
Dokter Feng adalah seorang dokter yang memiliki ke ahlian dalam bidang ilmu toksikologi atau ilmu tentang racun. Tugas dokter Feng adalah untuk menangani pasien yang terkena racun baik dari sumber hewan, tumbuhan atau senyawa lingkuan sekitar.
Dokter Feng baru dua tahun belakangan ini menjadi salah satu dokter yang bekerja di rumah sakit ini. Sejak awal kedatangannya ini merupakan sebuah undangan dari komite rumah sakit yang merekomendasikan dirinya ke pihak direktur dan pemilik rumah sakit yang berada di kota C ini.
Dokter Feng yang awalnya juga memiliki rencana setelah kembali dari studi terakhir jenjang profesi toksikologi untuk membongkar kisah masa lalu di rumah sakit ini. Dokter Feng mendapatkan kesempatan untuk masuk tanpa harus bersusah payah mencari rencana untuk membuat dirinya masuk. Tanpa berfikir panjang ia menerima tawaran itu dan menjadi dokter di sini.
TOKSIKOLOGI ilmu mengenai racun termasuk mendeteksi, mengisolasi, memisahkan dan menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif, cara kerja racun dalam tubuh dan bahan yang digunakan untuk menetralkan.
Ilmu toksikologi adalah ilmu yang menelaah tentang kerja dan efek berbahaya zat kimia atau racun terhadap mekanisme biologis suatu organisme. Racun adalah senyawa yang berpotensi memberikan efek yang berbahaya terhadap organisme. Sifat racun dari suatu senyawa ditentukan oleh: dosis, konsentrasi racun di reseptor, sifat fisiko kimis toksikan tersebut, kondisi bioorganisme atau
sistem bioorganisme, paparan terhadap organisme dan bentuk efek yang ditimbulkan.
Tosikologi forensik menekunkan diri pada aplikasi atau pemanfaatan ilmu toksikologi untuk kepentingan peradilan. Kerja utama dari toksikologi forensik adalah melakukan analisis kualitatif maupun kuantitatif dari racun dari bukti fisik dan menerjemahkan temuan analisisnya ke dalam ungkapan apakah ada atau tidaknya racun yang terlibat dalam tindak kriminal, yang dituduhkan, sebagai bukti dalam tindak kriminal (forensik) di pengadilan. Hasil analisis dan interpretasi temuan analisisnya ini akan dimuat ke dalam suatu laporan yang sesuai dengan hukum dan perundangan-
undangan.
Jadi Dokter Feng bekerja umum biasanya tetapi juga salah satu ahli Toksinologi yang bukan hanya bekerja pada pasien rumah sakit yang terkena keracunan tetapi juga terkadang bekerjasama dengan beberapa pihak kepolisian atau pihak individu yg dalam menangani salah satu kasus terkait dengan racun.
Dokter Feng yang baru saja selesai dalam menangani salah satu kasus yang pembunuhan dengan menggunakan senyawa yang mematikan atas perintah petugas polisi yang ia kenal. Suster yang mencarinya tanpa sengaja bertemu di lorong UGD.
"Dokter Feng, ada seorang pasien yang baru saja tiba terkena bisa ular kobra." Ucap suster itu ketika bertemu dengan Feng.
"Bawa aku ke sana." Jawab Dokter Feng yang berjalan dengan cepat mengikuti suster yang membawanya ke Bella.
Dokter Feng yang masuk ke dalam ruangan UGD dan melihat seseorang yang dia kenal dalam kondisi yang tidak baik. Tangan ini aku yang dibalut oleh kain dan wajah yang sudah tidak berdaya.
"Buka segera ikatan itu!" bentak Feng kepada para suster yang membuat mereka heran.
Suster yang berada di dekat tangan Bella yang telah dibalut oleh kain itu membukanya sesuai dengan perintah dari dokter Feng.
"Sudah berapa lama dia di balut dengan kain itu?" tanya Feng kepada Dailon dan juga Melly yang juga masuk ke dalam ruangan UGD.
"Sekitar 30 menit dok." Jawab Melly.
"Kita bertemu lagi." Jawab Bella dengan lemas ketika Feng memeriksa tangan yang tergigit oleh ular.
