
Api pertama yang dilemparkan Rainy menyambar langsung ke leher Bestari. Saat itu, di sekitar leher Bestari muncul warna oranye kemerahan yang semakin lama semakin terang. Bersama warna oranye kemerahan tersebut, sebuah garis melintang sepanjang 5 cm mulai muncul di bagian tenggorokan Bestari, yang semakin lama semakin memanjang. Namun gerakan garis itu langsung terhenti, ketika Hellfire menyambar dan langsung membuat bagian leher dan bahu Bestari ditelan oleh api yang membara. Hellfire lalu membesar dan menyebar ke seluruh bagian dada dan kepala Bestari.
Api kedua menyambar pangkuan Bestari, yang langsung membesar dan menyebar ke pinggang dan seluruh kakinya. Kedua titik api tersebut bertemu di bagian rusuk Bestari dan membesar dengan hebat. Selama itu Bestari sama sekali tidak membuka mata maupun bersuara. Tubuhnya tampak kejang-kejang, seolah sedang diguncang oleh sesuatu. Sementara rambut abu-abunya berkibaran, mengikuti gerakan api yang menyala.
Ketika api pertama menyambar tubuh ibunya, Batari menjerit kaget. Ia telah mengetahui sebelumnya bahwa Hellfire tidak akan sungguh-sungguh membakar ibunya. Namun tetap saja, kengerian yang dirasakannya sama sekali tidak berkurang ketika melihat ibunya tenggelam dalam api yang membara. Refleks Batari menyuruhnya untuk berlari mendekati Ibunya, namun Mr. Jack yang telah diingatkan berkali-kali oleh Raka untuk menjaga Batari, segera menangkap tubuh Batari dan memeluknya erat-erat.
“Tari, ibumu baik-baik saja! Ia baik-baik saja!” Bujuk Mr. Jack.
“Dia terbakar! Dia terbakar!” Tangis Batari dengan panik. Ia memberontak dan berusaha melepaskan diri, namun ia tak mampu melawan kekuatan Mr. Jack yang ukuran tubuhnya nyaris dua kali lipat dari ukuran tubuh Batari.
“Api itu tidak akan menyakitinya! Apa kau lupa? Api itu sama sekali tidak menyakitiku waktu Rainy membakarku kemarin.” Ucap Mr. Jack mengingatkan. Benar! Mengapa ia lupa? Rainy telah menunjukkan padanya bagaimana api itu sama sekali tidak menyakiti Mr. Jack. Hanya saja melihat nyala api kecil di atas tangan Mr. Jack sangat berbeda dengan melihat seluruh tubuh ibunya ditelan oleh nyala api yang begitu besar hingga tidak ada satu bagianpun dari tubuhnya yang tidak tersentuh api. Membuat jantung Batari terasa hampir melompat keluar melalui mulutnya ketika melihatnya. Mr. Jack memeluk Batari erat-erat. Ia menahan belakang kepala Batari dengan telapak tangannya dan memaksa wajah Batari untuk menempel di dadanya.
“Tidak apa-apa! Kau tidak perlu melihat lagi! Jangan lihat lagi! Ibumu akan baik-baik saja! Semuanya akan baik-baik saja!” Bujuk Mr. Jack dengan suara rendah.
Di depan kerangkeng, Rainy terus menyemburkan api dari telapak tangannya ke tubuh Bestari, sementara itu Guru Gilang menuntunnya dengan tenang.
“Fokuskan penglihatanmu, Rainy. Tutup matamu dan lihatlah dengan menggunakan Cakra Ajnamu. Cari tempat-tempat yang masih belum tersentuh Hellfire dan tuntun apimu kesana.” Ucap Guru Gilang dengan tenang.
Dengan cepat, Hellfire memasuki semua bagian tubuh Bestari dan membakar energi gelap di dalamnya tanpa ampun. Pelan-pelan, warna hitam di tubuh Bestari mulai menghilang. Semakin lama semakin tipis dan semakin tipis, hingga nyaris memudar. Saat itulah Rainy menemukan sesosok jin berwarna oranye kemerahan sedang menyembunyikan diri di dalam rahim Bestari. Rainy mencibir. Memangnya dengan kau bersembunyi disana, aku tidak akan menemukanmu? Wahai, keturunan iblis? Merasa tertantang, Rainy mendorong lebih banyak energi keluar dari tubuhnya untuk menghantam jin tersebut dengan Hellfire yang lebih beracun daripada yang sebelumnya. Namun perlahan-lahan ia merasa energinya mulai melemah.
