My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Dressing Time



Kali ini Rini sudah siap dengan gaun Zuhair Murad yang lain di tangannya. Rainy curiga bahwa semua gaun yang tergantung di gantungan baju itu, semuanya adalah rancangan Zuhair Murad yang memang merupakan perancang favorit Ratna dan Rini. Kali ini Rini membawakan sebuah gaun berwarna putih dengan gaya yunani kuno. Gaun tersebut terdiri dari sebuah gaun model strapless yang ketat membentuk tubuh di bagian atas, dan lebar jatuh dan mengembang di bagian roknya. Gaun tersebut kemudian di tutupi dengan sebuah gaun panjang lain dari bahan tembus pandang yang terpasang di atas gaun sebelumnya sebagai lapisan atas. Gaun yang tembus pandang tersebut hanya memiliki sebelah lengan panjang. Seetiap tepi kainnya dihiasi dengan sulaman payet berwarna light gold. Kedua gaun ini kemudian disatukan dengan sebuah ikat pinggang berwarna light gold yang serasi. Rainy mengakui bahwa ia sangat menyukai tampilannya dalam gaun ini, sayangnya gaunnya berwarna putih.


“Tante, bila aku berani pergi ke pernikahan orang lain dengan mengenakan gaun ini, takutnya pengantin wanitanya akan membenciku setengah mati.” Beritahu Rainy. Siapa yang berani pergi ke pernikahan mengenakan gaun putih yang rasanya cukup pantas untuk dikenakan sebagai gaun pengantin? Jangan-jangan tamu lain akan salah mengerti dan mengira Rainy adalah pengantinnya. Mendengar kata-kata Rainy, Ratna dan Rini mengerutkan bibirnya. Dengan bergegas mereka mencari gaun lain untuk Rainy coba. Kali ini Ratna muncul dengan sebuah gaun berwarna merah darah, yang tentu saja juga rancangan Zuhair Murad. Itu adalah sebuah gaun panjang tanpa lengan dari bahan tulle yang sangat lembut, yang dipenuhi oleh payet di bagian dada sampai ke pinggul, namun semakin kebawah, payetnya menjadi semakin jarang.


“Kemerahan.” Tolak Rainy, membuat Ratna dan Rini mendesah keras berbarengan.


Di belakang Ratna, Rini membawa sebuah gaun, lagi-lagi rancangan Zuhair murad, berwarna blush pink dengan konstruksi yang mirip dengan gaun merah, namun dengan rok yang lebih mengembang lebar khas ball gown. Rainy menyipitkan matanya saat melihat dirinya di cermin dan berkata,


“Terlalu lebar.”


Dibelakang mereka, si wanita yang merupakan asisten pemilik butik darimana gaun-gaun tersebut berasal, tersenyum geli. Ia kemudian berjalan menuju gantungan dan mengambil sebuah gaun yang berada paling pojok. Gaun ini bukanlah gaun yang dipilih Ratna dan Rini, namun merupakan gaun yang telah di dipilihkan oleh pemilik butik sendiri. Si pemilik butik memberitahunya bahwa Ratna dan Rini adalah penggemar gaun-gaun rancangan Zuhair Murad yang mewah dan dipenuhi oleh payet berkilauan, namun Rainy memiliki selera yang lebih sederhana. Rainy menyukai Lace dan gaun-gaun bergaya boho, dengan konstruksi gaun yang flowy, ringan dan tidak mengekang gerak, persis seperti gaun yang sedang dipegangnya saat ini. Wanita itu lalu menunjukan gaun tersebut pada Rainy.


“Mbak Rainy, ini adalah gaun rancangan Paolo Sebastian. Boss saya yang memilihkannya untuk Mbak Rainy coba. Mungkin mbak Rainy menyukainya.” Ujarnya.


Melihat gaun tersebut, mata Rainy langsung berbinar. Itu adalah sebuah gaun tipis yang hanya ditahan dengan sebuah tali pada bagian bahunya. Gaunnya terbuat dari bahan lace tembus pandang yang sangat lembut berwarna nude dengan bordiran warna senada, dan bahan katun berwarna baby blue yang tidak tembus pandang pada bagian pinggang dan bagian paling bawah gaunnya. Bagian tubuhnya memeluk dengan nyaman tubuh Rainy tanpa memberinya rasa sesak, sedangkan bagian bawah roknya berbentuk payung yang lebar, namun tidak mengembang layaknya sebuah ball gown. Selain bordiran pada bahan lacenya, di setiap sambungan yang menyatukan antara kain berwarna ice blue yang solid dengan kain lace yang berwarna nude itu, terdapat bordiran bunga-bunga berwarna baby pink dan ranting-ranting melengkung berwarna hijau lumut yang sangat muda. Untung melindungi tubuh Rainy agar tidak terlihat karena bahan gaunnya yang tembus pandang, si asisten pemilik butik memberikan sehelai pakaian dalam dari bahan sutera berwarna nude  yang roknya panjang dan lebar, yang memang dibuat khusus untuk melapisi gaun tersebut. Saat Rainy mengenakannya, semua orang dalam ruangan tersebut langsung terpesona.