"Salah satu dari kalian ceritakan kronologinya dan selebihnya silahkan keluar dari ruangan ini." Jawab Feng yang masih sibuk mencari obat untuk menetralkan racun pada tubuh Bella setelah ia memeriksanya terlebih dulu.
"Tinggalkan Bella dengan ku. Pergilah sebelum ada reporter yang datang mengetahui kejadian ini." Ucap Melly yang mengusir Dailon secara halus.
"Baiklah, tapi beri tahu aku keadaannya nanti." Jawab Dailon.
"Iya," jawab Melly.
"Apa dia begitu bodoh?" tanya Feng dalam hatinya.
"Seharusnya dia tidak melakukan hal itu." Jawab Feng setelah mendengar bahwa Bella menyedot darah yang keluar dari bekas gigitan ular kobra itu dan juga melilitkan kain di tangannya.
"Apa itu begitu parah?" tanya Melly.
"Tentu saja, jika kehilangan tangan kanannya dan mungkin juga bisa kehilangan nyawanya." Ucap Dokter Feng.
"Seharusnya kalian melakukan imobilisasi. Ehmm seperti membuat penyangga ranting di tangannya atau memastikan dirinya tidak menggerakkan tangannya dalam beberapa waktu sampai ke rumah sakit." Jawab Dokter Feng menjelaskan.
"Tujuan imobilisasi adalah menunda racun menjalar ke seluruh tubuh dan merusak organ-organ tubuh kita. Bukan penyedot racun dari bekas gigitan ular itu dan juga melilitnya menggunakan kain. Racun ular kobra bukan menyerang darahnya tetapi menyerang melalu getah bening. Dan saat melilitkan kain dapat mengakibatkan aliran darah yang tidak bekerja dengan baik dan itu akan mengakibatkan pemberhentian sistem. Kau lihat tangan kanannya menjadi membiru seperti mayat dan jika dibiarkan dengan waktu yang sedikit lagi dia akan kehilangan tangannya. Yaitu aku harus mengamputasi tangan kanannya jika tidak itu akan membusuk dan mengakibatkan kematian pada dirinya jika dibiarkan begitu saja." Jawab Feng yang saat ini menyuntik obat ke tubuh Bella.
"Jadi, bagaimana keadaannya sekarang dok?" tanya Melly.
"Aku sudah melakukan yang terbaik untuknya dan saat ini aku akan mengambil sampel darahnya untuk memastikan racun sudah tersebar seberapa persen pada tubuhnya." Jawab Feng.
"Biarkan dia untuk istirahat saat ini." Jawab Feng kepada Melly.
Bella yang sebenarnya sadar namun tidak dapat berbicara karena merasakan hal yang tidak memiliki kekuatan.
"Terima kasih dok." Jawab Melly.
"Sudah tugasku." Jawab Feng salah mengambil sampel dan berjalan keluar dari ruang dan diikuti oleh para suster.
Beberapa menit Feng berada di laboratorium untuk memastikan hasil dari Bella saat ini nyanyi ini pasti tanya sendiri agar lebih cepat dibandingkan untuk meminta beberapa orang yang biasa bekerja di laboratorium. Setelah mendapatkan hasilnya, dengan berjalan sambil membaca hasil menuju ke ruangan Bella.
Feng menghentikan langkahnya, melihat Melly masih berada di dalam ruangan untuk menemani Bella.
"Nona, apa yang harus aku lakukan saat ini?" tanya Melly.
"Tidak apa-apa. Tapi berusahalah untuk menutupi kejadian ini dari Bunda dan juga Daddy. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir kembali seperti kejadian yang lalu." Jawab Bella yang sudah sadar.
"Baiklah Nona, tapi nona bolehkah aku curiga tentang beberapa kejadian yang terjadi kemarin saat ini?" tanya Melly.
"Ada apa? apakah ada yang mencurigakan?" tanya Bella.
"Entahlah tapi feeling ku mengatakan iya. Aku dan suami sedang menyelidiki hal itu. Aku tidak ingin mengambil resiko untuk membahayakan dirimu karena tugas kami adalah melindungi mu sesuai dengan perintah tuan besar." Jawab Melly.
"Lakukanlah apa yang menurutmu itu perlu dilakukan." Jawab Bella.