
Setelah operasi, Ardi ditempatkan di ruangan ICU untuk diawasi, terutama karena ia belum juga menunjukan tanda-tanda akan sadar. Secara otomatis tidak seorangpun bisa menungguinya secara langsung. Namun tak satupun dari rombongan yang terlihat rela untuk pulang. Raka harus memaksa Rini untuk pulang karena ia terlihat sudah tidak mampu menahan matanya yang hendak jatuh karena sangat lelah dan mengantuk. Setelah dibujuk berkali-kali, akhirnya Rini pulang dengan janji akan menemani Ratna kembali keesokan paginya. Rosa dan Rudi datang menjenguk, namun karena mereka tidak bisa masuk, mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan kembali lagi besok ketika Ardi dipindahkan ke ruangan. Raka memberikan tugas untuk mengurus laporan ke kantor polisi kepada Ace, sedangkan ia sendiri terus memonitor pekerjaan Natasha yang terus mencari jejak digital kejahatan Hendrik, dan pekerjaan Charles yang terus berusaha mencuri semua kekayaan Hendrik sambil tidak lupa menutupi jejaknya dengan rapi.
Sementara itu ketiga anggota keluarga Rudi tidak di dalam kondisi untuk dapat melakukan sesuatu. Para wanita hanya duduk diam tanpa gairah, sementara Arka berjaga di sekitar keduanya. Memastikan bahwa walau dalam keadaan sangat sedih, takut dan khawatir, keduanya tetap makan dan minum walaupun tidak banyak. Tadinya Raka merasa lucu melihat Arka, si balok es yang biasanya lebih suka berada di latar belakang dan hanya bersikap sebagai pengamat, sekarang harus aktif secara sosial dan belajar membujuk serta merayu agar para wanita itu mau menuruti harapannya. Raka pikir Arka akan kebingungan karena dia baru saja memperoleh ayah, ibu dan adik kemarin malam namun sekarang sudah harus bertindak sebagai wali yang wajib melindung keluarganya. Tapi siapa sangka Arka bisa beradaptasi dengan cepat pada peran barunya. Ia menempatkan diri dengan sempurna seolah-olah ia telah lama menjadi bagian dalam keluarga Ardi. Ratna tidak terlihat sungkan bergantung padanya dan Rainy yang memang sudah sangat akrab dengan Arka saat masih menjadi sepupunya, melepaskan semua topeng yang dipakainya di hadapan semua orang, dan berubah menjadi Rainy yang sebelumnya hanya diketahui kedua orang tuanya dan Raka; yaitu Rainy yang imut dan manja.
Ini membuat Raka mencibir kesal. Ia tidak suka berbagi wajah asli Rainy dengan orang lain. Cukuplah orang mengenal Rainy sebagai gadis cantik berwajah datar dan berperangai dingin. Ia tidak suka bila orang lain tahu betapa indahnya tawa Rainy dan betapa sempurnanya wajah berserinya. Saat ini Arka memang belum melihat itu karena mereka sedang dalam suasana berduka. Namun setelah semua ini selesai dan mereka pulang ke rumah, Arka akan disuguhi oleh keindahan Rainy dari pagi sampai siap tidur di malam hari. Membayangkannya saja sudah membuat Raka kesal. Walaupun sekarang mereka menjadi sepasang saudara, tapi bukan berarti Arka tidak boleh mencintai Rainy kan? Bagaimana kalau Rainy tergoda pada kecantikannya? Apalagi Raka sangat tahu bahwa Rainy sangat menyukai wajah cantik Arka. Raka tidak bisa berhenti merasa khawatir.
Malam berlalu dengan sangat panjang ketika harus berada berjauhan dari ranjang sendiri. Ketika pagi tiba, perawat memberitahu bahwa Ardi telah terbangun dari tidur panjangnya. Pada jam 8 pagi, setelah diperiksa oleh Dokter yang merawatnya, Ardi kemudian dipindahkan ke ruang VIP. Berita ini tentu saja membuat semua orang bernafas lega. Akan lebih mudah bagi mereka bila Ardi ada diruangan. Rainy dan Ratna juga tidak lagi harus tidur di sembarang tempat.
