
Kyler dan Farel yang mendengar semua penjelasan dari Kris sedikit mengerti dan ingin lebih mengetahui.
"Jadi orang yang menyerang Ella dan kau adalah orang yang berasal dari kelompok Cicutoxin ?" tanya Kyler.
"Iya. Jika mereka adalah kelompok yang sama. Apa alasan mereka menyerang kami berdua? Aku dan Ella tidak terlalu dekat. Yang menjadi kesamaan dari kami berdua adalah kami berasal dari sekolah JS. Tapi aku lebih berfikir tentang mereka bukan ingin membunuh kami berdua namun lebih tepatnya ingin melukai kami. " Jawab Kriss dengan menganggukkan kepalanya.
"Pengamatan mu benar nak, Daddy lebih setuju dengan kesimpulan bahwa mereka ingin mencelakai kalian karena pertandingan ujian sekolah kali ini." Jawab Jack.
"Apa?" tanya Kriss, Kyler dan Farel.
"Dari cerita awal keberadaan mu masuk ke sekolah JS sudah menggemparkan semua orang. Di tambah dengan kemampuan mu yang tidak kau tutupi itu, dan lagi kau semakin menonjol." Jawab Jack.
"Jadi dia menargetkan aku dan Ella hanya untuk membuat kami tidak ikut ujian?" tanya Kriss.
"Tidak, itu hanya sebuah langkah awal. Tujuan sebenarnya, Daddy tidak bisa menyimpulkan nya." Jawab Jack.
"Maksud Daddy semua itu hanya hasil hipotesis ?" tanya Kriss.
"Iya. Kalian yang harus mancari kebenaran yang sebenarnya." Jawab Jack.
"Tapi Ella hanya sekedar peringkat 2." Jawab Kriss.
"Kita tidak pernah tau alasan mengapa sejak kecil Ella menjadi pusat perhatian orang lain untuk mencelakai nya. Sejak dulu mereka sudah melindungi Ella dengan baik, namun karena sekolah JS adalah sekolah tanpa pengawal dan membuatmu harus menjadi penerus yang mandiri, jadi wajar saja Uncle Brian dan Abang Gerry meminta bantuan dari kita." Jawab Jack.
"Di tambah Gerry yang menjadi penerus Brian nantinya. Ini adalah ujian untuk Gerry sendiri sekaligus untuk mencari kebenaran yang terjadi 12 tahun ini. Mereka tidak mendapatkan petunjuk apapun selama ini. Hanya sebuah sekolah yang menjadi satu-satunya peninggalan yang berkaitan dengan orangtua Ella." Jawab Jack lagi.
"Dan lagi, ada satu hal yang aku rasakan di ketika duduk di bangku penonton hari ini." Jawab Jack.
"Apa itu Daddy?" tanya Kriss.
"Apa yang uncle rasakan?" tanya Farel.
"Aura balas dendam yang kuat. Tapi aku tidak mengerti dari mana asalnya." Jawab Jack.
"Membunuh?" tanya Kriss.
"Bisa jadi. Tapi kalian bertiga hati-hati mulai sekarang. Kalian boleh menunjukkan bakat kalian tapi jangan ada yang di luar konteks yang kalian pelajari di sekolah. Apa yang kalian ketahui dan kalian dapatkan selama ini jangan pernah untuk di tunjukkan di sekolah." Jawab Jack.
Jack bisa merasakan hal yang seperti itu karena terlalu sering dan hidup di lingkungan yang seperti itu. Yang menjadi ciri khas Jack itu sendiri adalah memiliki empati melebihi orang lain sehingga dia bisa merasakan hal-hal negatif yang berada disekitarnya seperti sebuah dendam.
"Aku paham Daddy. Jadi kami harus seperti apa? Aku terlanjur menjadi pusat perhatian mereka saat ini " Jawab Kriss.
"Tidak apa-apa. Untuk saat ini Jangan melakukan tindakan gegabah apapun yang berpura-pura untuk menjadi orang yang beruntung." Jawab Jack.
"Baik Daddy." Jawab Kriss.
"Dan untuk kalian berdua. Jangan lupa pada kemampuan kalian masing-masing untuk merahasiakannya dari semua orang. Dan lindungilah keluarga masing-masing dengan kekuatan kalian." Jawab Jack.
"Baik uncle." Jawab Kyler dan Farel.
