Junior Sandreas

Junior Sandreas
Zhafira Yang Imut



Minal 'Aidin wal-Faizin Readers Wichan🙏


Author mohon maaf lahir batin yah, makasih atas segala dukungannya selama ini dan jangan pernah bosan untuk selalu mendukung ya🙏


Setelah Kenzo menemui Bella untuk menjelaskan seluruh cerita dirinya dengan Zhafira, Kenzo kembali ke kamarnya. Kenzo memasuki ruang rahasia yang berada di samping kamarnya. Dimana di dalam itu ada Riki yang sedang mengawasi monitor yang berisi CCTV seluruh kegiatan yang berada di hotel pada malam hari.


"Bagaimana?" tanya Kenzo kepada Riki.


"Tidak ada yang mencurigakan."Jawab Riki.


Mereka berdua tetap mengawasi seluruh kegiatan pesta publik hingga berakhir. Setelah semuanya selesai, Riki keluar dari ruangan itu sesuai dengan perintah Kenzo.


"Atur semua dengan baik. Setelah itu langsung saja istirahat."Ucap Kenzo.


"Baik." Jawab Riki tertawa kecil saat mereka keluar dari ruangan rahasia itu ke ruangan kamar di mana Zhafira sudah tertidur di tempat tidur tersebut.


Riki tertawa ketika melihat Zhafira yang sudah tertidur lelap di ranjang kamar tersebut.


"Kenapa tertawa?" tanya Kenzo.


"Anda memerintahkan saya untuk segera pergi agar bisa berduaan dengan nama Zhafira kan?" tanya Riki.


"Aisss, bukan yang sedang kau fikirkan. Aku akan tidur di sofa untuk menjaga dia." Jawab Kenzo.


"Iya iya iya ." Jawab Riki dengan tersenyum gembira ketika keluar dari pintu kamar mereka untuk berpamitan menyelesaikan tugas yang diperintahkan oleh Kenzo.


"Dasar." Ucap Kenzo yang menutup pintu kamar ketika Riki keluar


Karena seharian ini Kenzo terlalu lelah, ia berjalan ke arah lemari baju mengambil sebuah selimut berwarna putih lalu melangkah menuju sofa. Kenzo kembali mengecek Zhafira Yang sudah terlelap. Menaikkan selimut Zhafira ke atas tubuhnya kemudian kembali ke arah sofa dan membaringkan tubuhnya.


"Dengan mudahnya ia tertidur lelap. Wajahnya imut." Ucap Kenzo yang membuat hatinya berdetak kenceng ketika mengamati wajah Zhafira yang tertidur pulas.


Kenzo menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang baru saja diambil olehnya kemudian memejamkan matanya untuk istirahat. Kenzo mengalah untuk tidur di atas sofa karena keadaan ranjang yang hanya satu.


Namun, beberapa jam Kenzo tertidur tiba-tiba Zhafira terbangun dari kasur kemudian terjatuh diatas tubuh Kenzo. Kenzo yang menerima hal itu, terbangun dan melihat Zhafira yang saat ini menimpa dirimu.


"Zhafira?" panggil Kenzo ketika membuka matanya dan melihat Zhafira yang berada di atas tubuhnya.


"Hehe, pria tampan." Ucap Zhafira ketika melihat Kenzo.


"Masih mabuk? Bukannya tadi baik-baik saja bahkan sudah aku beri air madu." Ucap Kenzo dalam hati.


"Bisakah menyingkir dari atas?" tanya Kenzo yang menggunakan kedua tangannya untuk mencegah tubuh Zhafira.


"Tidak. Sangat jarang melihat pria tampan seperti ini." Ucap Zhafira kedua tangannya berada di wajah Kenzo.


"Hais... Lain kali tidak akan aku izinkan minum." Ucap Kenzo dalam hatinya.


"Sudah cukup menyentuhnya?" tanya Kenzo yang berusaha untuk mendorong Zhafira agar terlepas dari tubuhnya dengan perlahan.


Karena Zhafira yang tidak diam saat Kenzo mencoba mendorongnya, mereka berdua terjatuh di lantai dengan posisi Zhafira yang berada di bawah sedangkan Kenzo berada di atas tubuh jawabnya. Dan bibir Kenzo mendarat tepat di atas bibir Zhafira.


Beberapa detik berlangsung lama saat mereka berdua berada di posisi seperti itu. Mata Kenzo yang melotot dengan ekspresi sangat terkejut sehingga seperti waktu yang sedang berhenti. Sedangkan Zhafira yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri hanya menggeser kepalanya kekanan dan kekiri dengan mata yang tertutup dan terbuka.


