
Kriss yang mengikuti Bella dari belakang hingga tiba di garis finish pada arena pacuan kuda. Bella yang turun dari kuda menggiring kudanya ke arah kandang untuk diberikan kepada petugas kembali. Kriss, Kyler dan Farel mengikutinya untuk menggiring kuda mereka juga ke dalam kandang.
"Setelah ini mau kemana lagi?" tanya Kriss.
"Tentu saja makan." Jawab Bella.
"Jangan bilang mau makan yang pedas-pedas." Jawab Kriss.
"Tentu saja. Carikan tempat yang terkenal di kota ini untuk menikmati makanan yang pedas-pedas." Jawab Bella.
"Kakak tidak lupa dengan penyamaran kami dan juga identitas Kakak sebagai seorang artis?" tanya Kriss yang mengingatkan Bella bahwa tidak boleh keluar sembarangan di tempat umum.
"Cari saja ruangan tertutup." Jawab Bella dengan mudah.
"Aih." Jawab Kyler dan Farel yang saling melihat satu sama lain sambil menghembuskan nafasnya membayangkan apa yang akan terjadi oleh mereka berdua ketika nanti makan bersama dengan Bella.
"Kenapa wajah kalian bertiga?" tanya Bella.
"Tidak apa-apa." Jawab mereka bertiga dengan kompak dan menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah ayo pergi." Jawab Bella.
Mereka pergi ke sebuah restoran Korea dan memesan ruangan VIP. Semua sudah di siapkan oleh Robert melalui kenalan sendirinya yang juga merupakan restoran investasi dari restoran Italia Jimmy.
"Kakak jangan makanan yang terlalu pedas itu akan membuat perutmu sakit." Jawab Kriss mengingatkan bela untuk lebih hati-hati saat makan.
"Tenang saja. Untuk mempertahankan kondisi penampilanku di depan layar kaca aku sangat jarang memakan hal-hal yang seperti ini. Jadi biarkan kali ini aku menikmatinya." Jawab Bella yang mengambil daging panggang dengan saus kental dengan tingkat kepedasan level 10.
"Kalian makan juga, Jangan membuatku hanya menikmati ini sendiri sedangkan kalian hanya melihatku saja dari sejak tadi." Jawab Bella.
"Tapi Kak kami tidak terlalu suka pedas." Jawab Kyler.
"Iya aku juga kak." Jawab Farel.
"Makan atau kita ke ring?" jawab Bella.
"Iya, iya kami makan." Jawab Farel dan Kyler persamaan mengambil sumpit lalu mengambil daging untuk memasukkannya ke dalam mulut mereka.
"Bukankah suasana hati Kakak sudah senang?" tanya Kriss.
"Kenapa? Kalian tidak suka jika bersama dengan ku?" tanya Bella.
"Tentu suka." Jawab Farel.
"Iya suka." Jawab Kyler.
"Sudah, makan makanan yang lain yang kalian suka tanpa menuruti Kakak Bella." Jawab Kriss.
"Hahahha. Kalian memang bocah yang selalu bisa menghibur ku. Tenang saja suasana hati ku sudah membaik. Jadi Kriss bisa kau ceritakan siapa yang mengikuti mu?" tanya Bella.
"Orang suruhan Daniel. Daniel adalah...." Kriss menjelaskan dengan singkat.
"Lalu apa kegiatan mu kemarin?" tanya Bella.
"Untuk mendapatkan identitas dari organisasi pembunuh yang berkaitan dengan simbol tato berbentuk prisma dengan huruf c ditengahnya. Aku melihat atau itu ada pada Daniel dan Dien. Dien adalah...." Ucap Kriss menjelaskan tentang yang merupakan anak dari Kayasi.
"Kayasi?" tanya Bella menghentikan sumpitnya mengambil daging lagi.
"Iya. Kakak mengenal ya?" tanya Kriss.
"Siapa Kayasi?" tanya Kyler.
"Kalau tidak salah dia adalah orang terkaya ya nomor tiga dari kota ini setelah peringkat pertama pada ada keluarga kita dan Zen." Jawab Bella.
"Jika kita bergelut pada bidang bisnis properti, rumah sakit dan juga teknologi. Dia bergelut pada bidang bisnis hiburan, berita dan politik." Jawab Bella.
