
Rasa gelisah terus dirasakan oleh Bella yang berada di dalam kamar inap. Terus memikirkan apa yang sedang di katakan Feng dan mendengarkan pernyataan Feng. Rasa penasaran terus menghantui pemikiran Bella.
Selimut di singkirkan dan berjalan keluar kamar inap. Bella membuka gagang pintu dengan mengeluarkan kepalanya untuk melihat lorong kanan dan kiri rumah sakit. Melihat posisi CCTV yang ada di rumah sakit dan memasukkan kembali kepalanya.
"Ada 3, baiklah. Bersikap biasa saja dan dan menyelinap di kantor ya." Ucap Bella dalam hatinya dari balik pintu.
Bella keluar dari kamar inapnya dan berjalan menuju ruang kantor Feng di pojok kanan lorong. Dengan berpura-pura berjalan memainkan ponsel miliknya. Tiba di depan pintu kantor Feng, Bella membuka pintu dengan mudah karena saat ini pintunya tidak terkunci.
"Baguslah jika tidak terkunci." Jawab Bella dalam hatinya.
Bella berjalan masuk ke dalam dan sedang melihat barang-barang Feng. Bella menemukan kertas yang pernah ia tinggalkan beberapa Minggu yang lalu ketika membantu merawat Feng.
"Dia masih menyimpannya? Dasar lelaki kaku dan dingin." Ucap Bella sambil tersenyum.
Bella memegang kertas note yang pernah dia tinggalkan itu. Namun tiba-tiba suara pintu terbuka dan membuat Bella jongkok untuk bersembunyi di meja Feng. Bella bersembunyi di bawah meja Feng.
"Silahkan duduk tuan, saya akan mengambil rekam medis Nyoya dulu untuk menjelaskan kondisinya."Jawab Feng yang sedang membawa seseorang masuk ke ruang kantor ya.
Feng berjalan mengambil laporan rekam medis yang berada di lacinya kemudian duduk di kursi kerjanya. Bella hanya berdiam membisu tanpa suara dan gerakkan untuk tidak di ketahui oleh Feng.
"Nyoya sudah bisa kembali ke rumah setelah beberapa hari lagi. Bisa saja lusa atau 3 hari lagi jika kesehatannya terus membaik. Tapi yang perlu saya tekankan kepada anda bahwa Nyoya tidak boleh terlalu banyak fikiran. Hal itu mengakibatkan ia akan terus mengkonsumsi obat tidur berjangka panjang dan tidak baik pada tubuhnya." Jawab Feng.
"Saya akan menjaganya secara ekstra untuk kali ini. Terima kasih telah menolong kami." Jawabnya.
"Sudah menjadi tugas saya sebagai seorang dokter. Dan biasakan untuk berolahraga itu akan membantu meringankan stress selain untuk kesehatan." Jawab Feng.
"Bai dokter Feng." Jawabnya.
"Aku akan menuliskan resep obatnya, " jawab Feng menulis resep obat namun tidak sengaja pulpen yang di ambil dari kantong kanan jas putih miliknya terjatuh.
"......?" ucap dokter Feng dengan kaget melihat Bella ada di bawah meja miliknya.
"Ada apa dokter?" tanya orang itu.
"Tidak apa-apa, sebentar aku mengambil pulpen ya terjatuh." Jawab Feng yang kembali merunduk.
Bella tersenyum dan menarik Feng ke arah dirinya kemudian menciumnya sebentar dan melepaskannya begitu saja.
"Lakukan tugas mu." Jawab Bella dengan tawa kecilnya membisikkan Feng lalu memberikan pulpen ke tangan kanan Feng.
Feng yang terbengong dengan tindakan Bella menjadi tersadar ketika Bella membisikkannya dan memberikan pulpen yang terjatuh itu ke tangan kanan ya. Feng langsung berdiri dan duduk kembali di kursinya.
"Sebentar," ucap Feng lalu menuliskan resepnya dan di berikan oleh suami dari pasiennya itu.
"Terima kasih dokter Feng."Jawab orang itu lalu keluar dari ruang kantor Feng.
"Keluar!" perintah Feng dengan tegas kepada Bella.
"Kau membentak ku?" jawab Bella dengan keluar dari bawah meja.