Kemudian kedua tangan Zhafira merangkul leher sehingga membuat mereka lebih dekat lagi. Kenzo yang tersadar dari kejutan yang diberi Zhafira membuat dirinya melepaskan diri dari atas tubuh Zhafira.


Kenzo memegang bibirnya dan mengingat kembali apa yang telah terjadi saat ini. Kenzo benar-benar terkejut tentang apa yang terjadi sehingga membuat dirinya memperhatikan Zhafira yang masih terbaring di lantai.


"Uwwwwwekkkk...." suara muntah yang di keluarkan Zhafira yang masih terbaring di lantai itu.


Kenzo langsung angkat tubuh Zhafira kemudian berjalan ke arah toilet. Kenzo membuat posisi Zhafira yang berdiri dengan sanggahan dirinya kemudian mengurut leher dan punggung Zhafira untuk membantunya mengeluarkan semua ya ini dikeluarkan dari muntahan Zhafira.


"Haus." Ucap Zhafira yang memeluk tubuh Kenzo.


"Sebentar." Ucap Kenzo yang meninggalkan Zhafira di dalam toilet dan saat ini Zhafira bisa berdiri dengan menyangga wastafel yang ada di depannya.


Dan saat Kenzo kembali dengan membawa air putih yang dicampur dengan madu dan membawanya ke dalam toilet ternyata Zhafira sudah terduduk di dinding toilet dengan baju yang banyak terkena muntahan yang di sebabkan oleh dirinya sendiri.


"Ais.." Ucap Kenzo yang menggelengkan kepalanya.


Kenzo meletakkan gelas itu dan bergegas untuk membuka baju Zhafira. Namun terhenti karena berfikir tidak sopan jika dia yang melakukannya. Kenzo yang wajahnya memerah sejak tadi semakin memerah karena ingin membuka baju Zhafira.


Akhirnya, Kenzo menelpon Melly yang masih berada di hotel bersama dengan suaminya. Kenzo minta bantuan meli untuk mengganti pakaian Zhafira dan memandikannya. Melly yang mendapatkan perintah itu langsung membantu Kenzo. Sedangkan Kenzo berada di luar toilet menunggu mereka selesai.


"Tuan sudah siap." Ucap Melly.


"Terima kasih bi. Kau bisa pergi sekarang." Ucap Kenzo.


"Iya saya permisi, saya juga segera pergi dari hotel untuk menyusul nona Bella." Jawab Melly.


"Pulang dengan siapa dia?" tanya Kenzo.


"Dia pulang sendiri tanpa meminta ku." Jawab Melly yang berbohong.


"Okelah." Jawab Kenzo kemudian masuk ke toilet sedangkan Melly pergi meninggalkan kamar Kenzo.


Kenzo berjalan ke dalam toilet dan mengangkat Zhafira menuju ke atas kasur.


"Merepotkan saja." Ucap Kenzo.


"Haus." Ucap Zhafira yang baru saja di baringkan di atas kasur.


Kenzo memberikan air yang dicampur madu kepada Zhafira. Kenzo terus menatap wajah Zhafira yang penuh dengan kepolosan.


"Untung saja aku yang berada di sini, bagaimana jika orang lain atau lelaki lain?" tanya Kenzo.


"Apakah dia pernah melakukan hal ini?" tanya Kenzo dalam fikirannya


"Tapi memang wajar jika dia seperti ini." Ucap Kenzo yang sedang mengingat kejadian beberapa jam yang lalu bahwa Zhafira sudah membantunya untuk meminum semua wine yang diberikan oleh dirinya. Semua wine yang ditujukan untuk mengucapkan selamat kepada Kenzo, di minum oleh Zhafira.


"Sudahlah, kali ini aku memaafkanmu." Ucap Kenzo yang menyingkirkan rambut Zhafira dari keningnya sambil memandangi Zhafira.


"Kau terlihat imut jika sudah diam dalam tidur ini seperti bayi." Ucap Kenzo dalam hati.


Zhafira yang sudah kembali tertidur dengan lelap membuat Kenzo juga sudah lelah. Kenzo juga membaringkan tubuhnya untuk tertidur di samping Zhafira tanpa berfikir sadar karena sudah terlalu lelah.


Mereka berdua tertidur di atas ranjang yang sama tanpa melakukan apapun. Hanya sebuah kecelakaan kecil untuk berbagai tempat tidur yang sama. Kenzo tertidur dengan pulas hingga pagi hari, sama seperti Zhafira yang juga tertidur pulas hingga di pagi hari.