Rainy memandang bayangan dirinya di cermin dengan mata berbinar. Gaun tersebut sangat cocok dengan style rambut yang dibuatkan Gio untuknya. Bagian atas rambut Rainy di tata dalam sebuah kepang yang mengelilingi sisi kiri dan kanan kepalanya dan disatukan dibagian belakang. Sisa kepangannya lalu dibiarkan tergerai bersama rambut bagian bawah dalam gelombang-gelombang besar yang jatuh dengan indah menutupi punggungnya. Gio menyelipkan seuntai payet berlian yang berderet panjang, keluar dan masuk di sela-sela kepangan rambutnya. Sementara itu anak-anak rambut Rainy dibiarkan jatuh membingkai wajahnya dalam gelombang-gelombang besar. Asisten pemilik butik meletakkan sepasang sepatu dari bahan lace berwarna ice blue, dengan hak setinggi 5 cm untuk Rainy kenakan. Rainy memandang wanita tersebut dengan penuh rasa terimakasih. 5 cm adalah tinggi maksimal yang bisa Rainy toleransi dari sebuah sepatu. Apabila lebih dari itu, ia lebih memilih bertelanjang kaki dan memamerkan kakinya yang indah itu daripada tersiksa sepanjang acara!


Saat itu jam sudah menunjukan pukul 5.30 dan acara akan segera dimulai. Memandang untuk terakhir kalinya pada bayangannya di cermin, Rainy berkomentar,


Mendengar ini, Ratna dan Rini mengerutkan bibirnya dengan kesal dan menarik Rainy keluar untuk segera berangkat menuju lokasi acara dilaksanakan.


***


Ketika Ratna dan Rini menuntun Rainy melangkah keluar dari gedung utama resort, Rainy merasa bahwa


dirinya sedang dibawa ke dunia yang lain. Lampu-lampu gantung berderet di tepi kolam dan menyala dalam warna kuning yang temaram. Pot-pot Bunga dalam ukuran besar telah ditambahkan di sekitar kolam, membuat tampilan kolam menjadi lebih romantis. Lokasi pernikahan terletak di bagian terluar kolam yang bersebelahan langsung dengan pantai. Sebuah kerangka dari kayu berwarna putih telah berdiri di depan kolam dengan kokoh. Ranting-ranting berdaun hijau digantung menjuntai pada bagian atas kerangka kayu tersebut, berselang-seling dengan lampu gantung yang menjuntai dalam tinggi yang asimetris di sepanjang rangka kayu. 4 helai kain tipis berwarna putih yang sangat panjang dipasang sebagai dekor di bagian atas kerangka kayu yang terbuka dan berjuntaian di sisi kiri dan kanan kerangka kayu. Di dalam kerangka kayu tersebut, sejumlah meja dan kursi disusun membentuk 2 deret meja panjang yang digunakan sebagai tempat bersantap dan bercengkerama dengan para tamu lainnya. Diatas mejanya yang dialasi oleh kain putih yang sama dengan yang digunakan untuk menghiasi bagian atas kerangka kayu, berbagai alat-alat makan telah tertata rapi, berserta dengan lilin-lilin yang mengeluarkan wangi samar yang segar dan bunga-bunga mawar berwarna merah darah yang ditata dalam vas-vas kaca berwarna warni. Meja-meja tersebut tampak telah penuh dengan sekitar 50 orang tamu. Rainy mengenali beberapa di antaranya sebagai eksekutif dari Jaya Enterprise.


Di depan kerangka kayu itu, tepat di tepi pantai, sebuah panggung kecil telah dibangun. Pada bagian latar belakang panggung terdapat sebuah kerangka berbentuk lingkaran besar yang ditutupi oleh daun-daun dan bunga-bunga tropis, dan di gantungi oleh lampu-lampu mungil yang berjajar layaknya sebuah tirai. Lampu-lampu tersebut mengeluarkan cahaya terang yang semakin memperindah dekorasinya. Tepat di belakang panggung tersebut, matahari merah tampak mulai terbenam.


Rainy mengira bahwa Ibunya dan Rini akan membawanya untuk duduk di salah satu deretan meja panjang tersebut. Namun Ratna dan Rini terus mendorong Rainy untuk melewati gang diantara 2 deret meja panjang yang ditaburi dengan jutaan kelopak bunga mawar merah, dan dihiasi dengan lampu-lampu mungil yang berbaris di kedua sisinya. Dengan terkejut Rainy melihat semua tamu berdiri dan memandang ke arahnya saat ia berjalan melintasi jalan bertabur kelopak mawar tersebut. Rainy menoleh ke belakang, pada Ratna dan Rini yang berjalan di belakangnya, untuk meminta penjelasan. Namun kedua wanita itu hanya tersenyum dan menyuruhnya untuk terus melangkah. Sebuah suara musik mengalun pelan dari speaker, melantunkan lagu ‘Can I Have The day With You’ yang merupakan lagu favorit Raka, membuat Rainy mulai menduga-duga. Rainy mengangkat kepala dan memandang lurus ke arah panggung. Senyum penuh antisipasi mengembang di wajahnya yang cantik.


Copyright @FreyaCesare


Rainy's Engagement Dress, rancangan Designer Paolo Sebastian. Kemampuan deskripsi saya tidak bisa menggambarkan detail dress ini dengan benar jadi saya pamerkan disini saja. ^^