"Apa yang kau lakukan di kantor ku dan apa yang baru saja kau lakukan pada ku?" tanya Feng dengan wajah yang sangat serius.
"Kau membentak ku?" tanya Bella sekali lagi dengan wajah yang sedih dan mata berkaca-kaca.
"Tidak, aku tidak membentak mu. Aku hanya bertanya pada mu." Jawab Feng dengan wajah yang tidak tega melihat Bella.
"Itu, kau sedang membentak ku." Jawab Bella dengan meneteskan air mata dan merengek.
"Maaf jika aku salah, tapi aku tidak bermaksud untuk membentak mu." Jawab Feng dengan memeluk dan menepuk pundak Bella ketika memeluk ya.
"Hiks...hiks...hiks..."Bella yang menangis dalam pelukan Feng.
"Aku sudah tau ini akan berhasil, kalian sebagai lelaki dingin semuanya sama." Jawab Bella hatinya yang sedang memikirkan Kenzo, Kriss dan juga Jack.
"Berhentilah menangis." Jawab Feng yang melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Bella yang berhadapan dengan ya.
"Hikss... aku tidak pernah di bentak oleh siapapun. Ini pertama kalinya dan aku ketakutan. Aku salah apa sehingga kau membentak ku dengan suara seperti itu." Jawab Bella.
"Apa aku tadi sudah terlalu keras kepada ya?" tanya Feng dalam hatinya.
"Aku sudah meminta maaf. Jadi duduk lah, aku akan mengambilkan air putih untuk mu." Ucap Feng yang membawa Bella duduk di kursi.
Bell menahan Feng dengan tangannya yang memegang tangan kanan Feng.
"Janji tidak akan pernah membentak ku lgi?" tanya Bella.
"Janji."Jawab Feng.
"Karena kau sudah berjanji. Sebenarnya aku datang ke sini untuk meminta jawaban dari permintaan ku satu jam yang lalu."Jawab Bella.
"Ha?" tanya Feng yang baru saja ingat.
"Jadi ap jawaban mu." Jawab Bella.
"Apa kau waras? Bisa-bisa ya seorang wanita mengatakan cinta kepada seorang pria dengan mudah ya. Apakah ini cara mu berakting sebagai artis untuk mempermainkan banyak hati pria?" tanya Feng.
"Kau?" ucap Bella dengan berdiri dan emosi mendengar pernyataan Feng.
"Jadi ini cara mu memandang ku selama ini karena aku adalah seorang artis yang sering berakting di depan kamera?" tanya Bella.
"Mungkin. Itu sudah hal yang wajar." Jawab Feng.
"Oh, jadi seperti itu penilaian mu kepada ku. Baiklah, aku tidak akan mengganggu mu lagi. Tapi satu hal yang harus kau ketahui bahwa untuk memberanikan diri mengatakan cinta terlebih dulu bukan lah perkara mudah dan satu hal lagi aku fikir kau sudah mengetahui bagaiman perasaan ku sejak pertama bertemu dengan mu. Tapi ternyata aku salah." Jawab Bella pergi meninggalkan Feng di ruang kerjanya.
Suara pintu tertutup terdengar sangat keras. Dan suara ponsel dari Feng berbunyi di saku kantong jas putih milihnya.
"Ada apa?" tanya Feng.
"Bos, aku sudah menemukan siapa anak perempuan yang selama ini bos cari. Aku segera mengirimkan informasinya kepada mu." Jawab seseorang dalam telepon itu.
"Akhirnya aku menemukan mu princess." Jawab Feng dalam hatinya.
"Iya." Jawab Feng lalu mematikan ponselnya.
Di sisi lain, Bella yang sedang kesal berjalan ke arah pusat informasi untuk melakukan check-out dari rumah sakit.
"Lakukan segera administrasi kepulangan ku." Ucap ya oleh petugas.
"Tapi nona ini masih terlalu malam dan sepertinya belum ada laporan bahwa kau boleh keluar dari rumah sakit." Ucap petugas itu.
"Aku bilang aku mau keluar ya keluar. Cepat lakukan pekerjaan mu atau kau akan tau akibatnya." Ucap Bella dengan menyebarkan aura yang menakutkan sehingga petugas itu mengikuti kemauan Bella.