
Sebuah mobil mewah memasuki sebuah hotel. Berhenti tepat di depan lobby. Semua perhatian langsung tertuju ke arah mobil tersebut begitu sepasang kaki yang dibalut dengan sepatu dan celana hitam turun. Pria tampan, begitu ia melepas kacamata, tatapan setajam elang langsung diedarkan olehnya.
"Ini tempatnya?"tanyanya yang tidak lain adalah Desya pada sopirnya.
"Benar, Tuan. Informan kita memastikan mereka menginap di sini," jawab sang sopir. Desya mengangguk singkat.
"Kau tunggu di sini!"titah Desya, setelahnya melangkah masuk.
Kedua tangan berada di dalam saku jas yang lebih mirip mantel itu. Saat di lift, tidak ada yang berani masuk satu ruang dengan Desya. Aura Desya terasa begitu menekan. Dan Desya sendiri acuh. Ia segera menekan tombol untuk naik ke lantai yang ia tuju, di mana kamar keluar Mahendra berada.
Desya hanya sendiri. Bawahannya ia perintahkan untuk tetap di bawah. Kendati demikian, tidak ada sedikitpun rasa takut di wajah dan tatapannya.
Ting.
Lift berdenting saat sudah tiba di lantai tujuan. Dengan langkah tegas, dan wajah dihiasi senyum tipis, Desya melangkah keluar dari lift. Mengedarkan pandang sejenak, mencari nomor kamar.
"Huh! Mengapa juga aku mengantarkannya secara pribadi?"gumam Desya sebelum mengetuk pintu sebuah kamar.
Tok.
Tok.
Dua kali ketukan pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka. Penghuni kamar menunjukkan wajahnya, "dengan siapa?"tanyanya yang tak lain adalah Ken.
Desya malah memberikan tatapan menilai. Penampilan Ken bisa dikatakan berantakan. Dari lingkar mata, jelas terlihat ia kekurangan tidur. Dari gaya berpakaian dan wajah kusam, jelas bahwa Ken tidak mengurus dirinya. Desya berdecak, haruskah seperti itu hanya karena kehilangan istri? Dalam benak Desya membatin.
"Hei?!"sentak Ken. Merasa aneh dan tidak nyaman dengan tatapan Desya padanya.
"Kau … ini untukmu!"ucap Desya dengan memasukkan amplop coklat ke dalam saku kemeja Ken kemudian melangkah pergi.
"Hei! Apa-apa kau? Siapa kau?" Ken mengambil dan melihat amplop coklat tersebut sembari mengejar Desya. Namun, terhenti saat Ken melihat tulisan di sudut amplop.
"Ini …." Tertulis di sana nama lengkapnya.
"Aru." Ken hafal dan ingat dengan jelas tulisan Bella. Segera ia membuka dan membaca isi surat yang terdapat di dalam amplop tersebut.
Dengan cermat Ken membaca setiap kata yang Bella tuliskan.
Jangan mencariku. Kembalilah dan hidup dengan bahagia. Aku baik-baik saja. Dan lupakan hubungan kita. Mahesa Ken Mahendra, melalui surat ini aku Nabilla Arunika Chandra menceraikanmu! Aku bukan lagi istrimu dan kau bukan lagi suamiku!
Mata Ken langsung terbelalak. Apa-apa ini? Surat gila darimana ini?
Ken mencengkram erat surat tersebut kemudian melangkah cepat mengejar Desya. Sayangnya, Desya sudah pergi.
"Tidak. Ini tidak mungkin. Aku tidak percaya!!"teriak Ken yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
Nafas Ken memburu. Tidak beraturan, matanya memerah dan tubuhnya terasa lemas. "Bruk!" Ken berlutut. Pandangannya mengabur dan tak lama kemudian kesadaran Ken terenggut.
Tuan Adam langsung saja meminta bantuan untuk membawa Ken masuk ke dalam hotel. Tuan Adam tadi baru saja kembali dari luar setelah menerima laporan dari tim yang memang berada di tempat yang berbeda.
