Junior Sandreas

Junior Sandreas
Ciuman Yang Sama



Bella yang ikut membalikkan badan sambil melihat dengan takjub apa yang sedang ia lihat benar-benar indah. Matahari yang mulai terbenam keseluruhan di ujung lautan lepas memancarkan cahaya senjanya ke seluruh langit pada sore hari itu.


"Dia datang tanpa di undang, dan ia pergi tanpa berpamitan." Jawab Bella.


"Dia datang dengan kehangatan tapi pergi meninggalkan kerinduan." Jawab Feng menyambung pernyataan Bella.


"Seperti Aurora di sore hari." Jawab Bella yang kemudian menoleh ke kiri yaitu arah Feng yang berdiri di samping Bella saat ini.


"Senja keindahan yang tak bisa untuk di lupakan." Jawab Feng.


Senja sore hari yang memberikan keindahannya pada langit dan juga hamparan air laut yang menjadi titik balik antara langit dan juga air. Pancaran warna senja yang memberikan suasana yang indah untuk dilihat oleh mata banyak orang.


Bella dan Feng tidak menyadari bahwa mereka sedang berargumen pendapat tentang senja yang masing-masing saling memberikan penilaiannya tentang senja. Hingga mereka menyadari bahwa sedang saling sahut menyahut tentang apa yang mereka lihat saat ini.


Angin berhembus dengan kencang sehingga membuat rambut panjang Feng terbang ke arah belakang. Tiba-tiba mereka berdua yang menyadari sejak tadi sedang berargumen tentang senja saling melihat satu sama lain. Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain setelah menyadari apa yang mereka dengar dan apa yang mereka ucapkan tentang senja.


Kedua pasang bola mata mereka masing-masing saling beradu dalam cara memandang satu sama lain. Tatapan yang tajam tergambar dari dua ekspresi yang mereka tunjukkan masing-masing. Feng dengan segala penilaiannya, begitu pula dengan Bella.


"Dia benar-benar tampan." Ucap Bella dalam hati yang ingin sekali lebih lama menatap wajah Feng dan juga harus menahan diri untuk tidak menggoda Feng. Bella menyadari bahwa dirinya saat ini bukanlah seorang bela yang pernah menjadi pasiennya tetapi orang asing yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu.


"Wanita ini benar-benar terlihat seperti pasienku yang beberapa hari ini sedang aku cari. Tapi, apa mungkin dia adalah orang yang sedang aku cari?" tanya Feng dalam hatinya yang menghayalkan dan mencocokkan antara wajah Bella yang saat ini dengan yang saat di rumah sakit.


Mereka berdua tenggelam dalam pemikirannya masing-masing tanpa ada mengatakan hal apapun hingga beberapa menit berlalu. Senja menjadi background mereka berdua yang saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba Zo yang berada di tangan Feng, melompat ke bawah. Hal itu membuat mereka berdua menjadi tersadar dan segera untuk menangkap Zo yang melompat.


Bella dan Feng saling membungkukkan badannya kebawa untuk menangkap Zo. Tetapi tangan mereka berdua saling berpegangan di lantai ketika tidak dapat meraihnya. Zo yang melompat ke arah Bella kemudian ingin ditangkap oleh Feng tetapi membuat Bella terjatuh ke lantai. Feng yang ingin menyelamatkan kepala Bella dengan menggunakan tangan kanannya yang diarahkan ke tangan Bella untuk di tarik olehnya Tetapi menghasilkan dirinya juga terjatuh bersama dengan Bella.


Mereka berdua terjatuh ke arah yang berlawanan sebelum jatuh ke kanan di mana posisi Bella ingin di selamatkan oleh Feng. Posisi Feng yang berada di bawah tubuh Bella membuat mereka berdua sangat canggung untuk beberapa saat saling menatap. Seperti seseorang yang sedang ingin berciuman.


