My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Air Mata Ratna



Rainy, Ratna, Arka dan Raka duduk menunggu di ruang tunggu sampai pagi tiba. Ketika melihat Ratna sudah tampak tidak sanggup untuk terus berjaga, Rainy membawanya ke guest house yang berada di area rumah sakit dan memeluk ibunya sampai tertidur. Walaupun ia berbaring di sisi ibunya, Rainy tidak membiarkan dirinya untuk tidur. Rainy takut bila ia tertidur, ia akan mengalami mimpi buruk yang sama dan akibatnya, Ayahnya yang baru saja terhindar dari bahaya, akan melihat mimpi yang sama dan akan mengalami serangan jantung lagi. Bila itu terjadi, Ardi akan dapat kehilangan nyawanya saat itu juga. Karena itu, tak perduli seberapapun lelahnya, Rainy memaksa diri untuk tetap terjaga.


Ketika Ratna telah tertidur dengan sangat nyenyak karena kelelahan, Rainy bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi sambil membawa handphonenya. Setelah memeriksa waktu jam tangannya, Rainy menekan 1 set nomor telepon. Nada sambung berdering sebanyak 3 kali sebelum seseorang mengangkat teleponnya.


"Hello?" terdengar suara serak seorang pria menjawab telepon Rainy. "Rainy?" panggil pria itu kemudian.


"Tante Charles, tolong matikan perubah suaranya dong. Rainy jadi geli karena membayangkan sedang berbicara dengan seorang pria." protes Rainy.


"Ah! Sebentar." untuk sesaat tak ada yang berbicara. Namun tak lama kemudian suara seorang wanita terdengar. "Maaf, Rain. Aku suka lupa mematikannya bila menerima telepon." ucap Charles menjelaskan. Rainy mengerti bahwa pekerjaan Charles sebagai hacker memaksa Charles untuk menyembunyikan bukan cuma lokasi tempat tinggalnya dan identitas pribadinya, namun juga suaranya. Kecuali keluarga terdekatnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa hacker terkenal Charles adalah seorang wanita yang bahkan telah berusia 40 tahunan. Andai lawan-lawannya tahu, mereka pasti merasa tertipu.


Charles adalah salah satu hacker dengan nama besar di dunia bawah, terutama karena ia banyak membantu pemerintah dan berbagai perusahaan besar untuk menghadapi hacker-hacker yang berusaha untuk menjatuhkan dan merugikan perusahaam-perusahaan tersebut serta untuk meningkat keamanan sistem komputerisasi mereka. Hal ini tentu saja membuat Charles panen banyak sekali musuh yang membuatnya tidak bisa lengah sedikitpun. Itu pula sebabnya perubah suara yang terinstal si telepon genggamnya selalu dalam keadaan aktif untuk memastikan bahwa ia tidak tanpa sengaja membongkar jati dirinya ketika menerima telepon dari orang yang tidak dikenal.


"Apa suaraku sudah terdengar sekarang?" tanya Charles.


"Sudah, tante. Tante sedang apa?" tanya Rainy.


"Aku sedang masak." sahut Charles. Di latar belakang terdengar suara berkelontangan. Sepertinya Charles baru menjatuhkan sebuah panci.


"Apa Rainy mengganggu?" tanya Rainy dengan khawatir. Charles bukan wanita yang mahir di dapur. Rainy takut telponnya hanya akan membuat masakannya gagal.


"Jangan khawatir. Aku pakai speaker kok." sahut Charles cepat. "Hei, bukankah sekarang di Indonesia sudah tengah malam? Mengapa kau masih terjaga?" tanya Charles heran.


"Rainy sedang berada di rumah sakit, tante." beritahu Rainy.


"Aku tahu kau sedang menunggui papamu di Rumah sakit. Tapi menunggui kan boleh sambil tidur. Ruang VIP begitu besarnya, kau bisa tidur di sofa atau di lantai kan?" bantah Charles.


"Papa sudah tidak di rawat di ruwng ICU lagi, Tante. Beliau sudah dipindahkan ke ICCU tadi malam." beritahu Rainy lagi.


"Eh? ICCU? Apa yang terjadi?" tanya Charles dengan terkejut. Ia tidak pernah mendengar bahwa sepupunya itu menderita penyakit jantung sebelumnya.


