya tapi tidak pernah berhasil." Jawab Dien yang keceplosan mengatakan hal itu.


"Menculik?" tanya Kriss.


"Dien kenapa kau mengatakannya?" tanya Daniel.


"Maaf Kak aku keceplosan." Jawab Dien.


"Baiklah. Tidak perlu di tutupi lagi. Lagian kau adalah orang kami sekarang. Dan jika kau macam-macam kami juga bisa dengan mudah membunuh orangtua mu dulu setelah itu membunuh mu." Jawab Daniel.


"Kenapa kalian berbicara seperti seorang Mafia?" tanya Kriss.


"Hahahah, tentu saja kami seorang mafia." Jawab Daniel.


"Jangan takut, selagi kau mengikuti apa yang kami katakan bahwa kami tidak akan pernah menyentuhmu bahkan membunuh keluargamu Dan dirimu." Jawab Dien.


"Iya beberapa minggu yang lalu kami pernah mengirimkan anggota untuk menculik Ella. Tapi tidak menyangka mereka semua mati." Jawab Daniel.


"Jadi yang mengirim orang-orang itu adalah mereka tapi siapa orang-orang yang telah mengirimkan penjahat untuk ku? apakah mereka juga?" tanya Kriss dalam hati.


"Kami hanya ingin membuat Ella di culik dan aku yang akan menyelamatkan agar ia berhutang Budi dengan ku. Dan mencari kesempatan untuk membuatnya dapat menyukaiku. Namun, setiap rencana itu selalu saja gagal." Jawab Dien.


"Bukankah untuk mencari kesempatan kau bisa melakukannya di kelas?" tanya Kriss.


"Kau masih saja polos Kriss. Jika aku melakukannya di kelas maka aku tidak akan bisa mengikuti Gibrel. Hal ini dapat merugikan kami yang tidak bisa mengetahui rencananya. Bahkan Gibrel juga sering melakukan hal yang sama tapi tidak berhasil sama seperti aku." Jawab Dien.


"Jadi Gibrel juga termasuk mafia?" tanya Kriss.


"Ahahhaha. Seperti lebih sedikit yang kau ketahui maka lebih aman untuk ku bisa menikmati hidup." Jawab Daniel.


"Aku hanya ingin tahu. Dan bisa saja jika Gibrel mengetahui Aku bekerja sama dengan kalian lalu ia akan mengancam keselamatan keluarga ku bahkan aku?" tanya Kriss.


"Yang dikatakannya benar juga Kakak." Jawab Dien.


"Aku jamin keselamatan kalian sekeluarga. Jadi tenang saja." Jawab Daniel.


"Kau yakin?" tanya Kriss.


"Tentu. Kita akan selalu bertemu di tempat ini dan ketika di sekolah maka seperti biasa. Karena hanya tempat ini yang tidak diketahui oleh Gibrel bahwa ini adalah milih ayahnya." Jawab Daniel.


"Baiklah. Waktu sudah semakin malam. Bisa aku pergi?" tanya Kriss.


"Tidak perlu. Aku membawa sepeda kemari." Jawab Kriss


"Oh. Baiklah. Senang bekerjasama dengan mu " Jawab Daniel.


"Iya." Jawab Kriss.


Kriss pergi meninggalkan baru itu lalu mengambil sepedanya. Ia menggowes sepedanya lalu menggunakan headset di telinga. Ternyata Kriss sudah memasang penyadap suara yang diletakkan di bawah meja bar tadi. Saat ini Kriss mendengarkan pembicaraan Dien dan Daniel.


"Kenapa kau selalu berbicara yang tidak perlu?" tanya Daniel.


"Maaf Kak aku tidak sengaja." Jawab Dien.


"Inilah alasan mengapa aku tidak ingin melibatkanmu dalam setiap rencana. Karena ulah membuat dia mengetahui banyak hal tentang kita." Jawab Daniel.


"Tapi dia tidak mengetahui semuanya hanya garis besarnya saja. Lagi kita lihat bahwa dia benar-benar polos dan mengerti posisinya dan tidak bisa memberontak kepada kita." Jawab Dien.


"Entahlah, lebih baik mengurangi risiko dibandingkan mendatangkan risiko yang belum pasti adanya." Jawab Daniel.


"Jadi Kak tidak akan menyuruh orang untuk mengikutinya?" tanya Dien.


"Tentu saja aku akan menyuruh seseorang untuk mengikutinya dalam setiap gerak-gerik yang dilakukan olehnya sebelum ia mendapatkan kepercayaan kita sepenuhnya. Sesekali aku akan menyuruh seseorang yang handal untuk selalu mengikutinya tanpa diketahui olehnya." Jawab Daniel.


"Lagian kota ini, adalah kota daerah kekuasaan kita dari dunia gelap setelah Dragon Black tidak menguasai lagi Benua ini." Jawab Dien.


"Bukan tidak menguasai hanya saja mereka masih bersembunyi. Itulah tugas kita untuk membuat mereka muncul. Lagian ini juga tugas Abang Ho untuk membantunya membalaskan dendam atas kematian orang tuanya yang dibuat oleh keluarga Sandreas." Jawab Daniel.


"Dan kita berada di pihak Abang Ho karena kau mengetahui rencana pemberontakan ayah kepada Abang Ho untuk menguasai kekayaan yang selama ini sudah dipertahankan oleh Ayah." Jawab Daniel lagi.


"Iya juga, walaupun dia adalah ayah kita. Tapi kebencian atas kematian ibu membuat aku tidak akan pernah memaafkan." Jawab Dien.


"Tentu saja. Ketika semua ini berakhir aku akan segera menikmati hidup seperti orang normal. Dan tidak akan melibatkan hal lain lagi dengan Abang Ho. Bahkan jika harus menguasai dunia gelap ini aku tidak ingin. Aku ingin bebas." Jawab Daniel.


"Kakak Benar, aku juga ingin bebas. Tidak ingin di atur oleh siapa pun, sekalipun kita memiliki hutang Budi kepada Abang Ho. Tapi dengan membantu yang membalaskan dendam akan membebaskan kita dari hutang Budi ini." Jawab Dien.


"Iya." Jawab Daniel.


"Ya sudah aku kembali Kak." Jawab Dien yang pergi meninggalkan bar


"Oke." Jawab Dien.


"Aku tidak menyangka akan mendapatkan informasi bagus seperti ini ketika meletakkan penyadap suara." Jawab Kriss dalam hati sambil menggowes sepeda nya.


"Semuanya semakin menarik. Siapa Ho sebenarnya demi membalas dendam seperti apa yang sebenarnya ia inginkan. Dan bagaimana Daddy terlibat dalam masalah ini sehingga membuat Ho ingin membalaskan dendam." Jawab Kriss dalam hati.


"Apakah ini juga berkaitan dengan kematian kakek dan nenek sebagai salah satu untuk membalaskan dendam Ho yang dimaksud oleh Daniel?" tanya Kriss dalam hati.


Kriss terus bertanya-tanya dalam menyimpulkan pernyataan-pernyataan yang telah didengar olehnya dari penyadap suara itu. Kriss yang melakukan perjalanan pulang menggunakan sepeda akhirnya sampai di apartemen. Kriss menaiki lift sambil membuka ponselnya karena percakapan Daniel dan Dien telah berakhir.


"Entah apa yang akan didapat oleh Paman Billy tentang Ho." Jawab Kriss dalam hati sambil mengingat permintaannya kepada Billy