Walaupun telah sadarkan diri, namun Ardi kembali tertidur nyenyak ketika ia mencapai ruang VIP. Selama beberapa hari kemudian, ia terus tertidur dan hanya bangun sebentar, lalu tertidur kembali. Setelah Dokter menjelaskan bahwa itu adalah hal yang normal bagi orang yang sedang berada dalam kondisi Ardi, barulah mereka semua berhenti merasa khawatir. Malam itu adalah malam kedua mereka berada di kamar VIP. Melihat Ratna sudah tertidur nyenyak di sofa, Rainy menarik tangan Arka dan Raka dan membawa keduanya keluar kamar, menuju ke ruang tunggu. Rainy menarik tangan keduanya untuk duduk. Setelah mereka semua duduk, Rainy mengulurkan tangannya pada Raka. Raka memandang tangan mungil yang indah itu dengan kening berkerut. Apa yang kau inginkan?
“Tunjukan semua hasil penyelidikan atas kasus ayahku, termasuk juga eksekusi yang telah kau lakukan.” Ucap Rainy dengan nada yang tidak mau dibantah. Raka menatapnya dengan tercengang. Ia lalu mengangkat wajah dan menatap ke arah Arka dengan tatapan bertanya, namun Arka hanya mengangkat bahu. Sesungguhnya ia juga tidak tahu banyak soal itu dan sangat penasaran untuk mengetahui hasilnya. Namun karena semua perhatiannya tercurah pada kondisi kesehatan Ardi dan Ratna, Arka jadi melupakannya. Tapi ia tidak pernah mendorong Rainy untuk mengkonfrontasi Raka.
“Jangan memandang ke arah kakakku karena ia juga sama tidak tahunya denganku. Karena aku tahu kamu pasti tahu tapi enggan memberitahuku, maka sekarang aku yang bertanya padamu. Tunjukan padaku semua yang kamu ketahui.” Perintah Rainy. Raka menarik nafas panjang. Terkadang, pada saat-saat seperti ini, sulit sekali untuk menolak Rainy.
“Aku belum menemukan banyak hal. Satu-satunya petunjuk yang aku ikuti adalah bocoran dari preman yang menyerang kita waktu itu. Karena modus operandinya serupa, aku pikir otaknya adalah orang yang sama.” Ucap Raka.
“Hendrik?” Tanya Rainy. Raka mengangguk.
Itu adalah video rekaman CCTV yang disertai subtitle karena tidak memiliki suara. Dalam video itu Rainy melihat Hendrik sedang berbicara pada seorang gadis berpakaian bunny sambil mengulur sebuah kartu, di sebuah Kasino. Berdasarkan percakapan di subtitle bisa disimpulkan bahwa Hendrik terus menerus gagal untuk menukar chips karena semua kartu yang diserahkannya kepada si bunny girl tak bisa digunakan. Lalu kemudian Hendrik terlihat panik begitu memeriksa handphonenya. Menurut subtitlenya Hendrik menemukan bahwa semua uang yang dimilikinya dan juga semua saham yang dimilikinya telah menghilang bersama angin. Tak bisa menerima kenyataan ini, Hendrik pingsan begitu saja. Saat ia terjatuh dan pingsan, sebuah karakter kartun terlihat menghitung untuknya, namun karena setelah dihitung sampai 10, Hendrik tidak juga bangun, maka pemenangnya adalah sebuah stiker bergambar setumpuk uang dollar yang memiliki sayap. Si karakter kartun mengangkat salah satu sayap si uang dollar dan mengumumkan kemenangannya. Rainy ingin tertawa, tapi ia juga terlalu terkejut untuk bisa tertawa dengan bebas.
“Apakah kau mencuri semua uang yang ia miliki?” Tanya Rainy pada Raka.
“Tentu saja tidak.” Bantah Raka. Rainy menarik nafas panjang. Raka bukan pencuri, jadi pasti tidak ada hubungannya dengan dia. “bukan aku yang mencurinya.” Lanjut Raka kemudian.
“Jadi uangnya benar-benar dicuri?” Tanya Rainy lagi. Raka mengangguk, sementara Arka tersenyum melihat wajah Raka yang berbinar-binar.
“Uangnya dicuri, tapi tentu saja bukan aku pencurinya.” Ulang Raka.
“Lalu siapa yang mencurinya?” Tanya Rainy penasaran.
“Charles.” Ucap Raka sambil tersenyum.