Junior Sandreas

Junior Sandreas
Feng Menjelaskan Bella Sebagai Cinta Pertama dan Terakhir



"Hmmmmm. Benar juga, seperti yang sudah di ketahui bahwa hubungan dalang ini mengincar pacar mu bukan kau. Jadi lebih baik kau fokus untuk melindungi pacar mu. Untuk hal penyelidikan serahkan kepada ku." Jawan Max.


"Tapi, bagaimana aku akan melindungi wanita ku jika aku tidak mengetahui siapa yang ingin mencelakai wanita ku?" tanya Feng.


"Yang di maksud dengan kakek mu adalah kau fokuslah untuk melindungi pacar mu. Sedangkan uncle akan menyelidiki semua ini. Uncle akan selalu memberikan informasi apa yang berkembang saat mendapatkan petunjuk apapun itu. Begitu juga dengan mu ketika mereka kembali muncul di hadapan pacar mu." Jawab Max.


"Hmmmm, baiklah. Tapi Uncle janji untuk memberikan aku informasi apapun yang terkait dengan hal ini. Jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan ku." Jawab Feng.


"Tentu. Mana ponsel mu?" tanya Max.


Feng memberikan barcode akun nomor telponnya di ponsel miliknya. Max memindahkan barcode ke ponselnya. Mereka pun menyimpan nomor masing-masing.


"Mungkin sampai sini saja. Aku harus segera kembali dan melaporkan semua ya. Dan mungkin akan memulai meminta Jack untuk datang ke markas mencari informasi tentang ketiga orang ini." Jawab Max.


"Memang bisa seperti itu?" tanya Feng.


"Tentu. Jack memiliki hak khusus yang tidak di miliki anggota lainnya. Salah satunya adalah mencari informasi tentang ketiga orang ini." Jawab Max kemudian dokter Mugu menganggukkan kepalanya.


Max berpamitan kepada Feng dan dokter Mugu untuk kembali. Setelah Max pergi, Feng dan dokter Mugu makan malam bersama. Feng yang menyiapkan makan malam mereka.


Dan ke esok paginya, Feng kembali bertanya apa yang di maksud dengan alasan yang di katakan oleh dokter Max kemarin.


"Kakek, apa yang di maksud dengan alasan tadi?" tanya Feng.


"Oh itu, dulu aku di selamatkan oleh Jack dari keterpurukan. Karena dia ada aku yang sekarang. Jadi karena untuk membuat membalas semua itu aku harus fokus meneliti racun untuk menyelamatkan orang yang berharga bagi dirinya." Jawab Dokter Mugu.


"Maksudnya?" tanya Feng.


"Sudahlah, intinya begitu. Sekarang yang penting adalah siapa calon cucu menantu ku itu?" tanya Dokter Mugu.


"Orang yang selalu ada dalam hidup ku." Jawab Feng.


"Seperti cinta masa kecil saja." Jawab dokter Mugu.


"Tentu saja. Kakek masih ingat saat aku melarikan diri dari kakek setelah pemakaman ibu?" tanya Feng.


"Iya." Jawab Dokter Mugu


"Saat aku menghilang selama dua hari itu karena bertemu dengannya. Dan karena saat itu juga aku bertekad untuk segera menjadi kuat untuk membalaskan dendam kepada pria brengsek itu." Jawab Feng.


"Kau masih dendam dengannya?" tanya dokter Mugu.


"Tentu saja." Jawab Feng.


"Tapi apakah nenek dan kakek dari ibu mu mengetahui hal ini?" tanya dokter Mugu.


"Tidak. Yang mengetahui hal itu hanya kau saja. Yang lain tidak mengetahui. Aku juga tidak ingin membuat Prisila sedih." Jawab Feng.


"Hilangkan lah dendam mu itu. Agar kau lebih bahagia menikmati hidup ini. Apalagi sudah mendapatkan seorang wanita yang kau cintai." Jawan Dokter Mugu


"Tenang saja. Aku sudah menjadi kuat karena mu." Jawab Feng.


"Lalu siapa wanita itu? Dan bagaiman kau bertemu kembali dengannya?" tanya Dokter Mugu.


"Sudah waktu yang lama aku mencarinya di seluruh dunia. Tapi takdir berpihak kepada ku. Aku menemukannya tanpa sengaja." Jawab Feng.


"Tanpa sengaja?" tanya Dokter Mugu.


