
"Sekarang, bisakah kau jelaskan padaku mengapa kau ingin aku menerima Musa?" pinta Rainy pada Raka. Saat itu mereka sedang berada di ruang kerja kakek Rainy. Rainy sedang duduk di belakang meja kerja kakeknya dengan Raka duduk di hadapannya. Sementara itu Natasha sedang duduk di sofa, tak jauh dari mereka, dengan sebuah laptop di pangkuannya. Raka mengulurkan tabnya ke hadapan Rainy untuk menunjukan sebuah data kepadanya.
"Kebetulan hari ini aku ingin membicarakan ini." ujar Raka. Pada layar tab terdapat foto 3 orang wanita dan 2 orang pria. Kelimanya masih muda, rata-rata berusia antara 21 hingga 28 tahun. Rainy mengenali salah satu dari wanita tersebut sebagai putri dari salah satu anggota dewan direksi Jaya Enterprise.
"Mereka adalah orang-orang yang telah menjalani pelatihan untuk menjadi support teammu. Kami yang terpilih, lulus dengan nilai yang lebih tinggi dari mereka, namun kemampuan mereka juga tak bisa diremehkan. Saat ini mereka tersebar di berbagai Divisi di Jaya Enterprise, tapi sejak awal, mereka telah ditetapkan sebagai cadangan dari Anggota Divisi VII dan siap untuk dipindahkan, kapanpun Divisi VII membutuhkan." jelas Raka. Raka mengulurkan jarinya untuk menggeser foto di layar tab satu demi satu sambil menjelaskan skill yang mereka kuasai.
"Relic reader, Empath, Transporter, body guard, Clairvoyant." penjelasan ini membuat Rainy memandang mereka dengan cara yang berbeda. Sejumlah orang-orang dengan kemampuan supranatural! Sungguh menarik.
"Clairvoyant?"
"Emm. Dia dilatih untuk menjadi sekretaris. Namun berbeda dengan Natasha yang memiliki ingatan fotografis, dia adalah seorang Clairvoyant. Kemampuannya tidak stabil dan emosinya masih sulit dikendalikan, namun overall, dia bisa berfungsi dengan baik dalam tim."
"jadi kau ingin membuat tim baru dan memasukkan Musa?" tebak Rainy.
"Emm. Musa tampaknya memiliki 'sight' yang stabil dan kuat. Skill yang belum dimiliki oleh tim ini. Dengan adanya dia, tim ini menjadi lengkap." jawab Raka.
"Nat, apakah kau sudah berhasil mengumpulkan latar belakang Musa?" tanya Raka pada Natasha.
"Sudah, Pak Raka." sahut Natasha dari tempatnya duduk. "Saya baru saja memasukannya. Silahkan untuk di refresh."
Rainy menekan tombol refresh dan benar saja, wajah Musa muncul di deretan paling akhir dari list tersebut. Rainy menyentuh thumbnail foto Musa, dan wajah pria itu langsung membesar memenuhi layar. Dalam foto itu Musa mengenakan baju yang sama seperti yang dikenakannya tadi, namun rambutnya tampak telah disisir rapi dan wajahnya terlihat lebih segar dan cerah, berbanding terbalik dengan ekspresi penuh stress yang ditampilkannya tadi.
"Kapan kalian mengambil foto ini?" tanya Rainy.
"Ace baru saja mengirimkannya, beserta beberapa data yang diisi oleh Musa. Sebagian lainnya saya peroleh dari sumber lain." Jawaban Natasha membuat bibir Rainy berkedut. Sumber lain? Apakah kau meretas kantor catatan sipil, Nat? Rainy membaca profil Musa dan 2 garis hitam langsung muncul di keningnya.
"Putra bungsu pemilik B supermall di kota Y? You are good, Musa!" geram Rainy kesal. Bagaimana mungkin putra bungsu pemilik supermall kesulitan mencari pekerjaan dan menghidupi diri? Beraninya Musa berbohong padaku! Geram Rainy.
