
"Makanlah dengan tenang dulu, setelah itu kita bicara." Jawab Feng lagi memberikan sendok dan sumpit ke Bella.
Bella hanya diam dan menuruti saja karena perutnya memang sangat lapar. Dan Feng juga ikut makan malam. Mereka berdua makan malam bersama.
Feng yang hanya melihat bagaimana Bella sedang menikmati makanannya sedangkan ia secara perlahan menikmati makanan yang ada di depannya. Bella yang sejak tadi hanya fokus terhadap makanan yang ada di depannya baru tersadar bahwa ia sedang diperhatikan oleh Feng sejak tadi.
"Menyebalkan." Ucapnya dalam hati.
"Makan ini."Jawab Feng menambah daging potong ke piring Bella dengan menggunakan sumpit nya.
Bella yang menerima makanan itu hanya melihat Feng yang berada di hadapannya dan memakan daging yang diberikan oleh Feng.
"Bagus. Makan yang banyak." Jawab Feng yang melihat Bella lagi dengan baik.
Bella yang mendengarkan pernyataan dari Feng mengunyah dan menelan makanan yang berada di mulutnya dengan segera kemudian mengambil gelas untuk meminumnya dengan cepat. Meletakkan sumpit di atas meja kemudian melihat Feng.
"Jadi kau menyuruhku untuk makan banyak agar aku terlihat gendut?" tanya Bella dengan nada yang sangat kesal.
"Bukan, maksudku itu agar engkau sehat dengan memakan makanan yang bergizi 4 sehat 5 sempurna." Jawab Feng dengan santainya.
"Singkirkan pembahasan itu. Sekarang jawab beberapa pertanyaan ku dengan jujur." Jawab Bella.
"..." Feng mengangguk kepalanya yang mengartikan bahwa ia akan menuruti perkataan Bella.
"Mengapa kau pindah?" tanya Bella.
"Ingin dekat dengan kekasih ku." Jawab Feng.
"Sejak kapan kau belajar menggombal seperti ini?" tanya Bella.
"Sejak aku sudah jatuh cinta dengan mu." Jawab Feng dengan mudahnya.
"Bukan kah ini aneh? Seharusnya aku yang mengejarnya dan sekarang......" jawab Bella dalam hati.
"Bukankah itu adalah berita baik karena kau berhasil mendapatkan ku?" tanya Feng.
"Iya juga, bukan kah ini yang aku inginkan. Tapi kenapa menurut ku ini sangat aneh?" tanya Bella dalam hati dalam lamunan dirinya.
"Bagaimana?" tanya Feng yang menyadarkan Bella dengan memukul dengan jari tangan Feng pada kepala Bella.
"Oh." Jawab Bella.
"Hanya itu? Kau tidak senang? Atau karena sudah mencapai tujuanmu itu kau akan meninggalkan ku? karena dilihat kau itu seorang artis yang pandai dalam berakting?" tanya Feng dengan wajah serius.
"Kau? Lagi-lagi kau menyinggung pekerjaanku?" tanya Bella.
"Aku hanya bertanya, sejak kapan aku menyinggung ya?" tanya Feng dengan santainya.
"Kau, kau itu manusia punya hati gak? Sejak awal pulang dari menjemput ku dari pesta. Kau berfikir negatif terus tentang pekerjaanku sebagai seorang artis." Jawab Bella.
"Apakah aku seperti itu?" tanya Feng yang tidak sadar dengan perkataannya.
"Iya." Jawab Bella yang sinis dengan membawa piring dan sempit yang digunakan itu ke wastafel tempat cuci. Bella meninggalkan banyak yang masih duduk di meja tamu itu.
Feng ikut menyusul Bella yang berjalan ke wastafel.
"Apakah aku berkata yang tidak baik sehingga membuatnya begitu marah?" tanya Feng dalam hati sambil berjalan membawa piring kotornya.
"Bel." panggil Feng dengan lembut berkali-kali namun tidak dijawab oleh Bella.
Feng yang tidak menerima jawaban dari Bella membuat dirinya ingin memeluk Bella dari belakang namun dalam menghindar dengan baik beberapa kali.
"Apa dia memang bisa menghindar?" tanya Feng dalam hati.
"Apa?" tanya Bella yang takut ketahuan dengan kemampuan bela dirinya.