"Saat itu, dia menjadi pasien di rumah sakit ku. Dan tanpa sengaja dia mencium ku. Aku sangat membencinya tapi karena dia tidak sengaja aku memaafkannya. Karena saat itu,......." Feng menjelaskan pertama kali mereka bertemu lagi.


"Hahahah, serius seperti itu? Dasar anak muda sekarang." Jawab Dokter Mugu.


"Iya kakek. Karena sifat ku yang dingin ....." Ucap Feng yang menjelaskan bagaimana Bella memaksa Feng untuk berpacaran dengannya.


"Hahahahha, jadi wanita seperti itu yang kau sukai?" tanya Dokter Mugu yang mendengar penjelasan Feng bagaimana keberanian Bella untuk mendapatkan Feng.


"Dia memang seperti itu sejak kecil. Tapi karena semua itu dengan muda aku menemukan dia dari....." Jawab Feng yang memberitahu Dokter Mugu tentang Bella yang sebagai artis.


"Jadi dia adalah Bella Chan yang sangat cantik itu?" tanya Dokter Mugu yang mengetahui Bella.


"Kakek mengetahuinya?" tanya Feng yang kaget.


"Tentu saja aku tahu. Siapa yang tidak mengetahui dia, ratu aktor yang berbakat dan juga sangat cerdas. Dia sama seperti nenek mu dulu." Jawab dokter Mugu.


"Kakek selalu begitu, selalu mengatakan semua orang yang cantik mirip dengan nenek." Jawab Feng dalam hati.


"Tapi yang terpenting sekarang. Bagaimana dia bisa menjadi cinta pertama mu. Cerita kalian benar-benar seperti drama." Jawab Dokter Mugu.


"Tentu saja. Apakah Kakek puas dengan pilihan ku?" tanya Feng.


"Tentu. Sangat puas. Jadi kapan dia akan bertemu dengan ku?" tanya Dokter Mugu.


"Dia masih sangat sibuk terhadap kerjaannya jadi sangat sulit untuk mengajak ya kemari. Tapi nanti aku akan memperkenalkannya kepada mu. Aku juga akan memperkenalkannya kepada keluarga ibu. Semua akan dilakukan saat aku sudah benar-benar melamar ya." Jawab Feng kepada dokter Mugu.


"Kau benar-benar mencintai dirinya bukan karena obsesi mu di waktu kecil?" tanya dokter Mugu sekali lagi untuk memastikan Feng.


"Tentu saja tidak kakek. Dia adalah wanita pertama yang aku cintai dan terakhir yang akan aku cintai untuk menjadi pasangan dan juga teman hidup ku." Jawab Feng dengan tegas dan lancar menjawab itu.


"Kenapa kau bisa yakin seperti itu?" tanya dokter Mugu.


"Karena ketika aku mengetahui dia adalah wanita kecil yang selama ini aku rindukan, aku benar-benar tidak ingin kehilangan dirinya. Saat dia terluka, hati ku benar-benar sakit karena tidak bisa melindunginya. Ketika dia tersenyum karena kebahagian kecil yang aku lakukan aku sangat bahagia. Dan saat dia ada di sekitar ku, aku benar-benar nyaman seperti ada kehangatan keluarga yang sudah lama tidak aku rasakan. Seperti ibu yang sedang berada di sampingku." Jawab Feng.


Dokter Mugu yang mendengar dan melihat wajah Feng dengan wajah yang begitu bahagia membuat dirinya tersenyum dan yakin bahwa pilihan Feng tidak mungkin salah.


"Kau sudah dewasa. Aku tidak akan menghalangi apapun yang ingin kau lakukan. Tapi ingat untuk menjaga diri mu. Aku hanya ingin melihat mu bahagia dari semua masa lalu yang membuat mu menderita." Jawab Dokter Mugu sambil menepuk pundak Feng dan tersenyum.


"Iya kakek. Terima kasih telah merawat ku hingga sekarang." Jawab Feng yang memeluk dokter Mugu.


Mereka yang setelah sarapan dan duduk di depan gedung sambil menyeduh teh. Berdiskusi seperti keluarga yang cukup bahagia walaupun tumbuh tanpa kasih sayang seorang wanita. Feng di tinggalkan ibunya setelah melahirkan Prisila dan Dokter Mugu kehilangan istrinya setelah melahirkan ayah ya Feng.