"Sepertinya tidak semua perkataannya adalah kebohongan. Dia dilaporkan melarikan diri dari rumah minggu lalu, 3 hari setelah kembali dari rumah sakit jiwa. Dia saat ini pasti mulai kehabisan uang namun tidak mau kembali ke rumah." komentar Raka sambil menganalisa profilnya.
Pertama kali didiagnosa menderita skizofrenia paranoid pada usia 16 tahun, semenjak itu Musa menjadi langganan keluar masuk RSJ. Saat bertemu Rainy ia telah menghabiskan 2 tahun yang panjang di RSJ tanpa diberi kesempatan untuk pulang sekalipun. Besar kemungkinan bahwa keluarganya kembali berusaha untuk memasukannya ke RSJ beberapa hari setelah ia kembali, sehingga Musa memutuskan untuk melarikan diri.
"Apakah menurutmu ia benar-benar menderita gangguan jiwa?" Tanya Raka.
"There is." Raka menekan sebuah thumbnail dan wajah seorang gadis belia yang tampak manis muncul di layar tab.
"Namanya Sekar, 21 tahun. Seperti Ace, ia memiliki aura yang mampu membersihkan area disekitarnya dari mahluk yang tidak kasat mata. Kebetulan ia juga Transporter dan sangat cerdas. Hanya saja kekuatan fisik dan kemampuan bela dirinya jauh di bawah Ace. Ace dipilih masuk ke tim kita karena kemampuannya lebih baik dari Sekar. Lagi pula di tim ini sudah ada aku dan Natasha. Otak kami berdua sudah cukup untuk membantumu mengurus Divisi VII." jawab Raka.
"Wow, what a humble person!" sindir Rainy yang disambut oleh kedipan sebelah mata Raka dan senyum Natasha.
"Kalau begitu tidak ada masalah dengan Musa ya?"tanya Raka yang dijawab oleh Rainy dengan anggukan.
" Emm. I think so."
"Musa akan ditempatkan dalam program pelatihan khusus bagi tim support untuk memperbaiki mental dan membangun keterampilannya. Semoga ia bisa segera menguasai kemampuan yang dibutuhkan sehingga kita bisa segera membawa anggota yang lain kembali ke Divisi VII dan membentuk tim kedua." ucap Raka.
"Apa tujuan dari keberadaan tim kedua ini?" tanya Rainy.
"Tentu saja untuk meringankan beban pekerjaanmu. Tim kedua akan mengambil alih pekerjaan-pekerjaan kecil yang tidak sulit sehingga kau bisa fokus hanya pada kasus-kasus besar dan penting saja." jawaban Raka membuat Rainy mengacungkan jempolnya pada pria itu.
"You knew me so well!" puji Rainy.
"Of course! My lazy princess." ejek Raka geli yang disambut oleh anggukan kepala Rainy.
"Let's go!" ajak Rainy kemudian, bangkit dari kursinya.
"Where to?" Tanya Raka.
"Aku kangen paman Jack." jawab Rainy sambil melenggang santai meninggalkan ruang kerja, diikuti oleh gelengan kepala Raka yang menyusul di belakangnya. Kangen Mr. Jack? Right! Yang benar kau merindukan cake buatannya kan? Dasar glutton! Komentar Raka dalam hati sambil tersenyum geli.
"Boss, jangan lupa oleh-oleh buat saya ya?" seru Natasha dari kursinya.
"Emm" sahut Rainy. Setelah mengalami stress akibat perilaku Musa tadi, Rainy kehilangan minat untuk menghabiskan waktu di depan meja kerja. Di dalam kepalanya sudah terbayang berbagai cake dan pastry buatan Mr. Jack yang luar biasa enak, membuat air liur hampir menetes di bibirnya. Paman Jack, aku datang! Seru Rainy dalam hati.
Copyright @FreyaCesare