Junior Sandreas

Junior Sandreas
Pemotretan di Hutan



Suara gorden jendela yang berukuran 2 m itu ditarik ke arah kanan oleh Melly. Cahaya matahari dari menembus jendela menuju arah Bella yang masih sedang tertidur pulas. Seperti biasanya bahwa Bella akan tertidur kembali setelah beribadah di pagi hari.


"Melly aku masih ingin memeluk bantal guling." Jawab Bella.


"Nona ini sudah pukul 10 pagi. Dan siang ini anda ada jadwal pemotretan di arena hutan." Ucap Melly kepada Bella.


"Apa?" tanya Bella yang langsung bangkit dari tidur ya.


"Iya Nona, pergilah bergegas untuk bersiap-siap. Saya sudah menyiapkan sarapan." Jawab Melly.


"Ahhhh, semua ini karena Feng." Jawab Bella yang baru saja bangun tidur menggerutu tentang Feng.


Setelah pertemuan kedua dengan Feng, Bella memikirkan bagaimana taktik selanjutnya untuk mendekati Feng. Saat ini bukan hanya tentang untuk mengambil hati Feng saja, tetapi tentang bagaimana Feng akan merahasiakan identitas Bella dengan wajah keduanya. Dan bagaimana membalas pertanggung jawaban Feng atas ciuman kedua.


Bella berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kemudian, menikmati sarapan yang sudah dibuat oleh Melly. Sedangkan Melly sedang menyiapkan beberapa kostum yang akan digunakan oleh Bella untuk syuting hari ini.


"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Bella.


"Saya sudah mengingatkan nona ketika berada di rumah tuan Max. Bahwa semua pemotretan iklan untuk drama baru ditunda dikarenakan hal pribadi anda untuk mengurus pemakaman almarhum tuan Andrew dan Nyoya Katie." Jawab Melly yang sedang merapikan pakaian Bella ke dalam koper.


"Benarkah?" tanya Bella yang mengingat dalam fikirannya.


"Tentu saja." Jawab Melly.


"Jadi hari ini aku akan pemotretan dengan Dailon?" tanya Bella.


" Tentu saja. Nona adalah peran utama wanita dan dia adalah peran utama pria." Jawab Melly.


"Hmmm, baiklah. Aku akan segera siap, duluan saja ke mobil." Jawab Bella.


"Oke nona." Jawab Melly.


Bella bergegas untuk memakai pakaiannya karena tadinya dia masih menggunakan piama handuk yang menutupi tubuhnya setelah mandi. Bella bersiap-siap untuk segera menyusul Melly yang lebih dulu di mobil.


"Baiklah, nanti akan aku fikirkan kembali." Jawab Bella di depan cermin sambil menggunakan makeup tipis.


Tas hitam berukuran 10 cm menjadi pilihan Bella untuk menggunakannya hari ini sebagai aksesoris yang pas untuk pakaian yang digunakan oleh Bella.


wanita



Bella menggunakan pakaian yang sederhana mungkin dan menguraikan rambutnya. Saat ini suasana hatinya sedang tidak baik, membuat dirinya tidak ingin banyak menggunakan benda-benda yang terlalu menonjol ketika digunakan olehnya. Hanya ingin terlihat elegan saja dalam kesederhanaan.


Bella berjalan menuju mobil dan mereka segera berangkat menuju hutan untuk segera pemotretan. Membutuhkan waktu satu jam perjalanan menuju lokasi pemotretan.


Semua orang sudah berada di tempat kecuali Bella yang belum juga tiba di sana. Mereka yang menunggu kedatangan Bella, sedang bersiap-siap meletakkan beberapa alat-alat yang diperlukan untuk kegiatan pemotretan hari ini.


"Mengapa Bella belum datang juga sutradara?" tanya Dailon.


"Mungkin dia sedang dalam perjalanan." Jawab Sutradara yang sedang berdiri mengatur semua kru untuk bersiap-siap.


"Kau pergilah berganti pakaian untuk bersiap-siap. Percayalah, dia akan segera tiba sebentar lagi." Jawab Sutradara.


"Baiklah pak." Jawab Dailon.


"Mereka sudah datang." Ucap sutradara.


"Kau benar pak." Jawab Dailon.


