
Pagi itu, setelah latihan pagi yang diundur jadwalnya menjadi jam 7, Rainy memutuskan untuk bekerja di rumah saja, terutama karena mereka semua sudah berkumpul disana sejak pagi hari untuk melakukan latihan bela diri.
Jam 10 pagi itu, Rainy, Arka, Ivan dan Ace sudah duduk berkumpul di meja makan besar di teras samping untuk bekerja sambil menikmati snack pagi. Rainy menghirup capuccino panasnya dengan puas. Ia berusaha untuk tidak membiasakan diri minum kopi karena tidak ingin memperburuk masalah asam lambung yang kerap mengganggunya ketika menghadapi stress yang tinggi. Namun terkadang Rainy tidak bisa menahan diri. Saat Rainy meletakan kembali cangkirnya ke atas meja, ia melihat ke arah Ace yang ekspresi menunjukan bahwa ia sedang sangat menderita.
"Ace, ada apa? Apakah ikan mas kokimu mati?" Kemarin Ace sempat bercerita dengan riang bahwa ia baru saja membeli seekor ikan koki panda yang menggemaskan sekali seharga 500 k. Ivan dan Natasha mengejeknya habis-habisan karena menghabiskan uang sebesar itu hanya untuk seekor ikan koki yang setahu mereka paling mahal juga hanya seharga 100 k saja. Namun begitu Ace memamerkan ikannya lewat sebuah video, Natasha tidak bisa berhenti mendesah dan berkata bahwa itu adalah ikan paling menggemaskan yang pernah dilihatnya. Bahkan Rainy juga memiliki pendapat yang sama.
Itu adalah seekor ikan koki yang memiliki ukuran dan fisik yang sama saja dengan ikan koki lainnya; dengan banyak benjolan di kepala dan perut yang tambun. Namun warnanya menyerupai warna panda. Nyaris seluruh tubuhnya berwarna putih. Namun bagian bawah punggungnya hingga seluruh bagian ekor, serta seluruh sirip dan kedua matanya berwarna hitam pekat. Ikan tersebut berenang berputar-putar di dasar aquarium dengan ceria, lebih terlihat seperti ia sedang berjalan-jalan di dasar aquarium dengan menggunakan perutnya akibat perutnya terlalu besar untuk dibawa berenang. Mengundang tawa yang melihat tingkahnya.
"Boss! Jangan mengatai Chiko kesayangan saya dong!" pekik Ace terkejut.
"Kau memberinya nama Chiko?" Tanya Ivan tak bisa menahan senyum gelinya. Chiko adalah nama yang diberikan Rainy pada kucing kesayangannya saat masih belia dulu. Kucing persia berwarna putih dan hitam yang setiap saat berperilaku layaknya sedang mabuk catnip. Memanjat tirai jendela, menabrak kaki orang yang sedang berjalan menaiki tangga, menarik selimut yang sedang dipakai saat tidur di malam hari; semua itu adalah khas perilaku kucing yang menggemaskan bagi pemiliknya, namun menjadi teror ketika si kucing tidak kasat mata. Tentu saja, Rainy tergila-gila padanya. Kucing itu menghilang ketika Rainy berusia 10 tahun dan membuat gadis itu tak berhenti menangis selama 3 hari 3 malam.
"Emm. Chiko baik-baik saja. Dia gemoy seperti biasa." jawab Ace dengan mata berbinar.
"Lalu mengapa kau memasang ekspresi seperti itu?" Tanya Rainy lagi.
"Apakah seseorang telah berhasil mencuri keperjakaanmu?" goda Ivan jahil.
"Hampir dicuri! Keperjakaan saya hampir dicuri!" sahut Ace dengan geram. Wajahnya berkerut seperti hendak menangis.
"Hah?" Ivan menatap Ace dengan terkejut. Ia hanya bercanda. Siapa yang menduga respon Ace justru membenarkan kata-katanya. Bukan hanya Ivan, Rainy dan Arka juga sama terkejutnya pada respon berapi-api yang diberikan oleh Ace. Senyum nakal mengembang di wajah Ivan ketika ia menyikut pinggang Ace dengan ekspresi genit, membuat Rainy diliputi keinginan untuk melemparkan piring di hadapannya ke wajah Ivan.
"Selamat, Bro! Sekarang kau sudah dewasa ya. Coba ceritakan pada boss kecilmu ini bagaimana rasanya kencan panasmu semalam?" Seloroh Ivan.
