This Is Our Love

This Is Our Love
Ada yang Salah



Bella tersenyum lebar tanda ia puas dengan persentase dari lima perusahaan yang ikut tender mega proyeknya.


Semua proposal dan persentasenya bagus. Hanya saja satu saja yang akan dipilih. Dan untuk itu Bella membutuhkan waktu untuk berdiskusi dengan dua direktur di bidang pembangunan. 


Para peserta meeting tetap menunggu di ruang meeting. Sedangkan Bella, Ken, dua direktur serta bagian yang bertugas sebagai notulen beralih ke ruang sebelah untuk berdiskusi.


Bella juga memanggil Brian untuk mendiskusikan akan proposal mana yang paling cocok, baik dari segi kontruksi, bentuk bangunan, dan sebanding dengan budgetnya. 


Tadi, setiap perusahaan hanya diberi waktu presentasi maksimal 30 menit beserta sesi tanya jawabnya. Jika dibulatkan 30 menit semua maka waktu untuk persentasi adalah 2 jam 30 menit. Maka dipukul 16.00, hasil akan langsung diumumkan. 


Di ruang meeting sebelah, Brian tengah melihat lembaran masing-masing proposal. Cepat dan teliti, Brian segera mengeluarkan proposal mana yang cocok menurutnya. 


Dan ternyata pilihannya itu sesuai dengan pilihan awal Bella, Ken, dan dua direktur. Alasan mengapa memilih proposal tersebut karena proyek pembangunan tersebut memiliki kelebihan, baik dari segi design bangunan, dan perangkat yang dipakainya.


Bangunan akan banyak menggunakan dua bahan bangunan yakni kayu dan kaca. Kayu sebagai lantai karena untuk mewaspadai dan sebagai faktor keamanan bangunan dari gempa.


Sedangkan kaca sebagai dinding luar yang merangkap sebagai panel surya. Jadi, bisa menghemat energi. 


Selain itu, setiap detail posisi bangunan lainnya begitu pas. Ada dua proposal yang tadi membuat posisi desain melebihi batas tanah yang telah disiapkan. Dan selebihnya lebih kepada arsitektur gaya luar.


Berbeda dengan proposal yang dipilih oleh mereka, sesuai dengan yang mereka ingin. Klasik Indonesia dicampur dengan gaya modern yang tetap menonjolkan kepribadian bangsa, bhinneka tunggal ika. 


Itu sejalan dengan konsep indoor ataupun outdoor yang telah Bella pilih dari karya anak Papua beberapa hari lalu. Pemenang hanya satu. Namun, beberapa konsep lain juga dipilih sebagai tambahan, yang hak ciptanya sudah disetujui oleh pemilik konsep. 


Untuk bahan bangunan berupa kayu, Bella tidak lagi memusingkan darimana asalnya karena Mahendra Group memiliki sejumlah hutan kayu yang ditujukan sebagai bahan bangunan perusahaan karena Mahendra Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.


Untuk bahan hidup seperti kayu, yang terkadang ada fase di mana kayu menjadi langka dan harganya menjadi selangit. Tentu saja harus memiliki persediaan yang memadai. Hutan kayu itu tersebar di beberapa wilayah di antaranya adalah di Kalimantan, Sulawesi dan Papua sendiri. 


Kembali lagi ke ruang meeting. Semua peserta tender menantikan putusan bella titik. Raut wajah mereka harap harap cemas.


"Baiklah kami dan semua hanya ada di ruangan ini sudah mendengarkan setiap presentasi berikut dengan proposal yang Anda sekalian ajukan."


"Proposal Anda sekalian sangat bagus. Namun, hanya akan ada satu proposal yang kami pilih. Setelah melakukan diskusi dan pertimbangan kami memutuskan untuk memilih proposal dari Gamma Company," lanjut Bella menyampaikan keputusannya.


Perusahaan yang terpilih proposalnya langsung sumringah.


Wajah mereka berseri-seri, "terima kasih atas kepercayaan Mahendra Group pada kami," ucap Presdir Gamma Company, dengan berjabat tangan pada Bella.


Sedangkan yang ikut dengannya berpelukan. Sementara yang tidak terpilih tentu harus sportif. Mereka turut bertepuk tangan memberi ucapan selamat dan berjabat tangan dengan orang-orang dari Gamma Company.


