Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Mengobati Luka Bella



Episode Bella Sandreas.


Bella yang memberitahukan kepada Feng untuk mengatakan kebenaran jika dia tidak menyukai sesuatu atau menyukai sesuatu. Dan Feng menuruti apa yang di katakan oleh Bella.


Mereka menikmati hot pot, Bella yang menyukai makanan pedas. Sedangkan Feng yang tidak menyukai makanan pedas. Tapi mereka bisa berbagi kasih saat makan di satu meja walaupun berbeda selerah.


"Semakin hari aku semakin mengetahui tentang mu." Jawab Bella dalam hati sambil memandangi Feng.


"Aku bisa lebih tau apa yang kau suka." Jawab Feng dalam hati saat menikmati makanan dan melirik ke arah Bella.


Tapi melihat Bella yang melamun melihat Feng terus membuat Feng yang baru saja melihatnya langsung berkata dalam hati "Mengapa dia melihatnya seperti itu?"


" Apakah belum cukup memandangi ku?" tanya Feng dengan menyentuh sumpit Bella.


"Ah, iya." Jawab Bella yang tersadar menarik tangannya kanan yang memegang sumpit.


"Aaau." Ucap Bella yang tangan kirinya terkena panci sedikit karena menggeser kan tangannya untuk mengambil gelas.


"Kenapa tidak hati-hati." Ucap Feng yang langsung berdiri dan melangkah mendekati Bella. Ia menarik tangan Bella dan melihat yang terkena.


Feng memberikan tiupan di tangan yang terkena dengan perlahan-lahan.


"Apa sakit?" tanya Feng sambil melihat Bella.


"Tidak apa-apa." Jawab Bella tersenyum.


"Bagaimana tidak apa-apa. Lihat ini kulit mu memerah." Jawab Feng yang masih menghembus.


"Hanya sedikit. Tidak masalah." Jawab Bella.


"Tidak bagaimana. Ayo ke rumah sakit." Jawab yang berdiri dan mengajak Bella.


"Tenang lah. Aku tidak apa-apa "Jawab Bella yang berdiri dan menahan Feng untuk membawa ya. Bella menyuruh Feng untuk duduk.


"Bibi boleh ambilkan salep luka bakar?" tanya Bella kepada Bibi.


"Baik nona." Jawabnya dan kemudian memberikan obat salep kepada Bella. Yang saat itu bibi sedang membereskan piring di dapur.


Dengan cepat bibi mengambil kotak P3K yang ada di lemari. Berjalan menuju ke tempat Bella dan Feng. Kemudian memberi kotak P3K itu kepada mereka.


"Ini nona, siapa yang terluka?" tanya Bibi.


"Saya bi." Jawab Bella tersenyum.


"Hati-hati nona,"


"Iya Bi." Jawab Bella.


"Saya kembali bekerja dulu."Jawab bibi.


"Iya Bi, biar saya yang mengobatinya." Jawab Feng kepadanya.


Sang bibi kembali pada pekerjaannya dan Feng dengan telaten mengobati Bella. Di dasari seorang dokter dan juga memberi kelembutan kepada orang yang terkasih.


Feng menggeser kan tempat duduknya di dekat Bella. Membuka kotak P3K lalu mengambil salep dan pelan-pelan mengoleskan ke luka yang ada di tangan Bella. Bella yang terus memperhatikan Feng dengan lembut merawat dirinya yang terluka.


"Sebagai pacar atau dokter?" tanya Bella saat Feng yang perlahan mengobati Bella.


Padahal luka yang memerah tidaklah besar. Hanya berukuran 3 cm namun Feng terlalu khawatir kepada Bella. Dia sejak awal sudah cerewet saja kepada Bella.


"Pertanyaan apa itu?" tanya Feng yang wajahnya melotot ke arah Bella.


"Iya-iya gak lagi. Jangan marah." Jawab Bella dengan manja.


"Wanita itu jangan ada bekas luka di tubuhnya." Jawab Feng.


"Iya my prince bawel." Jawab Bella yang menggoda lagi.


"Apa?" tanya Feng.


"Iya iya my prince." Jawab Bella tersenyum dan mencubit pipi Feng.


"Jadilah gadis yang baik dan menurut." Jawab Feng yang mengelus kepala Bella.


"Iya." Jawab Bella tersenyum.