"Hiii... Kencan panas apaan, boss kecil! Semalam saya sudah dilecehkan!" tolak Ace keras dengan ekspresi penuh rasa jijik, membuat tiga orang yang duduk bersamanya di depan meja tersebut mengerutkan kening dengan bingung. Dilecehkan? Walaupun otaknya hanya selevel otak Scooby Doo, namun ukuran tubuh Ace yang tinggi, besar dan berotot membuat tak satupun dari mereka bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa melecehkan Ace.
"Hah? Yang benar?" tanya Ivan lagi.
"Emm. Jadi semalam..."
Itu adalah pertama kalinya Ace bercumbu dengan seorang gadis dan membuatnya jadi kehilangan kemampuan untuk berpikir. Ace hanya bisa pasrah dan menerima saja kenikmatan yang ditawarkan oleh Rosi, si driver mobil online yang baru dikenalnya tersebut. Lalu Rosi kembali mencium bibir Ace. Ia menempelkan seluruh tubuhnya pada tubuh Ace yang terasa panas karena hasrat yang Rosi bangkitkan. Namun sesuatu yang aneh pada tubuh Rosi membangunkan Ace dari kabut gairahnya.
"Sesuatu yang aneh?" tanya Ivan penasaran. "Apa yang aneh?" Wajah Ace kembali memasang ekspresi ingin menangis. Ace menunduk dan memandang ke bagian bawah pinggangnya.
"Ada sesuatu yang bangun disitu." Ace menunjuk ke arah selangkangannya, membuat ketiga orang yang mendengarkan menjadi tercengang. Tak lama kemudian Ivan sudah tertawa terbahak-bahak dengan tubuh tertelungkup di atas meja. Bahkan Rainy tak mampu menahan senyum gelinya. Hanya Arka saja yang masih memasang wajah tanpa ekspresi namun matanya berbinar oleh tawa. Rainy yakin ia sedang tertawa terbahak-bahak dalam hati.
"Serve you right. Siapa suruh berani selingkuh." komentar Rainy.
"Ah, boss! Tolong rahasiakan dari Natasha ya?! Please! Aku gak akan pernah mengulanginya! Aku janji!" pinta Ace memelas. Rainy mencibirkan bibirnya. Dasar bego! Apabila ia tidak ingin Natasha mendengar tentang petualangan panasnya semalam, ia seharusnya tidak menceritakannya kepada siapa-siapa. Rainy dan Arka tidak akan berkata apapun, tapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa Ivan tidak akan menggunakan kesempatan ini untuk mempermainkan dan mengolok-olok Ace setiap kali ia punya kesempatan. Dalam hal ini Rainy sangat memahami sepupunya tersebut.
"Speak of the devil." ucap Rainy pelan ketika melihat Natasha berjalan mendekat. Sebutlah namanya, maka iblis akan datang. Ace baru menyebut nama Natasha dan gadis itu langsung muncul. Natasha bisa merasakan bahwa ada yang aneh pada cara ke empat orang tersebut menatapnya, namun karena ada hal penting yang ingin segera disampaikannya pada Rainy, Natasha mengabaikannya. Ia berjalan mendekati Rainy dan langsung duduk di kursi kosong di sebelahnya.
"Boss, ada sesuatu yang terjadi tadi malam." Natasha mengulurkan Tab di tangannya ke hadapan Rainy. Di layar display terdapat sebuah artikel yang memberitakan bahwa semalam, pada pukul 2 dini hari, seorang pria yang identitasnya belum diketahui, telah melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari lantai paling atas sebuah apartemen. Melihat bossnya tidak menunjukan reaksi sama sekali, Natasha kemudian memperbesar satu-satunya foto yang ada dalam artikel tersebut.
"Ini adalah foto barang-barang yang ditinggalkan oleh almarhum di sebelah sepatunya sebelum ia melompat." ucap Natasha. Pada foto tersebut terlihat sepasang sepatu pria yang terbuat dari bahan kulit, sehelai kertas yang Rainy duga adalah sebuah surat wasiat yang ditinggalkan bagi keluarganya, dan sebuah buku berwarna putih. Mata Rainy langsung melebar ketika melihat buku tersebut. Itu adalah buku harian yang semalam diberikan Laura kepada Sinta.
"Ini..."
Copyright @FreyaCesare
Author Note:
Double up untuk hari sabtu yaaaa. Saya beri jeda waktu up selama 5 menit. Jadi mohon sabar menunggu. hehe.
Oh, FYI, yang belum pernah lihat ikan koki panda, kamu bisa lihat disini:
https://vt.tiktok.com/ZSdgbqdPC/?k\=1