"Kalian berdua bisa tinggalkan kami berdua. Istirahat lah di kamar yang sudah di sediakan." Jawab Jack.
"Baik Uncle." Jawab Kyler dan Farel yang membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan.
"Ada apa Daddy?" tanya Kriss.
"Apakah kau masih ingat tentang kejadian saat kau delapan tahun?" tanya Jack.
"Hal itu untuk pertama kalian ya di ketahui oleh Bunda mu dan membuatnya jatuh sakit." Jawab Jack.
"Dan karena hal itu juga menjadikan ku mengetahui alasan Daddy tetap berada di pulau ." Jawab Kriss.
"Iya. Aku sudah bisa menebak jika pada akhirnya kau akan mewarisi semua sifat ku kecuali sifat tidak berperasaan yang pernah aku miliki dulu sebelum bertemu dengan Bunda mu." Jawab Jack.
"Aku mengerti Daddy. Semua yang kau lakukan untukku dan juga Bunda untuk kebaikan kami. Walaupun dulu aku pernah beberapa kali membangkak kepadamu." Jawab Kriss.
"Tidak apa-apa. Yang harus kau ingat tetap harus kau ingat." Jawab Jack.
"Dalam bahaya apapun kau harus tetap hidup. Daddy kali ini aku mengerti apa maksud kalimat itu." Jawab Kriss.
Jack hanya melihat Kriss dengan tatapan kasih sayangnya.
"Karena ada orang yang menyayangi mu akan terluka jika kehilangan dirimu." Jawab Kriss.
"Baguslah jika kau mengerti." Jawab Jack.
"Bagikan api dan air. Hitam dan putih. Baik dan Buruk. Semuanya aku dapatkan dari kalian berdua. Terima kasih telah menjadi sosok Daddy yang di inginkan semua orang." Jawab Kriss yang memeluk Jack.
"Kami juga bangga mendapatkan peran itu. Dan kau adalah harta berharga yang kami miliki selama ini. Jika sesuatu terjadi padamu, kami benar-benar tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada kami." Jawab Jack yang ikut memeluk Kriss.
"Jika kau tidak terlahir dari kami, mungkin sejak lahir kau tidak akan mengalami hal-hal yang tidak seharusnya di alami manusia normal lainnya." Jawab Jack.
"Tidak Daddy, semua ini bukanlah kesialan, Tapi sebuah keberuntungan. Anugerah Tuhan telah memberikan keluarga yang begitu baik untuk ku. Daddy, bunda, kak Bella, Abang Kenzo dan saudara yang lainnya begitu sempurna mencintai ku." Jawab Kriss yang melepaskan pelukannya dan menatap Jack dengan lembut kasih sayang.
"Tidak ada orangtua yang menginginkan nasib buruk yang dialaminya juga dialami oleh anaknya." Jawab Jack.
"Tidak Daddy. Nasib daddy bukankah nasib yang buruk tetapi sebuah pengalaman kehidupan pada dunia yang kotor ini." Jawab Kriss.
"Sudah-sudah. Kenapa dua pria dewasa harus seperti ini?" tanya Jack yang tertawa dan di ikuti Kriss.
Akhirnya Mereka menyelesaikan percakapan itu di dalam ruang kerja kemudian beristirahat.
Pagi tiba begitu cepat, Caca yang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dalam memasak untuk memberi bekal kepada Kriss, Kyler dan juga Farel. Mereka tidak lupa untuk sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah lagi.
"Jam berapa bunda bangun menyiapkan semua ini?" tanya Kriss.
"Sudah jangan di fikirkan, cepat kalian sarapan. Bunda juga sudah menyiapkan beberapa makanan untuk kalian bawa ke apartemen cukup untuk beberapa hari." Jawab Caca tersenyum.
"Terima kasih Bunda." Jawab Kriss.
"Terima kasih bunda Caca." Jawab Kyler.
"Jika setiap hari begini aku tidak akan kekurangan gizi." Jawab Farel.
"sttttt, nanti bunda beritahu Siska ya? " Ucap Caca.
"Hahah, jangan bunda Caca. Ribet urusannya nanti, pasti nanti jawabannya adalah ...." ucap Farel di potong.
"Tinggal saja di rumah bunda Caca." Jawab Kriss dan Kyler yang tertawa. Mereka semua tertawa mendengar hal itu.
Setelah selesai sarapan, mereka pergi jam 4 subuh dari rumah Caca menuju apartemen yang di antar oleh Robert.