"Astaghfirullah! Terus keadaan beliau bagaimana sekarang?"


"Papa dalam keadaan stabil. Tapi masih dalam observasi." ucap Rainy menjelaskan.


Untuk beberapa saat Charles terdiam. Ketika kemudian ia berbicara kembali, ia bertanya,


"Rain, apa yang kau butuhkan?"


"Apakah tante masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penusukan papa?" sahut Rainy.


"Emm. Aku baru saja menyelesaikannya dan rencananya akan kukirimkan selesai makan. Tapi kalau kau butuhkan, akan kukirimkan sekarang." jawab Charles.


"Terimakasih, tante." ucao Rainy.


"Emm. Rain, apakah kau membutuhkanku untuk pulang?" tanya Charles lagi. Mendengar ini membuat Rainy tertegun sesaat. Apakah ia membutuhkan Charles? Tentu saja! Apabila Charles ada disini, ia bisa mengambil alih sebagian tugas Raka sehingga Raka beban kerja Raka bisa dikurangi. Diantara mengurus kerajaan Rainy, memimpin pencarian pelaku penusukan Ardi dan menemani Rainy menunggui Ardi, Rainy yakin bahwa Raka pasti lebih lelah dari dirinya.


"Bisakah tante pulang dan membantu Raka? Kalau bisa, Rainy akan sangat bersyukur." pinta Rainy.


"Emm. Aku akan pulang secepatnya." Sahut Charles dengan pasti.


***


Hasil penyelidikan yang dibuat oleh Charles datang dalan bentuk sejumlah file dan video. Sambil memasang earphonenya, Rainy menghabiskan sisa malam dengan mempelajari semua data tersebut, sampai haro berubah terang dan Ratna bergerak di tempat tidur. Rainy mengangkat wajah dari telepon genggamnya dan menoleh pada ibunya yang telah membuka matanya, namun tetap berbaring diam sambil memandang ke arah langit-langit.


"Mama, apa mama sudah bangun?" tanya Rainy pelan. Ratna mengeluarkan suara 'hmmph' sebagai jawabannya. Namun selain suara tersebut, ia tidak bergerak sama sekali. Rainy lalu meletakkan telepon genggamnya ke atas meja kecil di samping tempat tidur dan bergerak mendekati ibunya. Ia mengulurkan sebelah tangannya untuk memeluk ibunya dan memasukkan wajahnya di ceruk bahu ibunya. Sesaat kemudian ia merasakkan tubuh ibunya mulai bergetar hebat oleh isak tangis yang semakin lama semakin kuat.


Rainy mengerutkan bibir dan tak mampu menahan diri untuk tidak menangis bersamanya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi Ratna, yang di antara mereka semua, adalah satu-satunya orang yang tidak memiliki kemampuan spiritual apapun sehingga jangankan ingin melakukan sesuatu, ia malah sama sekali tidak bisa melihat apa yang telah menyiksa suami dan putrinya. Selama ini yang Ratna bisa lakukan adalah untuk selalu menemani mereka tanpa suara. Berupaya sedapat mungkin agar kedua orang yang paling dicintainya tersebut tidak kurang suatu apapun ketika sedang berada di saat terburuknya. Namun seringkali Ratna merasa sangat tidak berguna. Terutama pada kejadian kali ini. Ia tahu Rainy dan Ardi menderita dibawah teror iblis sehingga membuat Ardi hampir kehilangan nyawanya, namun ia tidak tahu bagaimana caranya untuk menolong mereka sehingga membuatnya menjadi sangat tertekan. Ratna mengangkat tangannya dan memegang erat tangan putrinya, seakan tangan itu adalah satu-satunya tali yang mampu menjadi penguat baginya untuk bisa bertahan. Merasakan sentuhan tangan ibunya, Rainy memperkuat pelukannya dan merapatkan tubuhnya semakin dekat pada tubuh Ratna. Mencoba memberi Ratna semua dukungan yang dibutuhkannya. Di luar, matahari pagi mulai muncul di ufuk timur, membuat langit memerah sebelum kemudian berubah menjadi terang dan biru. Sepertinya hari ini akan cerah. Namun dalam hati Rainy, ia berharap matahari berhenti bersinar setidaknya sampai ayahnya telah keluar dari ruang ICCU.