“Lara!” Geram Rainy dengan suara rendah. Lara yang sejak tadi sudah berdiri di belakangnya, segera mengulurkan kedua tangannya dan menempelkannya di punggung Rainy. Aliran energi yang besar segera mengalir dari tangan Lara memasuki tubuh Rainy, membuat kening Rainy berkerut. Aliran energi tersebut begitu besar sehingga langsung mengisi tubuh Rainy yang nyaris kosong, dengan energi baru yang lebih kuat dari pada energi Rainy yang sesungguhnya. Rainy tidak menyangka bahwa kultivasi Lara jauh lebih tinggi darinya, namun ia sangat bersyukur karena hal itu. Ujung bibir Rainy terangkat tinggi ketika ia mendorong keluar energi yang diberikan Lara, untuk berubah menjadi Hellfire yang kuat dan mengarahkannya pada jin keras kepala yang masih bercokol di tubuh Bestari. Kalau saja Rainy membuka matanya, ia akan menyadari bahwa Hellfire yang keluar dari tangannya tidak lagi berwarna oranye, namun telah berubah menjadi berwarna semerah darah, yang mengindikasikan bahwa kekuatanya sudah berada dalam level yang berbeda dari sebelumnya.
Rainy membakar, membakar dan terus membakar. Api yang sekarang berwarna merah dengan ujung-ujung gelap, dan dengan sedikit warna oranye tersebut terus berkobar menutupi seluruh tubuh Bestari. Tubuh Bestari bergetar hebat, namun masih berada dalam posisi duduk yang tegak di atas ranjang. Garis di leher Bestari berhenti memanjang dan matanya masih tertutup rapat. Dengan cakra ajnanya, Rainy melihat bagamana jin berwarna oranye kemerahan itu mencoba melarikan diri dari kepungan Hellfire. Ia bergerak dengan cepat sambil menghindari Hellfire dengan lihai, berusaha secepat mungkin untuk mencapai otak. Namun Rainy tidak berniat membiarkan jin tersebut bersembunyi. Rainy melemparkan Hellfire ke arahnya dan kemudian mengurungnya dalam kepungan Hellfire.
“Berhenti main-main! Ibu Bestari tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Habisi dia sekarang juga!” Perintah Guru Gilang. Rainy mengangguk dan langsung merapatkan kepungannya dan membakar jin tersebut dengan Hellfire yang telah dimodifikasi oleh energi pemberian Lara. Saat itulah, Bestari tiba-tiba mendongak dan membuka mulutnya besar-besar sambil berteriak keras, membuat mereka yang sedang duduk menonton, hampir melompat karena kaget. Sebuah sosok yang nyaris transparan dan hanya sedikit mengeluarkan warna oranye yang menyala di sekujur tubuhnya, keluar dari mulut Bestari. Itu adalah Jin yang baru meninggalkan tubuh Bestari dan sedang
mencoba untuk melarikan diri dengan cara membuat dirinya sendiri menjadi transparan. Namun, bukan Rainy namanya apabila tidak melihatnya. Batari langsung menyerang jin tersebut dan membuat sosoknya berlarian di langit-langit layaknya bola api yang sedang menyala, sebelum akhirnya semakin menipis dan semakin menipis. Sampai kemudian hilang tanpa bekas.
Saat jin tersebut meninggalkan Bestari, tubuh Bestari langsung terjatuh ke ranjang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Api yang membakar tubuhnya perlahan-lahan semakin mengecil dan menipis, hingga akhirnya menghilang. Guru Gilang mengisyaratkan pada Raka untuk membuka pintu kerangkeng. Setelah pintu tersebut terbuka, tanpa ragu, Guru Gilang langsung masuk ke dalam kandang dan memeriksa keadaan Bestari. Batari yang akhirnya berhasil melepaskan diri dari kungkungan tangan-tangan Mr. Jack, segera menyusul dengan membawa sejumlah peralatan medisnya. Batari dan Guru Gilang segera bekerja sama untuk memeriksa kondisi Bestari.
Saat api terakhir dipadamkan, Rainy nyaris terjengkal karena tubuhnya tiba-tiba terasa sangat lemah. Wajahnya terlihat pucat-pasi, hingga nyaris tanpa warna. Untunglah Lara yang masih berdiri di belakangnya, bergerak dengan sangat gesit untuk menahan tubuhnya. Ia mendorong energinya untuk masuk dan menutrisi tubuh Rainy. Setelah Lara selesai, sepasang tangan sudah mengangkat Rainy secara horizontal dan membawanya keluar dari ruangan bawah tanah itu.