“Apa yang terjadi pada Ken?”tanya Rahayu dengan gurat kecemasan yang terlihat jelas saat melihat Tuan Adam memapah Ken dibantu oleh satu orang.
“Saya juga kur ang tahu, Nyonya,” jawab Tuan Adam, masuk ke kamar Ken dan membaringkan Ken di ranjang.
“Saya akan memanggil dokter,” ujar Tuan Adam dengan kemudian keluar dari kamar.
“Anak kita kenapa, Mas?”tanya Rahayu dengan air mata yang menetes, duduk di samping Ken kemudian membelai lembut wajah Ken yang terlihat pucat. Suhu tubuh Ken terasa lebih panas dan Ken terlihat gemetar, dilihat dari bibirnya yang bergerak seperti orang yang menggigil. Surya menggeleng pelan. Ini hari ketiga Bella diculik. Namun, dampaknya sudah sesignifikan inil. Bagaimana selanjutnya jika Bella tidak kunjung ditemukan atau kembali?
“Apa itu?” Surya menangkap ada yang dipegang oleh Ken. Baru disadari jika tangan kanan Ken mengepal dan terlihat sebuah kertas di dalam kepala tangan itu.
Surya membuka genggaman tangan Ken dan mengambil kertas tersebut. Mata dan wajah terkejut langsung tertera jelas pada Surya.
“Apa itu, Mas?” Rahayu ikut gusar melihat perubahan raut wajah suaminya.
“Tidak mungkin. Abel bukan orang yang seperti ini. Siapa yang mengirim surat ini? Siapa yang menulisnya?” Sorot mata terkejut, tidak percaya, gusar dan gundah serta kecewa, semua bercampur menjadi satu.
“Apa maksud Mas?”tanya Rahayu tidak mengerti, langsung merebut kertas di tangan Surya.
“Apa ini?” Bahkan Rahayu saja tidak percaya. Namun, yang membuat mereka gusar itu benar-benar tulisan tangan Bella. Setiap kata ditulis dengan jelas dan kalimatnya tegas.
Pantas saja Ken step, surat itu tentunya Ken, bahkan mereka juga terkejut bukan main Tapi, siapa yang memberikan surat ini? Jika itu tulisan Bella, kemungkinan besar yang mengirimkannya adalah penculik Bella. Dan ada kemungkinan juga Bella dipaksa. Tunggu, Bella akan semakin sukar jika dipaksa kecuali ada kesepakatan di baliknya. Tapi,mengapa harus sampai menceraikan Ken? Kesepakatan apa yang Bella buat? Dan sebenarnya apa motif penculik tersebut?
“Ayu jangan terbawa suasana dulu. Pikirkan apa alasan Abel menulis surat ini. Kita tahu jelas karakter Abel. Dan alasan yang terkuat saat ini adalah karena Abel melindungi kita atau hanya Ken. Walau kita tidak tahu siapa penculik Abel tapi kita tahu jelas bahwa penculiknya adalah orang yang sangat berpengaruh," terang Surya.
Rahayu termenung. Surat itu mengguncang dirinya. Bagaimana selanjutnya? Bagaimana Ken tanpa Bella?
"Bagaimana bisa seperti ini? Bella diculik dalam keadaan hamil. Ken juga seperti ini."
Tunggu! Hamil? Benar!
Perceraian tidak boleh dilakukan jika sang istri dalam keadaan hamil. Surat itu tidak berlaku dan pasti Bella telah memikirkan.
Yups, kata cerai dan perceraian itu tidak sah dan keduanya masihlah sepasang suami dan istri!
***
Assalamualaikum....
Hola Readers kesayangan, maaf ya belakangan ini author up nya lama banget. Alasannya itu di real life, selama nggak up, author sibuk ujian semester. Mohon dimaklumi ya....
Insya Allah, setelah ini bakal up teratur seperti biasanya.
Oh iya, soal alur, ikuti aja ya. Mengenai kapan Abel dan Ken kembali bersatu, akan ada saatnya. Dan bisa dikatakan ini sebuah ujian untuk hubungan Ken dan Abel.
Jadi, terus dukung karya ini ya, Readers ☺️☺️🥰🥰