"Lalu apa lagi yang Kakak ketahui?" tanya Kriss.
"Kami pernah bekerjasama dengannya saat brand ambassador pakaian. Aku pernah bertemu denganmu sekali. Tapi kesan yang aku dapat dari dirinya adalah tidak baik. Entah mengapa aku melihat aura yang dipancarkan dirinya adalah aura pembunuh. Aura hitam yang terlihat jelas walaupun dia menutupinya dengan senyuman dan keramahan yang diberikan olehnya kepada kami ketika itu." Jawab Bella.
"Yang Kakak katakan mungkin benar, aku tadi malam...." Ucap Kriss yang menceritakan tentang kejadian tadi malam di saat ia menyamar menjadi asisten Nico.
"Kau pergi sendiri tanpa kami?" tanya Kyler.
"Iya, kau tidak mengajak kami?" tanya Farel.
"Bukan seperti itu, masalahnya adalah ..." Kriss memberikan penjelasan kepada mereka tentang situasi bahwa masuk ke dalam bar itu harus memiliki kartu anggota.
"Jadi seperti itu." Jawab Farel.
"Pantas saja kau tidak mengajak kami." Jawab Farel.
"Jika memang dia pemilik dari bar itu, itu menjadi wajar dan jelas. Di luar dia memiliki citra yang baik, sedangkan di dunia hitam dia seperti itu. Pantas saja dia bisa berdiri di posisi ini sekarang." Jawab Bella.
"Maksud Kak?" tanya Kriss.
"Kau pernah dengan apa yang di jelaskan oleh Daddy. Bahwa dunia hitam dan putih itu tidak ada. Yang ada hanyalah dunia abu-abu seperti yang kita jalanin sekarang ini." Jawab Bella
"Maksud Kakak dia berperan menjadi dua peran di antara orang banyak?" tanya Kriss.
"Iya. Alasan utama bar itu terdapat di dalam bar King adalah karena untuk menutupi identitas dia. Dan anggota yang bisa masuk di sana hanyalah orang-orang kepercayaannya dan menurut cerita yang kau katakan bahwa Nico pernah di situ. Dan Kayasi tidak bisa melepaskan Nico begitu saja karena takut identitas kedua dia di dunia hitam itu terbongkar." Jawab Bella.
"Benar juga yang Kakak katakan. Bahkan ketika ia masuk ke dalam bar, dia menggunakan topeng. Hanya saat di dalam ruang VIP aku dan Nico dapat melihat wajah aslinya." Jawab Kriss.
"Nah, itu dia. Sekarang apa rencana kalian?" tanya Bella.
"Untuk saat ini hanya ingin mengawasi mereka yang memiliki tato itu saja." Jawab Kriss.
"Sudah menceritakan semua ini kepada Abang Kenzo?" tanya Bella.
"Belum." Jawab Kriss
"Biarkan Kakak yang akan mengatakan semua itu. Kalian bertiga tenang saja di sini." Jawab Bella.
"Kakak mau ke rumah Daddy dan Bunda?" tanya Kriss.
"Kalian mau aku tetap di sini?" tanya Bella.
"Tidak, tidak eh maksud ya itu lebih baik kak langsung mengatakan kepada Abang Kenzo mewakili kami." Jawab Farel.
"Iya Kak. Kami mengandalkan Kakak." Jawab Kyler.
"Itu ide yang bagus. Dengan begitu aku dan lainnya akan lebih fokus untuk mencari dan menggali informasi yang lebih jauh lagi." Jawab Kriss.
"Oke. Karena sudah selesai makan, kita pergi ke butik sebentar untuk mencari baju." Jawab Bella.
"Butik?" tanya Kyler dan Farel bersamaan.
"Siap-siap melihat dan menilai." Jawab Kriss.
Wajah mereka yang tadinya sudah senang karena Bella ingin pergi namun menjadi lesu kembali ketika mendengar Bella mengajak mereka ke butik dulu sebelum pergi.
"Tidak lama hanya satu jam saja jangan memasang wajah yang seperti itu." Jawab Bella yang berjalan keluar.
Mereka bertiga hanya saling menatap dan berjalan keluar mengikut Bella yang keluar dari restoran.