
Episode Kriss Sandreas.
Jangan lupa like dan komentar ya 🙏🙏🙏🙏🙏❣️
"Anak ini mengapa bisa mengetahui hal ini? Aku semakin penasaran dengan identitas dirinya." Jawab Zen dalam hati
"Apa yang kau katakan itu benar. Mungkin mereka adalah orang-orang kiriman dari bisnis yang aku jalani." Jawab Zen.
"Bisnis?" tanya Kriss.
"Iya. Dan lagi, di kota ini tidak ada yang tidak mengetahui identitas ku. Sebenernya kau siapa?" tanya Zen yang penasaran sambil menatap Kriss serius.
"Aku baru beberapa bulan di kota ini paman. Dan aku juga hanya sebagai murid di salah satu sekolah di kota ini karena mendapatkan beasiswa." Jawab Kriss dengan cepat.
"Pantas saja kau tidak mengenal ku." Jawab Zen.
"Perkenalkan aku, Zen Chan. Hakim besar di kota ini juga sekaligus pengusaha yang memiliki banyak saham di berbagai perusahaan yang ada di kota ini." Jawab Zen.
"Paman aku tidak bisa berlama-lama karena ini sudah lewat dari jam aku keluar." Jawab Kriss yang melihat jam di dinding ruangan pasien itu.
"Baiklah. Sekali lagi terima kasih dan ini kartu nama ku. Jika kau kesusahan di dalam kota ini, cari lah aku. Aku akan membantu mu sebisa mungkin untuk balas Budi." Jawab Zen kepada Kriss.
"Baik paman." Jawab Kriss kemudian berpamitan kepada Zen dan pergi meninggalkannya.
Zen yang melihat Kriss pergi setelah mengantarkan dirinya ke rumah sakit. Zen mengeluarkan ponselnya yang untung masih selamat di saku kantong celananya. Zen meminta bantuan polisi yang menjadi temannya untuk mengecek kejadian yang telah menimpanya.
Sementara Kriss yang pergi dari rumah sakit menyusul Ke rumah Robert.
"Kami baru meletakkan mereka di ruang bawah tanah." Jawab Robert saat Kriss tiba di rumahnya.
"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Kriss.
"Mereka yang telah meningal kami masukkan ke dalam mobil dan memasukkan bensin sekaligus percikan api yang akan membuat mobil itu terbakar di saat kami memasukkan mobil mereka ke jurang." Jawab Robert.
"Pekerjaan yang bagus. Jangan sampai ada barang bukti yang tertinggi dan buat hal itu menjadi kecelakaan biasa." Jawab Kriss
"Terima kasih tuan." Jawab Robert
"Tinggal aku sendiri untuk mengintrogasi mereka." Jawab Kriss yang meminta kunci dari Robert.
"Baik tuan muda. Ini kuncinya." Jawab Robert.
Kriss berjalan menuju ruang bawah tanah.
Suasana ruangan yang cukup gelap, dingin dan juga sunyi. Sebenarnya cukup seram. Hanya ada 4 tiang besi yang berdiri tegak di sana.. Dan saat ini kedua lelaki yang berbadan besar itu di ikat pada kedua tingang. Masing-masing mereka di ikat di kedua tiang dengan membentuk huruf silang.
Kedua kaki yang di ikat di kedua tiang bawah. Dan kedua tangan di ikat di kedua tingang atas. Kriss yang masuk ke dalam ruangan langsung membawa dua ember air yang pegangan ya saat masuk yang di ambil dari toilet.
Kriss meletakkan satu buah ember kecil dan hanya memegang satu buah ember kecil di tangannya. Air yang berada di dalam ember di lemparkan ke arah salah satu laki-laki yang di ikat itu. Kemudian mengambil satu ember lagi dan melemparkannya kembali ke laki-laki di sebelahnya.
Cara Kriss membangunkan mereka dengan cara menyiram wajah hingga tubuh mereka menggunakan air biasa. Kriss melihat reaksi yang di pakai oleh mereka.
"Sudah sadar?" tanya Kriss.
"Kita di mana?"
Mereka yang membuka mata langsung bertanya sedang berada di mana dan juga siapa yang yang ada di depan mereka.