Sikap sportif sangat penting kan dalam setiap kegiatan perusahaan yang tidak terpilih proposalnya menyadari dan mengakui bahwa proposal Gamma Company lah yang memang pantas menjadi pemenang. 


Kontrak segera ditandatangani dan dijadwalkan minggu depan mereka akan ke Papua untuk meninjau lapangan sebelum pembangunan dilakukan.


Sebelumnya Bella mengatakan bahwa Kalendra Group akan ikut serta dalam mega proyek ini. Dan itu bukan sekedar bualan karena tidak diceritakan dalam naskah.


Kalendra Group sudah menyetujui proposal pengajuan kerjasama yang diajukan bella kepada mereka. 


Bahan bangunan seperti kaca yang merangkap sebagai panel surya akan menjadi bagian dari Kalendra Group. Hal itu dikarenakan Kalendra Group memiliki pabrik kaca yang menjadi salah satu pabrik kaca terbaik di Jerman.


Kalendra Group juga turut menurunkan arsitek ke daerah pembangunan. Rancangan dan perancang keamanan juga dihandle oleh mereka. 


Untuk antusiasme publik tentang rencana pembangunan itu sangatlah bagus. Bella malah sudah menerima email pengajuan membeli unit apartemen ataupun perumahan yang akan dibangun beberapa waktu lalu. 


Sebuah kota kecil modern yang tidak meninggalkan kesan tradisional atau klasik. Dengan bahan kayu dan energi yang terbarukan tentu saja menarik minat para pengusaha besar baik di luar ataupun dalam negeri. 


Terlebih bagi pebisnis yang sudah mendekati usia pensiun. Faktor lainnya adalah karena Bella sudah dikenal sebagai seorang yang yang mumpuni walaupun usianya under 30 tahun. Sudah diakui dan tentu karya-karyanya ataupun proyeknya sangat dinantikan.


 Lingkaran relasinya yang banyak tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Pandai menjalin kerjasama dan dalam bernegosiasi adalah kelebihannya. 


Tidak peduli seberapa sukar atau angel orang yang dihadapi, Bella pasti bisa memenangkan negosiasi itu. Termasuk dengan pemerintah yang dengan ide-ide dan public speakingnya yang luar biasa malah mendapat dukungan yang sebelumnya diberikan pertentangan. 


Bella menghela nafas lega. Masalah tender sudah usai, minggu depan akan mulai memasuki tahap pembangunan, di mana ia, Ken, Presdir Gamma Company, dan Presdir Kalendra Group, Leo akan ke Papua untuk mengikuti peletakan batu pertama sekaligus meresmikan pembangunan. 


Ruang meeting telah sepi, hanya menyisakan dirinya dan Ken, yang mana Ken masih sibuk membereskan meja. Setelah ini mereka akan pulang untuk Bella melakukan terapi dengan Calia. 


"Aru," panggil Ken yang melihat raut wajah Bella berubah muram. 


"Hm?" Bella bergumam sebagai jawaban. Sorot matanya berubah gusar dan Ken mendapati Bella seperti tertekan. 


"Ada apa?"tanya Ken lembut sembari menghampiri bella yang duduk di kursinya, berdiri di belakang Bella dan memberi pijatan lembut pada pundak istrinya.


"Sudah dua minggu sejak kamu mengumumkan kabar kehamilanku sedangkan sampai sekarang aku belum hamil.  Bagaimana  dengan ke depannya? Pasti akan menjadi masalah kalau melihat perut atau tubuhku tidak akan perubahan. Okay, di bulan pertama masih aman, selanjutnya? Mau mengkonfirmasi pun tidak ada jalan karena kabar sudah tersebar luas," jawab bella menyatakan kegusarannya.


Seketika Ken menunjukkan rasa bersalah karena telah mengambil tindakan sepihaknya yang mengakibatkan Bella menjadi tertekan. Sebenarnya Ken juga memikirkan hal itu. 


Selain itu apa yang mana prediksi akan masuk musuhnya bertindak setelah mendengar kabar tentangnya juga belum terlihat para musuhnya tidak melakukan sesuatu. Seakan memberikan kesan aman padanya padahal sesungguhnya adalah ia was-was. 


