
Ketika suara jeritan terkejut Rainy terdengar dari lantai 2, senyum puas langsung tersungging di bibir Nuri, sementara itu di sebelahnya, Datuk Sanja juga turut tersenyum tipis, hingga tidak terlalu terlihat. Clarissa menyentuh dahinya dan menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tak berdaya. Ardi dan Ratna yang mendengar jeritan putri mereka langsung bangkit dari kursinya, namun Clarissa menahan langkah mereka.
"Sebaiknya kalian jangan naik. Biar Ungu yang membantu Rainy." tahan Clarissa.
"Tapi kenapa?" Tanya Ratna dengan ragu-ragu.
"Coba pikir lagi. Setelah malam pengantin, kira-kira mereka dalam keadaan sedang bagaimana? Takutnya kalau kalian memaksa untuk ke atas, kalian akan melihat mereka dalam kondisi yang tidak seharusnya dilihat. Apabila hal seperti ini terjadi, bukankah akan malah jadi kikuk semua?" ucap Clarissa, mencoba menenangkan Ardi dan Ratna. "Serahkan saja semuanya pada Ungu. Kalian tenang saja. Ungu sangat pandai dalam mengatasi berbagai masalah." mendengar ini, pada akhirnya Ardi dan Ratna hanya bisa mengangguk pelan.
Rainy menjerit sekeras-kerasnya karena sangat terkejut. Berdiri di hadapan Rainy adalah Bonehilda. Yang pernah memainkan game hasil karya EA bernama The Sims, pasti kenal karakter yang satu ini. Bonehilda adalah salah satu NPC dalam game The Sims yang merupakan sosok seorang (er.... Atau sebuah?) Tengkorak utuh yang mengenakan pakaian pelayan dan bekerja sebagai asisten rumah tangga yang tidak bisa diandalkan.
Walaupun pernah melihat Bonehilda dalam game sebelumnya, Rainy yang tidak pernah menyangka akan bertemu karakter tersebut dalam dunia nyata, menjadi sangat terkejut hingga kakinya terasa lemas. Tidak setiap hari seseorang bisa menemukan 1 set tengkorak lengkap berpakaian pelayan di hadapannya kan?!
Jeritan kaget Rainy kontan membangunkan Raka yang langsung melonjak bangkit dari ranjang dan berlari ke sisi istrinya tersebut. Sebelum Rainy sempat mengendalikan diri, Raka telah muncul di belakangnya dan menopang tubuh Rainy, dalam keadaan polos tanpa mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya. Melihat kemunculan Raka, tengkorak tersebut terpekik kaget dan langsung berbalik menunjukkan punggungnya pada Rainy dan Raka. Tengkorak itu kemudian berdiri sambil menutupi wajahnya dengan sepasang telapak tangan yang hanya berupa tulang-belulang tersebut.
"Ah, kak Raka! Tolong jangan lupa untuk mengenakan pakaian kakak! Linda tidak mau kalau kak Rainy nanti salah paham pada Linda." ucapnya dengan suara wanita setengah bayanya yang bernada malu-malu.
Mendengar ini, bibir Rainy berkedut hebat sedangkan Raka yang dibuat tersadar akan ketelanjangannya, setelah memastikan bahwa Rainy tidak sedang dalam keadaan terancam, segera kembali ke dalam kamar untuk mengambil bagian celana dari piyamanya dari lantai dan memakainya dengan tergesa. Setelah itu ia segera kembali ke sisi Rainy untuk menghadapi si tengkorak berpakaian pelayan tersebut yang saat itu sudah kembali menghadap ke arah Rainy.
"Kau siapa?" tanya Rainy pada Bonehilda. Keterkejutan tampak masih mewarnai ekspresinya namun tidak lagi dibarengi oleh rasa takut seperti tadi. Yang tersisa hanyalah rasa penasaran dan tidak percaya. Bagaimana mungkin Datuk Sanja memelihara tengkorak manusia sungguhan dalam rumah? Lalu bagaimana caranya tengkorak tersebut bisa hidup, bergerak dan berbicara? Rainy tak bisa menebak asal muasalnya sama sekali karena ia tidak merasakan gelombang energi pada tubuh Bonehilda.
"Nama saya Linda." Sahut si tengkorak. "Saya adalah pelayan disini." Ah, namanya Linda. Bukan Bonehilda.
"Kamu itu apa?" tanya Rainy lagi, tak puas dengan jawaban Linda.
"Dia adalah robot buatan Rumi, leluhur nomor 60." Suara tenang Ungu terdengar dari sisi kiri Rainy. Rainy menoleh dan menemukan Ungu yang saat itu baru saja melewati tangga dan sedang berjalan anggun menuju ke arah mereka berada.
"Robot? Robot yang dikendalikan dengan komputer dan menggunakan baterai sebagai sumber kekuatannya?" tanya Rainy pada Ungu. Tapi Ungu menggelengkan kepalanya.
"Linda dibuat dengan menggunakan teknologi pink Earth yang diajarkan Datuk pada Rumi.
Teknologi pink Earth tidak membutuhkan wiring seperti benda-benda yang berasal dari Blue Earth. Ia bisa di hidupkan dengan menggunakan prinsip ilmu alkimia dan batu energi sebagai baterainya." jawab Ungu.
"Batu Energi?" ulang Rainy.
"Linda, tolong tunjukan batu energimu pada Rainy." pinta Ungu.
"Linda, tunjukan batu energimu pada Rainy!" Ungu mengulang perintahnya dengan nada yang lebih dingin dan tegas.
