My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Warisan Terkutuk



“Tidak apa-apa. Kak Tari tidak memerlukan pengetahuan mengenai Kuyang sama sekali. Hanya satu hal yang perlu kak Tari ketahui.” Ucap Raka dengan wajah serius.


“Apa itu?” Tanya Batari. Kedua matanya terbuka lebar, menatap pada Raka dengan ekspresi gundah.


“Kuyang adalah ilmu yang harus diwariskan kepada keturunannya.” Ucap Raka. Ia menekankan setiap kata yang diucapkannya dengan hati-hati.


“Di… diwariskan?” Ulang Mr. Jack dengan terbata. “Apa maksudnya diwariskan?”


“Bila Kuyang menjelang masa-masa akhir hidupnya, ia baru bisa meninggal dunia setelah ilmunya diturunkan kepada anaknya.” Ucap Raka menjelaskan.


“Diturunkan kepada anak?” Ulang Mr. Jack. Ia langsung menoleh pada Batari yang tampak membeku dan pucat pasi.


“Benar. Saya menduga alasan mengapa Kuyang tersebut datang kemari adalah untuk mencari Kak Tari dan menurunkan ilmu Kuyang padanya.” Ucap Raka lagi. Kalimat Raka terdengar bagai bom di telinga Batari. Menurunkan ilmu Kuyang padanya? Bukankah itu berarti ia akan berubah menjadi Kuyang?


“Ini… ini sungguh keterlaluan! Perempuan itu membuang Tari saat masih bayi sehingga ia harus dirawat orang lain! Lalu sekarang saat Tari sudah dewasa, ia datang dengan seenak perutnya untuk melakukan klaim terhadap diri Tari sebagai anaknya, dan bukannya mewariskan Emas dan Permata, malah mewariskan ilmu terkutuk?” Ucap Mr. Jack dengan suara keras. Emas dan Permata? Mr. Jack dan imajinasi liarnya! Paman, apakah kau pikir novel ini bergenre kerajaan dan Kak Tari adalah seorang Putri yang terbuang? Darimana datangnya warisan Emas dan Permata ini? Tanya Rainy dalam hati.


Walaupun semenjak tadi Batari hanya diam saja, namun jauh di dalamnya hatinya, Batari sangat setuju dengan kata-kata Mr. Jack. Mengapa dulu membuangku untuk dirawat oleh orang lain? Mengapa sekarang datang dan mencoba menghancurkan hidupku kembali? Apa yang sesungguhnya kau inginkan? Tuntut Tari dalam hati.


“Mr. Jack, coba pikir lagi. Ibu kandung kak Tari menjadi Kuyang pasti juga karena memperoleh warisan dari orangtuanya. Ia pasti juga tidak memiliki kuasa atas hal itu.” Ujar Raka. “Lalu saya rasa alasan mengapa Ibu kandung kak Tari meninggalkan kak Tari agar bisa dirawat oleh orang lain adalah karena ia takut bila kak Tari tetap bersamanya, sebagai Kuyang, saat ia lengah atau kehilangan kendali atas dirinya, ia akan mungkin membahayakan kak Tari yang saat itu masih bayi. Apabila Kak Tari dan Mr. Jack mau melihat dari sisi ini, bukankah keputusan Ibu Kandung kak Tari untuk meninggalkan kak Tari agar dapat dibesarkan oleh orang lain justru adalah bentuk kasih sayangnya sebagai seorang ibu?” Ucap Raka lagi, menawarkan argumentasi. Kata-katanya membuat Mr. Jack terdiam dan disebelahnya, Batari merasa bagai disiram air dingin.


Ini… Batari tidak pernah menilainya dari sisi ini. Well, sebelumnya ia tidak memiliki pengetahuan mengenai Ibu Kandungnya dan hanya menghakimi dengan menggunakan amarahnya. Namun bagaimana bila seperti yang dikatakan Raka, bahwa apa dilakukan ibu kandungnya dulu dan apa yang sedang dilakukan ibu kandungnya sekarang, semuanya disebabkan oleh ilmu Kuyang yang dipaksakan kepada Ibu Kandungnya oleh leluhur mereka? Bila itu benar, maka itu akan merubah banyak hal. Sangat banyak hal! Batari terdiam, mencoba menelaah semuanya. Kata-kata Raka telah membuka banyak sumbatan dalam hatinya. Melepaskan banyak kekusutan dalam pemikirannya. Membuat Batari jadi menginginkan sesuatu yang tidak pernah diinginkannya sebelumnya, untuk mengenal Ibu Kandungnya.


“Kau bilang dia datang untuk menurunkan ilmunya padaku…. apakah itu berarti ia telah mencapai masa-masa akhir hidupnya?” Tanya Batari perlahan.