Atau terpikir lagi sebuah hal olehnya, ada orang lain di belakang mantan wakil Presdir, yang mengartikan bahwa tindakan memusuhi Bella seperti serigala berbulu domba adalah murni bukan dari dirinya sendiri. 


Bukan tanpa alasan Bella berpikiran seperti itu. Ia telah mencari tahu latar belakang mantan Wakil Presiden berikut dengan apa saja yang telah ia lakukan di perusahaan ini selama menjabat.


Beliau bahkan pernah mengambil sebuah tindakan yang bisa dikatakan lebih besar darinya dengan persentase keberhasilan yang sangat rendah dan itu berhasil.


Lantas mengapa tindakannya ditentang padahal tingkat kesuksesannya lebih dari 50%? Layak diperjuangkan bukan?


Bahkan jika hanya 1% Bella pasti akan menjadikannya 100%. Tidak ada yang impossible selama benar-benar diperjuangkan. 


"Maafkan aku, Aru," sesal Ken.


Hah


"Mau bagaimana lagi? Harus tetap bersandiwara bukan?"


Bella menghela nafas kasar yang semakin membuat Ken merasa bersalah. 


"Yakinlah, Aru. Akan ada jalan untuk kita. Dan buah cinta kita pasti akan segera hadir, tenanglah. Jangan merasa tertekan karena itu bisa mempengaruhinya," ucap Ken dengan memeluk Bella. 


"I know, but kita dikejar waktu, Ken!"


"Tenanglah. Aruku selalu tenang menghadapi masalah. Atau bagaimana jika kita ke rumah sakit untuk periksa?"saran Ken.


Bella lalu melihat jam tangannya. Sudah pukul 17.00. Bella menggelengkan kepalanya.


"Kita ashar lalu pulang. Calia akan mengomeliku jika telat," ucap Bella.


"Baiklah," jawab Ken mengikuti keinginan Bella.


*


*


*


Sementara di sisi lain, setelah pencarian selama dua minggu akhirnya black box pesawat ditemukan. 


Setelah diteliti dan didengarkan dengan saksama, hasil yang didapatkan membuat yang bertugas di dalamnya menjadi bingung dan menimbulkan kecurigaan. 


Dari rekaman suara, tidak ada tanda-tanda pesawat mengalami kecelakaan karena tumberlensi, ataupun peringatan dadi pramugari jika pesawat menjalani kerusakan, melainkan suara kepanikan terdengar begitu ada suara tembakan. Pesawat dibajak?! 


Bagaimana bisa? Bandara begitu ketat, terlebih untuk penerbangan internasional seperti itu. Setelah suara tembakan, terdengar suara ledakan yang sangat keras diikuti dengan jeritan para penumpang. 


Dari rekaman black box itu, diketahui fakta pesawat mengalami kecelakaan karena disengaja. *******? Bom bunuh diri? Itu belum bisa dipastikan.


Fakta itu tentu saja disembunyikan dari publik jika tidak pasti akan menimbulkan sebuah kepanikan dan keresahan. 


Pemeriksaaan data ulang segera dilakukan. Setiap latar belakang penumpang dan awa yang menjadi korban diperiksa secara menyeluruh. 


Walau kabar itu disembunyikan dari publik. Namun, Surya dengan pengaruhnya bisa mendapatkan informasi itu. Ia merasa terkejut dan turut membantu. 


Siapa pelakunya?


Siapa dalang sebenarnya? 


Apa alasannya?


*


*


*


Sebuah ruangan, seorang pria tersenyum penuh makna dengan menggoyangkan cangkir berisi coklat hangat. Tatapannya penuh kepuasan. Tak lama ia tertawa sampai isi dari cangkirnya pertumpahan.


"Itu akibat kau gagal. Lagipula umurnya sudah pendek bukan? Daripada menderita lebih lama lebih bagus dicepatkan saja. Lagipula aku juga sangat baik, kan kasihan jika putrimu itu sendirian, dan aku kirim saja semuanya menemani putrimu," kekehnya. 


He's crazy!


Pelayan yang berada di sudut ruangan bergidik mendengar kekehan tuannya. 


Semakin tua semakin gila!