"Kalian tidak perlu tau siapa aku. Tapi ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian berdua." Jawab Kriss.
"Siapa kau berani-beraninya bertanya kepada kami. Lepaskan kami."
"Lepaskan?" tanya Kriss yang berdiri di depan mereka.
Mereka yang berusaha untuk melepaskan tali dari kaki dan tangan Mereka. Mereka juga berusaha untuk melukai Kriss. Mereka benar-benar tidak bisa mendekati Kriss yang berdiri berjarak 7 cm dari Kriss..
"Percuma. Kalian tidak akan bisa lolos. Lagian aku juga hanya bertanya 3 pertanyaan saja." Jawab Kriss.
"Pertanyaan apa?" tanya salah seorang.
"Tidak aku tidak akan mengizikan mu mendapatkan jawaban yang kau mau." Jawab salah seorang lainnya.
"Oh benarkah? Baiklah karena kau tidak ingin menjawab ku maka kau sudah tidak di perlukan lagi." Jawab Kriss dengan senyum liciknya.
Kriss berjalan mendekati pria yang menolak menjawab pertanyaan ya. Kriss melihat sosok lelaki itu dengan serius lalu membuatnya terus memberontak terlepas dari ikatan. Sementara Kriss terus tertawa melihat mereka.
"Aku tidak suka kotor karena darah dan juga tidak suka karena berlama-lama. Waktu ku sangat singkat." Jawab Kriss yang melangkah jauh dari mereka.
Kriss berjalan ke sebuah rak lemari yang terdapat beberapa botol besar yang ada di dalam ruangan itu. Kriss mengambil botol pertama yang bertulis zat kimia asam sulfat. Lalu menyiramkan ke seluruh badan lelaki yang telah menolak menjawab Kriss.
Karena melemparkan asam yang kuat itu membuat tubuh lelaki itu meleleh, kulit yang melepuh dan pecah dengan cepat. Lelaki itu menjerit merasakan kepanasan yang sangat luar biasa. Dalam hitungan menit nyawanya telah hilang dan badannya sudah tak layak di lihat lagi. Bahkan tubuhnya jatuh karena tali itu juga lepas karena asam tersebut.
"Di organisasi ku kejam dan sadis. Tapi dia, anak seusia dia lebih sadis dari kami. Siapa sebenarnya dia?" tanya lelaki yang tadi tidak menolak permintaan Kriss. Dengan menekan ludahnya sendiri melihat kejadian yang ada di depan matanya.
"Aku tidak akan pernah kasihan dengan sebuah nyawa yang pantas untuk di binasakan. Dan kau? mau bernasib sama seperti rekan mu?" tanya Kriss yang melihat lelaki yang satunya dengan tatapan menyeramkan dan mengintimidasi.
"Aku akan jawab apa yang anda butuhkan tuan muda." Jawabnya dengan gugup melihat kejadian itu.
"Hahahha. Bagus. Mulut mu berkata manis juga, dan juga tidak terlalu buruk untuk mau menerima tawaran." Jawab Kriss.
"Apa yang akan anda berikan jika aku menjawab 3 pertanyaan Anda?" tanya ya.
"Aku akan membebaskan mu." Jawab Kriss tersenyum.
"Baiklah. Apa pertanyaan ya?" tanyanya.
"Dari mana asal usul tato kalian?" tanya Kriss.
"Tato?" tanya dirinya karena memang di kulit tubuhnya terdapat banyak tato.
"Tato di jari, di sini ( di telapak pergelangan tangan), atau di leher?" tanya Kriss yang menunjuk tatap lelaki itu.
"Tato ini hanya sebagai identitas kami sebagai anggota. Karena kami adalah pembunuh bayaran. Jadi setiap pembunuhan bayaran memilikinya." Jawabnya.
"Pembunuh bayaran?" tanya Kriss dalam hati.
"Aku tidak akan mempertanyakan tentang mengapa kalian ingin membunuh Zen. Tapi pertanyaan kedua, aku hanya ingin mengetahui siapa bos kalian?" tanya Kriss dengan tatapan serius melihat lelaki itu.