Saat Bella ingin menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh Feng, Zo kembali melompat ke arah punggung Bella dan membuat adegan ciuman tanpa sengaja terjadi oleh Bella dan juga Feng. Zo yang sejak tadi melompat kesana kemari itu karenamengejar seekor kupu-kupu yang sedang terbang.


Mereka kembali berciuman tanpa sengaja di saat pertemuan kedua mereka berdua. Ciuman yang sama saat di rumah sakit ketika Feng sedang memeriksa Bella. Pertemuan yang selalutidak sengaja terjadi kepada mereka berdua.


Mereka berdua yang menikmati ciuman tanpa sengaja itu membuat mereka berdua sedang dalam pikirannya masing-masing. Pada suasana senja yang akan segera menghilang terjadi sebuah adegan ciuman tempat sengaja yang terjadi oleh mereka berdua. Zo sedang melihat kupu-kupu yang terbang menjauh dari dirinya dan sudah tidak bisa lagi diraih oleh dirinya. Kupu-kupu itu terbang ke arah laut di mana senja yang akan segera hilang.


"Rasa ini sama." Jawab Feng dalam hatinya. Feng sedang bernostalgia di mana saat Bella menciumnya di rumah sakit. Feng merasakan bahwa ciuman ini ada ciuman yang sama saat di rumah sakit.


Di saat Bella ingin melepaskan ciumannya dari Feng, tetapi Feng malah Bella kembali untuk memastikan bahwa ciuman ini benar-benar ciuman yang sama. Dengan lembutnya yang menarik tubuh Bella menggunakan tangan kanannya dan kembali ******* bibir Bella untuk memastikan apakah yang sedang dipikirkannya itu adalah benar.


"Apa yang sedang dia fikirkan."Ucap Bella dalam hatinya.


Feng yang terlalu lama melakukan hal itu membuat Bella tidak nyaman dan segera melepaskan.


"Lepaskan, apakah kau gila." Jawab Bella yang mendorong tubuh Feng dan membuat dirinya berdiri dari lantai itu dan mengusap bibirnya.


"Maaf." Jawab Feng yang kemudian ikut berdiri juga dan mengusap bibirnya dengan jari jempol nya.


" Apa kau gila?" tanya Bella yang membentak Feng.


"Ternyata kau orang yang sama ketika di rumah sakit." Jawab Feng kepada Bella dengan wajah yang serius.


"Apa yang kau maksud?" tanya Bella yang kemudian berpikir bahwa dirinya sudah diketahui oleh Feng.


"Tidak usah berbohong lagi. Penampilan mu yang sekarang mungkin orang lain tidak akan mengenalinya tetapi berbeda dengan diriku. Kau adalah Bella." Jawab Feng yang menyentuh dagu Bella dan membuka topi yang digunakan oleh Bella.


Bella tidak bisa berkata-kata dan ia hanya berdiam diri dan melihat wajah Feng yang makin serius melihat dirinya.


"Jawab dengan jujur." Ucap Feng kepada Bella yang ingin mendengarnya dari mulut Bella langsung dari pada hanya asumsi yang ada di kepalanya.


"Kenapa jika aku Bella, dokter Feng." Jawab Bella yang membentak dokter Feng dengan menyebutnya dengan nama dokter.


"Sudah ku duga kau juga menyadari bahwa ini adalah aku." Jawab Feng yang tertawa.


"Kenapa? Apa masalahnya. Kau juga sama." Jawab Bella yang tidak mau kalah.


"Tentu saja aku berpenampilan berbeda karena tidak ingin ada pengganggu yang mengganggu waktu istirahatku selain dari waktu bekerja aku sebagai seorang dokter." Jawab Feng kepada Bella.


"Begitu juga denganku. Mana mungkin aku berpenampilan sebagai Bella ketika aku keluar tanpa siapapun. Kau tau sendiri aku adalah seorang bintang ternama di kota ini." Jawab Bella yang kesal.