"Kau marah?" tanya Feng.
"Kenapa marah?" tanya Feng.
"Feng, kau itu memang polos atau pura-pura polos?" tanya Bella.
"..." Feng menggelengkan kepalanya di mana ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Bella.
"Oke. Pertama kenapa kau berkata bahwa seorang artis itu seperti perempuan tidak baik?" tanya Bella.
"Karena aku tidak suka wanitaku dilihat oleh banyak orang apalagi lelaki lain selain diriku." Jawab Feng.
"Ini orang cemburu?" tanya Bella dalam hati.
"Lalu kenapa mengatakan bahwa aku berakting untuk mencintai mu?" tanya Bella.
"Bukan kah jelas bawa kau sering mengatakan cinta kepada banyak lelaki yang ada di film mu. Mungkin saja kau sedang latihan untuk melakukan sebuah drama dan aku dijadikan sebagai objek percobaan." Jawab Feng.
"Bodoh. Hahahahaha." Jawab Bella yang tertawa secara spontan dan tidak memikirkan bahwa dirinya saat ini sedang marah.
"Kenapa tertawa?" tanya Feng.
"Pertama, ternyata aku mencintai seorang lelaki yang polos. Kedua, kau cemburu. Ketiga, apa yang kau fikirkan itu salah. Seorang artis tidak seperti yang kau bayangkan saat ini. Kau harus lebih memahami seperti apa artis itu dari kepribadian nya." Jawab Bella.
"Baguslah dia tidak marah dan menjawab pertanyaan ku dengan jujur. Ternyata memang benar berpura-pura bodoh adalah salah satu taktik untuk mendapatkan mu sepenuhnya." Jawab Feng dalam hatinya.
Bella yang masih berpikir bahwa ini terlalu polos dan ia masih tertawa kecil melihat Feng yang begitu imut menurut dirinya.
"Jadi kau tidak marah lagi?" tanya Feng.
"Kali ini kau ku maafkan." Jawab Bella dengan membelai rambut kepala Feng dengan tangan kanan Bella.
"Terima kasih." Jawab Feng dengan memeluk Bella seperti anak kecil yang mendapatkan permintaan maaf dari Bella.
Bella yang tidak keberatan menerima pelukan itu dari Feng.
"Seperti anak kecil." Jawab Bella dalam hati dengan memeluk Feng.
"Sudah cukup. Bagaimana jika aku membantu mu untuk membereskan barang-barang pindahan di apartemen baru mu." Jawab Bella.
"Boleh." Jawab Feng.
Feng dan Bella berjalan bergandengan tangan keluar dari apartemen Bella memasuki apartemen Feng. Saat Bella masuk ke dalam apartemen Feng, ia melihat suasana apartemen yang sudah bersih dan rapi seperti seseorang yang sudah lama tinggal di dalamnya.
"Apakah kau benar-benar baru tiba hari ini?" tanya Bella.
"Sudah beberapa hari yang lalu namun baru selesai hari ini dan maka dari itu aku baru pindah ke sini." Jawab Feng dengan berbohong.
"Lalu kenapa tadi mengatakan memperbolehkan aku untuk membantumu beres-beres?" tanya Bella.
"Memang benar. Ayo ikut bersamaku di dapur." Jawab Feng.
"Kosong?" tanya Bella.
"Iya. Maukah princess membantuku besok untuk belanja beberapa alat memasak dan beberapa bahan masakkan?" tanya Feng.
"Hahahah, tentu saja. Tapi tunggu...." Jawab Bella.
"Apa?" tanya Feng.
"Makanan tadi?" tanya Bella.
"Oh itu. Makanan delivery yang princess pesan mengantarnya ke apartemenku. Dan itu menjadi kesempatanku untuk mengetahui mengapa dirimu tidak membalas chat ku?"
"Aku juga berpura-pura polos di hadapan mu untuk mengetahui mengapa kau marah kepadaku? Tapi, soal Aku mencintaimu dan soal Aku cemburu terhadapmu itu adalah hal yang nyata." Jawab Feng dengan wajah yang lugu dengan melipat kedua tangannya untuk meminta maaf.
"Dasar...." Jawab Bella yang kesal lalu pergi keluar dari apartemen Bella namun di tahan oleh Feng lalu di peluknya kembali.