Dailon bergegas menyambut Bella yang baru saja datang.


"Akhirnya kau tiba juga." Ucap Dailon.


"Tentu saja." Jawab Caca dengan tersenyum.


Mereka berdua bergegas berjalan bersama menuju ruang ganti yang sudah di sediakan oleh kru. Tenda mereka bersebelahan untuk mempermudahnya. Dengan bantuan tata rias, mereka berdua sudah siap untuk pemotretan di pepohonan.


Namun ada beberapa orang yang berada 10 meter dari lokasi pemotretan nampak mencurigakan. Mereka berjumlah dua orang yang sedang membawa sebuah kotak dan juga terlihat sedang merencanakan sebuah kejahatan. Sejak awal pemotretan mereka berdua saling mengamati keberlangsungan Bella dan Dailon.


Beberapa menit pemotretan berlangsung dengan lancar. Bella dan Dailon berpose dengan sangat baik ketika mengambil gambar mereka berdua. Dan sesi terakhir pemotretan mereka berphoto dengan semua orang yang berkaitan dengan drama yang akan segera tayang beberapa episode dan melanjutkan episode yang belum terlaksanakan.


"Semuanya sudah berkerja keras. Seminggu lagi kita akan mengadakan jumpa pers." Ucap sutradara yang membangkitkan semangat semua orang.


"Semangat." Jawab mereka serentak dengan penuh semangat.


Semua orang kembali mengerjakan pekerjaannya setelah semua sesi pekerjaan mereka selesai dalam pemotretan. Ada yang membereskan peralatan kamera dan ada juga yang sedang membereskan tempat dan ada juga seluruh artis sedang berganti pakaian untuk segera pergi dari lokasi.


Bella masuk ke dalam tenda khusus artis wanita Dania terakhir yang tinggal di dalam tenda tersebut. Namun, saat dirinya ingin keluar dari tenda itu tiba-tiba Dailon datang untuk menemuinya dan mengobrol.


"Apakah aku bisa bertemu dengan Bella?" tanya Dailon kepada Melly yang sedang berjaga di pintu tenda.


"Biarkan dia masuk." Jawab Bella yang mendengar permintaan Dailon kepada Melly.


Bella yang masih menghapus make up nya di depan cermin, sedangkan Dailon berjalan masuk ke dalam tenda untuk mengobrol dengan Bella. Dailon duduk di kursi yang berada di samping Bella dan mulai berbicara.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Dailon dengan wajah penuh kasih sayang.


" Aku baik-baik saja seperti yang sedang kau lihat." Jawab Bella.


"Hmm, baguslah. Maaf tidak ada menjenguk mu. Walaupun waktu itu aku pergi ke rumah sakit untuk melihat mu dan dokter mengatakan bahwa kamu sudah keluar dari rumah sakit. Namun aku sedikit khawatir karena kamu menunda acara hari ini sampai seminggu." Jawab Dailon dengan wajah yang tersipu.


"Hahahha. Terima kasih telah mengkhawatirkan aku." Jawab Bella dengan menepuk pundak Dailon dengan tangan kanan.


"Ada sedikit urusan keluarga sehingga aku harus menundanya. Dan untuk kesehatan aku sedang baik-baik saja saat ini." Jawab Bella dengan tersenyum.


"Bella, bisakah kau pergi bersama ku untuk makan malam hari ini sebagai perayaan kesembuhan mu?" tanya Dailon.


"Tidak perlu merepotkan mu. Lain kali saja karena malam ini aku sedikit lelah dan ingin segera istrahat." Jawab Bella dengan menolak halus.


" Hmm baiklah." Jawab Dailon.


Suasana di dalam tenda menjadi hening ketika Bella menolak ajakan dari Dailon. Sedangkan di luar tenda ada dua orang yang sedang merencanakan untuk mengeluarkan seekor ular kobra yang akan dimasukkan ke dalam tenda Bella. Dua orang yang sejak tadi sedang memperhatikan mereka pemotretan.


"Hati-hati, ular ini sangat berbisa. Jika rencana kita berjalan dengan lancar maka Bella tidak akan mengikuti acara jumpa pers untuk launching drama ini."


"Iya, aku akan menjalankan hal ini sesuai dengan rencana bos."