“Tapi bukankah Kuyang itu adalah sebuah ilmu yang menjanjikan kehidupan abadi, kecantikan dan umur yang panjang?” Tanya Mr. Jack.


“Ah, sejujurnya Mr. Jack, saya juga hanya menduga. Tidak banyak data tertulis yang bisa ditemukan tentang Kuyang. Kuyang adalah sebuah legenda urban yang kisahnya hanya bisa diperoleh dengan mengumpulkan sepotong demi sepotong kesaksian dari mulut ke mulut, dan tidak ada yang berasal dari mulut Kuyang itu sendiri. Jadi untuk mengetahui kebenarannya, kita harus bertanya langsung pada si Kuyang, bila ia muncul kembali.” Jawab Raka lagi.


“Mengapa…. Mengapa Pak Raka bisa menduga… bahwa ia telah mencapai masa-masa akhir hidupnya?” Tanya Batari dengan suara bergetar.


“Saya membandingkan antara kasus pembunuhan berantai yang terjadi di tahun 1993 sampai 1994 waktu itu, dengan kasus pembunuhan yang terjadi saat ini. Modus operandinya sangat mirip sehingga saya menduga bahwa kedua pembunuhan berantai ini dilakukan oleh orang yang sama. Jarak antar kasus yang terjadi waktu itu adalah 3 bulan, namun jarak antar kasus yang terjadi saat ini adalah 1 minggu. Apabila pelaku pembunuhan berantai saat itu adalah sama dengan pelaku pembunuhan berantai yang terjadi saat ini, yang pelakunya adalah Kuyang, besar kemungkinan Kuyang tersebut saat ini memiliki tingkat adiksi yang lebih tinggi terhadap darah dan ia telah kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri.” Ucap Raka. “Lalu Kuyang yang kita temui berwujud seorang wanita tua yang tampak tidak lagi memiliki kesadaran seorang manusia, kecuali pada saat ia bertemu dengan kak Tari kemarin. Asumsi saya; Kuyang ini sudah semakin lemah dan seringkali kehilangan kesadarannya sebagai manusia yang membuatnya jadi lebih sering berkeliaran dan menyerang dengan membabi buta. Berbeda dengan dulu, di tahun 1993-1994 dimana Kuyang tersebut mampu menahan diri dari rasa lapar sehingga jarak antar kasus cukup lama.” Ucap Raka, menjelaskan panjang dan lebar.


“Apakah Pak Raka dan Rainy berniat menemukan Kuyang tersebut?” Tanya Batari lagi. Sebelah tangannya yang bebas mencengkeram tangan sofa dengan kuat.


“Kita harus menemukannya sebelum penduduk menemukannya dan membunuhnya.” Sahut Raka dengan ekspresi serius.


“Kenapa?” Tanya Batari Lagi.


“Turunnya ilmu Kuyang dari 1 generasi ke generasi yang lain, tidak memerlukan persetujuan terlebih dahulu. Apabila benar bahwa Kuyang tersebut adalah Ibu Kandung kak Tari, maka bila ia mati, ilmu Kuyang tersebut akan langsung jatuh ke tangan kak Tari tanpa bisa ditolak.” Kata-kata dari Raka ini bagaikan bom yang dijatuhkan di kepala Batari dan Mr. Jack. Jatuh ke tangan Batari tanpa bisa ditolak? Bukankah itu berarti, bila ibu kandungnya meninggal, bahkan walaupun Batari tidak bersedia menerimanya, Batari akan berubah menjadi Kuyang?


“Raka, jangan menakut-nakuti Tari!” Ucap Mr. Jack dengan suara tinggi. Wajahnya memerah dan keningnya berkerut, sementara matanya menatap Raka dengan tak suka. Mr. Jack menolak untuk percaya bahwa Raka mengatakan yang sebenarnya. Ia menolak untuk mempercayai sesuatu yang menurutnya terdengar seperti omong kosong belaka. Batari berubah menjadi Kuyang? Batari adalah orang paling penuh kasih sayang dan lembut hati yang pernah Mr. Jack kenal. Itu sebabnya ia memilih untuk jadi Dokter; untuk menyelamatkan orang lain. Tapi bila ia berubah jadi Kuyang, bukankah itu berarti Batari akan berubah menjadi sesuatu yang paling ia tidak sukai? Yaitu berubah menjadi mahluk yang kerjanya menyakiti orang lain?


“Paman, Raka tidak sedang menakut-nakuti. Raka sedang memperingatkan, agar kak Tari bersiap-siap untuk menghadapi yang terburuk.” Beritahu Rainy dengan ekspresi serius.