Dengan tak rela, Linda menarik turun resliting gaun yang terletak di depan dadanya dan kemudian menyibakkan kain yang menutupi dadanya tersebut. Sebuah batu berwarna merah yang menyala seperti sebuah lampu, yang terletak di tempat dimana jantung seharusnya berada, muncul dari sela-sela tulang tengkorak dadanya.
"Batu merah itu adalah batu energi. Sebuah batu mineral khas pink Earth yang mengandung energi jiwa. Batu mineral ini sangat banyak di pink Earth dan bertanggung jawab atas tingginya energi jiwa dalam atmosfer pink Earth. Tingginya tingkat energi jiwa dalam atmosfer pink Earth inilah yang menjadi penyebab manusia yang tinggal di pink Earth dilahirkan dengan kekuatan supernatural." beritahu Ungu. Setelah Ungu selesai menjelaskan, Linda buru-buru menutup kembali reslitingnya. Ia lalu mengangkat keranjang piknik yang terletak di kakinya dan menyerahkannya pada Rainy.
"Kak Rainy, saya diminta oleh Angah Nuri untuk mengantarkan sarapan anda dan suami. Silahkan, ini sarapan kakak." ucapnya sambil menyodorkan keranjang pikniknya ke arah Rainy. Rainy langsung menerimanya tanpa ragu.
"Terimakasih." ucap Rainy sambil mengangguk. Setelah itu Linda langsung berbalik dan setengah berlari menuruni tangga.
"Apakah ia memiliki kesadaran?" tanya Rainy lagi setelah melihat tingkah Linda yang tampak tak terima karena diminta menunjukan dadanya.
"Tidak." sahut Ungu. "Itu hanya efek dari programnya. Rumi punya terlalu banyak waktu luang di tangannya sehingga ia sampai terpikir untuk membuat Linda."
"Apakah Datuk Rumi suka bermain game?" tanya Rainy lagi.
"Main game adalah satu-satunya hal yang dilakukannya selain tidur dan bermain dengan barang rongsokan di workshopnya." sahut Ungu lagi. Itu menjelaskan banyak hal mengenai asal muasal Linda. Datuk Rumi pasti mengambil modelnya dari karakter Bonehilda dalam The Sims.
Setelah berpamitan, Ungu berbalik dan menuruni tangga menuju ke lantai satu, sementara Rainy membawa masuk keranjang sarapannya dan meletakkannya di atas meja. Saat itu Raka sudah duduk di depan meja dan sedang menggigit sebuah apel.
"Suara jeritanmu membuat jantungku hampir copot tadi, sayang." keluh Raka sambil tersenyum geli. Kata-katanya membuat Rainy tersipu malu.
"Itu karena aku sangat terkejut tadi." sahutnya dengan wajah memerah. Rainy membuka keranjang pikniknya dan mengeluarkan makanan di dalamnya satu demi satu ke atas meja.
"Emm. Tak pernah terpikirkan bahwa aku akan melihat Bonehilda di dunia nyata. Sungguh mengagumkan." komentar Raka. "Oh iya, aku hampir lupa." Raka meletakkan apel di tangannya ke atas meja dan berjalan menuju ke lemari. Ia membuka pintu lemari lalu mencari-cari sesuatu di dalam tasnya. Raka kemudian mengeluarkan sebuah buku bersampul coklat dan menyerahkannya pada Rainy.
"Buku ini harusnya diberikan padamu seminggu sebelum ulang tahunmu yang ke 24. Lara yang memberikannya padaku untuk disampaikan padamu. Namun karena kau telah berada disini, kupikir sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikannya padamu." beritahu Raka.
Rainy menerima buku tersebut dan memandangnya dengan perasaan tertarik. Penampilan buku hardcover itu terlihat seperti sebuah buku yang berasal dari masa 100 tahun yang lalu. Sampulnya dibuat khusus menggunakan bahan kulit berwarna tan yang dihiasi oleh sebuah simbol di bagian atas dan tulisan berwarna perak yang bertuliskan 'Silsilah Keluarga Lauri', membuat alis Rainy langsung terangkat tinggi.
"Apakah kau sudah membaca ini?" tanya Rainy pada Raka. Raka mengangguk.
"Tentu saja. Isinya adalah daftar silsilah keluarga yang lengkap beserta foto-fotonya dan riwayat hidup beberapa tokoh penting dalam keluarga di dalamnya. Di bagian tengah ke belakang berisikan biodata semua penghuni dunia kecil ini, lengkap dengan foto dan sedikit riwayat hidup mereka." ucap Raka.
Rainy langsung membuka buku tersebut ke bagian tengahnya dan lembar pertama yang dibukanya berisikan foto Nuri di halaman sebelah kiri dan biodata serta achievementnya di sebelah kanan. Yang paling menggembirakan bagi Rainy adalah bahwa dalam biodata tersebut juga tertera urutan kelahiran masing-masing orang yang terdaftar disana. Buku ini menyelesaikan masalah panggilan untuk para Datuk yang kemarin membuat Rainy sampai sakit kepala karena memikirkannya. Dengan girang Rainy meletakkan bukunya ke atas meja dan memanjat ke atas pangkuan Raka untuk memberikan suami barunya tersebut ciuman sebagai ucapan terimakasih pada bibir Raka yang masih basah oleh air dari apel yang digigitnya. Ciuman polos yang hanya dimaksudkan sebagai ucapan terimakasih tersebut berakhir dengan sesi penyiksaan baru untuk Rainy oleh si serigala jahat.