"Panggilan itu cocok juga." Jawab Feng.


"Iya. My princess and my prince." Jawab Feng.


"Terima kasih atas perawatannya." Jawab Bella.


"Jangan terluka lagi. Hal itu membuat ku sakit." Jawab Feng.


"Sakit?" tanya Bella yang polos dan tidak mengerti perkataan Feng.


"Sudahlah intinya jangan sampai terluka lagi. Masih mau melanjut makan ya?" tanya Feng dan Bella menganggukkan kepalanya.


"Masih lapar." Jawab Bella dengan merengek.


"Biarkan aku yang menyuapi mu." Jawab Feng yang tidak membolehkan Bella untuk berdekatan dengan panci lagi.


"Oke." Jawab Bella dengan senang hati.


Mereka yang kembali saling bermesraan untuk memakan hot pot malam ini. Satu suapan demi suapan telah masuk ke dalam mulut Bella yang di berikan oleh Feng. Hingga Bella merasa sudah kenyang.


"Sudah kenyang." Jawab Bella.


"Minum ini." Jawab Feng yang membuka tutup botol untuk Bella.


"Aku ke toilet dulu." Jawab Bella


Saat ini Bella melihat ada seseorang yang mencurigakan dari luar rumah makan itu, seperti seorang wartawan atau di sebut paparazi yang sedang memperhatikan Bella. Karena itu Bella pergi ke toilet agar orang itu pergi.


"Apa dia sudah memotret atau belum?" tanya Bella dalam hati.


"Aku tidak masalah jika hubungan ini terekspos tapi aku tidak ingin membuat Feng repot karena hal ini." Jawab Bella dalam hati.


Kemudian dia memikirkan ide dan meminta bantuan. Setelah itu, menyelesaikan hal itu Bella kembali.


"Kita kembali?" tanya Feng.


"Oke." Jawab Bella.


"Tunggu di sini dulu biar aku pergi membayar." Jawab Feng.


"Iya." Jawab Bella.


Feng pergi membayar makanan mereka dan kembali dengan Bella.


"Ayo." Jawab Feng dengan menyerahkan tangganya untuk menggenggam tangan Bella.


"Iya." Jawab Bella yang menggenggam tangan Feng sambil tersenyum.


Mereka keluar dari rumah makan yang kecil itu dan kembali ke apartemen. Namun dalam perjalanan pulang itu, seseorang yang tadi di curigai oleh Bella sedang memotret mereka berdua yang berjalan. Feng juga merasa ada yang mengikuti mereka. Feng menoleh kebelakang.


"Ada apa?" tanya Bella di saat Feng yang menoleh kebelakang dan memberhentikan langkahnya.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita." Jawab Feng.


"Benarkah?" tanya Bella yang ikut melihat kebelakang kanan dan kiri namun tidak menunjukan apapun.


"Mungkin hanya perasaan ku saja. Ayo kita lanjutkan." Jawab Feng yang kembali melangkahkan melanjutkan perjalanan mereka ke apartemen.


"Mungkin saja." Jawab Bella.


"Tapi palingan seorang wartawan yang sedang memotret ku." Jawab Bella lagi.


"Oh lalu besok-besok ada berita yang menggosip bahwa seorang artis papan atas sedang berkencan?" tanya Feng.


"Atau cinta lokasi." Jawab Feng baru teringat tentang beberapa berita yang mengatakan bahwa Bella sedang dekat dengan Dailon.


"Maksud ya bagaimana?" tanya Bella yang tidak mengerti maksud yang di ucapkan oleh Feng.


"Tidak apa-apa. Lebih baik kita segera kembali ke apartemen. Hari sudah semakin malam." Jawab Feng yang melihat suasana langit yang sudah semakin malam.


"Oh." Jawab Bella yang melihat raut wajah Feng yang berubah.


"Ini orang kenapa berubah dengan ekspresi ya. Tadi terlihat hangat tapi sekarang seperti sedang marah dengan ku?" tanya Bella dalam hati.


"Apa dia sedang marah denganku?" tanya Bella dalam hati kemudian berinisiatif untuk memeluk tangan Feng sambil berjalan.


"Feng yang melihat Bella memeluk tangannya hanya melihat saja dan mereka berjalan menuju lift untuk naik ke apartemen.